Rumah Kebaya merupakan rumah adat resmi dari suku Betawi. Karena selain Rumah Kebaya, suku Betawi memiliki rumah adat lainnya. Seperti: Rumah Gudang dan Rumah Joglo. Namun hanya Rumah Kebaya yang tercatat resmi sebagai rumah adat suku Betawi. Rumah adat ini disebut dengan Rumah Kebaya karena bentuk atap rumah ini yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya. Dilihat dari segi bangunannya, Rumah Kebaya ini memiliki ciri dan keunikan tersendiri.Ciri khas dari rumah ini yaitu terasnya yang luas yang diisi oleh meja dan kursi kayu serta dikelilingi oleh pagar yang rendah. Teras yang luas ini berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat bersantai keluarga. Selain terasnya yang luas, keunikan Rumah Kebaya ini terletak pada material-material yang digunakan untuk membangun Rumah Kebaya ini. Seperti: atap yang terbuat dari genteng tanah, pondasi yang dibuat dari susunan batu alam, konstruksi kuda-kuda...
TARI TOPENG BETAWI Tarian Topeng sebenarnya merupakan salah satu ciri khas budaya tari di Indonesia. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan China seperti Jaipong dan Tari Topeng yang para pemainnya menggunakan kostum penari khas pemain Opera khas negeri Tirai Bambu tersebut. Tari Topeng adalah visualisasi gerak, yang dibuat tanpa melalui konsep yang khusus. Di dalamnya ada pengaruh budaya Sunda, namun memiliki ciri khasnya berupa selancar. Para penarinya menggunakan topeng yang mirip dengan Topeng Banjet Karawang Jawa Barat, namun dalam topeng Betawi memakai Bahasa Betawi. Tari Topeng Betawi adalah salah satu tarian tradisional masyarakat betawi di Jakarta yang memakai topeng sebagai ciri khasnya. Tari Topeng Betawi ini merupakan perpaduan antara musik, seni tari, dan nyanyian. Seperti pertunjukan teater atau opera, para penari menari dengan diiringi suara musik dan nyanyian. Tari Topeng Betawi ini lebih bersifat teatrikal dan juga komunika...
Jakarta adalah ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, di Jakarta lah banyak berkumpul manusia dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu tentunya sangat memengaruhi kultur sosial dan budaya di daerah Jakarta. Itu sebabnya kebudayaan Betawi banyak terpengaruh oleh berbagai kebudayaan lain, salah satunya adalah motif tumpal pada kain songketnya. Meskipun begitu, tentu saja kebudayaan Betawi tetap memiliki jati dirinya. Motif tumpal pada kain songket Betawi adalah salah satu yang khas dari kostum adat Betawi. Songket dan baju encim dahulu hanya dipakai oleh kalangan bangsawan Betawi karna harganya yang mahal. Bahan kain yang dipakai pun bermacam-macam, ada bahan licin untuk para bangsawan dan bahan yang lebih kasar untuk rakyat biasa. Motif tumpal pada kain songket ini sendiri dianggak sebagai simbol kebesaran dan kesuburan. #OSKMITB2018
Gambang kromong adalah akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi. Ya, Betawi. Suku betawi memang identik dengan Jakarta, tapi secara penyebarannya suku Betawi sekarang dapat kita temui di sekitaran kota Tangerang, Bekasi, Depok, dan daerah pinggiran Jakarta. Terciptanya Gambang Kromong berawal dari tiga alat gesek Khas Cina. Yaitu Tehyan, Kongahyan, dan Shukong. Seiring berjalannya waktu dan adanya pengaruh dari budaya jawa dan sunda, maka alat kesenian Gambang Kromong bertambah jumlahnya seperti Kromong (kenong) dengan jumlah 10 buah yang terbuat dari plat besi atau perunggu, kecrek serta gendang. Tak hanya penambahan alatnya saja yang mengalami perubahan, irama musik gambang kromong berselendro Cina tak luput pula berubah seiring dengan adanya akulturasi dari suku Jawa, Sunda dan Timur Tengah. Kemudian merubah alunan musik Gambang kromong yang kita kenal sekarang sebagai musik Suku Betawi. Gambang Kromong kini digunakan untuk mengiring pengantin ditambah Tari Cokek Betaw...
Bikin rume merupakan suatu proses upacara tradisional betawi pada saat pembuatan rumah. Masyarakat betawi akan memperhitungkan berbagai aspek dari perencanaan pembangunan agar rumah yang dibangun dapat membawa berkah bagi warga setempat. Pemilik rumah juga harus menentukan bahan-bahan yang akan digunakan seperti jenis kayu untuk pembangunan.
