Prosesi pernikahan di masyarakat Baduy hampir sama dengan masyarakat pada umumnya, hanya saja dalam masyarakat baduy pasangan menikah dengan perjodohan. Tata cara pernikahan dimulai dari proses pengenalan sampai membina rumah tangga pun diatur dan terikat dalam ketentuan adat Baduy. Sistem pernikahan suku Baduy yaitu pernikahan monogami, artinya seorang laki-laki Baduy hanya boleh beristri 1 dan tidak boleh lebih dari itu karena menurut adat Baduy pernikahan poligami merupakan suatu hal yang tabu dan memecah keutuhan masyarakat Baduy itu sendiri. Tahap 1 : Bobogohan (pengenalan jodoh) Calon dipilih oleh pihak orang tua, kemudian kedua belah pihak bertemu, bersilaturahmi, dan memperkenalkan anak masing-masing. Suasana acara Bobogohan ini biasanya ditemani dengan alunan alat musik kecapi yang dibawa oleh pihak laki-laki. Setelah ada kesepakatan, kemudian dilanjutkan dengan 3 kali pelamaran. Tahap 2 : Lamaran Lamaran pertama diajukan untuk mengungkapkan...
Seren taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris ini diramaikan ribuan masyarakat sekitarnya, bahkan dari beberapa daerah di Jawa Barat dan mancanegara. Istilah Seren taun berasal dari kata dalam Bahasa Sunda seren yang artinya serah, seserahan, atau menyerahkan, dan taun yang berarti tahun. Jadi Seren taun bermakna serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang sebagai penggantinya. Dalam konteks kehidupan tradisi masyarakat peladang Sunda, seren taun merupakan sarana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian yang dilaksanakan pada tahun ini, seraya berharap hasil pertanian mereka akan meningkat pada tahun yang akan datang. Lebih spesifik lagi, upacara seren taun merupakan acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lum...
Berawal dari sajian sejarah, diambil dari dua suku kata "Balai dan Raja" Itulah awal mula pembuatan batik ini. Batik yang digagas oleh Paguyuban Balaraja, wadah bagi para pejuang sejarah, budaya, seni dan ekonomi Balaraja. Batik ini ditujukan sebagai ikon kota ini dan tentunya menjadi buah tangan bagi mereka yang berkunjung ke Balaraja Kabupaten Tangerang. Sumber: http://paguyubanbalaraja.blogspot.com/2018/04/batik-balaraja.html?m=1
Dogdog Lojor merupakan untaian dua kata, yaitu dogdog dan lojor. Dogdog merupakan alat musik tabuh yang terbuat dari batang kayu yang berongga dengan bulatan berdiameter 15 cm dan ujungnya mengecil berdiameter antara 12-13 cm, sedangkan panjangnya lebih kurang 90 cm hingga 100 cm. Pada ujung bulatan yang berdiameter 15 m itu ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan, kemudian diikat dengan tali bambu dan dipaseuk / baji untuk mengencangkan kulit tersebut, sehingga kalau dipukul Akan mengeluarkan suara dog.. dog.. dog. Akhirnya disebutlah alat musik itu dogdog. Sedangkan lojor (bahasa Sunda dialek Banten) berarti `panjang'. Biasanya dogdog yang ;mum panjangnya berukuran antara 30 -- 40 cm. Dogdog lojor mempunyai panjang 90 -- 100 cm. Jadi, dogdog lojor adalah dogdog yang panjang. Fungsi Upacara Seren Taun, Upacara Sedekah, Upacara Ruwatan, syukuran 40 hari bayi lahir, dan Upacara Ngabaladah `pembukaan' ladang baru dan upacara perkawinan, adalah upacara yang selalu diiringi...
Mesjid Agung Banten terletak di Jl. Raya Banten, Kasemen, Kota Serang, merupakan salah satu mesjid tertua di Indonesia. yang menarik dari masjid ini adalah adanya menara tinggi yang pada umumnya menjadi ciri khas masjid. Menara ini dibangun pada masa kekuasaan Sultan Haji yaitu tahun 1620 oleh arsitek Belanda, Hendrick Lucasz Cardeel, dari batu bata dengan ketinggian sekitar 24 meter dan diameter bagian bawah menara ini sekitar 10 meter. Untuk sampai di atas menara ini, harus menaiki 83 buah anak tangga dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Dari atas menara dapat terlihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai karangantu, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km. Dahulu, menara ini digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan dan mengawasi perairan laut. Selain itu, menara ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan senjata. Sekarang menara ini menjadi simbol kota Banten Lama.
Surantang-surinting merupakan permainan tradisional yang familiar dan menjadi favorit anak-anak tahun 90-an di Banten. Permainan tradisional sudah tidak penting lagi bagi sebagian masyarakat modern saat ini. Orang tua memiliki peran besar untuk mengajarkan dan melatih anak-anak agar dapat mengenal permainan tradisional. Menariknya, permainan ini tidak dilakukan secara individu melainkan dilakukan oleh beberapa orang sehingga ramai dan seru. Surantang-surinting selain memiliki nilai kebersamaan di dalamnya, juga memiliki nilai pendidikan yakni memberikan pengetahuan baru bagi para pemainnya. Cara memainkan Surantang-surinting yaitu semua pemain duduk melingkar sambil meletakan telapak tangan masing-masing di depan, dan dipimpin oleh 1 orang sebagai pemandu permainan. Selanjutnya, permainan diawali dengan pemandu yang menguncupkan tangannya dan diletakan di atas tangan para pemain lain secara bergantian, dengan diiringi lagu permainan. Jika lagu berakhir maka dengan sendirinya...
Surantang-surinting merupakan permainan tradisional yang familiar dan menjadi favorit anak-anak tahun 90-an di Banten. Permainan tradisional sudah tidak penting lagi bagi sebagian masyarakat modern saat ini. Orang tua memiliki peran besar untuk mengajarkan dan melatih anak-anak agar dapat mengenal permainan tradisional. Menariknya, permainan ini tidak dilakukan secara individu melainkan dilakukan oleh beberapa orang sehingga ramai dan seru. Surantang-surinting selain memiliki nilai kebersamaan di dalamnya, juga memiliki nilai pendidikan yakni memberikan pengetahuan baru bagi para pemainnya. Cara memainkan Surantang-surinting yaitu semua pemain duduk melingkar sambil meletakan telapak tangan masing-masing di depan, dan dipimpin oleh 1 orang sebagai pemandu permainan. Selanjutnya, permainan diawali dengan pemandu yang menguncupkan tangannya dan diletakan di atas tangan para pemain lain secara bergantian, dengan diiringi lagu permainan. Jika lagu berakhir maka dengan sendirinya...
Masjid ini menjadi salah satu bangunan bersejarah perkembangan Islam di Provinsi Banten. Di bangun pada masa Sultan Maulana Hasanuddin, masjid ini masuk dalam kategori bangunan cagar budaya yang dilindungi. Inilah Masjid Agung Banten atau biasa disebut dengan Masjid Banten oleh masyarakat sekitar Masjid yang terletak di Kecamatan Kasemen, daerah Banten Lama atau tepatnya 10 km arah utara dari Kota Serang ini dibangun antara tahun 1552-1570 saat Sultan Maulana Hasanuddin memerintah. Bangunan masjid ini memadukan unsur Jawa Kuno dan Tiongkok. Terlihat dari serambi yang lapang dan atap yang bertingkat. Uniknya atap di masjid ini memiliki 5 tingkatan dengan bentuk yang menyerupai tumpeng. Konon terdapat dua versi yang menceritakan siapa arsitektur pembangunan masjid ini. Versi pertama menyebutkan, Masjid Agung Banten dibangun oleh arsitek keturunan Tiongkok yang bernama Tjek ban Tjut. Sedangkan versi lainnya menyebutkan, masjid ini diarsiteki oleh Raden Sepat yang berasal dari Demak...
Masyarakat Baduy, atau dalam sebutan lainnya dikenal Urang Kanekes (orang Kanekes) sebagaimana mereka tinggal di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Adalah masyarakat yang sampai saat ini masih mengikuti adat-istiadat secara ketat. Sejak berdirinya Kesultanan Banten yang berawal sekitar tahun 1526, ketika Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah kekuasaannya. Sebagai tanda kepatuhan atau pengakuan kepada penguasa, masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan Seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993). Upacara Seba digelar setelah musim panen dan menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan. Dimana pada saat ritual Kawalu, wisatawan dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam di tiga kampung, yakni Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik. asal suku Baduy Dalam berjalan kaki di Kampung Petir, Serang dari Rangkasbitung sejauh 43 km untuk mengikuti upacara...