Anak
5.721 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pletokan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Tidak hanya menjelaskan apa itu pletokan seperti artikel lain, artikel ini akan ditambahkan dengan cara membuat pletokan terbaik, cara kerja pletokan dan cara bermain pletokan bersama teman teman, silahkan dinikmati. Pletokan adalah mainan tradisional kampung yang sangat mudah untuk dibuat dan relatif sangat seru dibandingkan permainan lainnya, setidaknya untuk anak laki-laki. Bukan sebuah keanehan bahwa anak-anak terutama yang laki-laki tertarik dengan yang namanya senjata api seperti yang digunakan om polisi dan pak tentara. Keinginan ini mendorong kreatifitas dan melahirkan mainan bernama pletokan. Pletokan ini adalah mainan yang dibuat dengan dasar maksud untuk tembak-menembak, menggunakan bambu sebagai bodi dan material senjata dan dapat menggunakan kertas basah untuk pelurunya. Waktu kecil dulu, saya sangat suka bermain pletokan di lapangan belakang rumah tante saya di pemalang. Saya, walaupun lahir dan dibesarkan di kota, menemukan keasikan tersendiri melihat anak-ana...

avatar
Oskm2018_16518334_aqilabdulaziz
Gambar Entri
Caingkling
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Selatan

Permainan ini dikenal dengan banyak nama: Engklek di Jawa, Cenge Cenge di Sulawesi, dll. Di Tanjung Enim, permainan ini dikenal dengan nama Caingkling. Caingkling adalah permainan anak yang dimainkan dengan cara melompati petak-petak dengan satu kaki atau dua kaki sambil melewati rintangan batu yang ada. Permainan ini biasa dimainkan 4 atau lebih anak perempuan, walau tidak menutup kemungkinan anak laki-laki juga boleh mengikuti permainan ini. Cara Bermain Caingkling Pertama, buat dulu petak-petaknya. Bisa 1-2 petak dalam satu baris. 1 petak artinya hanya boleh menggunakan satu kaki. 2 petak artinya harus menginjakkan kaki ke dua petak itu secara bersamaan. Buatlah angka yang mengurut dari 1, 2, 3, dst. hingga petak yang paling atas (biasanya berbentuk setengah lingkaran). Masing-masing anak menyiapkan batu kecil. Kedua, lempar batumu ke angka 1. Kalau tepat sasaran, maka kamu bisa memulai permainan. Hindari petak yang terdapat batunya lalu lompati petak-petaknya hingg...

avatar
OSKM18_16518245_Faris Rizki Ekananda
Gambar Entri
Perang gobang permainan tradisional sunda
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan ini adalah salah satu permainan yang dapat dikatakan hampir punah. Mengapa begitu? Karena anak anak zaman sekarang sudah lebih asik bermain dengan gadget nya masing". Padahal permainan ini benar-benar seru. oskmitb2018

avatar
Oskm18_16218008_ruth
Gambar Entri
Sejarah Songket Pandai Sikek
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Tidak ada sejarah yang pasti tentang kapan tenun songket mulai dikembangkan di Minangkabau atau di Pandai Sikek. Akan tetapi kepandaian menenun tetuntulah sudah dibawa oleh nenek moyang kita bangsa Austronesia atau yang disebut juga Malayo-Polynesia, dari Tanah Asal, ketika terjadi migrasi besar-besaran penduduk dari daratan Asia ke arah selatan dan timur beberapa ribu tahun yang lalu, bersamaan dengan segala kepandaian yang esensial untuk kehidupan, seperti kepandaian bercocok tanam, kepandaian membuat dan menggunakan alat-alat pertanian dan pertukangan dan senjata, dan sebagainya. Sesuai dengan fitrah manusia, kepandaian dasar pertukangan tentu mengalami pengkayaan estetika sehingga menjadi apa yang sekarang dikenal dengan istilah kerajinan, dan kemudian menjadi seni. Hal ini sejalan dengan perkembangan di bidang ekpresi lainnya seperti seni gerak, seni suara dan seni pementasan. Sebagai warisan demikian, tenun bisa dikatakan sama umurnya dengan stelsel matrilinial orang Minang,...

avatar
OSKM18_16918192_mirza Artha Vardia
Gambar Entri
Tradisi Kawin Culik Suku Sasak di Lombok
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat. Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, namun sebagian besar memeluk agama Islam. Suku Sasak dikenal dengan adat istiadatnya yang masih kental, seperti budaya dan tata cara menenun, adat berpakaian, dan lain lain. Diantara adat-adat tersebut ada satu yang tidak kalah menarik perhatian, yaitu tradisi kawin culik suku Sasak. Mungkin inilah satu-satunya penculikan di dunia yang legal. Tradisi ini merupakan proses yang wajib ditempuh orang sasak sebelum melaksanakan pernikahan, yang dilakukan dengan cara melarikan atau mencuri calon mempelai wanita. Ketika wanita Sasak sudah yakin dengan pilihannya maka harus ada prosesi di mana sang gadis yang akan dinikahkan harus dilarikan dulu kerumah kerabat pihak laki-laki selama 1x24 jam tanpa sepengetahuan dan persetujuan orangtua gadis tersebut. Biasanya sang gadis dan laki-laki pilihannya akan membuat perjanjian kap...

avatar
OSKM18_19718149_Nadia
Gambar Entri
Ebu Gogo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Konon katanya terdapat beberapa penghuni yang mendiami Flores, sekumpulan makhluk yang disebut sebagai Ebu Gogo . Ebu secara harafiah berarti 'nenek', dan Gogo berarti 'pemakan daging', dimana ketika disambung, Ebu Gogo berarti 'nenek pemakan daging'. Mereka sendiri di deskripsikan oleh para Nage, suku pribumi yang berasal dari Flores, sebagai kanibal dengan perawakan seperti manusia. Mereka dikenal dapat memakan semuanya, dari anak babi, anak anjing, bahkan anak manusia. Mereka diberitakan memiliki tubuh kecil dengan tinggi sekitar 1 - 1.5 m, hidung yang datar dan lebar, mulut yang besar, tubuh yang dipenuhi rambut, dan telinga yang menjulur. Menurut para Nage, Ebu Gogo sudah ada pada saat jaman penjajahan Portugis. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa mereka bertahan hingga abad ke-20, tetapi diburu habis oleh warga Flores. Pemusnahan ini diduga karena Ebu Gogo sering kali mencuri persediaan makanan warga setempat dan menculik anak-anak. #O...

avatar
OSKM18_16518269_chokyi
Gambar Entri
Asal Usul Padi ( Si Beru Dayang )
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada zaman dahulu, di tanah Karo, Sumatera Utara, terdapat sebuah negeri yang mengalami kemarau panjang. Di sana, hiduplah Beru Dayang, seorang anak laki-laki yang sudah yatim yang sedang menangis di pangkuan ibunya, meminta makan. Ibunya sedih dan cemas tetapi dia juga tidak bisa melakukan apa pun selain menatap anaknya dengan sedih. Alhasil, semakin lama tubuh si Beru Dayang semakin lemah dan lemas dan pada akhirnya dia meninggal. Setelah anak satu-satunya itu pergi, ibunya pun menjadi tambah sedih dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai yang deras dan dalam. Namun, tak seorang penduduk pun yang tahu dengan kejadian itu. Beberapa bulan berlalu dan musim kemarau belum juga berakhir. Di tengah tanah yang kering di negeri itu, ada dua anak yang sedang menggaruk-garuk tanah mencari umbi-umbian. Tiba-tiba, salah satu dari anak itu menemukan buah sebesar buah labu. Akhirnya, kedua anak itu membawa buah tersebut untuk diperlihatkan kepada orang tua mereka. Te...

avatar
OSKM18_16518097_Felicia Gojali
Gambar Entri
Bako
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Bako adalah istilah dalam bahasa minang yang berarti keluarga dari pihak ayah. pihak bako ini wajib berpartisipasi dalam beberapa adat yang dijalani oleh seorang anak minang untuk mengisi acara serta melaksanakan suatu kegiatan. Adat-adat tersebut diantaranya adalah perkawinan, kematian, khitanan, memotong rambut anak beberapa hari setelah dilahirkan, ataupun saat diangkat menjadi datuk. Contohnya saat perkawinan adalah sebelum menikah ada proses yang disebut babako / meminang. Meminang tidak hanya mempertemukan orang tua kedua belah pihak namun juga keluarga Ayah dari masing-masing mempelai. Disini pihak bako memiliki hak untuk menyetujui atau tidak dengan calon pasangan hidup anaknya masing-masing. Jika setuju maka mereka turut andil dalam waktu pelaksanaan pernikahan. Selain itu contoh lain yaitu saat setelah disunat tradisinya disebut 'manyilau anak bako', dalam acara ini keluarga bako khususnya para wanita membawa berbagai macam makanan. Namun yang unik adalah cara membawa mak...

avatar
OSKM18_16718222_Puti Annisa
Gambar Entri
Puyang Depati Sekayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Puyang Depati adalah Seorang penguasa (Kadipaten) pada waku itu tepatnya di kota Sakayu. Sakayu adalah sebuah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Indonesia. Beliau adalah orang pertama yang di angkat oleh Sultan Palembang untuk menjadi penguasa di wilayah Musi Ilir tepatnya.  Di kota sekayu pada tahun 1733 yang dibantu oleh Rio Kaos seorang juru tulis serta bersama dengan Tahaji bin Sajidin atau yang dikenal dengan nama Puyang Kilat Kemarau. Semasa hidupnya, Puyang Sahmad bin Sahaji dikenal oleh rakyatnya dengan banyak julukan yaitu: Al kaidah artinya orang yang memangku hukum, Al kholil yang artinya orang yang patuh, Syah Aji yang artinya orang yng dibenarkan ajarannya, abdul munir yang artinya orang yang membawa penerangan, dan masih banyak lagi julukan-julukannya yang saya sendiri belum tahu juga. Puyang Depati lahir pada tahun 1683 dan wafat pada tahun1776. Nama asli puyang Depati adalah  Sahmad bin Sahaji bin Aji G...

avatar
Oskm18_16518355_muhamad zhafran