Naskah memuat 2 teks : 1.Teks berisi semacam wirid tentang ngelmu kesempurnaan,. Disamping teks pokok terdapat pula sketsa pelengkap yang mengambarkan secara grafik hubungan antara gagasan dan konsep yang diuraikan dalam teks. 2.Teks berisi tentang Kancil Among Praja. Untuk informasi korpus satra Serat Kancil, lihat keterangan bibliografis MSB/L180 dibandingkan L181-187.
Naskah ini memuat bermacam-macam catatan tentang tembang dan puisi Jawa (sekar kawi, ageng, tengahan, macapat, dll), candrasengkala (kronogram), dasanama (sinonim), dll. Pada h. Vi terdapat catatan dari penyalin terahir yang menjelaskan sejarah teks ini. Bunyinya sebagai berikut : Serat Cakra Basa Kawi Sinasa. Sukla Purnama, rediti para kambir Dewi Sirah Sura Condra Wawu Momana, sengkala triyatra wiku tunggal (1793), Juni 1864, 1281. Ingkang sampun kaladosaken ing Kangjeng Gupremen, tanggal 28 Juni 1863, 15. 875 tembung. Kanjeng Pangeran Harya Suryanegara. Katurun awit sinerat dening raden Tumenggung Cakraningrat ing wanci tabuh sedoso dalu dinten malem seloso legi, tanggal ping 7 wulan sawal ing taun alip ongka 1803, utawi kaping 16 wulan Nopember tahun 1874. Katurun dening Raden Mas Atmawirana, wanci tabuh wolu dalu tanggal ping 28 wulan mulud, taun Ehe, ongka 1812, utawi kaping 6 pebruari ongka 1883.
Sosoknya seperti kakek-kakek tua yang renta, ia bertubuh bungkuk seperti udang dan juga berambut putih. Nama Ilung Ranjang Lanjang ini juga diambil berdasarkan sosok tubuhnya yang memiliki hidung yang panjang dan menyeret ke tanah saat berjalan. Tapi bukan Pinokio, hidungnya yang panjang, bisa ia gunakan juga sebagai tongkat. Oh iya, hantu ini digambarkan sebagai hantu paling senior yang berada di Pulau Bawean. Dia hanya akan datang untuk menghampiri adik-adik kecilmu yang masih terbangun saat malam hari, dengan suara gaduh yang berasal dari hentakan hidungnya. Konon, hantu ini juga menyukai jasad anak kecil karena ia akan menyedot sari pati milik jasad anak tersebut. Tapi ada kisah sedih juga yang dialami oleh Hantu Ilung Lanjang, dimasa lalu sosok penampakannya tak hanya ampuh untuk menakuti-nakuti anak kecil yang susah tidur. Kehadiran Ilung Lanjang juga bisa menjaga desa dan mengusir para kawanan perampok yang berbua...
Hantu ini berasal dari jawa Timur, tepatnya daerah Pacitan. Dia akan senang apabila ada pendatang baru yang akan tinggal di Pacitan. Kenapa disebut hantu Kisut? Karena hantu ini akan berubah ukurannya sesuai dengan bayangan tubuh yang diikutinya. Uniknya, hantu ini juga akan mengikuti gaya dan gerak-gerik orang tersebut. Waspada saja, siapa tahu bayanganmu yang kamu lihat itu ialah bukan bayangan kamu sendiri, melainkan bayangannya. Tapi tenang saja, selama kamu nggak punya niat jahat, hantu bol kisut ini nggak akan mengganggumu kok. Sumber: http://www.kejadiananeh.com/2016/03/legenda-hantu-mengerikan-indonesia.html
Serat Wedhatama adalah sebuah karya s astra Jawa Ba ru yang bisa digolongkan sebagai karya moralistis-didaktis yang sedikit dipengaruhi Islam. Karya ini secara formal dinyatakan ditulis oleh K GPAA Mangkunegara IV . Walaupun demikian didapat indikasi bahwa penulisnya bukanlah satu orang. [1] Serat ini dianggap sebagai salah satu puncak estetika sastra Jawa abad ke-19 dan memiliki karakter mistik yang kuat. Bentuknya adalah tem bang , yang biasa dipakai pada masa itu. Serat ini terdiri dari 100 pupuh ( b ait , canto ) tembang ma capat , yang dibagi dalam lima lagu, yaitu Pangkur (14 pupuh, I - XIV)) Sinom (18 pupuh, XV - XXXII) Pocung (15 pupuh, XXXIII - XLVII) Gambuh (35 pupuh, XLVIII - LXXXII) Kinanthi (18 pupuh, LXXXIII - C) Isinya adalah merupakan falsafah kehidupan, seperti hidup bertenggang rasa, ba...
