Kalpataru Majalah Arkeologi 9 Diah, Herawati and Soejono, R.P. and Montana, Suwedi and de Casparis, J. G. and Ambary, Hasan M and Utomo, Bambang Budi and Sutaba, I Made and Adhyatman, Sunarah and Ridho, Abu and Harkantiningsih, Naniek and Atmodjo, M.M. Soekarto K and Ferdinandus, Peter and Rata, Ida Bagus and Bintarti, D.D and Suhadi, Machi and Soekatno, Endang SH (1990) Kalpataru Majalah Arkeologi 9. KALPATARU Majalah Arkeologi, 9. 01-247. ISSN 01263099 Text (Tiga tahun mengenag wafatnya Satyawati Sulaeman) kalpataru 9.pdf - Published Version Download (78MB) | Preview Item T...
Jejak riwayat Soenda Ketjil Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan (2017) Jejak riwayat Soenda Ketjil. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Jakarta. Text Jejak Riwayat Soenda Ketjil.pdf Download (628MB) Abstract Nama Sunda Kecil bisa jadi tidak familier di telinga kebanyakan orang. Tapi wilayah ini merupakan salah satu potret perkembangan peradaban dan pemerintahan di Indonesia. Informasi tentang perjalanan penuh nilai inspiratif itu dapat ditemui di Museum Sunda Kecil. Di dalam ruangan museum yang kecil ini, tersimpan informasi yang kaya dan bisa menjadi inspirasi untuk generasi mendatang. Item Type: Book Uncontrolled Keywords: Direktorat Pelest...
Sejarah Kebudayaan Nusantara Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2018) Sejarah Kebudayaan Nusantara. [Video] Video SEJARAH KEBUDAYAAN NUSANTARA.mp4 Download (1GB) Abstract Sebuah karunia tuhan yang tiada banding karena kesuburan dan melimpahnya kekayaan alam. Indonesian adalah Cincin Api Asia Pasifik (ring of fire) kehidupan di nusantara menjadi bervariasi karena ada yang memiliki daerah yang basah dan ada pula yang kering dengan kesuburan yang bervariasi, perbedaan ini sangat mempengaruhi corak kehidupan manusia di indonesia. manusia pertama yang masuk ke nusantara adalah homo erectus (1,5 Juta Tahun yang lalu), sampai kepunahannya sekitar 200-100 ribu tahun yang lalu tidak banyak perubahan yang dibuat oleh homo...
Amerta: berkala arkeologi Djubiantono, Tony (2004) Amerta: berkala arkeologi. Asisten Deputi Urusan Arkeplogi Nasional, Jakarta. Text AMERTA BERKALA ARKEOLOGI.pdf Download (6MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph... Abstract Majalah Amerta edisi No. 23 tahun 2004 ini menyajikan beberapa artikel dari berbagai kajian Arkeologi basil penelitian di situs prasejarah, protosejarah, dan sejarah yang ditulis oleh para peneliti di lingkungan Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional. Dibuka dengan artikel yang ditulis oleh Fadhila Arifin Aziz mengenai Strategi Subsistensi Komunitas Penghuni Gua Lawa dari Masa Holosen. Dilanjutkan dengan kajian Arkeologi dari situs prasejarah lainnya yaitu Geologi Situs Muara Betung di Sumater...
Batu nisan Hamzah Fansuri Guillot, Claude and Kalus, Ludvik (2007) Batu nisan Hamzah Fansuri. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta. Text BATU NISAN HAMZAH FANSURI.pdf - Published Version Download (10MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph... Abstract Pada bulan Oktober 1999, dalam rangka penelitian arkeologi yang dilakukan oleh satu tim Indonesia-Prancis di situs Barus, diusahakan membaca inskripsi-inskripsi berbahasa Arab (dan satu berbahasa Parsi) yang terdapat pada sekitar empat puluh nisan yang berhasil menembus zaman sampai kini . Pada salah satu nisannya terdapat nama Fansur yang anehnya ditulis Fansur1 padahal katanya bukan suatu nisbah (kutipannya "min balad Fansur"f''). Nama...
Bahan-bahan 5 ekor kembung (boleh ganti ikan lain), kucuri jeruk nipis ðBumbu ikan: 1 sdm garam 1 sdt ketumbar, haluskan 2 siung bawang putih, haluskan ð¶ Sambel: 10 buah cabai rawit oranye, iris 2 butir bawang merah, iris tipis 1 siung bawang putih, iris tipis 1/2 sdt terasi, haluskan secukupnya Garam secukupnya Gula pasir 1/2 ikat lokio, siangi...
BUKU SILAT BEKSI PETUKANGAN SEJARAH SINGKAT TRADISI MAENPUKULAN, TOKOH-TOKOH DAN UPAYA PELESTARIANNYA DI PETUKANGAN Asal Usul Silat Beksi DiPetukangan Toponim Daerah Petukangan Nama Petukangan, diyakini berasal dari penyebutan sebuah tempat, dimana para pekerja atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh warga asli. Petukangan berasal dari kata tukang. Imbuhan “pe” dan “an” pada kata tukang, menghasilkan redaksi Petukangan. Redaksi tersebut kemudian merujuk pada pernyataan bahwa di tempat tersebut, terdapat subyek dan aktifitas yang berhubungan dengan pertukangan. Peta Ulujami tahun 1840 (Sumber peta: https://upload.wikimedia.org ) Menurut buku karya Zaenuddin HM, toponimi Petukangan berasal dari aktifitas pertukangan seperti: pembuatan kusen dan mebelserta perkakas berbahan dasar kayu. Pada peta Jakarta di tahun 1943, terdapat dua nama daerah yang disebut Petukangan, pertama, terletak di Ulujami, kedua, ada di daerah yang sekarang letaknya antara Jatinegara dan Pulogad...
Buku Silat Beksi Petukangan Februari 22, 2019 Mandor Minggu Mandor Minggu adalah salah satu murid dari H. Godjali, yang juga meneruskan dan membuka perguruan silat Beksi. Ayah Mandor Minggu bernama Sinan dan ibunya bernama Julia binti Sidi. Tahun kelahiran Mandor Minggu tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan sekitar tahun 1890-1900, dimana secara usia, tidak terpaut jauh dari usia M. Nur. Menurut penuturan keluarga, tahun wafatnya sekitar tahun 1970. Hingga saat ini, makamnya tidak diberi nisan dan hanya berupa gundukan tanah pada lahan kecil di tengah pemukiman. Lahan kecil yang digunakan sebagai tempat peristirahatannya yang terakhirnya saat ini, dahulu merupakan halaman rumahnya yang megah dan berarsitektur khas Betawi. Secara fisik, perawakannya tinggi besar dan berkulit putih. Selama hidupnya, menurut narasumber, Mandor Minggu telah memiliki 5 istri, yang bernama Asenah, Juriah, Yani, Mardiah dan satu lagi tidak diketahui namanya. Menurut penuturan, selama hidu...
BIOGRAFI SINGKAT TOKOH SILAT BEKSI PETUKANGAN Kong Simin Murid H. Godjali lainnya dalam silsilah ilmu silat Beksi, adalah engkong Simin (selanjutnya hanya disebut namanya saja untuk mempersingkat tulisan). Dilahirkan pada tahun 1881 dan wafat pada tanggal 22 Oktober 1992. Simin sendiri adalah kakak dari M. Nur, jawara lain dalam silsilah ilmu silat Beksi di Petukangan. Ayah Simin bernama Syua’ib, atau warga lama Petukangan menyebutnya dengan sebuat Aip. Dia adalah pedagang ikan di pasar Kebayoran dan seputaran Petukangan. Suatu ketika saat bertransaksi jual-beli ikan di Pasar Ikan (vish markt), Batavia Lama, Syu’aib dipukuli oleh para centeng Pasar Ikan karena suatu masalah. Simin yang waktu itu masih kecil dan mendampingi ayahnya bertransaksi jual-beli ikan, hanya dapat melihat dan menangis karena tidak dapat menolong ayahnya. Bermula dari peristiwa tersebut, Simin bertekad bulat untuk membalas perlakuan para centeng Pasar Ikan itu kepada ayahnya. Ketika H. Godjali mengajakny...