1
5.166 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Ciptaan Nugraha Sudiredja
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

R. Nugraha Soediredja adalah seorang penekun seni sunda yang serba bisa. Beliau lahir di Garut tanggal 15 Mei 1918, pendidikan beliau adalah HIS di Garut, kemudian melanjutkan ke Ambacht School (Sekolah teknik) di Bandung. Sejak usia sekolah beliau telah mengenal Karawitan sunda, karena orang tuanya mempunyai gamelan lengkap. Pada tanggal 1 juni 1954 beliau disahkan sebagi Guru Tari Sunda, serta berhak mengembangkan tari Keurseus dari Wirahmasari Pusat, Tahun 1955, beliau mendirikan Sanggar Tari sendiri dengan restu R.Sambas Wirakoesoemah, yang diberi nama Wirahma Sari Sunda Bandung. Tujuannya tiada lain untuk mengembangkan tari Sunda, baik yang telah ia pelajari ketika di Garut maupun tarian yang dipelajari di Wirahmasari Pusat, juga tarian karya-karya beliau. Karya pertamanya adalah Wayang Orang Jabang Tutuka, yang dibimbing langsung oleh R.Sambas W., yang dipagelarkan oleh DAMAS. Beliau pun belajar tari Topeng Cirebon dari Bi Dasih. Dari hasil belajarnya ini, menghasilkan...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Urug
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Masyarakat Kampung Urug menganggap bahwa mereka berasal dari keturunan Prabu Siliwangi, raja di kerajaan Pajajaran Jawa Barat. Bukti dari anggapan tersebut di antaranya menurut seorang ahli yang pernah memeriksa konstruksi bangunan rumah tradisional di Kampung Urug, beliau menemukan sambungan kayu tersebut sama dengan sambungan kayu yang terdapat pada salah satu bangunan di Cirebon yang merupakan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Pajajaran.   Salah seorang keturunan Prabu Siliwangi yang dianggap leluhur kampung Urug bernama Embah Dalem Batutulis atau Embah Buyut Rosa dari Bogor. Mereka tidak berani menyebut Embah Buyut Rosa, katanya "teu wasa bisi kasiku" (tidak berani takut kena bencana). Asal-usul Kampung Urug berdasarkan latarbelakang sejarahnya memiliki beberapa versi. Perbedaan tersebut bukan terletak pada siapa dan darimana Ieluhur mereka itu, akan tetapi terletak pada masalah tujuan atau motivasi yang menjadi penyebab berdirinya Kampung Urug.   Kata Uru...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kelom Geulis khas Tasikmalaya
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Selain  Nasi Tutug Oncom , produk tradisional dan bersejarah lainnya yang berasal dari Tasikmalaya adalah kerajinan tangan. Banyak kerajinan tangan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Tasikmalaya dari dulu hingga kini, seperti anyaman bambu, anyaman mendong, payung geulis, tikar dan  Kelom Geulis .   Produk kerajinan tersebut harus bersaing ketat dengan berbagai produk modern. Misalnya saja  Kelom Geulis  yang sekarang terus dikembangkan, baik dari segi desain maupun kualitasnya tanpa menghilangkan ciri khasnya sehingga dapat bersaing dengan sandal-sandal modern.   Apa itu kelom geulis? Kata  kelom  menurut sebagian masyarakat berasal dari bahasa Belanda yaitu  kelompen  yang berarti sandal kayu. Sedangkan istilah  Kelom Geulis  berasal dari bahasa Sunda yang berarti sandal kayu cantik.  Kelom Geulis  biasanya dipakai pada acara tertentu atau resmi.   Keunikan bentuk&...

avatar
Hanifah P. Darmawanti
Gambar Entri
Rumah Adat Citalang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Adat Citalang merupakan salah satu contoh bentuk rumah tradisional masyarakat Purwakarta. Rumah yang masih dipertahankan keasliannya ini berada di Gang Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta tepatnya pada posisi koordinat 06° 32' 371" Lintang Selatan dan 107° 27' 822" Bujur Timur. Lingkungan sekitar rumah adat Citalang berupa perkampungan yang tidak begitu padat. Keletakan rumah berada pada lahan di sebelah selatan jalan kampung. Meskipun statusnya sebagai jalan kampung, namun jalan ini sudah diaspal lumayan bagus. Di kanan dan kiri pekarangan rumah berupa pekarangan rumah masyarakat sedangkan di depan dan belakang berupa kebun. Bangunan rumah berada tepat di tengah lahan pekarangan yang luasnya 1.350 m2. Sisi depan pekarangan (utara) berpagar besi, sedang tiga sisi lainnya berpagar tanaman. Gerbang masuk tepat berada di tengah-tengah sisi utara. Posisi demikian ini lurus dengan pintu rumah. Halaman sekeliling rumah dimanfaatkan u...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Prasasti Tapak Gajah
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Tapak Gajah/Kebun Kopi I terletak ± 19 km sebelah baratdaya dari Kota Bogor,  dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua hingga ke lokasi. Dapat menggunakan trayek Bogor-Ciampea-Simpang Lebak Sirna-Ciaruteun Hilir (lokasi). Selain itu mengunakan trayek Bogor-Ciampea (± 45 menit), dan sampai di Persimpangan Lebak Sirna dilanjutkan dengan ojek motor ± 1,5 km sampai ke lokasi. Prasasti termasuk di dalam Desa Ciaruteun Ilir, Kec. Cibungbulang. Berada pada koordinat 106°41'25,2"BT dan 06°31'39,9" LS dengan ketinggian  320 m di atas permukaan laut. Area situs dibatasi oleh tiga sungai, yaitu Selatan: Sungai Ciaruteun, Barat: Sungai Cianten, Utara: Muara Sungai Cianten dan Sungai Cisadane, Barat: Sungai Ciaruteun. Dari Sungai Cianten dan Cisadane terdapat perahu penyebrangan menuju situs. Tanah situs cukup subur dan dimanfaatkan oleh penduduk dengan menanami padi, sayuran, bambu dan tanaman keras lainnya. Di kawas...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Prasasti Pasir Muara
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Pasir Muara, Kampung Pasir Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Kec. Cibungbulang. Secara geogrfis terletak pada koordinat 106° 41' 30,8" BT dan  06°31' 40,8" LS. Prasasti ini terletak kira-kira 1 km dari batu prasasti Kebon Kopi I (Prasasti Tapak Gajah), Isi prasasti tersebut berbunyi: Isi         Ini sabdakalanda rakryang juru pengambat I kawihaji panyaca pasagi marsandeca   Terjemahan Ini tanda ucapan rahyang juru pengambat, Berpulihkan haji sunda dalam tahun 854 Saka bahwa pemerintah daerah dipulihkan kepada Raja Sunda. Nama Sunda pertama kali disebut dalam sebuah prasasti  yaitu Kebon Kopi II. Prasasti berangka tahun 854 Saka (932 M) dan berbahasa Melayu Kuna. Isi prasasti dintaranya berbunyi “berpulihkan hajiri Sunda”, ditafsirkan artinya sebelumnya telah ada raja Sunda dan paling tidak setelah Kerajaan Tarumanagara yaitu sebelum tahun 932 M berakhirnya Kerajaan Tarumannegara sesuai dengan berita Cina abad ke &ndas...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Megalitik Cibalai
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

 Situs Megalitik Cibalai, yang disebut juga Balai Kambang, merupakan tinggalan  budaya prasejarah dari masa megalitik, berupa 1 batu bergores dan 4 menhir. Batu bergores berada dalam posisi berdiri dan terbuat dari batu andesit. Anda akan melihat goresan garis halus horizontal sebanyak 7 baris tanpa tulisan pada bidang permukaan batu yang menghadap ke utara. Ukuran batu bergores ini adalah tinggi 83 cm, lebar 56 cm,  dan tebal 5 cm. Situs ini berada di lereng Gunung Salak dengan ketinggian 756 m di atas permukaan laut. Lokasi: Desa Cibalai, Kecamatan Ciampea Telepon: Email: Internet: Arah: ± 2 jam berjalan kaki memasuki hutan lindung milik Perhutani

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Punden Barundak Pasir Lulumpang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Pasir Lulumpang berada di Kampung Cimareme, Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi. Berada pada koordinat: 107º 57'09,1" BT dan 07º 16'6" LS LS dengan ketinggian sekitar 680 m dpl. Hampir seluruh areal situs saat sekarang (1995) telah dijadikan lahan perkebunan oleh penduduk setempat dengan ditumbuhi oleh pohon Jati dan tanaman lainnya milik Bapak Oha. Situs Pasir Lulumpang berada ± 11 km dari Kota Garut. Lokasi dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua dari Kota Garut menuju Leles, sampai disimpang Tarogong, belok ke arah timur dengan melewati Situ Bagendit yang telah dikembangkan sebagai objek wisata alam. Sampai di Simpang Desa Cimareme, selanjutnya di lingkungan RW 01 ditempuh dengan kendaraan roda dua atau jalan kaki melewati jalan telah disemen sampai ke situs. Waktu pencapaian dari Kota Garut sampai di situs ± 45 menit Berita kepurbakalaan situs Pasir Lulumpang baru muncul pada Bulan November 1993, berdasark...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17