Kota Surakarta pada mulanya adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Akan tetapi, adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Kerajaan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Pemecahan pusat pemerintahan terbagi menjadi 2, yakni Kota Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintah Kota Surakarta terpecah menjadi 2 lagi, yakni Kasunanan dan Mangkunegaran atas dasar Perjanjian Salatiga (1767). Kota Surakarta sendiri lebih dikenal masyarakat dengan nama Kota Solo. "Sala" adalah nama sebuah desa yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II untuk mendirikan istana baru setelah perang suksesi Mataram yang terjadi di Kartasura. Pada saat itu, Sunan Pakubuwana II membeli tanah itu dari seorang Kepala Desa Sala bernama Kyai Gedhe Sala. Kata "sala" berasal dari nama sebuah pohon suci asal India, yaitu Pohon Sala (Couroupita guianensis). Nama Kota Sala (dibaca Solo) terus dipakai secara meluas, bahkan lebih umum penggunaannya dibandingkan nama Kota Surakarta. Akan tetapi ejaanny...
Grebegan atau mulutan adalah sebuah tradisi keraton solo yang diadakan pada 12 rabiul awal yaitu pada saat hari kelahiran nabi Muhammad SAW. Hal itu dilakukan oleh pihak keraton untuk diberikan kepada masyarakat yang ada di kota solo. Tradisi ini dinamakan grebegan diambil dari kata "grebeg" yang berarti menangkap, masyarakat menangkap apa yang diberikan masyarakat tersebut dan nama mulutan tersebut diambil dari kata maulid, orang jawa memudahkan hal itu dengan mengganti nama menjadi mulut dan kebiasaan orang jawa menambahkan huruf diakhir kata dengan akhiran -an sehingga menjadi mulutan. Tradisi ini terjadi secara turun temurun dari pertama kalinya keraton solo berdiri hingga sekarang. Tradisi tersebut dimaksudkan untuk menyebarkan agama islam. Masyarakat yang awalnya beragama hindu kemudian para pimpinan keraton memiliki ide untuk membuat agama islam dapat diterima dengan melakukan akulturasi budaya antara hindu dan islam. Dengan hal itu, meningkatkan jumlah orang yang beragama i...
Cingur dalam bahasa Jawa itu artinya "Mulut" Jadi, Sate Cingur Sapi ini bahan utamanya adalah bagian "Mulut" atau moncong sapi. Rasa sate cingur sapi ini hampir mirip seperti kikil. Teksturnya sangat kenyal, bila digigit hampir seperti agar-agar namun tidak mudah hancur. Tenang saja, sate cingur ini tidak berbau amis. Rasanya unik dan dominan gurih manis. Sate cingur sapi ini cocok dimakan dengan nasi hangat. Atau makanan yang berkuah-kuah. Bila sedang berkunjung ke Bandung dapat mencoba sate cingur sapi ini di Soto Sedaap Boyolali di berbagai cabang. Layak untuk dicoba bersama keluarga dan kerabat
Jonjang adalah bahasa jawa (khususnya Banymas) dari Permaianan. Jonjang cegok merupakan permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak Banyumas. Permainan ini merupakan permainan kelompok dimana satu kali permainan akan ada dua kelompok yang bermain. Masinh-masing kelompok nantinya akan berperan sebagai pihak penyerang dan pihak penjaga secara bergantian. Pihak yang dapat memperoleh poin nantinya adalah pihak penyerang, sedangkan pihak penjaga harus bisa mengalahkan pihak penyerang untuk menukar posisinya menjadi penyerang dan berkesempatan memeperoleh poin. Alat-alat yang diperlukan biasanya adalah pecahan genteng dan bola (biasanya bola kasti). Sebenarnya di Indonesia atau bahkan di Banyumas itu sendiri terdapat banyak versi dalam nama, peraturan, maupun pelaksanaan permainan ini, disitulah tergambarkan bagaimana budaya Indonesia begitu beragam yang juga mencerminkan betapa majunya peradapan sumber daya manusia Indonesia pada jaman terbentuknya kebudayaan-kebudayaan ter...
