Sejak dahulu, masyarakat nusantara dikenal memiliki kultur yang terbuka terhadap kebudayaan asing tanpa meninggalkan jati diri kebudayaannya sendiri. Sifat keterbukaan tersebut menghasilkan akulturasi budaya yang semakin memperkaya khazanah kebudayaan bangsa. Tari zapin merupakan sebagian dari hasil akulturasi budaya lokal dengan budaya Arab. Secara etimologi, “zapin” berasal dari bahasa Arab “zafn” yang memiliki arti gerakan kaki yang cepat mengikuti hentakan musik. Tari zapin merupakan tarian nusantara yang sangat dipengaruhi budaya Arab. Tari ini berkembang di masyarakat Riau, pesisir Sumatera bagian barat, Serawak, hingga Brunei. Dahulu, tari ini hanya dipentaskan oleh laki-laki sebagai hiburan dan pendidikan. Berdasarkan perkembangannya, tari zapin kini tidak hanya dipentaskan oleh kaum adam. Tari zapin pun dibawakan oleh kaum hawa atau percampuran antara keduanya. Tari zapin yang biasa dipentaskan oleh perempuan secara khusus lebih dikenal denga...
Tari Bayan Api merupakan garapan seni kreasi Riau yang menceritakan tentang suatu wilayah yang bernama Bagan Siapi-Api. Bagan Siapi-Api bagian dari nusantara yang dianggap penting, pasalnya sejak dulu wilayah yang dekat dengan Selat Malaka ini menjadi pusat aktivitas perdagangan internasional. Secara geografis, Bagan Siapi-Api terletak di muara Sungai Rokan, tepatnya di bagain pesisir utara Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai tempat bertemunya orang dari berbagai etnis, Bagan Siapi-Api kini menjadi kawasan yang plural dengan beragaman etnisitas. Meski demikian, keberagaman tersebut mampu terjaga dengan sikap saling hormat dan menghargai perbedaan. Keberagaman masyarakat Bagan Siapi-Api menginspirasi lahirnya sebauh tari kreasi yang bernama tari bayan api. Tarian kreasi yang mengadopsi gerakan dalam tari sapin Rokan Hilir ini menggabungkan beberapa unsur kebudayaan yang ada di daerah tersebut, yakni budaya China, Jawa, dan Melayu. Pengaruh tiga kebudayaan...
Alkisah , pada zaman dahulu kala, di daerah Pelalawan, Riau, hiduplah sepasang suami istri dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Bujang. Hidup mereka sangat miskin. Meskipun hidup miskin, keduanya sangat sayang terhadap anak semata wayangnya. Mereka berharap dan selalu berdoa kepada Tuhan agar anak tunggalnya itu kelak menjadi anak yang shaleh, berbudi luhur, berilmu pengetahuan dan berguna bagi masyarakat. Untuk mencapai tujuan yang mulia itu, orang tuanya telah bertekad bekerja keras mencari rezeki yang halal sebagai modal untuk mendidik si Bujang. Setiap hari sang Ayah pergi ke ladang dan mencari ikan di sungai. Hasilnya ia jual ke desa-desa tetangga. Meskipun harus berjalan berhari-hari dengan membawa beban berat, sang Ayah tidak pernah mengeluh atau merasa lelah demi kebahagiaan anaknya. Uang hasil penjualannya tersebut, ia tabung sedikit demi sedikit. Ia sendiri hidup sangat hemat. Makan dan berpakaian seperlunya saja. Ia selalu berdoa kepada Tuhan...
Kemuliaan ciptaan Tuhan Sungguhlah indah kampung halaman Sungai dan bakau luas terbentang Menghias desa indah dipandang Walau pun jauh diri berada Takkan terlupa sepanjang masa Kampung yang kucinta kampung yang kupuja Kampung halamanku Desa Bokor Puk amai-amai belalang kupu-kupu Penduduk ramai bermacam-macam suku Bang selebu kuala sawe Mari bersatu membangun adat budaya Sungai dan bakau luas terbentang Menghias desa indah dipandang Walau pun jauh diri berada Takkan terlupa sepanjang masa Kampung yang kucinta kampung yang kupuja Kampung halamanku Desa Bokor Puk amai-amai belalang kupu-kupu Penduduk ramai bermacam-macam suku Bang selebu kuala sawe Mari bersatu membangun adat budaya Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-riau-dan-kepulauan_8.html
Rumpun Budaya Negeri Melayu Kaya Petuah Bijak Bestari Bersama-sama Mari Bersatu Tak kan Melayu Hilang Di Bumi Santun Kata Mari Kita Wujudkan Kebangkitan Negeri Di Negeri Tercinta Budi Bahasa Seni Dan Budaya Bangkitlah Melayu Di Negeri Di Bumi Tercinta Resam Tradisi Bumi Melayu Kota Bertuah Hai Pekanbaru Bersama-sama Mari Bersatu Tak kan Melayu Hilang Di Bumi Santun Kata Mari Kita Wujudkan Kebangkitan Melayu Di Negeri Tercinta Budi Bahasa Seni Dan Budaya Bangkitlah Melayu Di Negeri Tercinta sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-riau-dan-kepulauan_8.html
Zapin......, aku dendangkan.. Lagu Melayu.. Pelipur hati...... Peli..pur lara... Cahaya manis, kilau gemilau Di kamtung Tapir, indah menawan Aku bernyanyi berzapin riang Moga hadirin, aduhai sayang jadi terkesan Kembanglah goyang atas kepala Lipatlah panan, sanggul di padu Kita berdendang bersuka ria Lagulah zapin aduhai sayang, rentak Melayu Laksmana raja di laut Bersemayam di bukit batu Ahai hati siapa, ahai tak terpaut Mendengar lagu zapin Melayu Laksmana raja di laut Bersemayam di bukit batu Ahai hati siapa, ahai tak terpaut Mendengar lagu zapin Melayu Membawa tepak, hantaran belanja Bertatah perak indah berseri Kami bertandak menghidup budaya Tidak Melayu, aduhai sayang hilang di bumi Pekinglah gambus sayang, langgam berbunyi Di sambut dengan tengkah meruas Saya menyanyi sampai disini Mudah-mudahan hadirin semua menjadi puas Laksmana raja di laut Bersemayam di bukit batu Ahai hati siapa, ahai tak t...
Setelah melalui proses yang cukup panjang , dimulai dari Merisik hingga ke Pertunangan, maka kemudian dilanjutkan dengan acara perkawinan. Dalam adat melayu Riau Prosesi Perkawinan sangat banyak kita jumpai dan bahkan berbeda-beda, Melayu Indragiri (Rengat), Kampar, Kuantan Singingi, ataupun melayu Siak, Bengkalis, upacara perkawinan ini dianggap amat sakral bahkan tidak boleh ada satupun rangkaian prosesi adat yang terlewatkan. Berikut Prosesi Adat Melayu Riau dalam perkawinan pada umumnya : Menggantung-gantung Pengantin ibarat raja dan ratu sehari, maka untuk keduanya disiapkan pelaminan yang megah bak singgasana. Acara mengantung-gantung diadakan beberapa hari sebelum perkawinan atau persandingan dilakukan. Bentuk kegiatan dalam upacara ini biasanya disesuaikan dengan adat di masing-masing daerah yang berkisar pada kegiatan menghiasi rumah atau tempat akan dilangsungkannya upacara pernikahan, memasang alat kelengkapan upacara, dan sebagainya. Yang termasuk dalam kegiata...
Kesenian Sijobang Kampar merupakan suatu bentuk teater monolog tradisional yang dimainkan oleh seorang seniman dengan berdendang, pantun dan syair serta gerak tubuh yang sesuai dengan isi cerita. Kesenian Sijobang umumnya dipentaskan pada malam hari setelah acara kenduri khitanan, kenduri akikah dan terkadang setelah upacara perkawinan. Kesenian Sijobang pada prinsipnya boleh saja ditampilkan pada siang hari, namun seniman Sijobang lebih menyukai penampilan pada malam hari karena suhu udara yang dingin menyebabkan suara mereka tidak cepat hilang dan tidak cepat lelah. Sijobang lebih banyak ditampilkan pada acara khitan dan kenduri akikah karena memang ditujukan sebagai cerita untuk menghibur dan sekaligus sebagai media transmisi nilai-nilai budaya serta adat kepada anak-anak. Pertunjukan dimulai setelah sholat Isya sekitar pukul 20.00 wib dan istirahat pada pukul 24.00 wib setiap malamnya. Pagi harinya sang seniman pergi menunaikan berbagai keperluannya, dan pada malam harinya k...
Kota Pekanbaru adalah salah satu Daerah Tingkat II sekaligus sebagai ibukota Provinsi Riau, Indonesia. Sebelum ditemukannya sumber minyak, Pekanbaru hanyalah sebuah kota pelabuhan kecil yang berada di tepi Sungai Siak. Namun, saat ini Pekanbaru telah menjadi kota yang ramai dengan aktifitas perdagangannya. Letaknya yang strategis (berada di simpul segi tiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura), menjadikan Kota Pekanbaru sebagai tempat transit (persinggahan) para wisatawan asing, baik dari Singapura maupun Malaysia, yang hendak berkunjung ke Bukittinggi atau tempat-tempat lain di Sumatera. Keberadaan Kota Pekanbaru yang ramai ini memiliki sejarah dan kisah tersendiri bagi masyarakat Riau. Terdapat dua versi mengenai asal-mula kota ini yaitu versi sejarah dan versi kisah rakyat. Menurut versi sejarah , pada masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam...