Masih di Rangas, kampung nelayan Mandar di kabupaten Majene, di daerah ini Anda dapat menemukan Apang Mandar, nyaris sama dengan penganan/kue Apem yang dikenal di Indonesia, di Majene disebut Apang, terbuat dari bahan tepung beras dan lagi-lagi gula aren. Gula aren adalah bahan utama pembuat kuliner/penganan lokal yang sangat muah ditemukan di Majene, karena itu bahan makanan di daerah ini banyak menggunakan bahan utama gula aren. Penganan Apang dibuat oleh para pedagang kecil di lingkungan Rangas Tammalassu, kelurahan Rangas, kecamatan Banggae. Masalah harga, sangat terjangkau cukup siapkan uang bergambar Kapitan Pattimura di kantong Anda maka penjaja kuliner ini juga siap menyerahkan empat buah Apang yang masih hangat diangkat dari panci, ditemani dengan parutan kelapa setengah tua, sebagai pasangannya. Bisa dibeli dan dipesan ke: Ibu Hamasiah Jalan Trans Sulawesi, 200 meter sebelah barat dari jembatan Sungai Mandar, desa Sepa Batu, ke...
Zaman Prasejarah Permulaan Generasi Pertama Manusia. Tersebutlah dalam kitab-kitab suci bangsa Timur Tengah bahwa Adam, yang dianggap sebagai manusia pertama dan Nabi pertama, mulai mengembangkan generasinya bersama Siti Hawa, Nenek Moyang Manusia yang ditemukan kembali setelah didamparkan di daerah India dari Surga. Generasi berikutnya mulai melahirkan beberapa kelompok Bangsa. Bangsa Semetik kemudian menurunkan Bangsa Arab dan Israel yang selalu berperang. Kabarnya perpecahan kedua bangsa ini dimulai sejak Nabi Ibrahim. Bangsa Syam yang kemudian dikenal sebagai ras Aryan, menurunkan Bangsa Yunani dan Roma yang menjadi cikal bakal Eropa (Hitler merupakan tokoh ras ini yang ingin memurnikan bangsa Aryan di samping Bangsa Braminik yang chauvinistic dan menjadi penguasa kasta tinggi di agama Hindu), Nordik, Patan, Kaukasian, Slavia, Persia (Iran) dan India Utara (semisal Punjabi, Kashmir dan Gujarat) berkulit putih serta bule-bule lain sebangsanya. Bangsa Negroid menurunkan bang...
Kata Sattung berasal dari “Kalipattung” jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah katak yang berbunyi setelah hujan turun dimalam hari atau tempat rawa-rawa. Bapak Suani menuturkan, sattung tidak terlepas dari kehidupan Tomakaka Tinunnungan, menurut sejarahnnya “Wassu-wassuli” (pondok-pondok kecil) menjadi tempat tomakaka tinunnungan beristirahat, bersenang-senang, di puncak gunung. Diperistirahatannya mendengar sebuah bunyi konon itulah yang disebut “Kalipattung” sehingga dibenak Tomakaka mempunyai inisiatif untuk menirunya akan tetapi dihambat oleh sulitnya peniruan itu maka, dibuatkanlah alat yang hampir menyerupai Kallipattung sekaligus dinamakan Sattung, tentang penamaan dan pembuatan semua difikirkan olehTomakaka Tinunnungan. Tinunnungan adalah nama wilayah yang terletak 1 km dari dusun Limboro, Desa Ongko, Kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar. Wilayah ini termasuk wilayah kerajaan Balanipa. Awal penyajiannya dilakukan sebaga...
Kottau, adalah seni bela diri yang berasal dari daerah Mandar Sulawesi Barat, diduga berkembang dan berhubungan dengan “kung tao” atau “kun tao” salah satu aliran bela diri yang berasal dari daratan Cina. Sementara itu Kuntao adalah salah satu dari jenis seni gaya bela diri yang ditemukan di Indonesia, Malaysia, pesisir Thailand dan bagian barat Filipina. Kuntao ini dibedakan dengan jenis Kungfu serta Wushu (istilah yang biasa digunakan pada jenis bela diri di Cina). Kuntao yang berkembang di Indonesia khususnya telah mengalami perkembangan dan lebih mengedepankan seni dalam penyajiannya, ia kemudian menyimpang dengan perbedaan yang kontras dari asalnya di Cina. (1) Istilah Kuntao sendiri merupakan konsep yang masih diperdebatkan, namun seni bela diri ini digambarkan sebagai suatu seni pertahanan diri yang ditemukan di sebagian besar Asia tenggara dan berasal dari Cina. Istilah ini berasal dari Cina Fujian (Hokkian) dengan asal kata “Kun&r...
Jika berkunjung ke pernikahan atau khitanan di Sulbar, kamu pasti akan menemukan kue bulat pipih berwarna coklat ini. Hal itu karena kue ini merupakan menu wajib di antara panganan yang umum disajikan masyarakat Sulbar dalam acara tersebut. Kue ini bernama cucur, terbuat dari tepung beras dan gula merah yang terlebih dahulu digoreng menggunakan minyak kelapa khas Mandar. Tepung dalam kue ini biasanya dicampur dengan gula aren yang dihaluskan, lalu kemudian diaduk rata. Adonan kue lalu dimasukkan ke dalam wajan dengan sendok sayur agar menghasilkan bentuk yang bulat. RM yang menyediakan: Bunga Pepaya Jl. RP Soeroso 16, Gondangdia-Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia (6221) 3141616 Sumber: https://azzamaviero.com/makanan-khas-sulawesi-barat/
Ayam Bumbu Paniki merupakan salah satu resep masakan khas sulawesi barat yang cukup populer di kalangan masyarakat luas. Mungkin sebagian dari anda semua masih cukup awam dengan jenis masakan ini. Biasanya Paniki identik dengan masakan berbahan dasar daging kelelawar namun anda dapat menggantinya dengan daging ayam atau daging sapi. Masakan ini hampir mirip sekali dengan masakan opor ayam, hanya saja yang membuat berbeda dari masakan ini yaitu terletak pada beberapa bahan-bahan yang digunakan. Berikut bahan dan cara pembuatan Ayam Bumbu Paniki yang bisa anda coba buat di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan 1 ekor Ayam, kemudian anda potong menjadi 8 bagian 4 lembar Daun Jeruk, kemudian anda buang tulangnya 2 batang Serai, kemudian anda ambil putihnya dan dimemarkan 1 ½ sendok teh Garam 2 sendok teh Gula Pasir 100 ml Santan Kental dari ½ butir Kelapa 400 ml Santa...
Bahan-bahan 1 ekor besar ikan cakalang/tongkol 1/2 bh jeruk nipis Bumbu halus 5 bh bawang merah (sy pke bawang merah biasa ajah) 12 biji cabe rawit 1 bh cabe merah 1/2 sdm kunyit 1/2 sdt merica Segenggam asam mangga 5 sdm minyak kelapa(sy pke minyak goreng biasa) 3 gelas air Secukupnya garam Langkah ( 35 menit) Ikannya potong tebal2, kmudian cuci bersih dan peras jeruk nipis, cuci lgi hingga bau amis hilang. Taruh ikan diatas wajan, lumuri ikan dgn bumbu halus hingga rata. Tuangkan minyak dan asam mangga hingga rata. Beri air hingga terendam. Nyalakan api besar dlu, stelah mendidih kecilkan apinya. Beri garam dan icip. Masak hingga mngental, angkat, sajikan. Bisa dibeli di: RM Cici Catering Jln. Martadinata, Mamuju 91511, Indonesia Warung Haji Ridwan Jalan Andi Depu Polewali Mandar Sumber :&n...
Bahan-bahan ( 1 porsi) 4 ekor ikan lajang (sembarang ikan boleh) 4 biji cabe merah besar 4 biji cabe merah kecil 5 biji bawang merah (iris-iris) 500 ml air 3 sdm minyak makan 1 sdt kunyit bubuk 1 sdt merica bubuk secukupnya asam mangga secukupnya garam Langkah Haluskan cabe merah besar, cabe merah kecil, kunyit. Merica. Tambahkan garam Potong potong ikan dan cuci hingga bersih dan cuci bersih asam mangganya kemudian campurkan semua bahan dan masak hingga airnya sisa sedikit Bisa dibeli di: RM Cici Catering Jln. Martadinata, Mamuju 91511, Indonesia Warung Haji Ridwan Jalan Andi Depu Polewali Mandar Sumber : https://cookpad.com/id/resep/2984250-ikan-masak-kuah-kuning-khas-mandar
Kalumpang Makanan Khas Mamuju Sul-Bar Bukan hal baru bahwa tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki banyak keanekaragaman budaya bahkan kuliner khasnya sendiri, kesemuanya lahir atas berkat kreatifitas masyarakat kita dulu yang menempati tanah air, bahkan kini keberadaan kuliner-kuliner tersebut telah dikreasikan untuk mengikuti perubahan selera masyarakat tetapi tetap tidak mengubah ciri khas dari kuliner-kuliner tadi. Kemudian ada yang bertanya mengenai kuliner khas Mamuju? Bagaimana dengan kulinernya? Sabar, saya akan paparkan yang saya tahu disini. Satu kebangganan makanan Khas Mamuju yaitu Kalumpang, makanan pokok masyarakat Mamuju yang unik dan menarik. dimana salah satu keunikannya adalah kalumpang ini namanya sama dengan daerah di Sul-Bar ini sendiri. Desa Kalumpang. ...