Kita sebagai masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah "pamali". Pamali sendiri biasanya diceritakan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Seringkali pamali mempunyai akibat yang menyeramkan dan biasanya digunakan untuk menakuti anak-anak dengan tujuan agar anak-anaknya tidak melanggar perintah/nasihat orangtuanya. Meskipun pamali terkadang terkesan tidak berdasar, namun pamali sebenarnya didasari oleh kenyataan kehidupan sehari-hari, termasuk pamali menggunting kuku di malam hari . Menggunting kuku di malam hari dikatakan dapat memperpendek umur. Jika ditelaah secara logika, maka hal ini cukup masuk akal dengan catatan kita melihat keadaan di masa lampau. Dahulu tentunya mendapatkan penerangan di malam hari tidak semudah masa kini. Dulu masyarakat masih menggunakan obor atau api unggun untuk penerangan di malam hari, karena listrik dan lampu belum diciptakan. Ditambah lagi, alat menggunting kuku pada masa lampau belum secanggih atau sepraktis sekarang...
Tari Digenjring Bonyok berasal dari kata genjring yang artinya sebuah alat musik berkulit dan bonyok yaitu nama suatu daerah di desa Pangsor, Subang. Tari ini, dimainkan secara ramai-ramai (berkumpul) dan pada mulanya genjring yang dipakai hanya 3 buah. Tari ini dimainkan bukan hanya untuk materi atau lagu lawas saja, tapi bisa juga dimainkan dengan musik dangdut dan jaipongan yang disajikan dalam bentuk karawitan, vokalia dan karawitan instrumentalia. Biasanya, tari ini disajikan untuk acara khinatan, hajatan atau acara-acara khusus lainnya. Namun sekitar tahun 2000an, tarian ini sudah dikembangkan menjadi tari Tarbug. Di dalam tari tarbug, instrumennya hamper sama yang membedakan ialah jika di tari Tarbug ditambahnakn instrument gitar. Berikut yang merupakan unsur penting dalam Tarian genjing bonyok ialah Waditra (al...
Kuningan adalah kota yang terletak di provinsi Jawa Barat. Kuningan terletak di antara Kabupaten Majalengka, Cirebon dan di bagian Barat terdapat pegunungan dengan tinggi 3.076 m, gunung tersebut adalah Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat. Siapa sangka Kuningan adalah kota 1001 kuda, kuda merupakan transportasi umum di Kuningan. Kuda digunakan untuk menarik delman yang dijadikan sebagai alat transportasi umum di Kuningan, kuda yang menarik delam tersebut adalah maskot dan jati diri masyarakat Kuningan. Banyak masyarakat yang menggantung nasib menjadi kusir delman. Konon pada zaman dahulu di Kuningan, ada seekor kuda bernama "Winduhaji", kuda ini dipelihara dan dipakai dipati Ewangga untuk mobilitas perang melawan Raja Galuh Cirebon, Indramayu dan Sunda Kalapa untuk mengalahkan Portugis.Kuda Windu adalah kuda yang gagah dan gesit, sehingga dalam pertempuran ia selalu mampu mengalahkan musuhnya. Karena kuda nya yang bagus, kuda tersebut sering disebut kecil kecil kuda K...
Ngunjung/Munjung Ngunjung/Munjung merupakan ritual leluhur masyarakat indramyu, dimana Ngunjung bersal dari kata berkunjung atau bisa dimaknai berziarah. Kesamaan antara ngunjung dan berziarah adalah sama-sama mengunjungi makam. Bedanya, berziarah dilakukan kapan saja dan ke orang terdekat, Sementara ngunjung memilki waktu khusus dan berkunjung ke makam leluhur yang dianggap penting dan berjasa dalam daerah. Alasan melakukan Munjung atau Ngunjung pada situs leluhur adalah pertama untuk mendoakan arwah-arwah pendahulu yang telah tiada, agar leluhur mendapatkan kebahagiaan di alam kelanggengan. Kedua agar anak cucu tetap terjalin hubungan kekeluargaan yang erat, ketiga agar anak cucu tetap mengenang jasa-jasa para leluhur yang telah membabad desa atau pedukuhan, sehingga mereka menaruh rasa hormat dan tidak melupakan sejarah, keempat untuk memberitahukan kepada warga akan datangya musim rendengan (garapan sawah/ladang), sehingga perlu kekompakan dalam pengolahan dan b...
Sejak zaman dahulu, orang Sunda memiliki kebiasaan untuk menghindari beberapa hal yang dianggap tabu. Hal-hal yang tabu ini, dalam bahasa Sunda, disebut pamali. Walaupun sebagian besar orang sudah meninggalkan istilah pamali karena dianggap mitos, namun tentunya masih ada orang yang melakukan serta memercayai hal-hal tabu tersebut. Mungkin, hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mayoritas hal yang pamali ditujukan untuk kebaikan juga. Ada orang yang menganggap pamali sebagai hal yang digunakan untuk menakut-nakuti anak agar menurut kepada orangtuanya dan juga kepada aturan-aturan moral yang ada. Hal itu tidak salah, karena memang hal yang disebut pamali oleh orang Sunda adalah hal yang tidak sebaiknya dilakukan. Contohnya, berpindah-pindah tempat saat sedang makan, yang katanya bisa membuat kita memiliki ibu tiri. Walaupun terdengar aneh karena keduanya tidak berhubungan sama sekali, namun bukankah akan lebih etis apabila sese...
Adat Berpikir Adat Indonesia Banyak orang yang sering mengkritik mengenai bagaimana generasi zaman sekarang cenderung melupakan adat istiadat negaranya sendiri yang tak lain adalah Indonesia. Namun justru cara mereka 'berpikir' untuk mengatasi masalah yang ada pada zaman sekarang itu adalah untuk mengumbar-umbar adat tradisional Indonesia hanya melalui media-media terutama media elektronik tanpa ada tindakan nyata yang harus betul dilakukan. Kesadaran akan memudarnya pengetahuan masyarakat yang terutama, mirisnya, adalah pelajar mengenai adat istiadat negaranya sendiri sangatlah rendah. Melalui berbagai media elektronik tersebut, pelajar zaman sekarang hanya sekedar melakukan apa yang dianggap wajar atau formalitas terhadap keadaan sekitarnya, tanpa benar-benar sadar akan keadaan yang sedang terjadi pada generasi atau bahkan bangsanya sendiri. Informasi yang ada pada media elektronik tersebut kalau bisa dibilang hanyalah lewat sebentar. Pelajar sekali hany...
Gending karesmen atau biasa dikenal dengan istilah opera sunda, rinenggasari, dramaswara, atau setra karesemen merupakan seni pertunjukan berupa drama yang memiliki keunikan dialognya ditembangkan atau dikawihkan (dinyanyikan) sambil diiringi dengan karawitan. Karawitan adalah alat musik tradisional khas Sunda. Singkatnya, dialog para pemainnya disampaikan melalui nyanyian, seperti pada pertunjukan opera. Tema yang biasanya diangkat dalam gending karesmen adalah dari cerita pantun sunda, cerita rakyat, berupa legenda, atau cerita lainnya yang ada di tatar bumi pasundan ini. Sebagai contoh, cerita Sangkuriang, Si Kabayan, dan Lutung Kasarung dapat diangkat dan diperankan dalam pertunjukan ini. Bahkan pada tahun 2013 lalu, pertunjukan gending karesemen "Si Kabayan" sempat ditampilkan kembali di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dalam rangka Program Aktivasi Taman Budaya se-Indonesia. Aktor yang berperan dalam gending karesemen selain harus pandai...
Tang Cie adalah suatu tradisi Tionghoa Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember, kecuali pada tahun kabisat pada tanggal 21 Desember. Perayaan Tang Ce ini bertepatan dengan Hari Ibu di Indonesia. Biasanya, hari raya Tionghoa seperti Peh Cun, Cap Go Meh, dan Imlek dirayakan menurut kalender Imlek.Namun keunikan dari Tang Cie dirayakan mengikuti penanggalan Masehi, bukan penanggalan Imlek (berdasarkan revolusi bulan). Dalam budaya Tionghoa, Tang Cie dirayakan untuk mengenang pengorbanan dan kasih sayang ibu kepada anaknya. Pada saat Tang Cie, ada tradisi membuat sendiri onde di rumah masing-masing dari tepung ketan dan pewarna. Pertama-tama dibuat adonan tepung ketan dengan dialasi daun pisang, lalu adonan diwarnai. Onde yang dibuat harus terdiri dari beberapa warna. Kemudian adonan diambil dan dibentuk menjadi bola-bola onde berukuran kecil (diameter sekitar 1 cm) , sedang, dan besar (diameter sekitar 3-4 cm). Ada onde yang diisi dengan kacang tanah, ada pula onde yang...
Pasti banyak dari kita yang masih sangat asing dengan nama alat musik daerah kebanggaan Indonesia satu ini. Memang tidak diragukan lagi, kalau Jawa Barat sangat terkenal dengan alat musik angklungnya yang sudah sangat mendunia. Tampil di segala penjuru dunia, bahkan menjadi kegemaran para warga asing sekalian karena lantunan dari bunyinya yang indah, bentuknya yang unik dan juga tidak terlalu besar. Namun, jangan salah.. Ternyata Jawa Barat bukan hanya punya angklung saja loh! alat musik yang akan dibahas kali ini juga sama asalnya dengan Jawa Barat. Yup! betul! namanya adalahh.... RAMPAK GENDANG Rampak Gendang ini merupakan salah satu kesenian khas Jawa Barat yang spektakuler! Rampak sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti serampak/bersama-sama . Maka dari itu, arti dari nama kesenian Jawa Barat yang satu ini dapat diartikan sebagai suatu pertujukan kesenian dengan memainkan gendang/kendang secara bersama-sama. Dari namanya sudah jelas bahwa kesenian...