Tari Bayan Api merupakan garapan seni kreasi Riau yang menceritakan tentang suatu wilayah yang bernama Bagan Siapi-Api. Bagan Siapi-Api bagian dari nusantara yang dianggap penting, pasalnya sejak dulu wilayah yang dekat dengan Selat Malaka ini menjadi pusat aktivitas perdagangan internasional. Secara geografis, Bagan Siapi-Api terletak di muara Sungai Rokan, tepatnya di bagain pesisir utara Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai tempat bertemunya orang dari berbagai etnis, Bagan Siapi-Api kini menjadi kawasan yang plural dengan beragaman etnisitas. Meski demikian, keberagaman tersebut mampu terjaga dengan sikap saling hormat dan menghargai perbedaan.
Keberagaman masyarakat Bagan Siapi-Api menginspirasi lahirnya sebauh tari kreasi yang bernama tari bayan api. Tarian kreasi yang mengadopsi gerakan dalam tari sapin Rokan Hilir ini menggabungkan beberapa unsur kebudayaan yang ada di daerah tersebut, yakni budaya China, Jawa, dan Melayu. Pengaruh tiga kebudayaan tersebut terlihat pada unsur-unsur estetika yang membangun tari kreasi tersebut, seperti pada musik dan busana yang dikenakan, serta pada penggunaan bayan api yang disimbolkan dengan topeng naga.
Naga dalam kebudayaan China mempunyai tempat yang khusus, selain dianggap sebagai dewa, naga juga diyakini sebagai maharaja yang mampu mendatangkan kemujuran. Penggunaan simbol naga tersebut merupakan pesan yang hendak disampaikan dalam garapan kreasi ini, bahwa keberagaman etnisitas di Bagan Siapi-Api perlu dipertahankan sebagai tradisi dan ciri khas nasional sebagai negara pancasila, sehingga perdamaian dapat tercipta dan kesejahteraan dapat diwujudkan.
Secara umum, tari kreasi bayan api memang digarap untuk dipentaskan oleh banyak penari, baik oleh perempuan maupun laki-laki atau penggabugan antara keduanya. Para penari umumnya mengenakan pakaian adat melayu yang sudah mengalami modifikasi di beberapa bagiannya. Modifikasi tersebut memadukan beberapa unsur lokal Jawa dan China. Unsur Jawa terlihat pada penggunaan selendang yang diikatkan pada bagian pinggang. Selendang merupakan ciri khas umum pada tampilan penari Jawa. Selendang tersebut kemudian dipadukan dengan balutan kain songket riau yang bercorak emas.
Sementara tata rias yang digunakan dalam garapan seni kreasi ini dibuat sedemikian rupa sehingga mempertebal raut muka. Laki-laki mengenakan kumis yang tebal, sementara pada perempuan bagian alis dibuat tebal dan berwarna sehingga tampak menawan. Dari garapan musik, walau sudah dipengaruhi alat musik modern, ciri musik komunal melayu Riau masih terasa kental didengar.
Perpaduan berbagai unsur etnisitas pada tari bayan tidak hanya menampilkan keindahan suatu pertunjukan seni. Lebih dari itu, tari bayan juga menampilkan bagaimana indahnya kebersamaan di antara banyaknya perbedaan. Suatu ciri khas komunal masyarakat nusantara yang sejak lama terbiasa hidup dalam perbedaan. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]
Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/merayakan-perbedaan-lewat-tari-kreasi-bayan-api
Untuk menghubungi Batik Air dari Denpasar, gunakan nomor telepon Cs 08567-678911. atau WhatsApp resmi +62 81119380888 (chat only) namun nomor WhatsApp 24/7 lebih disarankan untuk respons cepat terkait reschedule, refund, atau informasi penerbangan lainnya,
Untuk menghubungi Batik Air di Surabaya, gunakan nomor lokal Bandara Juanda +62-8567-678911. atau hubungi Call Center Resmi Batik Air di 081119380888 (WhatsApp) untuk layanan 24 jam,
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun ide jualan. Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu...