tahun baru
331 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bluder tape almond
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Bahan-bahan loyang 30 porsi bahan A : 1 sdt fermipan 1 sdm gula pasir 50 ml air hangat bahan B : 300 gr tape 175 gr terigu 25 gr maizena 40 gr susu bubuk 250 gr margarin 200 gr gula pasir, atau sesuai selera, kl saya pas 7 kuning telur saja 4 telur utuh 1 sdt SP 1 sachet vanilli secukupnya almond slice untuk tburan ca...

avatar
Aze
Gambar Entri
Bluder Pisang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Bahan-bahan   350 gr pisang masak tanpa kulit (saya pake pisang berangan) 250 gr tepung terigu 150 gr gula pasir 2 bj telur 2 sdm margarin 1/2 bungkus ragi instan 100 ml susu kental manis digabung air hangat 100 ml jd 200 ml Sejumput garam Langkah   Buat biang dulu 100 ml susu ditambah air hangat 100 ml masukkan ragi instan, biarkan sampai berbuih mengembang    ...

avatar
Aze
Gambar Entri
Kue Bagea Pandan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Bahan-bahan 5 porsi 275 gr tepung sagu/tapioka sangrai 100 gr tepung larut sangrai (bisa diganti tapioka/sagu 25 gr tepung terigu protein sedang (opsional) 50 gr kenari/kacang sangrai, cincang halus 150 gr gula pasir, diblender sebentar hingga halus 1/2 sdt soda kue 100 ml minyak sayur 2 btr telur antero 1 sdt pandan pasta 1/2 sdt garam halus 4-5 sdm santan kental (menyesuaikan tekstur adonan) Langkah 60 menit Campurkan bahan keri...

avatar
Aze
Gambar Entri
Permainan Palapudu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Utara

Istilah kata palapudu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Hanya yang jelas motif alat ini dimainkan adalah untuk menembak. Menurut penuturan informan yang bernama Kasim Langgapa (57 tahun) tinggal di desa Molu'o Kecamatan Kwandang, bahwa permainan Palapudu sudah dikenalnya sejak kecil, dan ayahnya pernah membuat palapudu ini. Alat Palapudu ini terbuat dari bulu (bambu) dengan menggunakan peluru dari ketumbar (ketumbari). Mainan ini, adalah mainan yang paling digemari pada waktu itu dan pada umumnya sangat diminati oleh anak laki-laki, namun demikian tidak menutup kemungkinan anak perempuan juga dapat memainkan permainan tersebut. Munculnya permainan ini menurut informasi yang didapati, pada waktu masih zaman penjajahan belanda, warga masyarakat gorontalo menggunakan alat palpudu ini sebagai senjata seadanya untuk menembak musuh-musuh yang ada, dan akhirnya alat palapudu ini berkembang menjadi mainan anak-anak, namun saat ini permaianan palapudu sudah mulai hilang dri peredar...

avatar
Roro
Gambar Entri
AMPAHA DAN WATUHALAWO
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Ampaha adalah nama sebuah tempat di desa Mangaran, yang artinya aliran sebuah sungai air terjun karena hulunya terletak pada suatu tanah ketinggian aliran airnya deras sehingga jadilah air terjun yang sangat indah. Air terjun ini terjadi oleh suatu peristiwa alam pada zaman dahulu, dimana kepulauan Talaud tidak lepas dari gangguan bajak laut yang datang dari kepulauan Sulu Mindanow selatan yang dikenal ganas dan tidak berprikemanusiaan. Karena sudah bosan dengan perlakuan para bajak laut ini, leluhur Mangaran mencoba menghadapi para bajak laut ini dengan tidak memperhitungkan kalah atau menang. Setelah mereka mencoba melawan bajak laut ini ternyata senjata yang mereka gunakan berhasil menembus tubuh para bajak laut sehingga darahnya memancar dari tubuhnya dan akhirnya mati. Dengan kejadian ini maka tempat itu diberi nama Ampaha yang artinya, napam pahan nu rasya atau tempat memancarnya darah orang Balangingi. Kisah ini berawal dari, kedatangan suku Balangingi di kepulauan Talaud...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Mahangsumangi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

“Mahangsumangi” demikianlah nama sebuah pulau kecil yang terletak di selat Mahumu. Selat Mahumu adalah selat yang memisahkan pulau Mahumu dengan pulau Sangihe Besar. Pulau itu kecil sehingga sekarang ini di pulau itu hanya terdapat sebuah rumah yang didiami oleh beberapa anggota keluarga. Sekali peristiwa kira-kira pada abad 18, tibalah di selat Mahumu, sebuah perahu layar yang berasal dari Talaud. Salah seorang dari anak buah perahu yaitu selaku nahkodanya, bernama “Borang”. Adapun maksud kedatangan Borangdan kawan-kawannya ke pulau Sangihe Besar, ialah menjual tikar rotan serta akan membeli bahan makanan dari pulau Sangihe Besar. Perahu mereka masuk dari teluk Dhago lalu berbelok ke kanan, melalui Tanjung Hego di sebelah kiri dan Tanjung Bataeng disebelah kanan. Akhirnya perahu mereka sampai di selat yamg sempit dan tenang airnya.sekarang perahu Borang sudah berada di selat Mahumu, mereka berdayung menyusur pantai Uai dan Lapepahe di sebelah kiri da...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
SAKEHA
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Di pantai tempat yang sangat baik untuk peristirahatan bagi pengembara, tempat yang dalam bahasa Siau disebut sebagai “Mangilaghaeng”. Dengan kata lain Mangilaghaeng berarti tempat yang baik untuk beristirahat. Pantainya berpasir, ditumbuhi pohon-pohon besar seperti pohondingkalreng, penimbuhing dan bitung yang akar-akarnya timbul di permukaan tanah dan menggelantung, saling kait mengait menyerupai gua yang lengkap dengan untaian akar serabut. Serabut akar itu seringkali digunakan penduduk sebagai ayun-ayunan. Sedangkan orang-orang dewasa dapat melepas lelah setelah melaut atau sesudah berkebun, membaringkan diri mereka di atas hamparan pasir, di bawah rindang pepohonan raksasa yang berjejer itu. Bahkan sampai pagi. Sungguh indah suasana kala itu.  Itulah gambaran landscape pantai Laghaeng hingga era 1980an. Ditelisik jauh ke belakang, yaitu dibalik sejarah berdirinya kampung, di sebelah selatan perkampungan terdapat sekelompok orang yan...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Wongkong Biru Kadio
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Cerita  Wongkong Biru Kadio  mulai dikenal masyarakat Sangihe setelah Gunung Awu meletus yakni pada tahun 1711. Meletusnya Gunung Awu dan tenggelamnya sebagian Kerajaan Kendahe dipahami sebagai akibat dari dosa sumbang antara seorang ayah bernama Raja Syam Syah Alam atau Samansialang dengan anak kandungnya Bualaengtanding atau Sangiang Tinanding . Hingga kini menjadi pantangan bagi mereka bila ada yang kawin masih ada hubungan keluarga, khususnya sampai dengan keturunan keempat. Larangan ini diberlakukan karena ada anggapan bahwa perkawinan satu darah akan membawa malapetaka bagi keduanya. Pada waktu lampau Pulau Marore dan sekitarnya masih bersatu dengan daratan besar. Sekali peristiwa terjadilah dosa sumbang antara seorang ayah bernama Raja Syam Syah Alam atau Samansialang dengan anak kandungnya Bualaengtanding atau Sangiang Tinanding . Permasyuri raja sangat masygul atas perbuatan suaminya. Permasyuri kuatir jangan sampai hal serupa menimpa  pada anak bungsun...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Wo’u dan Wolai
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Pada suatu hari ada dua ekor hewan yang bersahabat yaitu seekor kera yang dalam bahasa Tou-lour disebut  Wolai  dan seekor penyu yang disebut  Wo’u . Kedua hewan yang sangat bersahabat ini sedang berjalan-jalan di tepi aliran sebuah sungai yang pada waktu itu sedang meluap. Tiba-tiba  Wolai  melihat ada sebatang pohon pisang yang hanyut terbawa arus di sungai itu. Lalu berkatalah Wolai yang suka makan pisang kepada Wo’u, “Hai sahabatku, Wo’u, lihatlah batang pohon pisang yang hanyut itu.”. “Ya, ada apa temanku Wolai?”, sahut Wo’u kepada Wolai. “Begini”, kata Wolai. “Kalau batang pisang itu kita tanam bersama-sama, maka dalam beberapa waktu batang pohon pisang itu akan bertumbuh dan berbuah, dan nanti kita dapat berpesta dengan buah pohon pisang itu. “Ya, kau betul Wolai.”, kata Wo’u kepada Wolai, “Tetapi saya tidak pandai berenang, sebaiknya kau saja yang berenang dan m...

avatar
Admin Budaya