HARI PAHLAWAN
404 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul Nama Tanjung Morawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Tanjung Morawa adalah salah satu kecamatan di kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Karena posisinya yang cukup dekat dengan kota Medan, Tanjung Morawa menjadi salah satu sentra industri pengusaha Kota Medan. Adapun beberapa sentra industri yang cukup dikenal di area ini adalah PT. Kedaung Medan, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., PT. Siantar Top, dan PT. Olaga Food. Selain itu, kantor pusat PT. Perkebunan Nusantara II juga berada di kota ini. Akan tetapi, kota ini juga terdapat legenda yang dipercayai oleh masyarakatnya  sendiri, yang akan dituliskan di dalam artikel ini. Alkisah terdapat sebuah kampung yang bernama Kampung Pematang Panjang. Kampung ini terletak di tepi sungai Blumei, yang merupakan sarana lalu lintas yang menghubungkan pusat perdagangan Rantau Panjang di tepi pantai menuju Kampung Talun Kenas yang berada di hulu sungai Blumei. Bagi masyarakat Talun Kenas yang bersuku Karo, apabila berjual beli ke Pasar Rantau Panjang, dalam perjalanan pulang pergi, selalu...

avatar
OSKM18_16718022_Desylionie Onggani Winata
Gambar Entri
Pernikahan Suku Batak
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Ketika seorang anak laki-laki akan menikah, ia harus menikahi putri dari pamannya. Paman disini berarti saudara laki-laki ibu anak tersebut. Syaratnya, putri yang dinikahi tidak boleh berasal dari marga yang sama. Saat laki-laki tersebut menikah dengan putri pamannya, maka pamannya dianggap sebagai raja. Hal ini terlihat dari tindakan anak seperti meminta nasihat serta jika tidak jadi menikahi anaknya maka anak laki-laki tersebut harus minta ijin kepada pamannya. Saat pernikahan, paman harus menghadirinya dan saling memberi ulos dan berkat satu sama lain dengan anak laki-laki. Pihak yang dihormati pihak paman, mereka tidak bekerja mempersiapkan pernikahan. Kepada paman diberikan kepala babi dan jika ada nenek atau kakek yang telah berumur 70 atau lebih yang meninggal maka wajib diadakan pesta 7 hari  7 malam.  #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
Dalihan Na Tolu
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalihan Na Tolu   Dalihan Na Tolu adalah sebuah tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu yang telah dipegang dan menjadi pedoman orang-orang Batak. Prinsip ini sangat diperlukan dan dijunjung tinggi dalam adat Batak ini.  Nama lainnya adalah partuturon, atau dalam bahasa awam adalah silsilah tingkatan dalam keluarga adat Batak. Banyak peraturan kebanyakan secara tidak tertulis atau pada umumnya hanya bersifat normatif dalam adat Batak yang berpegangan pada tingkatan-tingkatan atau posisi satu orang terhadap yang lain dalam keluarga. Dalam adat Batak, keluarga yang dimaksud bukanlah hanya keluarga dekat atau kandung melainkan lebih luas daripada itu yang bisa dilihat dari marga atau boru satu orang atau keluarga tertentu.   Dalihan Na Tolu adaah prinsip yang harus dipegang dalam berkehidupan bermasyarakat dalam adat Batak. Dalam Dalihan Na Tolu ada tiga prinsip atau dalihan  (tungku dalam bahasa Batak) yang secara umum dipegang :...

avatar
OSKM18_16518302_Yonatan Jori Saputro
Gambar Entri
Minuman Tuak Dalam Adat Batak Toba
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Tuak adalah suatu jenis minuman beralkohol Nusantara yang dihasilkan dari hasil fermentasi nira kelapa atau jenis pohon lain penghasil nira (seperti aren) serta beras. Minuman ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Tuak memiliki kekhasan dari masing-masing daerah asalnya. Khusus untuk tradisi Batak, minuman ini sering ada saat acara adat, acara kekeluargaan, di lapo (tempat makan orang Batak), dan juga sebagai jamuan kepada tamu. Popularitas minuman tuak di kalangan Batak Toba menjadikan tuak sebagai minuman khas dan simbolis dari suku Batak. Fungsi tuak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba sering dibahas, namun studi mengenai tuak yang berfokus pada aspek sosial-budaya Batak masih kurang. Tuak yang biasa digunakan dalam adat Batak adalah tuak tangkasan, tuak yang tidak bercampur dengan raru. Tuak tersebut berasal dari tumbuhan mayang bagot (sejenis tumbuhan Aren). Pohon bargot dahulu diperca...

avatar
OSKM_16918233_INDIRA ANJANIQUE
Gambar Entri
Ulos Sadum
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Utara

