Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Bima
Gunung Hitam "Doro Ompu Me'e Sape"
- 12 Juli 2018
Pada zaman dahulu, di bumi Sari (sekarang di Desa Sari Kecematan Sape Kabupaten Bima), tinggalah sepasang suami-istri yang sudah menjadi kakek dan nenek. Mereka bekerja sebagai petani, mengembala kerbau, dan senang bertapa.

Setiap hari mereka mengembala ternaknya di suatu tempat yang tidak jauh dari gubuk sederhananya, yaitu tempat mereka berpuluh-puluh tahun berteduh dari teriknya matahari dan derasnya rinai hujan. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak lengkap tanpa kehadiran sang buah hati.

Pasangan ini sangat menginginkan seorang anak untuk mewarisi kehidupannya. Merekapun terus berdoa dan berusaha untuk mendapatkan seorang anak, tapi belum juga terwujud.

Pada suatu hari, pasangan ini pergi ke gunung untuk mengembala kerbau miliknya. Tiba-tiba sang kakek membuang air kecil di sebuah sungai, lalu air sungai tersebut diminum oleh salah satu kerbau berwarna yang  mereka miliki.

Hari berganti hari kerbau  yang meminum air tersebut pun hamil dan melahirkan seorang anak manusia dan seekor anak kerbau putih. Mereka sontak kaget dan bersyukur melihat kerbau tersebut melahirkan kerbau putih sekaligus melahirkan seorang bayi manusia. Bayi itupun langsung diasuh oleh pasangan yang sudah sejak lama menanti sang buah hati ini.

Puluhan tahun kemudian, di gunung tempat kakek dan nenek itu mengembala kerbau, datanglah rombongan yang sedang berburu rusa. Di antara rombongan pemburu tersebut ada yang bernama Salahudin dan Hasanudin. Tujuannya berburu rusa karena istri Salahudin ingin memakan hati  rusa. (istrinya Salahudin adalah sala satu adiknya Hasanudin). Suatu ketika rombongan pemburu itu tiba di tempat kakek dan nenek itu biasa mengembala kerbau.

Tidak sengaja, ternyata di hadapan mereka, terlihat anak kerbau putih yang sangat indah dan sedang memakan rumput. Karna kagum dengan kerbau putih tersebut, mereka langsung membawa lari anak kerbau kemudian dibawa ke pulau seberang, yaitu Sulawesi Selatan.

Kakek dan nenek mulai menyadari kehilangan anak kerbau itu dan mulai mencarinya. Bukan cuma kakek dan nenek itu yang mencari anak kerbau yang hilang, namun induk kerbaupun ikut mencari anaknya. Pasangan yang sudah mulai bahagia ini sangat merasa kehilangan. Setiap hari mereka duduk termenung, menunggu, dan berharap agar anak kerbau yang hilang dapat segera kembali.

Setiap hari pagi, siang, dan bahkan malam hanya dihabiskan menanti si putih nan cantik itu. Lama-kelamaan kakek itupun berubah menjadi batu (patung) di salah satu gunung di tanah Sari. Gunung tersebut terletak di tenggara Desa Sari, masyarakat di sana menyebutnya sebagai "DORO OMPU ME'E". Doro artinya gunung, ompu artinya kakek, dan me'e artinya hitam. Karena di gunung tersebut berdiri kokoh patung kakek yang berwarna hitam.

Suatu hari, anak kerbau tersebut mau disembelih untuk acara resepsi pernikahan di pulau Sulawesi Selatan. Sesaat sebelum disembelih, anak kerbau itu tiba-tiba memanggil induknya dengan sebutan "oowwwaaaaa". Karena kejadian tersebut kota itu  langsung di beri nama "GOWA".  

Penulis : Sukman (Ketua Umum Weki Ndai Sari Sajawa).

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker