monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
183 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Merebahkan Ayu
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Mendirikan atau merebahkan Ayu hanya dilaksanakan oleh 7 (tujuh) orang. Tiga orang di sebelah kiri dan empat orang disebelah kanan. Sulta (Raja) dan seorang yang bergelar Adji Pangeran ratu tidak turut melaksanakannya mendirikan/merebahkan Pohon Ayu, yang melaksanakan mendirikan/merebahkan Pohon Ayu adalah Pangeran yang ditunjuk oleh Sultan dan kerabat yang dituakan.   Rebahnya pohon Ayu yang disaksikan oleh Sri Sultan, pangkon, undangan, para bangsawan, kerabat dan tamu undangan pertanda bahwa adat Kraton Kutai Kartanegara yang disebut Erau sudah usai dan diakhiri pula dengan pembacaan doa keselamatan.   Selesainya acara dengan saling melemparkan beras kemudian disambung dengan bunyi gong golong, keemduian seluruh kerabat dan para hadirin bersalam-salaman mohon maaf atas segala kesalahan.

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Dewa Menjuluk Buah Kamal
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Dalam sebuah ruangan di Kedaton, di atas kepala para hadirin terbentang tali-tali yang memanjang dan terikat kuat, dengan jarak-jarak tertentu bergelantungan kue-kue kampung yang dibuat dalam kantongan plastik. Hal ini menggambarkan bahwa pohon yang berbuah Bawal/Kamal adalah pohon yang dapat memberikan kehidupan dengan menghasilkan buah-buahan yang siap makan. Para dewa mengambil sepotong kayu sebagai galah untuk memetik dan menggugurkan buah-buah tersebut.   Kemudian duduk di bawah pohon itu sambil makan menikmati kelezatan buah tersebut hingga kenyang. Ini merupakan gambaran kehidupan masyarakat dengan kemurahan sang pencipta yang telah menyediakan alam dengan seisinya.

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Seluang Mudik
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Prosesi Seluang Mudik diawali dengan penampilan Tari Kanjur yang ditarikan oleh kerabat kesultanan, pada saat mereka menari seluruh hadirin berdiri dan turut serta mengikuti tarian tersebut dengan formasi beberapa lapis yang saling berlawanan arah yang diartikan sebagai melambangkan kehidupan hewan air yaitu “Ikan Seluang” yang ada di Sungai Mahakam.   Dengan diiringi alunan gamelan Kanjur, suasana menjadi gembira dan hangat. Kemudian para hadirin yang masing-masing menggenggam beras ditangan, di dalam mangkuk dan di dalam gelas mulai menghamburkan beras tersebut ke atas, kesamping dan pada akhirnya saling melemparkan beras tersebut satu sama lain dengan suasana gembira dan senda gurau.   Kemudian alunan musik gamelan melemah dan TARIAN Kanjur dan Seluang Mudik selesai maka para hadirin saling bersalaman dan saling memaafkan. Prosesi ini menggambarkan simbol kemakmuran bahan pangan berupa beras sebagai makanan pokok rakyat Kutai Kart...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Ngulur Naga
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Ritual Mengulur Naga merupakan kilas balik tentang lahirnya Putri Karang Melenu atau Putri Junjung Buyah di Hulu Dusun. Merupakan cikal bakal keturunan Raja – Raja Kutai Kartanegara. Naga melambangkan kemakmuran, kekuatan, kelembutan dan diturunkan (ngulur) ke sungai.    Di Keraton Kutai Kartanegara disemayamkan 2 ekor replika naga, Naga Laki disemayamkan di bagian serambi Keraton, sedangkan Naga Bini disemayamkan di bagian serambi kiri Keraton. Pada masing-masing replika naga di bagian bawah sekitar dada ditaruh/ditempatkan masing-masing Peduduk lengkap dengan isinya. Dihadapan serambi kiri kanan naga terdapat titian yang disebut Rangga Titi tempat naga diturunkan yang dihampari kain kuning untuk menuju ke Sungai, sebelum naga diturunkan dari persemayamannya ada prosesi persembahan oleh Dewa Belian memberi jamuan dan Besawai bahwa naga akan diturunkan.   Setelah ritual Besawai oleh para Belian, 17 orang Belian yang mengenakan Baju Cina mengangka...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Mendirikan Ayu
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Tiang Ayu atau Pohon Ayu adalah sebuah benda yang terbuat dari kayu ulin panjang dan lurus dan bagian dalamnya terdapat lubang yang menembus dari ujung ke ujung sejajar dengan bagian luar dan bagian salah satu ujung di ikatan besi tipis dan tajam. Benda ini berbentuk tombak atau sumpit yang digunakan sebagai alat berburu pada jaman dahulu.   Berdirinya tiang ayu pertanda menyatunya Raja dan Rakyat secara bersama-sama menegakkan dan mendirikan kebenaran guna mewujudkan kemakmuran untuk semua. Tali Juwita yang menyangga tegaknya Tiang ayu adalah kekuasaaan raja yang berpusat di Sungai Mahakam yang beranak sungai bercabang tujuh, dengan airnya yang selalu mengalir tiada henti guna memberikan kehidupan bagi negeri yang diperintahnya.   Prosesi Mendirikan Tiang Ayu dimulai dengan dihamparkannya sebidang Jalik dan di atasnya dihiasi Tambak Karang dengan motif naga biasa dan naga kurap serta seluang mas berwarna – warni. Di atas Tambak Karang dihamparkan kas...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Bepelas
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Setelah prosesi Merangin dilaksanakan oleh para Dewa dan belian di Serapo Belian, selanjutnya mereka menuju Keraton / Istana dan mereka mengelilingi area Bepelas sebanyak 7 (tujuh) kali, kemudian duduk bersila berjajar dengan posisi Dewa di sebelah kanan dan Belian di sebelah kiri dengan dipimpin oleh Pawang untuk menghaturkan sembah hormat.   Kemudian para Dewa menampilkan Tari Selendang yang diringi oleh alunan gamelan sambil mengelilingi area Bepelas sebanyak satu kali, dan Pemangkon dalam menyalakan lilin di 4 (empat) sudut. Setelah itu para Dewa kembali menarikan Tari Kipas dengan alunan gamelan sebanyak satu putaran, kemudian mereka menarikan Tari Jung Juluk diiringi dengan alunan gamelan juga, berkeliling satu kali putaran dan penghatur hormat kepada hadirin.   Pawang Dewa melakukan “Memang” di belakang Tiang Ayu diiringi suara seruling, “memang” ini ditujukan untuk mengundang Dewa karang dan Pangeran Sri ganjur guna menjaga P...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Menyisiki Lembusuana
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Lembu Suana merupakan motif yang tergambar di atas sebidang Jalik yang “tertata” Tambak Karang. Motif Lembu Suana dibuat dari beras 37 warna. Ritual Menyisik Lembu Suana dimulai ketika para kerabat bangkit dari duduknya dan mengelilingi Tambak Karang Lembu Suana. Para kerabat kemudian meletakkan mata uang, baik kertas maupun logam, pada setiap bagian motif Lembu Suana yang terdiri dari kepala yang bermahkota, belalai, tubuh, kaki, taji, ekor, sayap, dan sisik dengan terlebih dahulu menghaturkan “niat” masing-masing terhadap pemaknaan dari simbol-simbol dalam diri (wujud) Lembu Suana.   Meletakkan uang tersebut terserah kepada yang bersangkutan apakah pada sisiknya, matanya, ekornya, tajinya dan lain-lain yang kesemuanya itu mengandung makna tertentu menurut niat bagi orang yang meletakkan uang tersebut.Didalam menyisik Lembu Suana yang hadir diharuskan memakai busana warna hitam menurut adatnya.   Menyisiki lembu suana dimulai oleh S...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Dewa Belian Menjala
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

Prosesi ini dimulai dengan Dewa laki bangkit dari duduknya sambil menyeret perahu/biduk/gubang berwarna kuning mengelilingi area Tambak Karang. Sedangkan Dewa bini menghamparkan kain kuning panjang, juga berkeliling.   Para hadirin dan kerabat melemparkan/memasukkan uang logam dan kertas ke dalam perahu/biduk di atas kain kuning panjang hingga menumpuk. Prosesi ini menggambarkan mencari ikan dengan menggunakan perahu, jala, dan mendapatkan hasil untuk kehidupan sehari-hari. Lebih jauh melambangkan tradisi gotong royong untuk saling membantu.  

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Upacara Membuang Bangkai Masyarakat Dayak
Ritual Ritual
Kalimantan Timur

1. Suku Benuaq/Tunjung Peran Api : Jika terjadi kematian, gong dibunyikan dengan irama paluan agak jarang yang disebut Titi sebagai tanda telah terjadi kematian. Maksudnya supaya segera diketahui oleh kaum familinya. Setelah mayat dimandikan, mayat tersebut diukir – ukir dengan darah ayam, kemudian dibungkus dengan kain sebanyak 7 helai. Mayat tersebut lalu dimasukan kedalam peti yang terbuat dari kayu bundar yang disebut Lungun. Kenyau : Bagi orang yang mampu, lungun itu dilapisi dengan lungun yang lebih besar dan diukir seindah mungkin serta diwarna – warnai. Lungun lapisan tersebut dinamakan Selong. Selanjutnya dilakukan pula upacara adat selama 9 hari dan memotong kerbau. Adat ini disebut Kenyu. Kuwangkai : Setahun atau dua tahun kemudian, mayat tersebut dibongkar dari dalam selong tersebut diatas dat tulang – menulangnya dikumpulkan lalu dibuat dalam tempayan. Orang mulai melakukan upacara Adat Kuwangkai yang berlangsung selama 14 hari deng...

avatar
Aldi Riandana