1 euro fc points Besuche die Website Buyfc26coins.com. Schnell und sicher, top!.QeGC
447 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cila Mboko
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Cila Mboko juga dikenal dengan nama Parang Bengkok. Bentuknya melengkung di ujungnya. Cila ini memiliki panjang sekitar 30 cm. Sedangkan gagangnya memiliki panjang sekitar 20 cm. Dalam Tradisi masyarakat Bima-Dompu, Cila merupakan senjata yang selalu dibawa kemana-mana terutama ketika menjaga kebun ataupun ladang. Karena dapat digunakan untuk memotong ranting-ranting pohon, semak belukar dan menjaga diri dari ancaman musuh maupun serangan binatang buas. Pembuatan cila mboko dilakukan selama 2 hari. Harga untuk satu buah Cila Mboko sekitar Rp. 60.000. Bahan pembuatan Cila Mboko adalah besi sektiar 1 kg dengan harga sekitar Rp. 12.000,-

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Cila Gowa
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Cila Gowa adalah salah satu Cila atau Parang khas Bima. Bisa jadi, cila ini merupakan pengaruh kebudayaan Gowa di masa lalu. Memang tidak ada aksesoris dan ornamen yang dapat membuktikan bahwa Cila ini merupakan pengaruh kebudayaan Gowa, tapi secara turun temurun masyarakat Bima-Dompu menyebutnya dengan Cila Gowa. Ukuran cila ini memiliki panjang 65 cm. Gagangnya memiliki panjang sekitar 45 cm lebih panjang daripada Cila Mboko. Oleh karena itu, Cila ini juga diberinama Cila Naru. Fungsinya juga sama dengan Cila Mboko di atas yaitu untuk menjaga diri dan keperluan pertanian dan berladang. Harga cila gowa sekitar Rp. 150.000. lama waktu pembuatan selama satu minggu. Bahan-bahannya adalah besi 1 kg sama dengan pembuatan cila mboko .  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Cila Mbolo
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Cila ini bentuknya agak bundar. Oleh karena itu dinamakan Cila Mbolo. Cila ini memiliki panjang sekitar 30 cm. Sedangkan gagangnya memiliki panjang sekitar 20 cm. Dalam Tradisi masyarakat Bima-Dompu, Cila merupakan senjata yang selalu dibawa kemana-mana terutama ketika menjaga kebun ataupun ladang. Karena dapat digunakan untuk memotong ranting-ranting pohon, semak belukar dan menjaga diri dari ancaman musuh maupun serangan binatang buas. Harga cila mbolo sekitar Rp. 50.000,- lama pembuatan sekitar 2 hari. Bahan baku utamanya adalah besi 1 kg

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Cila Golo
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Cila Golo sebenarnya hampir sama dengan Golo atau Golok. Bedanya Cila ini agak panjang daripada Golo. Cila ini memiliki panjang sekitar 15 Cm, gagangnya ada sedikit ukiran dengan panjang sekitar 10 cm. Harga Cila Golo sekitar Rp. 50.000. Lama pembuatan sekitar 2 hari. Dengan bahan baku utama besi sekitar 1 kg  dan kayu jati dan sonokling untuk gagangnya.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Cila La Nggunti Rante
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Parang atau golok ini konon memiliki kesaktian terutama jika digunakan disaat-saat genting pada masa kejayaan kerajaan dan kesultanan Bima. Dijuluki La Nggunti Rante karena konon dapat memotong apa saja termasuk Baja dan Besi. Menurut Kitab BO (Kitab Kuno Kerajaan Bima) parang ini dibuat pada abad ke-14 yaitu pada masa Pemerintahan Batara Indera Bima. La Nggunti Rante merupakan Golok Pendek dengan panjang 25 cm  dan lebar 10 cm. Menurut Muslimin Hamzah dalam bukunya Ensiklopedia Bima, ada penelitian dari oleh seorang ahli dari Sri Langka bahwa kembaran parang ini hanya ada di negerinya. Ini tentunya perlu sebuah penelitian yang mendalam karena dalam catatan sejarah Bima Sri Langka atau Sailon merupakan salah satu tempat pembuangan salah seorang Sultanah dari kesultana Bima yaitu Komalasyah atau dikenal dengan Kumala Bumi Partiga yang memerintah pada tahun 1748 – 1751). Bumi Partiga adalah sultan perempuan dari kesultanan Bima yang merupakan sultan yang ke-7. Paran...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Aneka Parang Tradisional Bima
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Nusa Tenggara Barat

