Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita rakyat Sulawesi Selatan Toraja
Kisah Pong Mula Tau atau asal manusia pertama versi Suku Toraja
- 4 Januari 2021

Kisah tentang Pong Mula Tau atau asal manusia pertama versi Suku Toraja, berikut kisahnya: Tradisi suku toraja menceritakan tentang sejarah perkembangan aluk sanda pitunna.konon aluk sanda pitunna dibawah oleh “pong mula tau”(manusia pertama menurut versi toraja) yang turun dari kayangan dan menetap di daerah bamba puang(tempatnya di sekitar daerah kotu,desa lakawan (kabupaten Enrekang) kemudian aluk sanda pitunna itu tidak dipedulikan lagi, bahkan dilanggar dan diperkosa oleh keturunan pong mula tau. Mereka mulai bertindaak dan mengikuti nafsu serahkanya, cakar mencakar, kutuk mengukuti seorang terhadadap yang lain. Dalam bahasa toraja dikatakan: neneqmi ade sitampakan ropu sisapuan palaq (kutuk mengutuki seorang dengan yaang lain) Siseru biqtik sirumbe takiaq(rampas merampas dengan mempergunakan kekuatan badan) Untengkai kalok alukna rampanan kapaq(untodo tinting pemalinna passulean allo(melanggar dan memperkosa semua adat istiadat perkawinan beserta pantangan pantangannya)

Maka terjadilah semacam”chaos” yang memuncak dengan tindakan najis dan penghianatan yang dilakukan oleh londong di rura bersama isterinya sa’pang di galeto

Diceritakan bahwa kawin mawin atara bersaudara sepupu sekali,bersaudara sepupu dua kali,sepupu tiga kali, hanya di isinkan oleh puang matua sang pencipta sampai generasi ke 3 keturunan pong mula tau. Sesudah itu, mereka yang boleh saling mengawini, hanyalah mereka yang sudah berada pada tingkat hubungan bersaudara sepupu empat kali( bahkan menurut tominaa tato’ dena’) sampai sepupu lima kali masih dilarang oleh puang matua sang pencipta. Sejak itu orang yang bersepupuh 1 kali sampai 5 kali pantang karena dilarang oleh puang matua sang pencipta. Pelanggaran terhadap penggarisan itu akan berakibat mala petaka bagi manusia dan seluruh mahkluk hidup.

Konon terjadilah bahwa seorang yang bernama londong di rura bersama isterinya bernama saqpang di galeto yang mendiami lembah rura yang subur dan makmur, berada dalam keadaan yang serba berkelimpahan kaya raya. Mereka dikaruniai anak 8 orang, 4 orang pria dan 4 orang wanita, dengan pendirian dan perhitungan supaya harta bendanya tiada terbagi kepada orang lain, maka mereka memutuskan untuk mengadakan perkawinan antara kedelapan orang anak kandungnya itu, berpasang pasangan seorang dengan yang lain. Untuk melaksanakan niatnya itu maka londong di rura mengirim seorang utusan ke seluruh daerah kediaman suku toraja menemui para ahli adat untuk meminta restu dan sekaligus mengundang mereka untuk menghadiri pesta perkawinan itu.

Semua utusan itu kembali dan menyampaikan pesan bahwa tindakan mengawinkan orang bersaudara kandung,dalam bahasa toraja disebut “umpasirampanan kapaq to sangpatonian,umpasikulleasan passulean allo tosangtaran lolo” hanyalah diisinkan oleh puang matua sang pencipta antara anak kandung pong mula tau.orang yang bersaudara satu kali sampai sampai tiga kali sudah dilarang oleh puang matua sang pencipta.

Mendengar pesan para ahli adat itu, Londong di rura bersama anaknya saqpang di galeto, tidakl merasa puas lalu memutuskan untuk mengirim utusannya langsung menghadap puang matua sang pencipta.utusan londong di rura iotu segera naik ke langit melalui “eran di langiq”(tangga ke langit) sebuah tangga menurut tradisi konon berdiri tegak,puncaknya sampai ke lapis langit yang ke tujuh,tempat manusia turun naik pergi menghadap puang matua,yang sampai kini dikenal dengan nama bamba puang(secara harafiah berati pintu gerbang tuhan) maksudnya pintu gerbang tempat pergi mengahadap hadirat tuhan pencipta alam semesta.

Diceritakan bahwa puang matua sang pencipta,memberikan kepada utusan londong di rura itu buah pinang, sebuah yang bulat utuh, sebuah yang terbalah dua, sebuah yang dibelah empat dan sebuah lagi yang dibelah delapan, dengan pesan bahwa sekembalinya ke bumi segera menanam buah buah pinang itu ke dalam tanah. Apabilah buah pinang yang utuh itu bertumbuh , itu berarti bahwa orang yang bersaudara kandung itu dapat dikawinkan seorantg dengan yang lain, apabialh pinang yang dibelah dua yang tumbuh, maka itu berarti orang bersepupu satu kali dapat dikawinkan satu dengan yang lain. Apa bila yang di belah empat yang tumbuh, maka orang yang berrsaudara sepupu empat kali dapat dikawinkan seorang dengan yang lain.

Pesan puang matua sang pencipta itu, segera dilaksanakan oleh londong di rura dengan harapan dan keyakinan bahwa hanyalah buah pinang yang utuh itu aklan bertumbuh, sehingga rencananya pasti terkabul dan terlaksana.”mempalaq palaq bangrikiq langngan olo malaqbiqna puang matua to kaubanan, apa inang puang matua ia tu penggarontosanna mintuq katonganan”(manusia hanyalah merencanakan sesuatu dan memohon berkat tuhan,lalu tuhanlah yang menentukan segalah galahnya”

Konon dengan kekuasaan tuhan sang pencipta, maka hanyalah buah pinang yang dibelah empat(dalam bahasa toraja disebut kalosi ditepo) dan buah pinang yang dibelah jadi delapan disebut kalosi disigiq sigiq yang bertumbuh,sedangkan byah pinang yang utuh dan dibelah dua menjadi busuk dan menjadi busuk dalam tanah.

Kejadian itu sangat bertentangan dengan dengan angan angan dan keyakinan londong di rura bersama isterinya kalau yang akan tumbuh adalah yang utuh dan bukan yang sudah dibelah belah. Sebab itu londong di rura dan isterinya bersikeras tengkuk untuk melaksanakan perkawinan antara kedelapan anak kandungnya.

Maka direncaanakanlah oleh londong di rura untuk melaksanakan upacara perkawinan antara anak anak kandungya itu dalam bentuk upacara “maqbuaq kasalle”(upacara syukuran tradisional yang tertinggi dalam tradisi suku toraja). diundangya semua pemuka pemuka adat diseluruh deaerah kediaman suku toraja untuk datang menghadiri dan meramaikan upacara itu. Terjadilah, ketika tiba hari pelaksannaanya murka dan laknat puang matua sang sang pencipta turun atas londong di rura sekeluarga bahakan bagi semua yang hadir dan bahkan sedasng menuju ke upacara maqbuaq kasalle tersebut lengkasp dengan busana dan perhiasann pestas yang mahal mahal harganya.

Eran di langiq pun ditumbangkan oleh puang matua, sehingga putuslah hubungan langsung antara manusia dengan puang matua. Lembah di rurs pun ditenggelamkan ke dslm tanah dsn musnahlah semua yang hadir dalam pesta meriah itu,bahakan yang sedang menuju kep pesta itu musnah dan menjadi batu beserta hewan hewan yang dibawahnya.

Sejak itu perkawinan antara saudara kandung, sepupu satu kali sampai tiga kali dipantang oleh suku toraja

Demikianlah cerita atau mitos secara singkat tentang Asal usul Pong Mula Tau versi Suku Toraja, semoga bermamfaat

Sumber Artikel Dari Buku Karangan C. Salombe’.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum