Roti buaya adalah hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi. Suku Betawi percaya bahwa buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya; karena itu roti ini dipercaya melambangkan kesetiaan dalam perkawinan. Pada saat pernikahan, roti diletakkan di sisi mempelai perempuan dan para tamu kondisi roti ini melambangkan karakter dan sifat mempelai laki-laki. Buaya secara tradisional dianggap bersifat sabar (dalam menunggu mangsa). Selain kesetiaan, buaya juga melambangkan kemapanan.Akan tetapi kini dalam simbolisme budaya modern, makna buaya berubah menjadi hal yang buruk, misalnya buaya judi, buaya minum (pemabuk) dan buaya darat (orang yang mata keranjang). Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Roti_buaya
Yang awalnya niat kami mengikuti pelatihan musik tradisional gambang kromong hanya untuk keperluan sebuah perlombaan justru menjadi titik awal ketertarikan kami terhadap musik tradisional tersebut. Selesai perlombaan, kami tidak berhenti untuk terus berlatih dan memainkan lagu lagu betawi yang cukup asing di telinga kami. Hari demi hari kami berlatih, pihak Balai Latihan Kesenian (BLK) yang kini telah berganti nama menjadi Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Kota Jakarta Barat mulai membicarakan soal hasil dari pelatihan kami untuk ditunjukkan kepada masyarakat. Saya masih ingat sekali panggung pertama kami yaitu di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jakarta Selatan. Kami ditawari untuk mengisi 2 buah lagu di acara yang memang rutin dilaksanakan di sebuah panggung disana setiap weekend. Beberapa dari kami merupakan pengalaman pertama untuk mengunjungi tempat tersebut. Sesampainya disana, tak kami duga akan disaksikan oleh banyak orang. Hal itu cu...
DaftarSB19 Peran Jawara dalam Revolusi di Betawi Pada masa pemerintahan orde lama, nama Imam Syafei atau lebih dikenal dengan sebutan Bang Pi'i, mungkin tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta. Ya, pemimpin sebuah geng yang dikenal kerap melakukan tindakan kriminalitas itu pernah menduduki jabatan strategis di era pemerintahan Presiden Soekarno. Bang Pi'i merupakan pentolah paling berkuasa di wilayah Pasar Senen saat ituâââ¬Ã...½. Bang Pi'ie memiliki sebuah geng yang ditakuti di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yakni Geng Kobra. Imam Syafei atau sering juga disebut dengan Sape'i atau Bang Pi'i, memiliki anak buah yang berasal dari Banten. Kelompok mereka disegani karena memiliki senjata api dari tangsi-tangsi Belanda yang berada di sekitar wilayah Senen dan Salemba. Pada 1959, atas permintaan komando militer Jakarta, Geng Kobra dibubarkan. Namun Syafei...
Sebagian besar orang Indonesia pernah memainkan permainan ini pada waktu anak-anak dulu, cara mainnya sangat sederhana, dengan dua kelompok kaya dan miskin. Permainan tradisional ini berasal dari Betawi. Permainan ini menguji ketangkasan para pemain. Permainan ini bisa dimainkan oleh 4 orang atau lebih di lapangan, halaman rumah ataupun taman bermain. Cara bermain cukup gampang. Skenario dari permainan ini adalah ada 1 orang yang berperan sebagai orang kaya dan 1 orang lainnya menjadi orang miskin. Sisanya berbaris di belakang si Miskin dan berperan sebagai anak si Miskin. Orang kaya meminta anak pada orang miskin sambil bernyanyi dan bergerak maju mundur. Lalu satu per satu anak si Miskin yang diminta harus segera pindah ke belakang si Kaya Tibalah saatnya si Miskin kehabisan anaknya karena berpindah ke si Kaya. Bagian serunya dalam permainan ini adalah ketika si Miskin mencoba merebut kembali anak-anaknya dari si Kaya. Dengan segala upaya, si Kaya harus mencegah si Mis...
