pahlawan
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Meureudu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Kerajaan Meureudu terletak di Sumatera, Kab. Pidie Jaya , prov. Aceh . Saat kesultanan Aceh kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang. Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Meureudu masuk Onderafdeling, sebagai “swapraja”. Raja kerajaan Meureudu sekarang Tidak ada info tentang raja atau pewaris kerajaaan ini. Sejarah kerajaan Meureudu Negeri Meureudu sudah terbentuk dan diakui sejak zaman Kerajaan Aceh . Ketika Sultan Iskandar Muda berkuasa (1607-1636) Meureudu semakin diistimewakan. Menjadi daerah bebas dari aturan kerajaan. Hanya satu kewajiban Meureudu saat itu, menyediakan persediaan logistik (beras) untuk kebutuhan kerajaan Aceh. Sampai Kerajaan Aceh runtuh, Meureudu masih sebuah negeri bebas. Keistimewaan Negeri Meureudu terus berlangsung sampai Sultan Iskandar Muda diganti oleh Sultan Iskandar Tsani . Pada tahun 1640, Iskandar Tsani mengangkat Teuku Chik Meureu...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bangkawan
Ritual Ritual
Kalimantan Utara

Tengkorak itu disimpan dalam rumah-rumahan yang terbuka di bagian depan. Siapa saja bisa melihat tengkorak tersebut. Semakin banyak tengkorak, semakin kuat pula kekuatan dari desa karena bisa mengalahkan musuh dengan banyak. Itulah yang dinamakan Bangkawan sebagai simbol kehebatan yang harus dimiliki oleh banyak desa suku dayak, Kalimanta Utara. Adapun asal-usulnya, tengkorak yang ada di dalam Bangkawan berasal dari kegiatan ngayau atau perang. Biasanya pahlawan atau petarung dari suku akan melakukan prosesi ini di medan perang. Musuh yang tidak berdaya akan dikalahkan dengan memenggal kepalanya. Setelah itu kepala akan dibawa kembali ke desa sebagai bukti kemenangan dari seorang pahlawan yang layak untuk dirayakan secara meriah. Biasanya saat pahlawan atau kobilangan datang, paras gadis di desa akan menyambut mereka dengan suka cita. Setelah itu, para pahlawan akan diterima oleh kepala suku dan diadakan upacara pembersihan sial. Gunannya agar arwah atau makhluk jahat yan...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Nyi Ageng Serang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi lahir di Serang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1762. Beliau adalah putri bungsu dari Bupati Serang, Panembahan Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Purwodadi-Sragen. Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang yang juga salah satu keturunan Sunan Kalijaga menggantikan ayahnya. Meski merupakan putri bangsawan, namun sejak kecil Nyi Ageng Serang dikenal dekat dengan rakyat. Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah. Semangatnya untuk bangkit selain untuk membela rakyat, juga dipicu kematian kakaknya saat membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwana I yang dibantu Belanda. Yang sangat menonjol dari sejarah perilaku dan perjuangan Pahlawan Wanita ini antara lain ialah kemahirannya dalam krida perang, kepemimpinan yang arif bijaksana sehingga menjadi suri tauladan bagi penganut-p...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Gedung Lindeteves
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Pada zaman Belanda, gedung yang terletak di pojok Jalan Pahlawan dengan jalan Kebun Rojo Surabaya ini dikenal sebagai gedung NV.Lindeteves. Dalam dokumentasi "Surabaya Tempo Dulu", foto ini diambil tahun 1930. Sekarang gedung ini digunakan sebagai gedung Bank Mandiri dan sebelumnya pernah dipakai oleh Bank Niaga. Pemerintah Kota Surabaya, mencatat gedung ini sebagai salah satu "cagar budaya" di Kota Surabaya. Gedung Lindeteves, saat digunakan sebagai Bank Niaga tahun 1990-an, dan saat ini gedung tersebut sudah tidak digunakan sebagai Bank Niaga. sumber :http://indonesianview.wordpress.com

