Akar Penawar (Tabar Kedayan) Akar Penawar (Tabar Kedayan) merupakan sejenis tanaman obat yang digunakan sebagai Penawar racun oleh masyarakat Dayak pada umumnya (Dayak Lundayeh/Putuk, Kenyah, Punan). Akar ini merupkan jenis tanaman liana yang hidup merayap dan memanjat pada pohon-pohon besar di hutan tropis. Akar ini merupakan obat yang umum ditemukan dan di miliki oleh setiap rumah, karena merupakan termasuk dalam jenis besar bagi masyarakat dayak. Jenis Tanaman Obat ini memiliki fungsi sebagai penawar segala macam racun yang berasal dari gigitan Ular, keracunan bahan lain, dan sengatan lebah atau Kalajengking. Akar kedayan (Aristolochia faveolata) salah satu dari jenis tanaman obat yang digunakan sebagai bahan anti racun. Penggunaannya dengan cara lansung menempelkan bagian akar yang telah dihaluskana atau atau dikunyah pada luka bekas gigitan. bisa juga serutan akar di rendam dengan air lalu diminumkan.
Rumah adat terkenal dari masyarakat Kalimantan Utara disebut Rumah Baloy . Rumah adat ini merupakan hasil kebudayaan seni arsitektur dari masyarakat suku Tidung , Kalimantan Utara . Seperti suku lainnya, suku Tidung ini mempunyai kebudayaan dan model rumah adat sendiri. Walaupun rumah adat ini masih menggunakan sejumlah tiang tinggi pada bagian bawahnya, bentuk bangunan rumah adat ini terlihat lebih modern dan modis. Diduga rumah adat ini adalah hasil pengembangan arsitektur Dayak dari Rumah Panjang ( Rumah Lamin ) seperti yang dihuni oleh suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur . Karakteristik Rumah Baloy Rumah adat ini berbahan dasar kayu ulin . Rumah Baloy dibangun menghadap ke utara, sedangkan pintu utamanya menghadap ke selatan. Di dalam Rumah Baloy terdapat empat ruang utama yang biasa disebut Ambir , yaitu : Ambir Kiri ( Alad Kait ), adalah tempat untuk menerima masyarakat yang mengadukan perkara, atau masalah adat. Ambir...
Mandau adalah senjata tradisional yang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau memiliki beragam ukiran pada bilahnya yang memiliki makna tertentu. Mandau berasal dari asal kata “Man” salah satu suku di china bagian selatan dan “dao” yang berarti golok dalam bahasa china. Mandau memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan masyarakat suku dayak di Kalimantan. Pada zaman dahulu, mandau digunakan masyarakat dalam peperangan dan juga pengayauan (pemenggalan kepala musuh). Saat ini dikarenakan peperangan dan ngayau sudah jarang terjadi pada masyarakat dayak di kalimantan sehingga mandau hanya digunakan pada ritual-ritual adat dan juga sebagai hiasan. Mandau juga terkandung nilai-nilai tertentu. Mandau mengandung makna magis seperti ritual pada saat pembuatan mandau dan juga mandau yang digunakan pada ritual-ritual adat tertentu. Pada aspek sosial, mandau digunakan oleh masyarakat sebagai alat berburu dan bertani. Sedangkan pada aspek seni dan buday...
Ambang adalah sebutan bagi mandau yang terbuat dari besi biasa. Sering dijadikan cinderamata. Orang awam atau orang yang tidak terbiasa melihat atau pun memegang mandau akan sulit untuk membedakan antara mandau dengan ambang karena jika dilihat secara kasat mata memang keduanya hampir sama. Tetapi, keduanya sangatlah berbeda. Namun jika kita melihatnya dengan lebih detail maka akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok, yaitu pada mandau terdapat ukiran atau bertatahkan emas, tembaga, atau perak dan mandau lebih kuat serta lentur, karena mandau terbuat dari batu gunung yang mengandung besi dan diolah oleh seorang ahli. Sedangkan ambang hanya terbuat dari besi biasa. Bilah atau mata mandau biasanya memiliki beberapa lekukan pada bagian ujungnya. Pada bilah mandau juga memiliki ukiran yang berbeda antar daerah satu dan daerah lainnya. Ukiran tersebut menjadi identitas mandau dari sub-suku dayak tertentu. Hulu mandau mempunyai dua (2) nilai penting. Pertama sebagai pegangan a...
Rebab muncul karena adanya pengaruh dari budaya Timur yang masuk ke Indonesia. Bentuk dari alat musik ini mungkin lebih mirip dengan biola dan cara memainkannya pun sama dengan menggesekan alat gesek ke senar. Rebab Kalimantan Utara memiliki lubang resonansi yang berbentuk bulat. Di Kalimantan Utara, alat musik ini sering digunakan untuk pengiring upacara adat dan sering untuk dimainkan pada acara musik daerah. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-kalimantan-utara/
Stik singkong adalah makanan ringan yang dibuat dengan bahan baku singkong yang dipotong berbentuk balok kemudian digoreng dan diolesi saus dan ditaburi biji wijen. Stik singkong Si Kumpau Bah ini pertama kali dibuat pada tahun 2007 dan metodenya selalu diperbaiki agar menghasilkan produk yang semakin berkualitas. Awal pembuatannya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan nilai jual singkong dan memberi nilai singkong menjadi camilan modern yang bernilai ekonomi prospektif. Bahan baku stik singkong ini diambil dari perkebunan masyarakat sekitar Tarakan, agar kualitas produk yang dihasilkan baik maka singkong dan minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng singkongnya pun harus berkualitas baik pula. Cara membuatnya, pertama, singkong yang sudah dikupas kulitnya dan sudah dicuci hingga bersih dipotong berbentuk balok. Selanjutnya, singkong itu direndam menggunakan air bersih kemudian digoreng dengan minyak yang banyak. Penggorengannya harus dilakukan dua kali...
Orang Dayak Lun Dayeh di Indonesia banyak di sekitaran daerah Malinau, Kerayan, Sesayap dan Bahau, jika di Serawak mereka disebut dengan Lun Bawang dan di Sabah digolonkan dalam rumpun Murut. Menurut legenda asal muasal orang Lun Dayeh adalah dari daerah Kalimantan Timur. Konon dahulu ada seorang manusia yang perkasa dan memiliki kesaktian bernama RANG DUNGO, entah bagaiman ia secara tidak sengaja menemukan sebutir telor yang sangat besar di puncak gunung. Dari telor ini keluarlah seorang wanita yang cantik jelita dan ia menamakannya TERUR ECO (Telor matahari), yang kemudian dinikahi oleh RANG DUNGO dan merupakan leluhur Dayak Lun Dayeh.Tidak banyak literature yang membahas tentang budaya asli Dayak Lun Dayeh ini, bagaimana sistem kepercayaan mula-mulanya sebelum agama Kristen masuk. Sebelumnya orang Lun Dayeh menamakan dirinya sesuai aliran sungai atau nama pemimpinnya. Misal LUN LABU (Orang Labu), LUN KEMALOH (Orang Kemaloh). Itulah sebabn...
Suku Dayak Lundayeh merupakan salah satu sub-suku Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan, tepatnya di kawasan Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan terdapat pula di negara tetangga, yakni di Malaysia. Suku Dayak Lundayeh sendiri memiliki tradisi yang cukup unik pada adat istiadat pernikahannya, yakni Tradisi Purut. Tradisi Purut sendiri sudah lama dikenal oleh masyarakat Lundayeh, bahkan sampai sekarang tradisi tersebut masih berlangsung walaupun sedikit telah berevolusi mengikuti perkembangan global. Tradisi tersebut dilangsungkan ketika mempelai laki-laki berkeinginan untuk menikahi mempelai perempuan yang berasal dari suku Dayak Lundayeh, keluarga dari pihak perempuan akan mengajukan permintaan yang harus dipenuhi oleh keluarga besar dari pihak laki laki sebelum adat pernikahan dilaksanakan. Permintaan yang biasa diajukan meliputi Guci antik, Mandau (Senjata Tajam khas Kalimantan), Gong, Mesin Jahit, manik-manik, dan sebagainya. Dibalik semua itu, Tradisi Purut menyembuny...
“Birau” berasal dari Bahasa Bulungan yang artinya “Pesta Besar” . Birau telah dilaksanakan secara turun temurun setiap tahun sejak masa Kesultanan Bulungan. Awalnya Birau merupakan perayaan untuk acara penting di Kesultanan, seperti penobatan sultan, pernikahan anak sultan, sunatan anak sultan, dan lain-lain. Pada tahun 1959, Kesultanan Bulungan berubah menjadi beberapa kabupaten dan kota yang berada di Kalimantan Utara. Sejak saat itu, Birau dirayakan setiap 2 tahun sekali pada tanggal 12 Oktober bersamaan dengan peringatan HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan . Rangkaian acara Birau yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan ini cenderung berbeda setiap tahunnya. Berikut adalah rangkaian acara tersebut : Upacara bendera Dalam memperingati HUT Tanjung Selor dan Bulungan, upacara bendera dilaksanakan di Lapangan Agatis, Tanjung Selor dengan susunan ac...