Ciri khas dari masakan ini adalah kuahnya pakai ikan cakalang masak yang sudah ditumbuk halus ditambah daun kemangi yang menurut saya wajib ada dan akan menambah kesagaran kuah. Biasanya binte pakai jagung kuning. Tapi bisa juga dikreasikan dengan menggunakan jagung pulut. Bahan-bahan 6 buah jagung muda (kali ini pakai jagung putih dicampur yg kuning) 1.5 liter air 300 gr ikan cakalang (saya pakai tuna) 2 ikat kemangi Belimbing wuluh Bahan menumis: 5 siung Bawang merah 1 siung bawang putih Cabe rawit Bahan pelengkap: Saos sambal Kecap Jeruk nipis Daun seledri Daun bawang Langkah Serut jagung. Masukkan jagung dan air ke dalam panci dan masak sampai mendidih. Masukkan juga ikan cakalang masak sampai matang. Haluskan bahan halus, tumis dan campurkan ke dalam kuah. Jika ikan telah masak, angkat dan buang...
Bahan: 1 1/2 gelas / 375 cc santan kental Garam secukupnya 4 gelas / 500 gr tepung geras ketan Daun pisang yang muda untuk membungkus Isi: 1 gelas / 200 gr gula merah, iris halus 1/2 gelas / 125 cc air Garam secukupnya (bahan di atas masak jadi satu, saring) 1 buah kelapa, parut Cara Membuat: Masak 1 gelas santan dan garam sebentar, tuang ke tepung ketan. Remas-remas hingga cukup keras. Bentuk seperti telur isi tengahnya dengan adonan isi Buat isi: Campur gula cair dengan kelapa parut, aduk di atas api hingga matang dan agak kering Bungkus kue dengan daun pisang, siram atasnya dengan sisa santan kental. Kukus hingga matang Sumber: 1010 Resep Asli Masakan Indonesia, Tim Tujuh Sembilan Tujuh
Bahan : 300 gr tepung ketan hitam 300 ml santan kelapa kental 1 sendok teh garam halus daun pisang untuk membungkus secukupnya Bahan Isi: 150 gr kelapa parut 1/4 sdt vanili bubuk 100 gr gula merah Sedikit garam Cara Membuat: Membuat bahan isi Campurkan semua bahan isi lalu masak di atas api sedang sampai gula benar-benar larut, sisihkan sejenak Campurkan tepung ketan hitam dan garam dalam satu wadah, aduk sampai tercampur rata Tuang santan sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil diuleni dengan tangan sampai kalis Ambil adonan secukupnya lalu beri bahan isi pada bagian tengahnya (lakukan sampai adonan habis) Bungkus dengan daun pisang dengan melipat-lipat ujungnya Kukus adonan yang sudah dibungkus dengan daun pisang sampai matang Kue bugis ketan siap disajikan Video Pembuatan: https://www.youtube.com/watch?v=24AM2W80DUs &nb...
Bahan-bahan 1 buah mangga 3 buah cabe rawit 3 buah kemiri 5 siung bawang merah secukupnya garam 1 sdm udang kecil/ebi penyedap rasa terasi (jika suka) Cara Membuat Parut mangga yg sudah dikupas kulitnya lalu peras/bersihkan dengan air matang lalu peras sisihkan Goreng bawang merah dan kemiri.ulek cabe rawit garam kemiri dan bawang sampai halus lalu masukkan mangga yg sdh diparut tadi lanjut ulek lagi masukkan udang ebi ulek sedikit cicipi rasax dan siap dihidangkan RM yang menyediakan: Aroma Palopo Jl. Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta 021 22450100 sumber: https://cookpad.com/id/resep/742673-sambal-manggaraccak-manggabahasa-bugis
1. BAHAN 1) Ayam 1 ekor 2) Kelapa ½ butir 2. BUMBU 1) Bawang putih 2 siung 2) Lada ½ sendok teh 3) Jeruk nipis 1 butir 3. CARA PEMBUATAN 1) Ayam dibersihkan, diambil paha dan dadanya, dipanggang diatas api jangan sampai menjadi merah. 2) Setelah masak, daging tersebut disayat-sayat seperti membuat abon. 3) Kelapa diparut, sebagian dibuat santan, sebagian lagi ditumbuk. 4) Bawang putih dan lada dihaluskan, dicampur dengan daging ayam. 5) Kelapa tumbuk dicampurkan juga, diaduk sampai rata. 6) Sesudah itu santan kental dan air jeruk nipis dimasukkan. Keterangan : 1) Masakan ini tidak berkuah (jemek). 2) Ayam dapat diganti dengan jantung pisang, yang direbus dan dihaluskan. https://hobimasak.info/resep-lawu-manu-bugis/
Asal Usul Berasal dari kata Bale (Ikan), Bolu (Ikan Bandeng) & Nasu (Masak) dalam bahasa bugis Sinjai, begitulah Suku Bugis di pedalamanku menyebutnya. Di Makassar, dengan makanan serupa orang menyebutnya Pallu (Masakan) Mara (Ini aku kurang tahu artinya). Berawal dari kebiasaan turun temurun keluargaku yang mengajarkan anak cucunya memasak dari semenjak kecil, Aku belajar dari Ibu memasak berbagai masakan Bugis, salah satunya meracik bumbu khas bugis. Seorang perempuan di zamanku dan dikeluargaku tidak diperbolehkan keluar dari rumah tanpa bekal dari Dapur, setidaknya bisa menanak nasi, sayur dan memasak ikan. Kenapa harus Ikan? Karena orang bugis identik dengan lauk ikan, berbeda dengan suku Jawa yang cukup dengan, tempe tahu dan Ayam. Orang Bugis kadang belum merasa sah jika lauknya cuma ayam atau tempe tahu, sebaliknya tidak perlu Ayam jika sudah ada ikan. Resep Bahan : Ikan Bandeng Segar...
Lagu "Anging Mammiri" tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, berkat buku-buku kumpulan lagu daerah yang menjadi pegangan para pelajar sekolah dasar di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bahasa apa yang digunakan lagu ini. Banyak yang mengira lagu ini dalam bahasa Bugis, padahal yang benar adalah bahasa Makassar. Lho, memang apa bedanya? Meski sama-sama berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, bahasa Bugis dan bahasa Makassar adalah dua bahasa yang berbeda. Penutur kedua bahasa ini tidak bisa memahami satu sama lain, oleh karena itu komunikasi antar-suku di Sulawesi Selatan biasanya dilakukan dalam dialek Makassar. Lho, beda bahasa Makassar dan dialek Makassar apa? Bahasa Makassar adalah bahasa tersendiri yang tidak bisa dimengerti oleh penutur bahasa Indonesia/Melayu, sedangkan bahasa Indonesia (atau Melayu) dialek Makassar kurang lebih sama dengan bahasa Indonesia yang digunakan di daerah lain, tapi banyak menyerap fitur berbagai bahasa dan dialek di Sulawesi...
Dapur Orang Bugis Makasar Istilah dapur (tradisional) disini mencakup pengertian dapur sebagai ruang /bangunan, tempat menyimpan peralatan masak dan tempat berlangsungnya kegiatan makan minum. Eksistensi dapur ini timbul bersamaan dengan diketemukannya api oleh manusia. Dapur bagi orang Bugis-Makassar sangat dekat dengan proses dan eksistensi keluarga. Keluarga yang masih “hidup” dapat ditengarai dengan dapur yang masih berasap. Sebaliknya sebuah dapur yang sudah tidak berasap lagi menandakan bahwa keluarga pemilik dapur sudah mati. Dapur tradisional Bugis-Makasar pada umumnya berbentuk segi empat, mengikuti filsafat orang Sulawesi Selatan yang disebut “Sulapa Eppa” yang artinya “Yang dianggap paling sempurna adalah yang bersegi empat”. Bentuk formasi bangunan untuk perletakan tungku ada yang terbuat dari kayu dan ada pula yang diletakkan diatas lantai rumah secara berdampingan. Bangunan dapur tradisional Bugis-Makasa...
Tungku masak yang digunakan kebanyakan masih menggunakan tiga batu yang diatur diatas lantai yang sudah diberi pasir atau tanah. Dalam satu dapur bisa berderet dua sampai tiga buah tungku. Bila masih memerlukan tungku lagi, dibuatlah tungku yang terpisah dengan dapur yang disebut dapo (Bugis) atau palu (Makasar) yang mudah dipindah-pindahkan. Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=234556916642189&id=174778575953357