Wak wak gung nasinye nasi jagung alapnye lalap putat sarang goak dipoon jagung gang ging gung Pit a la ipit anak satu kejepit sipit maen-maenan anak Betawi Rame-rame maenya di pinggir kali Bulannye timbul gede sekali Cahayanye aduh terang sekali Lan lan tok bulannye s'gede batok nggak abis buat besok eh nyang jadi musti dipatok Pit a la ipit anak satu kejepit sipit Sumber: http://www.kumpulanlagudaerah.web.id/2016/12/lirik-lagu-wak-wak-gung.html
Yapong mula-mula diorbitkan dalam rangka mempersiapkan acara peringatan HUT Kota Jakarta ke-450 pada tahun 1977. Pada saat itu, Dinas Kebudayaan DKI menyiapkan sebuah pergelaran tari massal yang spektakuler dengan mempergelarkan cerita . perjuangan Pangeran Jayakarta. Pergelaran berbentuk sendratari ini dipercayakan penggarapannya kepada seniman Bagong Kussudiarjo. Untuk mempersiapkan pergelaran itu, Bagong mengadakan penelitian selama beberapa bulan mengenai kehidupan masyarakat Betawi melalui perpustakaan, film, slide maupun langsung pada masyarakat Betawi. Akhirnya pergelaran tari ini berhasil dipentaskan pada tanggal 20 dan 21 Juni 1977 di Balai Sidang Senayan. Pementasannya didukung 300 orang artis dan musikus. Tari Yapong merupakan suatu tari gembira dengan gerakan yang dinamis dan erotis. Dalam adegan tersebut dipertunjukkan suasana gembira menyambut kemenangan Pangeran Jayakarta. Adegan ini dinamai Yapong dan tidak mengandung arti apapun. Namun istilah Yapong ini lahir dari...
Tari Topeng Betawi adalah salah satu tarian adat masyarakat betawi di Jakarta yang menggunakan topeng sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan antara seni tari, music, dan nyanyian. Seperti pertunjukan teater atau opera, penari menari dengan di iringi suara music dan nyanyian. Tari Topeng Betawi lebih bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerakan. Tari Topeng Betawi awalnya di pentaskan secara berkeliling oleh para seniman. Mereka biasanya di undang sebagai pengisi hiburan dalam acara seperti pesta pernikahan, khitanan, dan lainnya. Menurut kepercayaan masyarakat betawi, tarian ini bisa menjauhkan dari mara petaka. Namun seiring dengan perubahan jaman, kepercayaan itu mulai luntur dan menjadikan tarian ini hanya hiburan dalam acara saja. Namun walaupun kepercayaan itu mulai hilang, tarian ini tetap di adakan untuk memeriahkan pesta atau acara adat. Dalam pertunjukannya, Tari Topeng Betawi di awali dengan la...
Ondel-ondel adalah sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang selalu hadir di pesta-pesta rakyat betawi. Ondel-ondel berperan sebagai leluruh yang selalu melindungi atau mengawasi para anak cucunya atau suatu desa tertentu. Ondel-ondel juga dipercayai oleh warga setempat sebagai penolak bala. Hanya saja, seiring perkembangan zaman, kini ondel-ondel hadir sebagai penambah semarak suasana atau sebagai penerima tamu-tamu kehormatan. Ondel-ondel juga sering kali dibuatkan barisan hingga membentuk barisan ondel-ondel. Wah! Seru ya!
UPACARA MASA KEHAMILAN BETAWI Dalam masyarakat Betawi, upacara ini dikenal dengan nama Kekeba atau Nujuh Bulan . Diadakannya upacara ini bertujuan untuk memohon keberkahan dan mensyukuri nikmat. Selain itu, upacara ini juga sebagai media pemberitahuan bahwa keluarga baru akan membuahkan keturunan. Upacara dilakukan di bulan ketujuh kehamilan pada tanggal 7, 17, atau 27. Selain itu, kekeba hanya dilakukan pada kehamilan pertama saja dan dilaksanakan si rumah orangtua suami (Yunus, 1984: 43). Ada tiga tahap yang dilakukan dalam upacara ini. Pertama adalah pembacaan surat Yusuf. Kedua adalah mandi nujuh bulan. Ketiga adalah ngorog atau ngirag, yaitu dengan posisi duduk, wanita hamil dililit-lilitkan gulungan kain putih berisikan mata uang logam dan kembang pada bagian tubuhnya, dilakukan sebanyak tujuh kali (Yunus, 1984: 44). Sumber: https://kampusmayaku.wordpress.com/2012/02/26/upacara-daur-hidup-sebagai-tradisi-lisan-masyarakat-betawi/