Musik
3.317 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari sambut sebimbing sekundang
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Tarian ini dibuat oleh Z. Khusni Karana yang merupakan seorang koreografer profesional di Sumatera Selatan. Tari ini dipertunjukan baik di dalam gedung ataupun di tempat terbuka. Banyak amanat yang dapat diambil dari tarian ini, salah satunya ialah toleransi dan kebersamaan. Pengasan atau tepak ialah sebagai fasilitas utama yang di dalamnya berisi beberapa lembar daun sirih segar yang telah dicampur dengan getah gambir, sehingga siap disajikan kepada tamu istimewa sebagai tanda penerimaan dan pengakuan masyarakat Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu). Tari ini ditampilkan oleh sembilan orang penari, satu orang puteri pemegang tepak, dua orang pembawa rempah-rempah, satu orang pembawa payung yang agung, dan dua orang yang menjadi pengawal. Pakaian, musik pengiringnya serta gerakan tari ialah sebuah kombinasi dari pakaian, musik pengiring dan gerakan tari-tari tradisional dari berbagai kecamatan di dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu sehingga tercipta motto “Bumi Sebimbing Sekundang“ yang a...

avatar
Widra
Gambar Entri
Kesenian begubang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kepulauan Bangka Belitung

Begubang kesenian Melayu Belitong yang umumnya ditampilkan dalam suatu upacara atau syukuran dengan 2 atau 3 orang lelaki melantunkan pantun nasehat yang saling berkaitan satu sama lain. Sementara penari-penari perempuan dengan menggunakan sebuah selendang menari dan tarian dinyatakan usia saat si lawan penari memasukan uang logam (gubang) ke dalam bukor yang tersedia. Begubang biasanya diiringi dengan musik Betiong, sehingga disebut Betiong Begubang. Tari tradisional dari Kabupaten Belitung banyak memiliki nilai-nilai juga kaya ekspresi. Tari tradisional tersebut antara lain Tari Capak Laut, Capak Darat, dan Begubang.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Maras Taun
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Maras Taun adalah upacara yang dilakukan petani sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas panen padi ladang. Upacara Maras Taun ini terkait erat dengan ladang berpindah yang dalam bahasa Belitongnya disebut ume. Untuk berladang atau berume, seseorang selalu berhubungan dengan dukun kampong. Peran dukun kampong dalam berume sangat besar. Mulai dari menentukan tempat sampai berakhirnya panen padi selalu melibatkan dukun kampong. Ucapan rasa syukur ini juga mereka sampai kepada dukun kampong, karena peran dukun kampong sangat besar, mereka menghargainya dengan cara memberi hasil panennya berupa beras baru dari hasil panen. Besarnya pemberian setiap orang yang berladang ini tergantung pula pada hasil panen dan kesepakatan diantara mereka. Jika panen berhasil, tentunya pemberian kepada dukun kampong banyak juga. Begitu pula jika panen padi kurang berhasil, pemberian kepada dukun kampongpun akan sedikit berkurang. Tidak ada aturan yang baku, hanya kesepakatan diantara mereka yang berume....

avatar
Widra
Gambar Entri
Cerita rakyat Ambon, Bulu Pamali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

Pada zaman dulu ada seorang lelaki yang pekerjaanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu ketika dengan menggunakan perahu ia tiba di pantai Latuhalat. Tepatnya di ujung tanjung Latuhalat, Dusun Waimahu kemudian ia berjalan mendaki bukit, menuruni lembah naik dan sampailah ia di puncak gunung lalu ia mencari kayu-kayu di situ. Ketika matahari mulai terbenam lalu ia beristirahat, ia hendak menuruni lembah menuju ke pantai. Tetapi hari sudah malam, maka ia menggambil keputusan untuk bermalam di situ. Kemudian ia melihat-lihat dan matanya tertuju disuatu tempat yang sangat bersih. Malam itu bulan purnama cahayanya terang-menerang menerangi tempat itu. Ia hendak tidur tetapi ia belum dapat memejamkan mata, ia diganggu binatang-binatang kecil antara lain, agas, nyamuk dan ular. Tiba-tiba seekor ular datang menelanya kemudian memuntahkanya kembali tiba-tiba bunyi gemuruh seakan-akan membelah bumi ini, ia menjadi takut dan merinding bulu romanya. Saat itu pula berdirilah seorang bapak tua,...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tarian Bissu
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Tarian bissu atau biasa disebut ‘ma’bissu’ ini merupakan tarian tradisional yang asli berasal dari Pangkep. Tarian ini dapat dilihat di kecamatan Segeri yang masih merupakan wilayah kabupaten Pangkep. Satu hal yang khas dari tarian ini adalah dimana para bissu menari seperti orang kesurupan sambil menusuk-nusuk tubuh mereka. Ma’bissu ini dilakukan sebagai tanda penghormatan tehadap dewata (tuhan) dimana dimulai dengan puang matoa memulai menari seperti sedang kerasukan diikuti oleh puang lolo. Dalam melaksanakan ma’bissu diperlukan peralatan seperti bassi baranga, lae-lae, teddung arajang, bendera arajang, alameng, alisu, paccoda, oiye, kancing, anak baccing, Pui-pui, gendang, dan gong. Pa’bissu, suatu budaya yang kini masih dipegang erat oleh sekelompok masyarakat Bissu untuk menghormati leluhur. Tarian ini, sangat menakjubkan karena dengan menggunakan sebilah keris dan menancapkannya di batang leher. Dengan tarian dan musik yang khas, tarian itu menjadi sajian yang mengandung ni...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Adat Tulude, Kab Kepulauan Sangihe
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Upacara Adat Tulude merupakan rangkaian gelar budaya masyarakat adat Sangihe dengan menampilkan tari-tarian dan musik tradisionil. Upacara ini untuk mensyukuri berkat Tuhan dan memohon pengampunan dosa sebagai bekal hidup ditahun yang baru. Dan juga sebagai wadah persatuan dan kesatuan masyarakat etnis Sangihe Talaud yang mengandung nilai keagamaan dan nilai adat istiadat yang positif. Upacara Adat Tulude ini dilaksanakan bersamaan dengan Perayaan Hari Ulang Tahun Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe pada setiap tanggal 31 Januari. Selain itu Upacara Adat Tulude juga merupakan ajang pelestarian seni dan budaya daerah yang memiliki ciri khas etnis Sangihe. Upacara Adat Tulude ditandai dengan Pemotongan Kue Adat Sangihe yaitu kue “TAMO“

avatar
Widra
Gambar Entri
Tari Gunde, Kab Kepulauan Sangihe
Tarian Tarian
Sulawesi Utara

Tari Gunde adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Sangihe, Sulawesi Utara. Tari Gunde ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita dengan gerakannya yang khas dan musik tradisional. Tari Gunde merupakan salah satu tarian klasik yang cukup terkenal di Sangihe, Sulawesi Utara, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti upacara adat, penyambutan dan berbagai acara budaya lainnya. Pada mulanya tari Gunde dilakukan pada saat pelaksanaan upacara penyembahan dan menolak bala yang dikenal dengan sebutan “ Menahulending “, sehingga tari ini berfungsi sebagai tarian pemujaan. Tari Gunde memiliki pengertian perlahan - lahan atau lemah lembut atau halus melambangkan kelemah lembutan jiwa sebagai gambaran hidup bahagia. Sejalan dengan perkembangan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, maka tari Gunde dimasukkan menjadi salah satu unsur kesenian Kerajaan. Gerakan Tari Gunde yang dilakonkan oleh para wanita dengan gerakan yang lemah gemulai, melambangkan kehalusan jiwa...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tarian Ampa Wayer, Kab Kepulauan Sangihe
Tarian Tarian
Sulawesi Utara

Tari ampa wayer merupakan tarian yang tidak bisa dipisahkan dengan tari dansa. Pada masa pendudukan jepang, pemerintah Jepang melarang masyarakat menari dansa. Namun karena keinginan untuk berdansa sangat kuat, maka kelompok music orkes yang tadinya mengiringi dansa, mencoba menciptakan tarian penggganti dansa, maka pada tahun1944 terciptalah tarian ampa wayer yang namanya teradopsi dari situasi peperangan, dimana ada pesawat yang memiliki empat wayer. Penyebaran dari ampa wayer keseluruh masyarakat sangihe sangat cepat, sehingga tari ini menjadi tari primadona dan asli sangihe. Tari ampa wayer ini sering di lakukan pada acara suka cita dan dapat dilakonkan oleh tingkata uum, baik laki-laki maupu perempuan. Semua gerakan dalam tarian ini dilakukan atas komando seorang pemimpin dengan gaya berfareasi dan dirangkai dalam kata-kata yang menarik (puisi dan sastra) dengan lantunan dari vokalis yang memiliki suara yang merdu dengan diiringi musik orkes. 1

avatar
Widra
Gambar Entri
Musik Oli, Kab Kepulauan Sangihe
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Utara

Saat ini perkemangan musik oli yang merupakan musik tradisional eknis Sangihe hampir punah hilang, karena grup musik yang masaih mempertahankan musik ini adalah grup musik Oli kampung Manupitaeng Kecamatan Tabukan Tengah. Pada mulanya musik Oli dipergunakan untuk pemunjaan bagi “Sang Khalik” (I Genggonalangi) dan lambat laun musik ini mengalami perkembangan dari segi artistik dan penataan irama, diantarannya irama lide yang memiliki ciri khas irama tradisional uang unik dan indah untuk di dengar, peralatan musik oli ini semuanya terbuat / berasal dari pohon bambu, mulai dari batang pohon bambu dan kulit pembungkus bambu, yang dibuat sedemikian rupa sehingga terbentuk alat musik oli. 1

avatar
Widra