Tari Ula-Ula Lembing merupakan tari tradisional Aceh yang berasal dari Aceh Tamiang. Tarian ini ditarikan oleh 12 orang atau lebih berputar-butar ke sekeliling panggung bagai ular. Tari Ula Ula Lembing harus dibawakan dengan penjiwaan yang lincah dan ceria. Tarian Ula-Ula Lembing ini merupakan paduan antara tari dan iringan lagu – lagu Aceh Tamiang, tari Ula – ula Lembing ini biasanya di tampilkan pada saat acara –acara pernikahan adat budaya Aceh Tamiang. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengetahui lebih jauh mengenai tari ula-ula lembing yang mencerminkan dan memiliki nilai nilai dan norma – norma kehidupan yang berlaku dalam tata cara pergaulan masyarakat tertentu. 1. Sejarah dan Asal Usul Tari Ula-Ula Lembing Ula Ula Lembing adalah tarian pesisir pantai laut Tamiang. Berdasarkan sejarah atau asal usul tarian ula ula lembing ini berasal dari tekad seorang pemuda yang dengan berbagai cara menempuh berbagai cara untuk mendapatka...
sumber : Arsip Daerah Istimewa Aceh Museum ini didirikan oleh walikota Bandung dan tokoh seni rupa Indonesia di bidang arsitektur, Ridwan Kamil pada tahun 2009 silam. Museum ini dibangun untuk memperingati persitiwa tsunami Aceh pada 2004 silam. Selain itu, museum ini juga didirikan sebagai pusat pendidikan sekaligus tempat pengungsian jika tsunami terjadi lagi. Bangunan seluas 2.500 m² ini memiliki dinding lengkung yang ditutupi oleh relief geometris. Di dalamnya terdapat lorong sempit dan gelap diantara dua dinding air yang tinggi. Lorong tersebut dibuat agar pengunjung bisa merasakan suasana dan kepanikan saat tsunami melanda. Dinding museum dihiasi dengan gambar orang-orang yang tengah menari Saman. Tari Saman sendiri merupakan simbol dari kekuatan, kedisiplinan, dan religiusitas suku Aceh. Dinding di ruang terdalam Museum Tsunami Aceh juga dicantumkan nama-nama korban tsunami Aceh, baik yang selamat maupun yang meninggal. Atap gedung museum dirancang...
Hai stemit lovers, kali ini saya berkunjung ke museum Malikussaleh yang terletak di Kecamatan Samudra Pase, Desa Beuringen, Geudong, Aceh Utara. Sumber : Arsip Museum Aceh SULTAN MALIKUSSALEH adalah putra keturunan dari 4 maharaja dan menjadi raja pertama pada Kerajaan Islam yang memerintah sejak 1267 Masehi di Seluruh Nusantara (Kerajaan Samudera Pasai). Setelah berakhirnya kerajaan Samudra Pasai, banyak peninggalan yang tertinggal sampai ribuan peninggalan yang di temukan warga, seperti uang dinar, runtuhan bangunan kerajaan, pedang, dan benda bersejarah lainnya. Benda - benda bersejarah ini sebelumnya di simpan oleh pemerintah Provinsi Aceh di Museum Aceh di Kota Banda Aceh, karena museum khusus Kerajaan Samudra Pasai belum di bangun semenjak masa konflik RI - GAM. Setelah MoU Perdamaian antara RI - GAM di sepaka...
Kherkoff Peucut adalah kuburan prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Kompleks kuburan ini banyak tersebar di wilayah Indonesia. Salah satunya terletak di kota Banda Aceh dan sekarang menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara (terutama wisatawan asal Belanda). Sebagaimana diketahui bahwa Kerajaan Aceh dan rakyatnya sangat gigih melawan Belanda yang memerangi Aceh. Rakyat Aceh mempertahankan Negerinya dengan harta dan nyawa. Perlawanan yang cukup lama mengakibatkan banyak korban di kedua belah pihak dan kuburan prajurit beserta komandan perangnya ini menjadi Kherkoff Peucut monumen tragisnya Perang Aceh. Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kherkoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon, Madura dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik. Hingga saat ini Pemerintah Ke...
Meukasah merupakan baju tenun yang terbuat dari kain sutra. Biasanya, baju meukasah memiliki warna dasar hitam. Pemilihan warna dasar hitam ini bukan tanpa alasan. Menurut kepercayaan masyarakat Aceh, warna hitam merupakan lambang dari kebesaran. Baju Meukasah dipercaya sebagai lambang kebesaran masyarakat Aceh. Dalam baju meukasah dapat pula ditemukan sulaman emas yang hampir sama dengan baju khas masyarakat China. Sulaman emas ini biasanya terdapat di kerah meukasah. Hal ini disebut-sebut karena terjadinya akulturasi budaya melayu dengan budaya China yang dibawa oleh para pedagang dan pelaut yang melewati Aceh kala itu. Sumber : https://adatindonesia.com/pakaian-adat-aceh/
Samadiyah Samadiyah adalah upacara doa bersama yang dilakukan masyarakat Aceh untuk orang yang baru meninggal dunia. Biasanya Samadiyah dilakukan selama tujuh malam berturut-turut setelah kepergian almarhum/ah. Samadiyah malam pertama biasanya dilakukan di Meunasah (masjid/mushala/surau) setelah shalat maghrib berjamaah. Kemudian Samadiyah malam ketiga dilangsungkan dirumah duka. Para tamu datang membawakan buah tangan ala kadarnnya untuk ahli keluarga yang ditinggalkan. Sebelum berdoa, para tamu disuguhi makan malam bersama. Dan Samadiyah malam ketujuh biasanya lebih ramai daripada malam lain, kerabat dan tetangga datang ke rumah duka membawa beras, gula, kopi dan lain-lain lalu berdoa bersama. https://www.silontong.com/2018/10/30/upacara-adat-aceh/
Museum Tsunami Tempat wisata ini menjadi kunjungan wajib bagi kamu yang datang ke Banda Aceh. Demi mengenang sekaligus menghormati para korban yang meninggal saat bencana Tsunami Aceh tahun 2004 silam, sejak tahun 2009 Museum Tsunami ini didirikan di Jl. Sultan Iskandar Muda. Museum dengan arsitektur menarik ini dilengkapi sarana audio berupa gemuruh ombak dan air yang mengucur, mirip suara saat tsunami datang menerjang. Tempat wisata ini selalu dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang penasaran dengan Tsunami Aceh dan ingin melihat apa saja yang tersisa dari gelombang tsunami yang lalu. Selain menyimpan benda-benda sisa bencana alam, di sini kamu juga bisa melihat beberapa foto kerusakan akibat tsunami dan beberapa kisah korban yang selamat dari musibah tersebut. https://www.silontong.com/2018/02/21/tempat-wisata-di-aceh/
Dalam kalender Aceh, ada tiga bulan berturut yang disebut dengan bulan maulod, yaitu padabulan Rabiul Awal disebut Maulod Awai (Maulid Awal) yang dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai berakhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah) yang dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan Rabiul Akhir tersebut. Selanjutnya, Kenduri Maulid pada bulan Jumadil Awal disebut Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal. Kenapa dikatakan tradisi terbesar? Karena tidak ada desa (Gampong) yang tidak merayakannya meskipun dalam skala kecil. Kemudian dilaksanakan juga di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi yang dilakukan secara besar-besaran. Pada setiap perayaan maulid itu dan sudah menjadi tradisi hampir dapat dipastikan ada penyembelihan sapi atau kerbau. Penyembelihan sapi atau kerbau itu sampai puluhan ekor tergantung tingkatanny...
LANGSA - Pemerintah Kota Langsa bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, menggelar Festival Rentak Melayu Raya, diikuti perwakilan dari Malaysia dan Thailand, di Lapangan Merdeka Langsa yang akan dibuka Jumat (28/9). Kabid Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Suburhan SH, didampingi Kadisporapar Langsa , Drs Syafrizal, Kamis (27/9) mengatakan, festival ini diikuti 121 peserta dari Malaysia, Thailand, Medan (Sumut) dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Festival rentak seni budaya Melayu yang perdana dilaksanakan di Aceh ini bertujuan melestarikan nilai-nilai seni budaya Melayu . Dimana kebudayaan Melayu yang ada di Aceh, tidak terlepas dari rumpun beberapa negara Melayu di Asia, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Singapura. “Diharapkan even ini menjadi ajang silaturrahim bagi semua rumpun Melayu . Rentak seni...