Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia . Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi , daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping , potongan bawang merah, mentimun , dan jeruk nipis. Bahan utama Mie, daging (kambing atau sapi) atau makanan laut (udang dan ikan), rempah sejenis kari, seledri, daun bawang, bawang merah Variasi Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup)
Sate Matang adalah tusukan daging berupa sate yang ada di provinsi Aceh . Sate ini dinamakan dengan sate matang karena awal mulanya sate ini diperkenalkan oleh penjualnya di kota Matang Geuleumpang Dua sebuah kota kecamatan di kabupaten Bireuen . Pada tahun 90 an sate ini populer dibeberapa kota besar di Aceh, kini banyak sekali bertebaran penjual sate di Aceh dan kota Medan Sumatera Utara yang menjajakan sate dengan label "sate matang". Bahan utama masakan sate matang adalah daging kambing, berhubung dengan harga daging kambing yang lebih mahal maka seringkali sate matang dibuat menggunakan daging sapi. Proses pembuatan dan memasak sate matang tidak jauh berbeda dengan sate daerah lain di Indonesia , potongan daging yang telah dibersihkan dan dipotong dadu dalam ukuran kecil. Setelah disematkan pada tusukan sate lalu direndam dalam adonan bumbu berupa rempah-rempah dalam waktu yang agak lama. Selanjutnya sate...
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rabbani_Wahed Tari Rabbani Wahed adalah sebuah seni tari sufi yang berasal dari Samalanga , Bireuen , Aceh , Indonesia . Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh T. Muhammad Daud Gade . Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan Rateb du'ek ("duduk") dan Ratep deng ("berdiri") ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. [1] Daftar isi 1 Sejarah 2 Gerakan 3 Penampilan 4 Pelestarian 5 Rujukan 6 Pranala luar Sejarah [ sunting | sunting sumber ] Asal-muasal tari Rabbani Wahed yaitu berasal dari tarian M...
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rapa%27i_Geleng Tari Rapa'i Geleng Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Tari Rapa'i Geleng yang ditampilkan oleh Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) di Mesir Rapa'i Geleng adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah Aceh Bagian Selatan tepatnya Manggeng , yang sekarang masuk kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya . Rapa'i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Selatan . Permainan Rapa'i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Meuseukat ....
https://steemit.com/indonesia/@rahmats/cemilan-khas-aceh-emping-melinjo-kerupuk-mulieng-2017722t134342661z Emping Melinjo, kalau dalam bahasa Aceh (kerupuk mulieng) adalah salah satu makanan khas Aceh yang sangat terkenal dan banyak di produksi di daerah kabupaten pidie tepat nya di kota Beureunuen. Karena emping di daerah tersebut memiliki cita rasa yang khas, berbeda rasa nya dengan emping yang di produksi di daerah sumatera. Kalau memang seseorang pengemar kerupuk emping pasti akan merasakan perbedaannya.. Cemilan kerupuk ini dihasilkan oleh pengusuha-pengusaha kecil yang berada di daerah pedalaman kota Beureunuen. Selain sebagai snack atau cemilan, emping juga banyak kita dapatkan dalam penyajian masakan Aceh, seperti nasi goreng, mie Aceh, nasi lemak dan lain sebagainya. Lezatnya emping melinjo semakin memicu nafsu makan kita. Kerupuk emping ini memiliki rasa yang renyah, gurih dengan rasa asin yang pas dimulut. sangat cocok dimakan sebagai cemilan sambil...
http://ninafitriana5.blogspot.com/p/makanan-khas-aceh.html Dodol merupakan jajanan khas Indonesia, dan di Aceh juga tersedia beberapa macam dodol, dari dodol rasa Durian, kelapa, nenas dan banyak lainnya, dari Dodol Sabang sampai yang dijajakan di Lhok Nibong pinggiran jalan Banda Aceh Medan km 300 (kurang lebih dari arah kota Banda Aceh). Jajanan Dodol biasa dibawa sebagai oleh oleh tetapi untuk diketahui, dalam perkawinan adat Aceh ada bermacam bawaan dari pihak pengantin Pria (tueng Linto ) ataupun bawaan dari pengantin wanita (Tueng Dara Baro) yang biasanya juga dibawakan bermacam makanan termasuk didalamnya Dodol (Dodoi-Aceh) dan Meuseukat serta makanan ringan lainnya. Dodol merupakan makanan yang jelas mempunyai rasa manis, dan citarasa buah-buahan (untuk dodol Modifikasi), karena secara umum dodol Aceh mempunyai rasa manis dan rasa santan kelapa. sebagai bahan baku utama adalah santan kelapa yang dimasak samp...
Melindungi hiu paus yang memiliki nama latin ‘rhincodon typus’ sudah menjadi tradisi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Hal itu masih terjaga hingga kini, karena ikan raksasa tersebut diyakini membawa rahmat untuk nelayan. Hal itu dikatakan Panglima Laot (lembaga adat laut) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Hasanuddin, di Blangpidie, belum lama ini Jauh sebelum Indonesia merdeka, sambungnya, nenek moyang zaman dulu sudah duluan melarang menangkap hiu paus tersebut. Kenapa demikian, karena ikan tersebut diyakini bisa mendatangkan rezeki untuk para nelayan saat melaut. Dalam bahasa Aceh hiu paus dikenal dengan sebutan “yee bintang” atau “hiu bintang”. Nelayan, sambungnya, biasanya memantau keberadaan hiu bintang di laut. Ketika muncul, perahunya langsung dirapatkan ke kawasan hiu paus untuk menangkap ikan-ikan kecil. “Ikan tongkol dan tuna sangat mudah ditangkap nelayan saat berada di sekeliling hiu besar itu,” ujarnya....
Aceh tediri dari masyarakat mulikultural dengan berbagai ragam budaya yang unik dan variatif, meskipun secara umum budaya aceh hampir sama disetiap daerahnya namun ada beberapa bagian tertentu disetiap daerah terdapat keunikan tersendiri sehingga menjadi keanekaragaman yang mencitrakan identitas daerah tertentu, salahsatunya adalah tradisi peutroen aneuk (turun mandi). Sebelum prosesi berlansung, bayi akan di peusunteng (ditepung tawar) oleh pihak keluarga. Masyarakat adat yang masih kental dengan tradisi, akan terus melestarikan budaya dengan cara melaksanakan setiap tradisi dengan sentuhan budaya yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Begitu juga dalam melaksanakan acara “Peutron Aneuk U Tanoh” atau dikenal dengan turun mandi yang biasaya dilakukan setelah umur 44 hari si bayi. Rangkaian tradisi turun mandi diawali dengan acara peucicap, dimana tokoh agama setempat akan mengoles madu, makanan dan buah-buahan pada bibir...
Syarwani duduk di sebatang kayu yang tumbang. Mulut pria berpeci putih itu terus komat kamit merapalkan doa. Beberapa pria lain duduk berjongkok di hadapannya. Mereka melingkari api yang sedang melahap ranting-ranting kayu. Setelah api menyala, mereka kemudian menaburkan kemenyan di antara susunan ranting kayu. Secara bersamaan, sang pawang harimau berasal dari Meulaboh, Aceh Barat itu terus melanjutkan rapalan doanya. "Setelah bakar kemenyan, kemudian dirapalkan doa-doa," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada Rappler, Senin 31 Juli 2017. Ia menjelaskan ritual pengusiran harimau yang dilakukan pihaknya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, pada Sabtu, 29 Juli 2017. Pengusiran itu melibatkan tim BKSDA Aceh dan Flora Fauna International (FFI), serta pawang harimau Syarwani. Tim bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat tentang keberadaan harimau di sekitar permukiman pada Kamis, 2...