avatar
Roro
Gambar Entri
BEKENG ISIRE TELLU WAWAHANI SU DAGHO (Kisah Tiga Orang Kulano dari Gagho)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Zaman dahulu hiduplah tiga orang bersaudara di negeri Dagho  pulau Sangihe, yang sulung bernama Angsuangkila, kedua Wangkoang, dan yang bungsu bernama Wahede. Mereka bertiga merupakan pahlawan di negeri ini dan mereka disebut Kulano. Mereka disebut pahlawan karena mereka bertigalah yang senantiasa membela dan mempertahankan rakyat dari serangan suku Mindanow yang selalu datang merampok dan membunuh rakyat pulau Sangihe. Pada suatu hari terjadi perampokan oleh suku Mindanow di sebuah pulau kecil yang terletak di depan teluk Dagho, pulau ini melindungi pandangan ke negeri Dagho dari laut. Pulau ini disebut Sambo karena konon pernah ada seorang yang sedang memancing mendengar ada seseorang yang sedang menyanyikan lagu Sasambo di negeri Dagho. Mendengar Sasambo itu ia melihat tanjung itu berjalan menuju laut, menyaksikan peristiwa ini orang yang sedang mengail tersebut merasa heran maka dipanggilnyalah orang yang sedang menyanyi itu.  Sasambo  berhenti dan tanjung&nbs...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Serimbang
Tarian Tarian
Kepulauan Bangka Belitung

Serimbang merupakan tarian yang menggambarkan burung Cebuk. Burung Cebuk memiliki daya pikat yang membuat burung-burung hutan lainnya tertarik untuk melihat dan mengelilinginya, yaitu pada saat burung Cebuk tersebut berkicau dan mengepak-ngepakkan sayapnya seperti sedang menari. Arti dari Serimbang memang pasa dasarnya mengacu dari keberadaan burung Cebuk itu sendiri. Burung Cebuk seperti “seri” – dalam bahasa Tempilang, yang mengandung arti “permaisuri” (ratu) sebagai tokoh utama; sementara kata “mbang” diambil dari akhiran kata “tembang”, yang diartikan sebagai tembang berupa nyanyian yang dilantukan pada saat tarian ini dipertunjukan. Dalam hal ini, pantun yang ditembangkan disesuaikan dengan tema acara yang sedang berlangsung. Tari ini sudah ada di masyarakat Tempilang pada abad ke 17, sekitar tahun 1670–1680, sebagai tari penyambutan para pahlawan Kota Tempilang yang pulang dari peperangan melawan Lanun (perompak a...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Tari Wirayuda Bali
Tarian Tarian
Bali

Tari Wirayuda Tari Wirayuda berasal dari daerah Bali. Nama lainnya adalah tari perang bali Wirayuda yang berasal dari dua kata, yakni Wira berarti pahlawan dan Yudha artinya perang. Jadi kesimpulan sederhananya, Tari Wirayuda merupakan tari yang bertemakan peperangan dan menunjukkan kegagahan sosok laki-laki prajurit kerajaan. Tari ini ditarikan oleh 2 sampai 4 pasang penari pria yang membawa  senjata tradisional Bali  tombak. Tari yang diciptakan pada tahun 1979 ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang dengan  alat perang tradisional  . Karena bertemakan perang, maka penari Wirayuda ini mengenakan hiasan ikat kepala berbentuk udeng-udengan. Tarian ini merupakan seni kreasi tari tradisional modern yang diciptakan oleh I Wayan Dibia.   https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-tradisional-daerah-bali/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Salabose Daeng Poralle Sulawesi Barat
Tarian Tarian
Sulawesi Barat

Tari Salabose Daeng Poralle Tari Salabose Daeng Poralle termasuk golongan tarian yang asal daerahnya Sulawesi Barat. Konon, jenis tarian yang diilhami dari Salabose, Daeng Poralle yang merupakan Maraqdia (raja) pertama yang diangkat untuk memerintah kerajaan Banggae. Pesan yang ingin disampaikan pada tarian ini adalah sesuatu yang melambangkan perjuangan sang raja saat menghadapi perompak laut dari suku Tidung. Sebuah pesan pahlawan yang harus terus dilestarikan.   https://www.silontong.com/2018/10/08/tarian-tradisional-dareah-sulawesi-barat/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Kancet Papatai (Tari Perang) Kalimantan Timur
Tarian Tarian
Kalimantan Timur

Tari Kancet Papatai (Tari Perang) Tari Kancet Papatai juga bagian dari keseian tarian daerah Kalimantan Timur. Tari ini merupakan kesenian tradisional dalam bentuk tari-tarian perang. Pesan yang disampaikan menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang sedang berperang melawan musuh dengan memakai  alat p erang tradisional  . Pesan keberanian juga disampaikan pada tarian ini. Yaitu dengan menggambarkan tentang keberanian para pria atau ajai suku Dayak Kenyah dalam berperang. Tarian ini menggambarkan mulai dari perang sampai dengan upacara pemberian gelar bagi pria atau ajai yang sudah berhasil mengenyahkan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan para penari. Kancet Papatai diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan  alat musik tradisional Sampe  .

avatar
Roro