Kata “Petojo” mungkin terdengar asing di telinga masyarakat luar Jakarta. Jangankan luar Jakarta, tidak sedikit masyarakat Jakarta Pusat yang saya temui tidak tahu apa atau dimana Petojo itu. Namun, pada masa penjajahan Belanda, kawasan Petojo merupakan kawasan prominen. Mengapa begitu? Hotel des Indes dulunya terletak di kawasan Petojo, begitu juga Gedung Harmonie yang merupakan gedung tempat pesta dan hiburan Belanda. Kawasan Petojo terletak di Jakarta Pusat dan sekarang terbagi menjadi dua kelurahan, yaitu Petojo Utara dan Petojo Selatan. Lalu, darimana kata “Petojo” itu berasal? Konon, di abad ke-17, wilayah ini dimiliki seorang komandan bernama Petuju Jongker. Maka dari situ lah nama Petojo berasal. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa nama Petojo berasal dari nama Datuk Petuju, anak buah Raja Bone yang datang ke Batavia untuk meminta bantuan Belanda dalam perang menghadapi Sultan Hasanuddin dari Makassar. Sumber: Wawancara Orang Tua,&...
Pitung adalah nama seorang pemuda betawi yang hidup pada jaman penjajahan Belanda. Ia berasal dari Rawa Belong, kecamatan Kebayoran Lama, bapaknya bernama Piun sedangkan ibunya bernama pinah. Ibu si Pitung mempunyai adik bernama Jiih. Si Pitung dari kecil senang belajar mengaji, menolong yang lemah dan sangat senang belajar bela diri silat. Ibadah tidak pernah dilupakan dan bersifat dermawan. Untuk itulah dia disenangi teman-temannya dan orang lain. Si Pitung menjadi murid Hj Napin dari Rawa Belong. Ia termasuk murid Hj Napin yang paling pandai baik ilmu agama maupun bela diri. Ilmu si Pitung boleh d...
"Kue Bugis" merupakan salah satu jajanan pasar yang memiliki cita rasa manis dan dapat dijumpai hampir di seluruh daerah di Indonesia. Berbeda daerah, berbeda pula namanya. Di daerah sumatera, kue ini kerap disebut "Lapek Bugis", sedangkan di jawa kerap disebut "Kue Mendut". Nama "Kue Bugis" sendiri dipakai oleh orang-orang betawi yang umumnya tinggal di Provinsi DKI Jakarta. Kue yang terbuat dari tepung beras ketan ini memiliki tekstur yang kenyal, sedikit liat, juga lengket. Di dalamnya terdapat saus gula merah yang dicampur dengan parutan kelapa. Kue ini ada yang warnanya hijau dan hitam-ungu. Biasanya pewarna hijau didapat dari daun suji, sedangkan yang berwarna hitam-keunguan didapat dari campuran ketan hitam. Kue Bugis sendiri sering dijadikan makanan "wajib" yang tersedia ketika masyarakat betawi hendak melangsungkan sesi lamaran ataupun acara penting lainnya seperti lebaran. Tidak hanya dari segi nama dan juga bahan, cara mengolah dan membungkus kue ini juga berbeda-beda...
Terlupakan dan tidak terlintas dalam pemikiran kita bahwa ada suatu budaya kultur nasional yang sangat penting yaitu kebaya encim. Batik, kain songket, dan kebaya encim dan sarung nyonya adalah hasil budaya akulturasi budaya Jawa, Sumatra, Belanda dan Tionghoa. Terlintas bahwa mengapa batik itu dapat ditemui di negeri Tiongkok, Malaysia, Singapura dan sebagainya. Dikarenakan bahwa sebenarnya asal mula motif mendasar pakaian batik berasal dari negeri Tiongkok. Pada awalnya sejarah batik adalah Dari kain motif bunga berwarna pada pakaian wanita di negeri Tiongkok. Kemudian dibawa ke tanah jawa oleh saudagar negeri Tiongkok, pada awalnya kain ini dipersembahkan kepada penguasa kerajaan Majapahit. Kemudian melihat corak pakaiannya begitu indah, maka diperkenalkan kepada masyrakat Majapahit untuk mulai membuat garis motif dari simbol- simbol tanah Jawa sehingga munculah kain bernama batik. Batik dan kebaya encim dan sarung nyonya ada perbandingan dasar dari cara pemakai dan jenis kelaminny...