Selain Pantai dan Timah, Pulau Bangka juga memiliki kuliner yang membuat orang akan selalu ingat dengan pulau yang eksotis ini. Kira-kira apa saja ya kuliner yang tidak boleh terlewatkan jika berkunjung ke Pulau Bangka? kali ini kita akan membahas makanan yang wajib untuk dicicipi para pelancong jika berkunjung ke Bangka. Lempah Kuning Pulau Bangka terkenal dengan makanan yang berbahan dari laut, Lempah kuning ini adalah makanan yang basanya dibuat dari ikan laut tetapi bisa juga menggunakan bahan dasar ayam. Ikan yang biasanya menjadi bahan dari lempah kuning adalah ikan tenggiri, ikan mayong, ikan kerisi, ikan kepitek, ikan pari, ikan ciw, dan masih banyak jenis ikan lainnya. Lempah kuning ini memiliki ciri khas kuah yang berwarna kuning yang dihasilkan dari kunyit yang menjadi salah satu bumbu utama dalam lempah kuning ini. Lempah kuning ini bisa disajikan dengan nanas yang membuat rasanya agak manis, bisa juga digunakan menggunakan daun kedondong yang menghasilkan...
Pada zaman dahulu, di tengah-tengah hutan di Mentok hiduplah seorang perempuan tua. Ia mempunyai seorang anak yang bernama Dempu Awang. Kehidupan mereka sangat sederhana. Mereka hidup dari hasil ladang yang ditanami ubi, keladi, dan lain-lain. Karena hasil ladang yang mereka peroleh sedikit sekali, Dempu Awang bermaksud merantau mencari pekerjaan yang lebih baik. Ia pun mengemukakan maksud itu kepada ibunya. Ternyata sang ibu mengizinkan Dempu Awang merantau. Beberapa hari kemudian, Dempu Awang pamit pada ibunya untuk merantau. Ia menumpang perahu layar. Karena tidak mempunyai uang untuk membayar ongkos naik perahu, Dempu Awang bersedia menjadi anak buah perahu itu. Sepeninggal Dempu Awang, ibunya tinggal seorang diri di tengah hutan. Ia selalu berdoa agar anaknya selamat dan mendapat pekerjaan. Tak terasa sepuluh tahun telah lewat. Berkat doa ibunya, sekarang Dempu Awang telah menjadi seorang yang kaya raya. Namun, ia tidak pernah memberikan kabar kepada ibun...
Cerita ini merupakan kegiatan dari asal usul Pulau Belitung.Dimana terdapat sebuah pulau hanyut yang di akibatkan kemurkaan seorang raja di Bali akibat anaknya mengandung anak akibat hubungan nya dengan anjing kesayangan nya. Hatta setelah tiba waktunya,sang putri yang mengandung akibat hubungan dengan anjing kesayangan nya,melahirkan seorang bayi laki-laki.Berbeda dengan bayi normal,sekujur tubuh bayi tersebut penuh di tumbuhi bulu-bulu subur serta memiliki sebuah ekor kecil,layaknya anjing. Ringkas cerita,karena persediaan makanan kiriman dari istana sebelum di kutuk ayahnya telah menipis,sang putrid pun mulai menggantungkan hidup dari alam.Untuk membesarkan anaknya,di temani anjing kesayangan nya ia berburu biantang apa saja yang ada di hutan,menangkap ikann di sungai,serta memakan tumbuhan hutan apa saja yang bisa di makan.Oleh ibunya,setelah beranjak besar,si anak berekor di ajarkan cara berburu dan menangkap ikan di sungai. Satu hari,si anak berekor berb...
Kelapa adalah nama salah satu daerah yang ada di kawasan Bangka Barat, merupakan daerah penghasil timah juga, namun timah di daerah ini berbeda dengan timah-timah dari daerah lainnya. Pada dasarnya, wilayah Kelapa memiliki kandungan timah, sama dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini. Namun berbeda, jika timah di luar wilayah Kelapa laku dijual, sedangkan timah di Kelapa sendiri tidak ada nilainya, karena kadarnya sangat rendah atau bahkan tidak berkadar sama sekali alias kopong. Menurut legenda, timah di Kelapa disumpah atau disarat oleh para orang tua zaman dulu yang hidup pada masa zaman penjajahan Belanda. Mengetahui kaum kolonialis Belanda yang akan masuk ke Kelapa, dikhawatirkan penjajah akan menggali dan mengambil timah dari bumi Kelapa. Para Suku Do dan Empeng yang hidup pada zaman Belanda di daerah Kelapa, memberikan 'sarat' ke timah. Alhasil, menurutnya timah di daerah ini kadarn...