ULOS SADUM Ulos sadum sangat identik dengan warna dasar merah serta mempunyai motif bunga dan gorga yang sangat ramai. ciri khas dari ulos sadum selalu memiliki bingkai bergaris gelap di setiap pinggirannya. Ulos sadum dimaknai oleh suku Batak sebagai simbol sukacita sebagai pertanda motivasi penyemangat dalam suatu keluarga agar tetap bersuka cita melakukan segala aktivitas sehari-hari. simbol sukacita itu kemudian diaplikasikan oleh para penenun ke motif ulos sadum. Motif dan corak dari ulos sadum ini sangat banyak, yaitu ulos sadum Tikar, Angkola Tujuh, Angkola Lima, Lampion/ Marlampion, Hande-Hande, Tarutung, dan masih banyak lagi. Kegunaan ulos sadum di beberapa daerah berbeda-beda, seperti di daerah Tapanuli Selatan ulos sadum ini biasanya dipakai sebagai panjangki/ parompa (gendongan) bagi keturunan Daulat Baginda atau Mangaraja saat balita dan ada juga untuk mengundang (marontang) raja-raja. Ulos ini jua dipakai sebagai alas sirih di atas piring besar (pi...

avatar
OSKM18_16318222_jessica Amanda Bintang
Gambar Entri
DANAU SICIKECIKE
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Danau Sicikecike berada di Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Dairi .Danau Sicikecike sekarang menjadi objek wisata yang dapat dinikmati di daerah ini. Danau Sicikecike  terdapat di perkampungan yang banyak ditumbuhi tumbuhan Cike ( sejenis tumbuhan yang banyak dipakai untuk membuat tikar dengan cara dianyam ) . Cike banayk tumbuh  di sekitar Danau Sicikecike maka diberi nama Danau Sicikecike . Menurut legenda , danau ini terbentuk karena air mata seorang ibu yang sedang bersedih. Dahulu kala di sebuah bukit hiduplah Raja Naga Rambe . Dia memiliki dua orang istri yang bernama beru Saraan dan beru Padang , sang raja meiliki tiga orang anak dari beru Saraan yang bernama Ujung , Angkat , dan Bintang . Dari beru Padang , sang raja juga mendapat keturunan sebanyak empat orang yang bernama Capah , Gajah Manik , Kuda Diri ,dan Sinamo. Suatu hari ketika musim menanam tiba , Raja Naga Jambe bersama seluruh anggota keluarganya , kecuali beru Saraan pergi ke ladang . Beru Sara...

avatar
OSKM18_16618024_Sarah M.T Sibagariang
Gambar Entri
Minuman Tradisional Tuak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Tuak merupakan sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren (Arenga pinnata). Kalau dalam bahasa Indonesia, sadapan dari enau atau aren disebut nira. Nira tersebut manis rasanya, sedangkan ada dua jenis tuak sesuai dengan resepnya, yaitu yang manis dan yang pahit (mengandung alkohol). Di daerah Tapanuli Utara, biasanya laki-laki yang menyelesaikan kerjanya berkumpul di kedai pada sore hari. Mereka berbincang-bincang, menyanyi, memain kartu, bercatur dan menonton televisi, sambil minum tuak. Pada umumnya seorang petani biasa minum tuak beberapa gelas sehari. Pada tahun 1997 segelas tuak berharga Rp. 300 di desa LNH. Kalau laki-laki, baik yang muda maupun yang tua minum tuak di kedai, tetapi jarang terdapat perempuan yang minum tuak di kedai bersama laki-laki, kecuali pemilik kedai atau isterinya. Ada juga laki-laki yang membeli tuak di kedai dan membawa botol yang terisi tuak ke rumahnya atau ke rumah kawannya untuk minum tuak di situ.   Tuak yang ada hubu...

avatar
OSKM18_16318141_Golden Putra
Gambar Entri
Rumah Tjong A Fie
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

  Rumah Tjong A Fie merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Medan. Bangunan ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan. Rumah ini didirikan pada tahun 1900. Rumah ini memiliki perpaduan gaya arsitektur antara Eropa, Cina dan Melayu. Rumah ini dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 yang merupakan hari ulang tahun Tjong A Fie yang ke-50. Tjong A Fie dilahirkan di Provinsi Guandong, Kabupaten Maizen, di Desa Sukaou, Tiongkok pada tahun 1860. Dia datang ke Medan pada tahun 1875 untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Di tanah Deli, Tjong A Fie menjalin hubungan baik dengan Sultan Deli, Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Muda sehingga membuka jalan baginya untuk menjalankan usaha. Dalam menjalankan bisnisnya, Tjong A Fie selalu mengamalkan 3 hal yakni, jujur, setia dan bersatu. Ia menjadi orang Tiong Hua pertama yang memiliki perkebunan yang sangat luas. Tjong A Fie dikenal dermawan dan sangat dekat dengan masyaraka...

avatar
OSKM18_16918019_ENRICO SAMUEL RUSLI
Gambar Entri
Tugu Apollo / Tugu Monera
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Tugu Apollo atau Tugu Monera ataupun sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Tugu Pertempuran Medan Area dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan heroik yang membela tanah air Indonesia khususnya daerah Medan. Tugu ini untuk memperingati ketika dulu pasukan sekutu telah menduduki Medan beberapa bulan setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya yaitu pada bulan Desember 1945. Pasukan dari Medan harus mundur dan menyusun strategi rencana agar dapat merebut kembali wilayah Medan Area. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah berjuang demi merebut kembali wilayah Medan, tugu ini kemudian didirikan. Sumber foto : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/03/19/289220/destinasi-bersejarah-yang-terlupakan/ Sumber foto : http://www.medanbisnisdaily.com/imagesfile/201703/20170318192408_140.gif #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618264_Jovan Thierry Salim