Parang  atau dalam bahasa Bima-Dompu disebut Cila adalah senjata tajam yang terbuat dari besi biasa. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak pernik. Kegunaannya adalah sebagai alat potong atau alat tebas (terutama semak belukar) kala penggunanya keluar masuk hutan. Parang juga digunakan untuk pertanian. Parang juga merupakan senjata khas orang Melayu di kampung-kampung pada zaman dahulu. Sedangkan masyarakat Melayu di Jawa dan Sumatera menjadikan parang sebagai salah satu senjata pertempuran. Ada beberapa jenis Cila yang dikenal oleh masyarakat Bima – Dompu yaitu Cila Mboko, Cila Gowa, Cila Golo, dan ada satu lagi yang menjadi koleksi Museum Asi Mbojo peninggalan zaman kerajaan dan kesultanan Bima yaitu Cila La Nggunti Rante. 1. Cila Mboko 2. Cila Gowa 3.  Cila Mbolo   4. Cila Golo 5.  Cila La Nggunti Rante  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Mula Kampung Tolo Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Masa kesultanan Bima telah berlangsung lebih dari tiga abad. Pada masa itu perkembangan Islam cukup pesat. Pendidikan Islam dan Alqur’an diberlakukan merata ke seluruh negeri yang dimulai dari pelataran Istana hingga ke pelosok  dusun dan desa. Lantunan Ayat-ayat suci Alqur’an terdengar dari sudut-sudut kampung, di surau dan masjid-masjid terutama ba’da magrib sambil menanti masuknya waktu shalat Isya. Memasuki abad ke- 17 Dan  18 bisa dikatakan sebagai masa-masa keemasan peradaban Islam di Dana Mbojo. Guru-guru dan Ulama didatangkan dari Sulawesi dan Sumatra. Merekalah yang kemudian dikenal di Dana Mbojo sebagai orang-orang Melayu. Pada perkembangan selanjutnya, para guru dan ulama itu menikah dengan gadis-gadis Mbojo dan beranak keturunan di Bumi Maja Labo Dahu ini. Sebagai ungkapan terima kasih Sultan Bima kepada para guru dan ulama itu, diberikanlah tanah sawah dan ladang untuk mereka garap yang berloasi di sebelah utara Istana Bima. Tanah-tan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Gunung Hitam "Doro Ompu Me'e Sape"
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Pada zaman dahulu, di bumi Sari (sekarang di Desa Sari Kecematan Sape Kabupaten Bima), tinggalah sepasang suami-istri yang sudah menjadi kakek dan nenek. Mereka bekerja sebagai petani, mengembala kerbau, dan senang bertapa. Setiap hari mereka mengembala ternaknya di suatu tempat yang tidak jauh dari gubuk sederhananya, yaitu tempat mereka berpuluh-puluh tahun berteduh dari teriknya matahari dan derasnya rinai hujan. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak lengkap tanpa kehadiran sang buah hati. Pasangan ini sangat menginginkan seorang anak untuk mewarisi kehidupannya. Merekapun terus berdoa dan berusaha untuk mendapatkan seorang anak, tapi belum juga terwujud. Pada suatu hari, pasangan ini pergi ke gunung untuk mengembala kerbau miliknya. Tiba-tiba sang kakek membuang air kecil di sebuah sungai, lalu air sungai tersebut diminum oleh salah satu kerbau berwarna yang  mereka miliki. Hari berganti hari kerbau  yang meminum air tersebut pun hamil dan melahi...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Bima
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Setiap daerah pasti memiliki asal usul yang menggambarkan perjalanan kisah suatu daerah, kali ini saya akan coba memaparkan sejarah daerah bima. Bima pada jaman dahulu berada diwilayah kekuasaan kesultanan bima yang berkuasa sekitar lima atau enam abad,sebelum merdeka ataupun berdirinya republik Indonesia.sejarah kerajaan bima yang masih dangkal, dikarnakan belanda yang tidak terlalu minat terhadap daerah bima sehingga dijadikan sebuah jalan untuk menuju wilayah timur seperti maluku dan papua pada saat itu, asalkan keamanan dan ktertiban tidak terganggu. Ada juga dari sumber lain yang menjelaskan perkembangan sejarah bima. Yang pertama adalah ilmu arkeologi hanya mengungkap segelintir peninggal yang tidak utuh. Namun kita pun tidak bisa memungkiri bahwasanya arkeologi itulah yang memberikan sedikit kisah tentang peradaban dan masuknya islam diwilaya bima pada saat itu. Kedua adalah adalah sejarah dokumen dalam Bahasa melayu yang ditulis diantara abad ke 17 sampai dengan abad...

avatar
Arum Tunjung