Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sejarah Batik Lasem
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Menurut Babad Lasem karya Mpu Santri Bendra, keberadaan batik di Lasem bermula dari kedatangan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1413 M. Anak buah Cheng Ho bernama Bi Nang Un turut menetap di Lasem bersama istrinya, Na Li Ni. Dari kepiawaian Na Li Ni inilah, cikal bakal batik Lasem tercipta. Masa kejayaan Batik Lasem tejadi pada abad 19, dimana banyak orang keturunan Tionghoa menjadi pengusaha batik. Di rumah merekalah batik-batik diproduksi. Mereka merekrut penduduk sekitar untuk menjadi pengrajin. Pengrajin batik pun menjadi semakin kreatif menciptakan motif-motif baru. Mereka merespons kejadian dan peristiwa yang terjadi dan menerjemahkannya menjadi suatu motif baru. Semisal, ketika Daendels mempekerjakan rakyat untuk membuat jalan raya, terciptalah motif kricikan, atau watu pecah. Namun masa kejayaan batik Lasem mulai pudar pada tahun 1950-an. Di saat itu, kondisi politik tidak memungkinkan bagi para pengusaha Tionghoa untuk melakukan usaha dan pada akhirnya banyak pengu...

avatar
OSKM18_SBM_Noel christian
Gambar Entri
Sawan Pengantin
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sawan Pengantin adalah kepercayaan adat orang Jawa Tengah di daerah Kebumen, yaitu ketika sepasang suami istri membawa anak balitanya ke acara hajatan di mana salah satu pihak pengantin ada yang baru pertama kali mantu / menikahkan anak sulungnya, anak balita tersebut akan menjadi sakit. Balita tersebut dipercaya telah diikuti oleh sebuah 'makhluk halus' dan akan mengalami gejala seperti demam tinggi di malam hari yang berulang selama 2-3 malam. Demam ini tidak kunjung turun panasnya walau sudah berobat ke dokter. Anak yang terkena sawan pengantin juga dapat mengalami gejala lain seperti kejang-kejang, yang dipercaya disebabkan karena balita 'kesurupan' setan. Jika tidak mengambil langkah-langkah lebih lanjut, maka sawan pengantin akan menyebabkan gangguan pada sisi psikologis balita. Gejala lain yang dapat dideteksi antara lain: Anak akan rewel pada jam-jam tertentu, terutama ketika menjelang maghrib dan ketika tengah malam. Anak mudah deg-dega...

avatar
OSKM18_16518017_Gregorius Jovan Kresnadi
Gambar Entri
Upacara Adat Puputan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Adat Puputan           Puputan adalah upacara tradisi yang berasal dari daerah Jawa. Hampir di seluruh daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarnya melakukan upacara ini. Upacara Puputan adalah upacara yang dilakukan pada saat bayi lepas tali pusarnya. Waktu Pelaksanaan Upacara Puputan ini biasanya berbeda-beda dan tidak bergantung pada umur bayi tetapi pada waktu terlepasnya tali pusar. Jadi tidak ada waktu yang pas dan waktunya berlainan setiap bayi.   Setelah terlepas, tali pusar disimpan dalam gulungan kapas dan dimasukkan ke dalam toples kecil. Ada sebagian yang menguburkan toples berisi tali pusar ke dalam tanah di sekitar rumah. Biasanya, tali pusar rata-rata terlpas dengan sendirinya selama 7 hari.   Acara ini bisa dirayakan dengan keluarga kecil atau inti saja (Bapak, Ibu, Anak)   atau bersama keluarga besar dan tetangga terdekat. Dalam acara disiapkan makan-makanan khas seperti Nasi Gud...

avatar
Oskm18_19718046_nadya amarani
Gambar Entri
Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sedekah Bumi Desa Lajer : Penyembelihan Delapan ekor Kerbau sampai Pertunjukan Wayang Kulit Semalaman Pada Bulan Suro, tepatnya hari Jumat Kliwon, di Desa saya sendiri, Desa Lajer, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, selalu diadakan sebuah tradisi yaitu Sedekah Bumi. Sebuah tradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun dan masih lestari sampai saat ini menyesuaikan perkembangan zaman. Tradisi ini berupa rangkaian prosesi yang dimulai dengan penyembelihan seekor kerbau di setiap dusun, di desa saya terdapat delapan dusun, jadi total kami menyembelih delapan ekor kerbau. Kemudian diikuti tradisi Kenduren (Kenduri) di setiap rumah pokok di dusun, setelah itu diadakan pertunjukan hiburan berupa wayang kulit pada malam minggunya. Sejatinya, hiburan wayang kulit awalnya dilaksanakan malam setelah penyembelihan kerbau, namun diganti malam minggu agar semua orang  yang bekerja dan anak sekolah dapat menonton karena esoknya hari libur. Mulanya sedekah bumi adalah sarana untuk...

