Budaya Indonesia
678 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nasi Uduk, Makanan Khas betawi yang menjadi sarapan Khas bagi Warga Jakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Jakarta, Ibu kota dari negara kita tercinta Indonesia. Kalau ke jakarta biasanya apa sih yang kita pikirkan? Hmmm, sebagian orang mungkin akan berpikir Jakarta itu macet, panas, dan lainnya. Tapi guys, terlepas dari itu semua di Jakarta adalah asalnya suku Betawi yang terkenal dengan pencak silat, religius, dan yang pasti makanannya yaitu Nasi uduk. Mungkin kebanyakan orang sekarang banyak yang tidak tahu bahwa nasi uduk ini adalah makanan khas betawi loh, biasanya warga jakarta memakan ini di saat sarapan atau saat makan pecel lele dan pecel ayam, hehehe. Untuk yang belum tahu nasi uduk khas betawi itu seperti apa yuk kita lihat foto-foto di bawah ini, Awas jangan sampai ngiler! Hehehe karena nasi uduk ini lumayan menggoda loh guys.

avatar
Hendramalik
Gambar Entri
Pulau tidung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Pada tahun 1800 an pulau tidung sudah dihuni oleh penduduk walaupun jumlahnya pada waktu itu masih sedikit. Pulau tidung terdiri dari 2 pulau kecil yaitu: Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, konon menurut sumber cerita bahwa Pulau yang pertama dihuni penduduk adalah Pulau Tidung Kecil, dengan bertambahnya tahun demi tahun penduduk semakin bertambah dan barulah hijrah ke Pulau Tidung Besar. Penduduk Pulau Tidung Berasal dari bermacam-macam suku diantaranya suku Bugis, Mandar, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera, Sumbawa dan Banten bahkan ada dari Batavia. kala itu agama yang dianut oleh para penduduk setempat dan pendatang adalah agama islam, dan pada saat itu pula gunung Krakatau meletus sedang di-Pulau Tidung sudah dihuni oleh banyak penduduk terutama dari keturunan para pendatang. konon menurut cerita sebelum indonesia merdeka Pulau Tidung dipimpin oleh seorang BEK yang dikenal sebagai lurah, waktu lurah yang pertama memimpin PULAU TIDUNG adalah Bapak A.MUNDARI...

avatar
Capricorn
Gambar Entri
Legenda Buaya Putih Danau Setu Babakan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Setu Babakan adalah sebuah danau buatan yang awal nya digunakan sebagai tempat resapan air , namun sekarang juga dijadikan sebagai tempat wisata bagi warga sekitar setelah diresmikan sebagai pusat pelestarian warisan Budaya Jakarta. Danau yang memiliki luas 30 hektare ini memiliki legenda yang berkaitan dengan penampakan buaya putih oleh mansyarakat setempat dan berikut ini adalah cerita tentang Legenda Buaya Putih Setu Babakan. Pada suatu ketika disebuah Desa yang berada di pinggir danau  yang oleh warga sekitar disebut sebagai Setu Babakan hiduplah sepasang remaja yang saling mencinta namun kisah percintaan mereka tak disetujui oleh bapak si gadis. Sebab si pemuda, yang bernama Joko itu hanyalah seorang petani miskin. Pada satu hari, Joko berkata kepada kekasih nya, “Dik Siti, Bapak engkau sangat menolak hubungan kita berdua”, Pemuda itu menjelaskan, “Mungkin karena aku hanyalah dari keluarga petani yang tak berada.  Agar bapak, merestui hub...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
1_Wayang Potehi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Masyarakat peranakan Tionghoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Kesenian tradisional Tionghoa pun ikut memberi warna dalam budaya nusantara. Persenyawaan unsur budaya asal daratan Cina dengan karakter budaya lokal menghadirkan keunikan tersendiri dalam tradisi yang berkembang dalam masyarakat peranakan Tionghoa di Indonesia. Keunikan ini begitu kental terasa dalam seni pertunjukan tradisional wayang potehi. Wayang potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional asal Cina Selatan. “Potehi” berasal dari akar kata “pou” (kain), “te” (kantong), dan “hi” (wayang). Secara harfiah, bermakna wayang yang berbentuk kantong dari kain. Wayang ini dimainkan menggunakan kelima jari. Tiga jari tengah mengendalikan kepala, sementara ibu jari dan kelingking mengendalikan tangan sang wayang. Diduga, akar dari kesenian wayang potehi telah berkembang selama kurang lebih 3.000 tahun. Bukti-bukti sejarah yang lebi...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
2_ Sukong
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Sukong adalah salah satu alat musik tradisional khas betawi. Alat musik ini biasanya terdapat di kesenian gambang kromong. Sukong juga merupakan alat musik tradisional yang berembrio dari tradisi tionghoa. Jika dilihat dari bentuk dan cara memainkanya, alat musik sukong ini menyerupai alat musik rebab yang berasal dari arab. Hanya saja dari segi ukuran sukong lebing kecildan hanya memiliki 2 dawai. Alat musik sukong dimainkan dengan cara digesek. Bagian badan dari sukongini terbuat dari batok kelapa. Sedangkan pada busurnya terbuat dari batang pohon yang elastis dan rambut yang biasa digunakan dalam busur menggunakan rambut dari ekor kuda jantan berwarna putih keemasan. Alat musik tradisional sukong umumnya digunakan untuk mengiringi kesenian Betawi seperti ondel- ondel dan juga pementasan lenong. Sebagai alat musik yang fungsinya sebagai melodi, sukong dapat menghasilkan irama lagu lagu betawi seperti kicir – kicir dan jalai – jali. Sukong ini merupaka...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Tari Kang Aji
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari kang aji adalah tari dengan gerakan luwes dan lincah. Sering dipertunjukkan untuk hajatan dan pesta.  [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]   Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tari-kang-aji

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Rumah Kebaya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Dilihat dari bentuknya, rumah tradisional Betawi memperlihatkan pengaruh arsitektur luar, seperti Eropa, Cina, dan Arab. Hal ini terlihat dari bentuk pintu, jendela, lubang angin, dan ornamen-ornamen lain. Kendati demikian, bentuk arsitektur lokal juga tidak ditinggalkan, salah satunya adalah bentuk rumah panggung. Kalaupun bukan rumah panggung, lantai rumah dibuat lebih tinggi dari tanah. Seperti layaknya daerah lain di Indonesia, suku Betawi juga memiliki rumah adat yang sangat unik. Ada dua jenis rumah adat Betawi. Yang pertama adalah Rumah Bapang atau sering disebut Rumah Kebaya. Ciri khas rumah ini adalah teras rumahnya yang luas, disanalah ruang tamu dan bale atau kursi tempat santai pemilik rumah berada, dengan gaya bangunan semi terbuka hanya di batasi pagar setinggi 80 cm. Lisplank rumah kebaya diukir dengan ornamen segitiga berjajar (gigi balang). Di bagian tengah sebagai ruang tinggal tertutup dinding, di luarnya merupakan teras terbuka dikelilingi pagar karawang rend...

avatar
Oase
Gambar Entri
Permainan Coko
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Permainan coko sudah berkembang di DKI Jakarta sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Permainan yang secara harafiah diartikan sebagai “perebutan” ini dahulu sering diselenggarakan oleh orang Belanda untuk memeriahkan pesta-pesta yang mereka adakan. Pesertanya adalah kaum pribumi yang menjadi buruh pekerja di perkebunan-perkebunan milik orang-orang Belanda tersebut. Hadiahnya berupa makanan (keju, gula, susu, roti) dan pakaian yang digantungkan di puncak batang pinang yang telah dilumuri minyak. (id.wikipedia.org)   Setelah Bangsa Indonesia merdeka permainan ceko berganti namanya menjadi lomba panjat pinang. Penyelenggaraannya pun dilakukan bertepatan pada hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Sedangkan tujuannya, selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan, juga sebagai sarana hiburan pelepas rutinitas keseharian.   Pemain Permainan panjat batang pinang dapat dikategorikan sebagai permainan remaja dan dewasa yang umumnya...

avatar
Yeni27naibaho
Gambar Entri
Nyai Dasima
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Dalam khazanah cerita rakyat Betawi terdapat sebuah cerita yang terkenal yaitu “Nyai Dasima”. Ketenaran cerita ini dapat dibuktikan dengan kemunculan dalam berbagai bentuk : prosa (novel, bacaan anak – anak), puisi (syair, pantun), drama (Komedie Stamboel, Miss Riboet), film dan sinetron. Cerita ini semakin bertambah popular karena adanya lintas budaya. Cerita ini tidak saja terdapat dalam budaya Betawi dengan ditampilkan dalam pertunjukan lenong, misalnya, tetapi juga dalam budaya Sunda (Gending Karasmen), dan budaya Jawa (Rombongan Sandiwara Lokaria). Pada tahun 1896 G. Francis menerbitkan novel yang diberi judul Tjerita Njai Dasima . Henry Chambert – Loir dalam “Malay Literature in the 19th Century” menyebutkan bahwa di Leningraad terdapat cerita “Nyai Dasima” dalam koleksi Akhmad Beramka tentang syair nomor 68. Tidak disebutkan tahun penciptaan manuskrip ini, namun Akhmad Beramka aktif menulis antara tahun 1906 sampa...

avatar
Deni Andrian