Wanita
48 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kelelawar Bumbu Kecap
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Di daerah Pulau Jawa memang kelelawar atau biasa disebut codot ini tidak umum jika diolah untuk dikonsumsi manusia, tapi lain halnya jika di daerah Manado. Daerah yang terkenal dengan gudangnya makanan ektrim ini, menganggap kelelawar lazim untuk dikonsumsi. Kuliner dengan racikan bumbu jahe, laos, kecap dan aneka rempah lain ini dipercaya oleh masyarakat memiliki khasiat untuk menjaga stamina laki-laki maupun wanita. Di Manado, saya banyak dijumpai warung yang menjual panganan ini.   Bisa dibeli di: Rumah Makan Tinoor Tomohon Tomohon, Sulawesi Utara  

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Manuk Pinogiot - Bolaang Mongondow - Sulawesi Utara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Manuk Pinogiot adalah makanan tradisional di Bolaang Mongondow. Dahulu, masyarakat Bolaang Mongondow apalagi para petani suka beternak ayam baik yang dipelihara di rumah (di kandang atau di halaman rumah) maupun di kebun. Ternak ayam peliharaan tersebut sebagian dijual dan sebagian untuk dikonsumsi sendiri. Itulah sebabnya di Bolaang Mongondow terdapat beberapa makanan tradisional dari daging ayam antara lain Manuk Pinogiot. Pada tahun 1990 Dharma Wanita Kabupaten Bolaang Mongondow mewakili Dharma Wanita Provinsi Sulawesi Utara mengikuti lomba makanan khas daerah dan berhasil mendapat juara tingkat Nasional antara lain dengan makanan tradisional Manuk Pinogiot.   Bahan : Bawang Merah Bawang putih Cabai Merah Kemiri Kunyit Jahe Serai Garam Cara : Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kunyit, jahe, serai, dan garam. Campurkan dengan potongan ayam, santan kental, daun jeruk purut, dau...

avatar
Isni
Gambar Entri
Tari Tatengesan / Tetengesan
Tarian Tarian
Sulawesi Utara

Tari Tatengesan merupakan tarian tradisional khas daerah Sulawesi Utara yang berasal dari Minahasa yang diangkat dari ceritera rakyat tentang desa Tatengesan yang oleh kelompok seni budaya di desa tersebut diciptakan sebuah tari dengan judul tari Tatengesan.   Tari Tatengesan pertama kali ditampilkan pada tahun 1983 dalam rangka memperingati terbentuknya desa Tatengesan di yang sekarang ini telah berada di daerah pemerintahan kabupaten Minahasa tenggara.   Tari Tatengesan ini mengisahkan tentang perjuangan masyarakat desa ketika melawan para bajak laut Mindanou yang datang dari perairan Filipina. Bajak laut tersebut sering mengganggu aktifitas masyarakat sehingga semangat untuk melawan para bajak laut dikobarkan melalui syair dan lagu Kiting-kiting.   Tata gerak dan pola garapan tarian ini mamadukan antara unsur-unsur nilai sejarah dengan tradisi budaya Minahasa yang diekpresikan melalui tata gerak dan karakteristik dalam 9 gerakan dengan padua...

avatar
Lung
Gambar Entri
Tari Mane'e
Tarian Tarian
Sulawesi Utara

Tari Mane’e marupakan tarian tradisional yang berasal dari Talaud Sulawesi Utara. Tarian ini diangkat dari salah satu tradisi masyarakat Talaud dalam menangkap ikan. Tradisi ini muncul sekitar abad ke 12 di lingkungan masyarakat kepulauan ”Nanusa”, yang sampai sekarang ini masih dilaksanakan bahkan telah menjadi agenda tetap prosesi Mane’e di Kabupaten Talaud.   Mane’e berasal dari kata ”See yang artinya Ya” atau setuju/sepakat, sehingga kata Mane’e diartikan ” Penangkapan ikan secara tradisional melalui masyarakat yang bermusyawarah dan bermufakat untuk menangkap ikan secara bersama – sama.   Adapun tari Mane’e terdiri dari 10 tema yaitu: Mengotom Para artinya bermohon kepada Tuhan agar memperoleh hasil yang banyak Matuda Sammy artinya menuju tempat penangkapan ikan Manabbi’e Sammi artinya pembuatan alat penangkapan ikan dari janus  Mamotte Sammi artiny...

avatar
Lung
Gambar Entri
5_Legenda Asal Mula Terbentuknya Danau Toba
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya. Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan. Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor iakan pun didapatnya. Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing. Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang la...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Cerita Gumansalangi dan Putri Kondawulaeng
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Cerita Gumansalangi dan Putri Kondawulaeng ~ Dahulu kala menurut cerita datuk moyang, di Kotabatu, sebuah negeri pulau Mindanao Fillipina Selatan bersemayamlah seorang raja Kota Batu. Beliau mempunyai seorang putera yang bernama Gumansalangi. Namun Putera ini berbudi pekerti tidak baik, sehingga ia dikucilkan di tengah hutan rimba, tempat mana kemudian diberi nama Marauw. Dalam pengasingan itu barulah hati Gumansalangi tergugah dan menyesali perbuatannya yang tidak baik. Ia meratap tiada berkeputusan dan ratapan tangisnya itu keengaran hingga kepada Sang Hyang, Raja Kayangan Sang Hyang pun turunlah ke bumi menuruti bunyi ratapan itu dan dijumpainya seorang putera raja yang hidup sebatang kara di tengah-tengah hutan rimba, sehingga menimbulkan rasa belas kasihan.   Sekembalinya di kayangan, ditanyakanlah puteri-puterinya "siapa yang rela berkorban untuk menolong seorang putera yang malang di dunia, bahkan berkenan menjadi pujaannya?" Permintaan sa...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Mamanua dan Lumailundung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Cerita Rakyat Mamanua dan Lumailundung ~ Di sebelah timur Tondano, terdapat sebuah desa yang bernama Tataaran. Di sana terdapat mata air panas yang dikenal dengan nama Rano ni Puntiin (air dari burung balam). Pada zaman dahulu, desa Tataaran dikelilingi oleh hutan lebat, yang selalu dikunjungi orang untuk berburu. Dan di desa tersebut, ada seseorang yang bernama Mamanua. Ia termasuk salah satu orang yang dianggap kaya oleh penduduk. Demikian pula ia mempunyai banyak pesurug. Dan salah satu pekerjaannya adalah berburu. Biasanya setiap kali ia pulang dari tempat berburu (hutan), ia langsung menuju ke tempat mandi yang didirikannya di sekitar mata air panas (Rano ni Puntiin). Tempat itu, setiap hari dibersihkan oleh pesuruh-pesuruhnya.   Pada suatu hari, salah seorang pesuruhnya melaporkan bahwa ada yang mengotori tempat mandi, serta banyak terdapat ampas kelapa tercecer di sana-sini. Adapun perbuatan tersebut, mereka ketahui. Mendengar itu, si Mamanua...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Cerita Puteri Ngiangnilighide Ditawan oleh Himbawo Raja Siau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Alkisah Rakyat ~ Menurut cerita orang-orang tua, tuturang datuk moyang, putri Ngiangnilighide bersemayam di suatu tempat yang berbukit batu. Pada suatu waktu saudaranya yang bernama Araro dan Makakundai sibuk membuat perahu di tempat yang bernama Singkaha (dekat dusun Ataurano sekarang). Yang menemani putri Ngiangnilighide pada saat itu hanyalah saudaranya yang bernama Dalinsar dan hambanya Wuso. ilustrasi : puteri ngiangnilighide Sekonyong-konyong nampaklah rombongan penyerang dari Siau, raja Himbawo (pada waktu itu berkedudukan di Pehe) dan pahlawannya yang terdiri dari Mehade, Limbe dan hambanya Wuso. Setelah puteri Ngiangnilighide melihat perahu rombongan penyerang yang berada di laut itu ia merasa takut dan cemas sehingga ber"Kelantok"lah ia sebagai berikut: "Hai Araro, tidakkah anda bermimpi, Hai Kundai, tidakkah anda berangan, Tidak mengimpikan saudari, Tidak mengangankan putri, Mahlig...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Cerita Rakyat Panagian
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Cerita Rakyat Panagian ~ Di sebuah desa yang bernama Wanita Uner hiduplah suami-istri yang sudah sekian lama belum memperoleh anak. Si suami namanya Pontororing dan istrinya bernama Mamalauawan. Mereka itu sudah lama berumah tangga tetapi belum mendapat keturunan (anak). Anehnya setelah mereka itu sudah tua atau berumur, baru istrinya mengandung. Ketika anak itu lahir ia diberi nama Panagian. Ia sangat disayangi oleh orang tuanya. Apa yang dimintanya selalu diikuti oleh orang tuanya, akan tetapi ia tidak boleh sembarangan keluar rumah. Pengawasan orang tuanya lebih ketat lagi ketika ia mulai menginjak masa remaja. Banyak orang mengatakan anak gadis mereka itu sangat cantik.   Kebiasaan dahulu bila masa panen suah selesai, orang-orang berkumpul di suatu lapangan untuk mengikuti upacara syukur yang dipimpin oleh walian (pemimpin upacara). Ucapan syukur pada Tuhan ini dilangsungkan dengan masambo dan maengket (menyanyi dan menari) yang diikuti ole...

avatar
Sobat Budaya