avatar
OSKM_16418128_Akmal Yahya HIdayat
Gambar Entri
Dawet Kelang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Dawet Kelang adalah minukman tradisional asli Solo. Kabarnya dawet ini adalah dawet pertama di Solo sebelum bermunculan dawet-dawet lainnya. Dawet ini merupakan minuman khas tradisional dimana berbeda dengan dawet-dawet zaman sekarang. Dawet Kelang memiliki keunikan tersendiri karena gulanya yang berasal dari pohon aren. Dawet ini biasanya ada dijual di pasar/ dipinggir jalan. Pada zaman dahulu, cara penjualan dawet ini dengan dipikul oleh bapak-bapak atau digendong oleh mbok/ ibu-ibu. Selain memiliki keunikan dengan gula yang berasal langsung dari pohon aren, dawet ini pun berisi adonan kecil-kecil dawet yang berasal dari tepung beras dan berwarna oranye tua ataupun muda. Agar lebih nikmat, kadang penyajian dawet ini di Solo dengan diberikan tape ketan sebagai bahan pelengkap. Dawet ini biasanya dinikmati masyarakat Solo kala itu dengan sebuah mangkuk kecil.   Zaman yang masih begitu tradisional membuat dawet ini pun masih belum mengunakan es batu dalam penyajiannya. N...

avatar
Oskm18_16518114_kevin
Gambar Entri
Kecap Cap Kentjana
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

KECAP sepertinya sulit untuk dilepaskan dari khasanah kuliner Nusantara. Kecap-kecap tradisional memiliki penggemar fanatik. Tak hanya fanatik terhadap merek tertentu, banyak penggemar kecap yang fanatik dengan kecap dari daerahnya. Tak heran jika hampir setiap daerah memiliki kecap manis andalan. Masyarakat Kebumen memiliki kecap yang sudah menjadi ikon yakni Kecap Cap Kentjana. Kecap Cap Kentjana memiliki sejarah panjang dalam melezatkan kuliner Kebumen. Awalnya perusahaan itu didirikan oleh mendiang Cu Tian Kid dengan nama Perusahaan Kecap Kentjana pada tahun 1960. Saat pertama berdiri pabrik menempati sebuah rumah kontrakan di kampong Wonoyoso, Kebumen. Kemudian pada tahun 1970, pemimpin perusahaan dilanjutkan oleh anaknya Iwan Setiawan. Pada tahun 1980, dari Wonoyoso pabrik direlokasi ke Jalan HM Sarbini No 88C hingga saat ini. Regenerasi kepemimpinan terus berlanjut. Saat ini, Iwan Setiawan mulai menyerahkan kepemimpinan kepada ketiga anak perempuannya. Lebih...

avatar
OSKM18_16018128_HENDRAWAN SUSILO
Gambar Entri
Tradisi Upacara Wiwit Menyambut Panen
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya tradisi wiwit yaitu tradisi yang dilakukan para petani jawa sebelum melakukan panen. Tradisi ini dilaksanakan  dalam rangka menyambut waktu panen sebagai rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Hasil panen yang dimaksud dapat merupakan hasil panen padi di sawah maupun hasil panen di kebun atau ladang.   Setiap musim panen, masyarakat setempat menyiapkan berbagai keperluan untuk melaksanakan upacara wiwit ini. Diantaranya yang paling penting adalah masyarakat membuat menu makanan berupa nasi dengan lauk sayur gudangan (sayuran dengan bumbu sambal kelapa), ikan asin bakar, ayam kampung panggang, dan telur rebus. Kemudian makanan ini dibawa ke sawah atau ladang dan ditempatkan dibagian sudut sawah atau ladang tersebut. Biasanya, anak-anak di desa setempat sudah tau kalau ada orang yang sedang melakukan wiwit, maka menu tadi diambil oleh anak-anak tersebut untuk dimakan bersama-sama di sawah atau ladang tempat dilaksanakan wiwit tadi.   Saat in...

avatar
OSKM18_16718387_Anak Agung Puteri Athira Puspasari
Gambar Entri
Sejarah Gethuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sudah lama orang mengenal Gethuk atau getuk (dalam bahasa Indonesia), namun dengan lamanya orang mengenal Gethuk, ternyata belum banyak yang mengetahui asal mula dan sejarah terciptanya makanan yang satu ini. Sejarah Gethuk berawal pada jaman penjajahan Jepang, konon pada masa itu beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, merupakan barang langka yang sulit untuk di temukan, sehingga penduduk lokal (asli) Magelang berupya mengganti makanan pokok mereka dengan ketela, yang saat itu banyak terdapat di sekitar rumah dan mudah ditemukan di pasar. Hingga tersebutlah nama mbah Ali Mohtar yang berasal dari Desa Karet, Magelang yang mencoba berinovasi dengan ketela tersebut menjadi satu makanan yang cukup menarik untuk dihidangkan dan tak membosankan dimakan. Ketika itu beliau mencoba untuk mengolah ketela dengan cara dikukus kemudian dihaluskan sekedarnya kemudian dicampur dengan gula. Dari sanalah konon makanan yang bernama Gethuk ini berasal. Meskipun saat itu, untuk menghaluskan ke...

avatar
Oskm18_19718079_agatha
Gambar Entri
Jonjang Dogrok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Jonjang Dogrok adalah salah satu permainan tradisional yang kian hari kian jarang dimainkan oleh anak anak masa kini. Dogrok adalah bahasa jawa yang berarti jongkok. Permainan yang tidak ada aturan khusus mengenai jumlah peserta nya ini dilakukan dengan memilih beberapa orang, biasa nya satu, dua, atau tiga orang, untuk istilah nya masang. Tugas orang tersebut adalah menyentuh orang yang bukan masang, dengan catatan orang yang bukan masang tersebut dalam keadaan berdiri, dan orang yang bukan masang tersebut bisa dogrok. Lalu jika mau berdiri yang dogrok tersebut harus bersentuhan dengan sesama yang bukan masang. Untuk bisa kembali berdiri dan berlari menjauhi orang yang masang OSKMITB2018

avatar
Oskm_16518317_gala