Ada beberapa aspek ilmu pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak dan diwariskan secara turun-temurun yang dapat didukomentasikan, seperti arsitektur rumah lamin, obat tradisional dan kuliner. Hamper seluruh komunitas suku Dayak memiliki rumah adat Lamin sebagai tempat tinggal mereka. Pada masa dahulu, lamin ini diperuntukkan untuk satu kelompok suku Dayak sehingga dibuat berukuran sangat besar tergantung jumlah komunitas didalam suku tersebut. Tidak heran jika satu lamin ada yang berukuran mulai dari 30 meter sampai 100 meter. Lamin yang mereka bangun memiliki tiang antara 3-4 meter dari permukaan tanah, tingginya lamin ini berfungsi untuk menghindari binatang buas dimaksudkan untuk menghindari serangan dari musuh. Dalam lamin ini terdapat ruang/kamar yang disusun berderet, setiap kepala keluarga memiliki satu kamar selain dapur pada bagian paling ujung lamin. Lamin ini memiliki tangga naik yang jumlahnya bervaria...
Masyarakat Dayak Kenyah memiliki bibit padi abung dan bibit padi mayas, yang didapat secara turun-temurun dengan cara menyisihkan bibit padi terbaik untuk disemaikan lagi pada musim tanam nanti. Disela-sela ladang, mereka juga menanam palawija dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin. Orang kenyah mengenal beberapa tahapan dalam bercocok tanam. Pertama ketua adat akan melakukan pertemuan untuk membagi lahan sekitar 1 – 2,5 hektare tiap keluarga agar tidak terjadi bentrok dalam mengusahakan lading, yang disebut tulat atau sa’ang uma. Kedua diadakan perintisan (midik) yaitu meninjau lokasi perladangan untuk melihat apakah lading yang akan dibuka keadaan tanahnya sudah kembali subur atau belum, yang ditandai dengan ukuran pohon yang ada. Ketiga penebangan pohon-pohon dan membersihkan lahan yang disebut nepeng, yang diadakan kurang lebih 15 hari. Batang pohon yang besar digunakan untuk memdirikan pondokan sebagai tempat tinggal sementara sampai...
Selain masih mempercayai pengobatan dengan cara Beliatn mereka juga mengenal berbagai jenis tanaman obat yang diyakini mampu mengobati beberapa jenis penyakit yang umum didaerah mereka, seperti : Obat sakit perut : Dayak Benuaq yaitu tanaman Gelinggam (satu jenis tanaman yang dikenal sebagai anti racun), tanaman peai dan tanaman benuang rangkang (tanaman yang dipercaya sebagai obat sakit perut atau mencret). Dayak Tunjung yaitu tanaman kunjeng. Obat penawar racun : tanaman koyur dipercaya bisa menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Obat bedak dingin : tanaman kokang (pucuk daun kokang) dan beras yang direndam selama 2 minggu, setiap 2 atau 3 hari air rendaman digantu, setelah 2 minggu ditumbuk halus, setelah jaddi bubuk atau bedak dicampur sedikit air dan dioleskan ke tubuh atau muka. Obat luka sengatan/patil ikan : tanaman biowo ( yang digunakan adalah daunnya, tanaman ini juga digunakan saat upacara Beliatn, tanaman ini juga bisa...
Selain masih mempercayai pengobatan dengan cara Beliatn mereka juga mengenal berbagai jenis tanaman obat yang diyakini mampu mengobati beberapa jenis penyakit yang umum didaerah mereka, seperti : Obat sakit perut : Dayak Benuaq yaitu tanaman Gelinggam (satu jenis tanaman yang dikenal sebagai anti racun), tanaman peai dan tanaman benuang rangkang (tanaman yang dipercaya sebagai obat sakit perut atau mencret). Dayak Tunjung yaitu tanaman kunjeng. Obat penawar racun : tanaman koyur dipercaya bisa menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Obat bedak dingin : tanaman kokang (pucuk daun kokang) dan beras yang direndam selama 2 minggu, setiap 2 atau 3 hari air rendaman digantu, setelah 2 minggu ditumbuk halus, setelah jaddi bubuk atau bedak dicampur sedikit air dan dioleskan ke tubuh atau muka. Obat luka sengatan/patil ikan : tanaman biowo ( yang digunakan adalah daunnya, tanaman ini juga digunakan saat upacara Beliatn, tanaman ini juga bisa...
