Tarian
Tarian
Tarian Aceh Aceh Tamiang
Tari Ula-Ula Lembing
- 28 Desember 2018

Tari Ula-Ula Lembing merupakan tari tradisional Aceh yang berasal dari Aceh Tamiang. Tarian ini ditarikan oleh 12 orang atau lebih berputar-butar ke sekeliling panggung bagai ular. Tari Ula Ula Lembing harus dibawakan dengan penjiwaan yang lincah dan ceria.

Tarian Ula-Ula Lembing ini merupakan paduan antara tari dan iringan lagu – lagu Aceh Tamiang, tari Ula – ula Lembing ini biasanya di tampilkan pada saat acara –acara pernikahan adat budaya Aceh Tamiang.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengetahui lebih jauh mengenai tari ula-ula lembing yang mencerminkan dan memiliki nilai nilai dan norma – norma kehidupan yang berlaku dalam tata cara pergaulan masyarakat tertentu.

1. Sejarah dan Asal Usul Tari Ula-Ula Lembing

Ula Ula Lembing adalah tarian pesisir pantai laut Tamiang. Berdasarkan sejarah atau asal usul tarian ula ula lembing ini berasal dari tekad seorang pemuda yang dengan berbagai cara menempuh berbagai cara untuk mendapatkan sang pujaan hatinya. Walupun dengan berbagai rintangan yang dihadapi.

Diceritakan saat bulan purnama sedang bersinar terang, ungkapan kisah seorang pangeran melawan rintangan, untuk mencari putri idaman hatinya. Tetapi hubunganya dengan sang gadis tidak direstui oleh sang orang tua dan masyarakat, karena seorang gadis itu berasal dari keturunan rakyat biasa, sehingga sang pangeran mencari cara bagaimana menemui gadis tersebut.

Kemudian pangeran berubah menjadi seekor ular untuk menemui sang gadis, pangeran pun langsung menulusuri pantai yang diterjang ombak untuk mencari sang gadis itu di tepian sungai. Jadi Tarian Ula – ula Lembing menggambarkan tekad pemuda untuk menghadapi berbagai tantangan atau rintangan dalam mencapai cita – citanya menemui dan mendapatkan kekasih idaman hatinya.

2. Fungsi dan Makna Tari Ula Ula Lembing


Tarian Ula – ula Lembing merupakan tarian penghibur khas Aceh Tamiang, dahulu tari Ula – ula Lembing ini digunakan pada saat acara penyambutan tamu agung dan perkawinan adat Aceh Tamiang.

Tarian Ula – ula Lembing merupakan sebuah ini tarian drama bermusik, jadi setiap gerakan memiliki maksud, makna atau arti – arti. Pengiringan adalah lirik – lirik atau lagu – lagu berbahasa Aceh Tamiang.

 

Motif Tarian

Gaya ular menjalar: meliputi keuletan, kelincahan, kewaspadaan gerak (ada kepala dan ekor dengan langkah sudut tiga melingkar bundar)

Lembing (tombak lembing)

Melambangkan gaya ketangkasan, kegesitan, membela atau menjaga sesuatu kemungkinan.

3. Pertunjukan Tari Ula Ula Lembing

Tarian Ula – ula Lembing dimainkan oleh tujuh orang atau lebih, Tarian ini di perankan oleh laki – laki, tetapi bisa juga dengan di perankan oleh wanita, karena tarian ini merupakan tarian penghibur. Jadi tidak termasuk dalam ritual – ritual yang mengkhus kan antara laki - laki atau wanita yang melalukakan Tarian Ula – ula Lembing ini.

Tarian Ula – ula Lembing memiliki arti atau makna dalam setiap gerakan – gerakannya. Gerakan Tari atau pola Tariannya Tarian Ula – ula Lembing dibuka dengan suatu upacara pembuka sebagai acara penghormatan dengan diiringin lagu patam – patam (patam – patam adalah suatu irama pengantar : gerak tarian dan ketangkasan silat ), dilanjutkan dengan tarian Niti Batang gerak gaya enjut kedidi. Berikutnya tarian Tunda-tunda Beting, diteruskan dengan tarian Pungku-pungku pangka diiringi irama lagu dadoi. Selanjutnya disambung dengan tarian endap-endap Bicok dan sebagai penutup iringan lagu Ula Ula lembing beralun-alun lambat.

4. Musik Pengiring Tari Ula Ula Lembing

Tari Ula Ula Lembing diiringi dengan musik melayu khas Aceh Tamiang yang dihasilkan dari beberapa alat musik tradisional Aceh. Selain alunan musik tradisional setiap gerak tari ula ula lembing juga diiringi dengan syair-syair yang menceritakan mengenai semangat untuk berusaha mencapai apa yang dicita-citakan.
 

5. Kostum Penari Ula Ula Lembing

Para penari Ula-Ula lembing yang terdiri dari 7 orang atau lebih baik laki-laki maupun perempuan menggunakan kostum berupa pakaian adat khas Aceh Tamiang.

6. Perkembangan Tari Ula Ula Lembing

Seiring perkembangan zaman, tarian Ula – ula Lembing ini sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Aceh Tamiang. Karena sudah kalah bersaing dengan hiburan – hiburan modern seperti band dan okestra.

Pembelajaran tentang kesenian di Aceh Tamiang masih sangat kurang, serta masih kurangnya alat bantu guru untuk memperkenalkan tarian Ula – ula Lembing di sekolah – sekolah. Seperti buku tentang tarian Ula –Ula Lembing dan bahasa Tamiang, hal ini disebabkan karena Program Pembelajaran Budaya dan Seni masih dalam proses PEMDA Aceh Tamiang.

sumbe r: http://www.tradisikita.my.id/2018/04/tari-ula-ula-lembing-dari-aceh-tamiang.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah