Budaya Indonesia
376 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dodaidi
Ritual Ritual
Aceh

Dodaidi berasal dari dua kata dalam bahasa Aceh, yakni  doda  artinya bergoyang dan  idi  artinya berayun. Dodaidi ialah ritual bagi  kaom Mak  (kaum Ibu) bangsa Aceh dalam menidurkan anaknya dengan nanyian dan lantunan. Lagu-lagu pada Doda idi sendiri berasal dari syair-syair berstruktur mirip pantun yang berbahasa Aceh serta kalimat-kalimat thayyibah berbahasa Arab. Selain itu, dodaidi sering juga dilakukan dengan mengulang-ulang kalimat-kalimat thayyibah seolah-olah si Ibu sedang berdzikir untuk melelapkan si Anak. Keunikan dari kebiasaan masyarakat Aceh ini terletak pada makna senandung yang sangat filosofis sehingga kegiatan ini tidak sekedar meninabobokan anak hingga terlelap. Unsur utama dodaidi terletak pada nyanyian yang disenandungkan oleh sang Ibu, diantaranya: Nyanyian dodaidi Nyanyian dodaidi berasal dari syair berbahasa Aceh. Struktur dari syair dodaidi seperti pantun dengan bersajak a-a-a-a atau a-b-a-b. Secara umu...

avatar
OSKM18_16618080_Marshal Akbar
Gambar Entri
Sate Matang, Bireuen
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Sate Matang merupakan salah satu makanan tradisional jenis sate yang berasal dari daerah Aceh. Sate satu ini memang sekilas hampir mirip dengan sate di Indonesia pada umumnya, namun dalam segi penyajian dan rasanya sangat berbeda dan sangat khas. Selain menjadi makanan favorit warga sekitar, makanan ini juga sering menjadi menu yang banyak dicari oleh para wisatawan yang datang ke sana. Sate Matang ini terbuat dari bahan dasar daging kambing atau daging sapi. Biasanya jenis daging tersebut disesuaikan dengan keinginan pembeli. Proses pengolahan Sate Matang hampir sama dengan pengolahan sate pada umumnya. Namun sebelum dibakar, daging yang sudah ditusuk kemudian direndam terlebih dahulu ke dalam bumbu, sehingga bumbunya bisa lebih meresap.   Untuk kuah soto pada Sate Matang ini biasanya menggunakan kaldu kambing yang dimasak dengan bumbu khusus. Dalam kuah soto tersebut biasanya juga berisi potongan kentan...

avatar
OSKM18_16718428_MUHARAM Muharam Alfaridzi
Gambar Entri
Peumulia Jamee Adat Geutanyoe
Ritual Ritual
Aceh

 Aceh merupakan daerah ujung barat Indonesia yang memiliki beragam adat dan budaya. Salah satu adat dari nenek moyang yang masih dipertahankan hingga sekarang ialah "peumulia jamee adat geutanyoe" yang berarti memuliakan tamu adat kami.     Walaupun orang Aceh memiliki imej keras, namun sebenarnya sifat yang dimiliki tentu sebaliknya. Hal ini dibuktikan dalam proses penerimaan tamu. Dalam proses penerimaan tamu di daerah Aceh sedikit berbeda. Tamu yang datang kerumah orang Aceh dianggap seperti raja. Oleh karena itu orang Aceh selalu memuliakan tamunya dengan memberi pelayanan terbaik. Salah satunya dengan cara menghidangkan masakan-masakan terbaik pada tamunya.     Hal ini sudah dilakukan turun-temurun di wilayah Aceh. Apabila tidak melakukannya, tuan rumah akan merasa malu telah mengecewakan tamunya. Adat seperti ini juga sangat bernilai positif dimana kita dapat menegakkan rasa menghargai dan menghormati satu sama lain. ...

avatar
OSKM18_16318054_Mauliza Putri
Gambar Entri
Mie Aceh - Makanan Wajib Dicoba Asal Aceh
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di ujung paling Barat Indonesia. Tidak hanya dari segi adat dan budanya saja yang unik, banyak juga makanan yang khas dari Aceh. Beberap kulinernya antara lain ada ayam tangkap, timpan, kopi aceh, mie aceh, dan masih banyak lagi. Mie Aceh merupakan masakan mie pedas khas Aceh. Ada 3 jenis Mie Aceh, mie Aceh rebus, yaitu dengan menggunakan kuah yang banyak di dalammnya. Mie Aceh Tumis, hanya menggunakan sedikit kuah di dalamnya begitu juga dalam pembuatannya. Mie Aceh Goreng, tidak menggunakan kuah sama sekali atau kering. Dalam proses pemasakannya, tidak bisa disekalikan, walaupun mungkin rebus dan tumis hanya beda volume kuah saja, jadi dimasaknya harus sendiri-sendiri karena akan menentukan rasanya juga. Mie Aceh ini menggunakan mie kuning tebal dengan kuah kari yang pedas (Tumis, Rebus). Untuk yang aslinya 1 porsi isinya hanya mie dengan telur saja tidak ada tambahan lainnya. Sedangkan banyak variasin...

avatar
Oskm18_19718353_zain
Gambar Entri
Nisan Khas Aceh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

Di daerah  Aceh banyak sekali di dapatkan nisan kuno dimana-mana, terutama di daerah Banda Aceh yang menjadi pusat pemerinatahan kerajaan Aceh pada masa lalu. Salah satu teori yang menjelaskan bahwa Islam masuk ke Aceh berasal dari Gujarat India adalah berdasarkan  bukti sejarah berupa batu nisan yang coraknya sangat khas dengan corak batu nisan yang terdapat di India  Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk di Indonesia bukan berasal dari Arab atau Mesir-Afri­ka tetapi berasal dari Gu­jarat, India sekitar abad ke-13 M, dibawa oleh orang-arang yang menjalin kontak dagang antara kedua belah negeri. Boleh jadi melalui orang-orang Gu­jarat yang membawa barang-barang dagan­gan ke anak-anak Nusantara, tetapi boleh jadi anak-anak Nusantara yang membawa hasil-hasil pertanian dan rempah-rempah ke sana ikut serta mendalami ajaran Islam, lalu membawa pulang ke negerinya, atau kedua belah pihak sama-sama aktif mengembang­kan ajaran agama baru ini di In...

avatar
OSKM18_16418097_Ahyar
Gambar Entri
Tari Tarek Pukat
Tarian Tarian
Aceh

     Indonesia menyimpan banyak sumber daya , baik manusia maupun alam. Bukti menunjukkan Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam, seperti makanan, tarian, rumah adat, baju adat, dan sebagainya. Sayangnya, tak sedikit yang mengetahui budaya-budaya indonesia setempat, khususnya orang orang perkotaan yang sibuk dengan karir dan sampai lupa menjaga dan melestarikan kebudayaan negara Indonesia.      Indonesia memiliki lebih dari 30 provinsi dengan populasi terpadat di Jawa Barat. Terdapat banyak sekai kebudayaan Jawa Barat, tetapi kali ini saya akan menjelaskan salah satu budaya tarian khas Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu Tari Tarek Pukat .      Menurut Wikipedia, tarek berarti "Tarik", dan pukat adalah sebuah alat para nelayan untuk mencari ikan di laut dikarenakan nelayan adalah mata pencaharian orang Aceh, khususnya Aceh Utara. Tari Tarek Pukat mempunyai filosofi proses nelayan mencari ikan. Tarian yang...

avatar
OSKM18_16918173_Muhammad Fahrell Adlinizar
Gambar Entri
Taman Putroe Phang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Aceh

Taman Putroe Phang Taman Putroe Phang adalah salah satu objek wisata di daerah Banda Aceh, taman ini terletak di seberang kuburan belanda yang legendaris yaitu Kerkhof. Taman ini menjadi salah satu peninggalan dari Sultan Iskandar Muda yang memerintah dari tahun 1607-1636, merupakan salah satu raja terhebat dalam sejarah Aceh. Sultan Iskandar Muda membangun taman ini untuk permaisuri nya yaitu Putroe Phang (Putri Pahang) yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia. Nama asli dari putri ini adalah Putri Kamaliah, namun rakyat Aceh sering menyebut nya Putroe Phang, putroe berarti "Putri", phang adalah Pahang, yang bermaksud Putri dari Pahang. Putri ini adalah anak dari Raja Pahang yang telah di taklukkan oleh Kerajaan Aceh  Menurut sejarah, Putri Pahang sering sekali merindukan kampung halaman nya di tanah Malaysia, maka dari itu sang sultan membangun taman sari ini untuk sang permaisuri agar ia bisa merasakan berada di kampung halaman nya dan tidak kesepian apabila...

avatar
OSKM18_SAPPK_TEUKU MUHAMMAD ZHAFRAN
Gambar Entri
Kupiah Riman (Peci Riman)
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Aceh, Provinsi yang dikenal dengan agama islam yang masih kental di Indonesia. Banyak kebudayaan di Aceh yang bernuansa islam seperti tari saman,  seudati,  dan juga  kupiah  riman (peci riman). Kupiah riman adalah sebuah jenis peci khas Aceh yang diwarisi dari Sulthan Iskandar Muda. dulunya, peci ini hanya dingunakan oleh anggota kerajaan saja dan peci ini baru di produksi lagi pada tahun 1985. Kupiah riman diproduksi di  kampoeng  (desa) Adan, kecamatan Mutiara Timur, Pidie. Selain bertani, masyarakat desa Adan juga mempunyai kemampuan membuat penutup kepala tradisional Aceh.  Kupiah riman yang merupakan warisan Sulthan Iskandar muda dibuat dari bahan baku pohon aren. Kemudian, pohon aren dirajam sehingga berbentuk serat. setelah itu, serat pohon aren dipilih yang memiliki kualitas yang bagus. kemudian serat yang telah dipilih direndamkan dalam larutan lumpur serta diberikan pewarna dari daun atau bahan lainnya. serat kemudian dicuci dan set...

avatar
Muzakki
Gambar Entri
Ziarah Kubur di Aceh
Ritual Ritual
Aceh

Ziarah kubur dalam bahasa Aceh berarti jak u jerat. Tradisi ini selalu dilakukan oleh masyarakat Aceh khususnya daerah Aceh Barat setiap tahunnya. Biasanya tradisi ini dilakukan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Ziarah kubur di Aceh berbeda dengan ziarah kubur biasanya. Perbedaannya adalah letak kuburannya, yaitu berada di atas gunung. Selain itu, ada pula tradisi kenduri atau makan bersama di sekitar kuburan setelah selesai berdoa. Pada awalnya masyarakat Aceh Barat datang secara bersama-sama ke tempat ziarah. Setelah sampai di tempatnya, mereka langsung mencari makam keluarga mereka masing-masing dan langsung membersihkannya. Tidak hanya itu, keluarga yang berziarah juga mengirimkan doa kepada keluarga mereka yang sudah tiada. Zikir dan bacaan yasin pun tidak lupa untuk dibacakan di depan makam. Ziarah kubur di Aceh memiliki sebuah tradisi, yaitu tradisi kenduri. Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat yang ikut berziarah. Dengan kesadaran masyarakat sendiri, mere...

avatar
OSKM18_16418118_Sarah Hasanah