" Ekspresi Simbolik Prasejarah Andika, Saputra Ekspresi Simbolik Prasejarah. [Image] [img] Image WhatsApp Image 2020-03-30 at 17.30.09.jpeg Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (108kB) | Preview Abstract ekspresi simbolok prasejarah di situs leang batti kabupaten bone sulawesi selatan ITEM TYPE: Image SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi DIVISIONS: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional > BALAR Sulawesi Selatan DEPOSITING USER: Lenrawati Lenrawati DATE DEPOSITED: 03 Apr 2020 11:50 LAST MODIFIED: 03 Apr 2020 11:50 URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/17730 Actions (login required) View Item View Item Insert keyword here... USER MENU LOGIN Copyright by Perpustakaan Kemendikbud. Powered by APW Themes. All rights reserved. Toggle"
" Bendung benteng irigasi sungai Saddang Andika, Saputra Bendung benteng irigasi sungai Saddang. [Image] [img] Image IMG_20190927_135130.jpg Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (398kB) | Preview Abstract Pembangunan bendung benteng direncanakan sejak awal abad ke-20, oleh pihak pemerintah kolonial belanda untuk mengurusi bidang irigasi bersama dengan gubernur sulawesi ITEM TYPE: Image SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi DIVISIONS: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional > BALAR Sulawesi Selatan DEPOSITING USER: Lenrawati Lenrawati DATE DEPOSITED: 29 Feb 2020 02:40 LAST MODIFIED: 29 Feb 2020 02:40 URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/17545 Actions (login required) View Item View Item Insert keyword here... USER MENU LOGIN Copyright by Perpustakaan Kemendikbud. Po...
" Literasi dzikir pada makam kuno di jeneponto Andika, Saputra Literasi dzikir pada makam kuno di jeneponto. [Image] [img] Image WhatsApp Image 2020-03-30 at 17.28.02.jpeg Download (113kB) | Preview Abstract inskripsi pada makam kuna di situs Patimah Dg. Ti'no Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan ITEM TYPE: Image SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi DIVISIONS: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional > BALAR Sulawesi Selatan DEPOSITING USER: Lenrawati Lenrawati DATE DEPOSITED: 01 Apr 2020 07:25 LAST MODIFIED: 01 Apr 2020 07:25 URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/17709 Actions (login required) View Item View Item Insert keyword here... USER MENU LOGIN Copyright by Perpustakaan Kemendikbud. Powered by APW Themes. All rights reserved. Toggle"
" Literasi dzikir pada makam kuno Andika, Saputra Literasi dzikir pada makam kuno. [Image] [img] Image WhatsApp Image 2020-03-30 at 17.26.58.jpeg Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (117kB) | Preview Abstract inskripsi pada makam kuna di situs la tenri ruwa kabupaten bantaeng ITEM TYPE: Image SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi DIVISIONS: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional > BALAR Sulawesi Selatan DEPOSITING USER: Lenrawati Lenrawati DATE DEPOSITED: 01 Apr 2020 07:02 LAST MODIFIED: 01 Apr 2020 07:02 URI: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/17707 Actions (login required) View Item View Item Insert keyword here... USER MENU LOGIN Copyright by Perpustakaan Kemendikbud. Powered by APW Themes. All rights reserved. Toggle"
Secara harfiah annyorong lopi terdiri atas dua kata, yaitu annyorong (mendorong) dan lopi (perahu). Jadi, annyorong lopi berarti mendorong perahu atau biasa pula disebut peluncuran perahu. Annyorong lopi adalah suatu aktivitas ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, sebagai suatu tanda syukur atas selesainya suatu kegiatan pembuatan perahu, dan perahu tersebut akan dioperasionalkan di laut. Hal ini didasarkan oleh sistem kepercayaan yang dianut pada masyarakat Bugis, yang menyatakan bahwa segala sesuatunya yang dilakukan oleh manusia di dunia adalah kehendak oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, setiap aktivitas yang relatif berskala besar dan berhasil diwujudkan, senantiasa dilakukan upacara syukuran, sebagai pertanda terima kasih kepada Tuhan atas berkah yang diberikan kepadanya. Prosesi upacara annyorong lopi sendiri terdiri dari atas empat tahapan. Tahap pertama, sore hari dilakukan acara penyembelihan hewan kurban (sehari sebelum perahu...
Seni Pembuatan Kapal di Sulawesi Selatan, mengacu pada anjungan dan layar ‘Sulawesi schooner’ yang terkenal. Konstruksi dan penyebaran kapal-kapal semacam itu merupakan tradisi ribuan tahun pembuatan kapal dan navigasi Austronesia yang telah melahirkan berbagai macam kapal air canggih. Bagi masyarakat Indonesia dan publik internasional, Pinisi telah menjadi lambang kapal layar pribumi Nusantara. Saat ini, pusat-pusat pembuatan kapal terletak di Tana Beru, Bira dan Batu Licin, dimana sekitar 70 persen populasi mencari nafkah melalui pekerjaan yang terkait dengan pembuatan kapal dan navigasi. Namun, pembuatan kapal dan pelayaran tidak hanya menjadi andalan ekonomi masyarakat, tetapi juga merupakan fokus utama dari kehidupan dan identitas sehari-hari. Kerjasama timbal balik antara komunitas pembuat kapal dan hubungan mereka dengan pelanggan mereka memperkuat saling pengertian antara pihak-pihak yang terlibat. Pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan elemen diturunkan dari gene...
Dahulu kala, mungkin jauh sebelum kita dan juga bahkan mungkin ibu dan ayah kita lahir, ada sebuah kisah mistis yakni seorang nenek-nenek yang doyan untuk memakan bayi dan juga anak-anak kecil. Dia disebut-sebut biasa berkeliaran di sekitar daerah Soppeng, yaitu salah satu kabupaten yang ada pada Provinsi Sulawesi Selatan. Sebenarnya penampilan dari nenek tersebut biasa sekali. Dia sama saja seperti halnya para perempuan tua lain yang memiliki kulit keriput dan juga rambut yang sudah beruban. tidak ada yang terkesan mencurigakan dari fisik dia. Namun aksi jahatnya dalam menculik dan juga memakan anak-anak kecil yang dilakukannya hanya pada malam hari ini. Siapa sajakan para korbannya? Ternyata korbannya bukan anak-anak yang sedang terlelap tidur dalam kamarnya atau juga yang sedang duduk manis nonton Televisi. Tetapi anak-anak yang tengah asyik berkeluyuran dan bermain di luar rumah. Karena menurutnya mudah menculik mereka itu yang tengah berkeliaran di luar rumah ketimbang menyusu...
Kisah tentang Pong Mula Tau atau asal manusia pertama versi Suku Toraja, berikut kisahnya: Tradisi suku toraja menceritakan tentang sejarah perkembangan aluk sanda pitunna.konon aluk sanda pitunna dibawah oleh “pong mula tau”(manusia pertama menurut versi toraja) yang turun dari kayangan dan menetap di daerah bamba puang(tempatnya di sekitar daerah kotu,desa lakawan (kabupaten Enrekang) kemudian aluk sanda pitunna itu tidak dipedulikan lagi, bahkan dilanggar dan diperkosa oleh keturunan pong mula tau. Mereka mulai bertindaak dan mengikuti nafsu serahkanya, cakar mencakar, kutuk mengukuti seorang terhadadap yang lain. Dalam bahasa toraja dikatakan: neneqmi ade sitampakan ropu sisapuan palaq (kutuk mengutuki seorang dengan yaang lain) Siseru biqtik sirumbe takiaq(rampas merampas dengan mempergunakan kekuatan badan) Untengkai kalok alukna rampanan kapaq(untodo tinting pemalinna passulean allo(melanggar dan memperkosa semua adat istiadat perkawinan beserta pantangan pantangannya) Maka t...
Mengapa di Toraja tidak ada buaya? Semasa kecil, pertanyaan ini sering menjadi bahan cerita di antara kami. Ketika mandi di Sungai Sa’dan, topik ini kadang kami obrolkan sambil menggosoki daki yang menempel di badan dengan batu-batu sungai. Sesekali, puarang (biawak) – yang secara fisik mirip dengan buaya – melintas di seberang sungai. Kami kemudian berlari ketakutan, pulang ke rumah masing-masing. Takut karena meyakini baru saja melihat buaya, juga karena omelan dan (kadang) jeweran yang sudah menanti di rumah. (Mandi di sungai tidak pernah disarankan oleh orangtua kepada kami). Lalu, kisah ini dilisankan kepada kami. Kisah tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan panjang dari bumi hingga ke langit demi mendapatkan kembali anak lelakinya. Sebuah petualangan yang menjelaskan banyak hal, termasuk mengapa di Toraja tidak ada buaya, juga mengapa orang Toraja tidak boleh mengonsumsi daging tedong bulan (kerbau putih). Tersebutlah sebuah nama: Polopadang. Seorang lelaki pemil...