Buding adalah desa terdekat wilayah Kecamatan Kelapa Kampit, berjarak sekitar 44 kilometer dari Tanjungpandan, ibu kota Kabupaten Belitung. Penduduk desa ini memiliki legenda “ kebanggaan “, Keramat Gadong. Kisah ini terjadi jauh sebelum datang penjajah. Di saat jalan raya yang menghubungkan Tanjungpandan – Manggar ( seperti sekarang ini ) belum ada. Saat sebagian besar penduduk memilih tinggal di pedalaman untuk menghindarkan gangguan lanun yang suka merampok, serta menculik wanita dan anak-anak. Di antara penduduk Belitung yang tinggal di pedalaman tersebut terdapatlah satu keluarga bermukim di sekitar daerah Buding mengarah ke Pering. Keluarga ini mengandalkan hidup dari hasil ladang, hingga mereka selalu berpindah-pindah mengikuti ladang yang di buka.Kepala keluarga itu bernama Kuman Manor. Ia memiliki seorang istri yang sedang mengandung anak keduanya dan seorang anak perempuan bernama Taila. Hatta. Suatu hari...
Buang Jong merupakan salah satu upacara tradisional yang secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat suku Sawang di Pulau Belitung. Suku Sawang adalah suku pelaut yang dulunya, selama ratusan tahun, menetap di lautan. Baru pada tahun 1985 suku Sawang menetap di daratan, dan hanya melaut jika ingin mencari hasil laut. Buang Jong dapat berarti membuang atau melepaskan perahu kecil ( Jong ) yang di dalamnya berisi sesajian dan ancak (replika kerangka rumah-rumahan yang melambangkan tempat tinggal) . Tradisi Buang Jong biasanya dilakukan menjelang angin musim barat berhembus, yakni antara bulan Agustus-November. Pada bulan-bulan tersebut, angin dan ombak laut sangat ganas dan mengerikan. Gejala alam ini seakan mengingatkan masyarakat suku Sawang bahwa sudah waktunya untuk mengadakan persembahan kepada penguasa laut melalui upacara Buang Jong. Upacara ini sendiri bertujuan untuk memohon perlindungan a...
Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka - Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung . Tarian ini biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun). Tari ini digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung. Tarian ini berkembang pada masa pendudukan bangsa Portugis di Bangka Belitung. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ragam pada tari Campak antara lain akordion dan pakaian pada penari perempuan yang sangat kental dengan gaya Eropa . Budaya Eropa membawa pengaruh terhadap Tarian Campak ini dan dapat dilihat dari alat musik pengiringnya yaitu akordion. Pengaruh ini tampak juga pada busana modern Eropa yang dipakai penari perempuannya, seperti gaun panjang, topi, dan sepatu berhak tinggi. Sedangkan penari laki-laki mengenakan busana tradisional yakni kemeja, ce...
Maras Taun pada awalnya merupakan acara peringatan hari panen bagi para petani padi ladang di Desa Selat Nasik, Pulau Mendanau Kabupaten Belitung. Padi ladang hanya dapat dipanen setelah masa tanam sembilan bulan, oleh karena itulah perayaan panen ini hanya dilaksanakan satu tahun sekali. Pada perkembangannya, pesta rakyat ini berubah, tidak sekadar untuk mempe ringati panen padi, melainkan juga sebagai ungkapan syukur semua penduduk pulau, baik petani maupun nelayan. Jika petani merayakan hasil panen padi, maka para nelayan merayakan musim penangkapan ikan tenggiri serta keadaan laut yang tenang. Maras sendiri berarti memotong, dan taun berarti tahun. Makna dari nama ini adalah semua penduduk meninggalkan tahun yang lampau dengan ucapan syukur dan memohon untuk semua yang baik di tahun selanjutnya. Peristiwa Maras Taun ini, sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Selat Nasik saja, namun juga oleh beberapa desa di Pulau Belitung, Pulau Mendanau, dan pulau-pulau kecil la...
Dambus merupakan musik yang telah berusia ratusan tahun dan masih bertahan di Bangka Belitung. Gambus berkembang sejak abad ke-19 bersama dengan kedatangan para imigran Arab dari Hadramaut, Yaman Selatan ke Nusantara. Dengan menggunakan syair-syair kasidah, gambus mengajak masyarakat mendekatkan diri pada Allah dan mengikuti teladan Rasul-Nya. Oleh karenanya, gambus digunakan para imigran menjadi sarana dakwah di nusantara. Langkah ini kemudian diteruskan oleh para ulama untuk berdakwah Islam.