Tingkeban, Prosesi Memohon Keselamatan Ibu dan Bayi Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, meninggalkan berbagai adat pada setiap aktivitas yang dilakukan ataupun hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Tidak terlepas ketika seorang wanita sedang mengandung, berbagai ritual telah turun menurun dilakukan demi kebaikan dan keselamatan ibu dan calon bayinya. Berasal dari adat Jawa, tradisi ibu yang sedang mengandung salah satunya disebut Tingkeban atau Mitoni. Tingkeban atau mitoni adalah tradisi adat Jawa dimana ketika kandungan kehamilan sudah memasuki usia tujuh bulan. Mitoni sendiri berasal dari kata “pitu” atau tujuh dalam bahsa Jawa. Pitu sendiri dapat diartikan sebagai pitulungan atau pertolongan untuk keselamatan dan memohon kelancaran persalinan nantinya. Untuk melaksanakan r...
Kekep Antep adalah makanan khas yang bisa disebut juga asam daging yang berasal dari Jepara. Makanan ini berbahan dasar daging yang direbus samapai empuk yang memiliki rasa asam dengan rempah-rempah dari Indonesia terutama dari Jawa. Karena memakai rempah-rempah khas Jawa makanan ini memliki rasa khas yang berasal dari Jawa. Makanan ini biasa disajikan dengan nasi, lontong, atau ketupat. Makanan ini juga bisa disajikan dengan karbohidrat lainnya ataupun makanan-makanan lain yang dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Makanan ini biasa disajikan untuk makanan hajatan dengan dilengkapi menu lainnya. Selain itu makanan ini juga biasa disantap sebagai hidangan untuk orang-orang yang membantu memasak makanan hajatan. #OSKMITB2018
Mungkin tidak terlalu banyak orang yang tau tentang kue yang satu ini..,"Pukis" adalah kue yang berasal dari daerah jawa tengah,bentuknya yang seperti kue bandros mungkin sudah jarang terlihat di pasar. ups tapi jangan salah,meskipun bentuknya mirip bandros namun kue pukis memiliki tekstur yang lembut seperti bantal dan dalamnya seperti kue bolu dan kue balok. rasa kue yang manis dengan coklat diatasnya dan tekstur yang lembut bisa membuat lidah anda ketagihan untuk memakannya lagi. tapi ingat terlalu banyak makan manisan mungkin tidak terlalu baik untuk kesehatan =w=) #OSKMITB2018
Bakmi Jawa Bakmi Jawa sering disebut juga Mie Jawa adalah olahan Bakmi Rebus (Jawa : Bakmi Godhog) yang dimasak dengan racikan bumbu-bumbu khas Masakan Jawa. Disebut Bakmi Godhog karena kebanyakan bakmi Jawa diolah dengan di rebus atau dengan kuah, di luar negeri khususnya di Malaysia dan Singapura dikenal dengan sebutan Mie rebus. Namun sebenarnya ada variasi mi goreng dari bakmi Jawa. Bakmi Jawa atau Bakmi Godhog diolah dengan dimasak di atas tungku tanah liat atau anglo dengan bahan bakar api arang. Ciri khas dari Bakmi Godhog ini adalah Juru Masak tidak pernah memasak banyak pesanan dalam satu wadah, akan tetapi setiap pesanan dimasak dengan racikan bumbu satu persatu. Satu kali masak untuk satu porsi yang dimasak dalam wajan kecil. Ciri khas yang lainnya adalah tambahan daging ayam kampung suwir serta telur bebek ke dalam Bakmi Godhog. Satu lagi yang paling penting pembuat bakmi atau penjual bakmi tidak pernah memberitahukan resep...
Hyang Girinata menginginkan melingkari dunia berbarengan istrinya. Mereka naik diatas punggung lembu Andini, terbang di angkasa. Mereka sudah usai melingkari pulau Jawa, lantas terbang di atas samodera. Kebetulan saat matahari tenggelam, saat senja saat, cahaya matahari merah menyinari air samudera, menyebabkan pandangan indah di lautan. Hyang Guru melihat keindahan samudera, bimbang sangsi hatinya, bangkit asmaranya, lantaran mulai sejak kelahiran Wisnu, jauh dari rindu asmara. Mulai sejak tersebut baru bangkit hasrat untuk berwawan asmara dengan istrinya. Namun sayang, Dewi Uma tidak ada menanggapinya, sebab rasa hati masihlah jauh untuk bersenggama. Sang Hyang Guru berkemauan keras, sang istri dipegang lantas dipangkunya dan bakal digaulinya. Sang istri menampik serta menghindar dan berkata kasar. Dikatanya Hyang Guru sangat kasar seperti raksasa, berbuat di sembarang tempat di atas punggung lembu. Sang istri mengharap supaya Hyang Guru sabar, lantaran kata Dewi Uma itu...