Belian adalah suatu upacara Suku Dayak untuk meminta doa restu kepada Sanghiyang – sanghiyang dan bantuk kegiatannya merupakan suatu tarian disertai bunyi – bunyian seperti kelentangan, gong dan gendang dengan diiringi oleh bebepara orang pengikut. Belian menurut bentuknya terbagi atas 2 bagian : Belian membayar niat Belian memelas tahun. Belian menurut pekerjaannya terbagi atas 2 bagian pula yakni : 1. Belian besar : Timbak (brampan) Menyemak (belian naik ayun bagi perempuan Bekelew (laki – laki dan perempuan bergantar berkeliling) 2. Belian kecil : Bao (untuk berobat) Poje (puluhan) Sentiu (minta kepada dewa – dewa) Kuyang (untuk berobat) Pekerjaan belian tersebut diats adalah didasarkan atas niat atau kehendak belaka. Belian membayar niat umpamanya dilakukan kalau hendak mengobati seseo...
1. Suku Benuaq/Tunjung Peran Api : Jika terjadi kematian, gong dibunyikan dengan irama paluan agak jarang yang disebut Titi sebagai tanda telah terjadi kematian. Maksudnya supaya segera diketahui oleh kaum familinya. Setelah mayat dimandikan, mayat tersebut diukir – ukir dengan darah ayam, kemudian dibungkus dengan kain sebanyak 7 helai. Mayat tersebut lalu dimasukan kedalam peti yang terbuat dari kayu bundar yang disebut Lungun. Kenyau : Bagi orang yang mampu, lungun itu dilapisi dengan lungun yang lebih besar dan diukir seindah mungkin serta diwarna – warnai. Lungun lapisan tersebut dinamakan Selong. Selanjutnya dilakukan pula upacara adat selama 9 hari dan memotong kerbau. Adat ini disebut Kenyu. Kuwangkai : Setahun atau dua tahun kemudian, mayat tersebut dibongkar dari dalam selong tersebut diatas dat tulang – menulangnya dikumpulkan lalu dibuat dalam tempayan. Orang mulai melakukan upacara Adat Kuwangkai yang berlangsung selama 14 hari deng...
Tari ngerangkau adalah tarian khusus yang diadakan untuk upacara Kwangkai, bermaksud untuk mengundang roh si mati untuk bersama-sama dengan keluarga bersuka ria. Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung percaya bahwa tarian ini dapat mendatangkan roh yang meninggal. Tarian ini dibawakan oleh laki-laki maupun perempuan, tidak ada batasan jumlah penari dalam tarian ini. Dilaksanakan di tumah duka yang mengadakan upacara Kwangkai, dilakukan malam hari sampai dinihari. Tarian ini baru dilaksanakan jika penari sudah mendapat isyarat dari sang pawang. Saat tarian dilaksanakan sang pawang akan terus menerus membaca/bernyanyi yakni menceritakan riwayat hidup si mati. Kostum yang digunakan untuk laki-laki pakaian sehari-hari dengan memakai kain cawat, rompi dan ikat kepala dari kain berwarna merah yang disebut kesapu. Pakaian wanita terdiri dari kain taah atau tapeh silak, kebaya lengan panjang dengan leher bundar dan ikat kepala berwarna merah pula (Zailani, 1999:75-76).
Tari ngeleway dikenal sebagai tarian pelengkap pada upacara perkawinan Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung. Tarian ini diadakan ketika acara naik kepala yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dari semua golongan umur. Untuk wanita menggunakan kain ta’ah, kebaya lengan panjang dengan leher bundar dan selendang sedangkan penari laki-laki menggunakan cawat, baju dari kulit jomo dan kesapu dank ain yang bercorak kotak-kotak serta Mandau yang diikatkan dipinggang. Pelaksanaannya selalu pada siang hari saat kedua mempelai dipersandingkan (Ibid, 79).
Salah satu warisan budaya Dayak yang selama ini terabaikan adalah pengetahuan akan cara pengobatan dan obat tradisional yang telah dikenal sejak dahulu. Hal ini disebebkan antara lain terbatasnya orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, disamping itu pengetahuan tersebut disampaikan secara lisan sehingga sering kali tidak terdokumentasi secara baik, padahal masyarakat Dayak telah memiliki kemampuan meramu obat-obatan yang relevan sampai saat ini. Sebagai contoh untuk merencanakan jumlah anak yang diinginkan mereka melakukannya dengan memakan daun suluh dari satu jenis pohon tertentu (Riwut, 2003;316). Masyarakat Dayak juga mengenal upacara pengobatan yang dikenal sebagai upacara Beliatn (baca Belian). Upacara ini harus dilaksanakan karena menurut pandangan mereka seseorang yang terkena suatu penyakit disebabkan oleh perbuatannya sendiri yang membuat dewa-dewa atau leluhur mereka murka sehingga memberikan bala/bencana kepada orang tersebu...