Arjuna Wiwaha adalah sebuah karya sastra kuno yang dibuat dan digubah pertama kali pada abad ke-11 masehi. Seorang empu bernama Kanwa menulisnya saat masa pemerintahan Prabu Airlangga yang menguasai Jawa Timur sekitar tahun 1019-1042. Sastra ini menjadi pusaka berharga karena menjadi bukti peradaban manusia zaman dahulu yang ternyata sudah maju. Bahkan mengenal baca tulis meski hanya kalangan tertentu saja. Kitab yang lagi-lagi berupa kakawin ini berisi syair mengenai perjuangan Arjuna. Sebuah tokoh pewayangan yang sangat hebat. Dikisahkan Arjuna sedang bertapa di Gunung Mahameru. Dewa mengujinya dengan mengirim tujuh bidadari yang sangat cantik. Bidadari itu disuruh menggodanya, namun Arjuna lulus godaan. Akhirnya Arjuna disuruh melawan raksasa yang mengamuk di kayangan. Karena berhasil ia boleh mengawini tujuh bidadari yang menggodanya tadi. Sumber: https://www.boombastis.com/kitab-kuno-indonesia/45752
Hampir di seluruh wilayah pulau Jawa, para ibu hamil ketika terjadi gerhana bulan akan melaksanakan sebuah ritual tradisi dengan keyakinan bahwa bila si ibu hamil tidak melakukan tradisi ini ketika terjadi gerhana bulan maka bayi yang lahir akan cacat. Dan salah satu tradisi menyangkut gerhana bulan yang cukup unik terdapat di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Tradisi unik ini oleh warga di Kabupaten mojokerto di sebut sebagai tradisi liwetan yakni sebuah tradisi yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai tradisi menanak nasi, dan memang seperti namanya, pada malam menjelang gerhana bulan si ibu hamil dengan di bantu tetangganya akan menyiapkan perlengkapan menanak nasi di halaman seperti kompor, periuk, dan sebagainya. Disamping perlengkapan liwetan (menanak nasi) disiapkan juga perlengkapan lainnya seperti ranjang ukuran kecil sebagai salah satu perlengkapan yang akan dipakai dalam prosesi nanti. Ketika perlahan-lahan bulan mulai m...
BERBEDA dengan kampung lain yang mayoritas penduduknya beragama islam, jika sedang musim kemarau panjang yang selalu melaksanakan sholat Istisqo berjamaah di lapangan terbuka untuk meminta turun hujan, warga Dusun Curahjati, Kecamatan Puwoharjo, Banyuwangi punya tradisi unik tersendiri untuk meminta turun hujan yaitu dengan menggelar ritual adat mengawinkan kucing atau dalam bahasa Banyuwangi disebut dengan Mantu Kucing. Upacara tradisi mengawinkan kucing ini selalu di gelar rutin tiap tahun dan biasanya dilaksanakan pada hari Jumat di bulan November di mana curah hujan benar-benar tak lagi turun. Upacara ini di pusatkan di sumber mata air Mbah Umbulsari yang berada tepat di tepi hutan yang menjadi pembatas antara hutan milik perhutani dan persawahan warga desa Curahjati. Ritual ini dimulai sekitar pukul 09.00 siang, di mana pertama-tama warga yang akan mengikuti ritual ini berkumpul di rumah orang yang dituakan di kampung tersebut untuk kemudian berjalan bersama seja...
Arjuna Wiwaha berarti “Perkawinan Arjuna”. Syair epis ini ditulis oleh Mpu Kanwa yg menurut dugaan, hidup pada zamannya Raja Airlangga, raja di Jawa Timur sekitar th. 1019-1042. Airlangga merupakan seorang raja yg tersohor yg merencanakan peperangan. Untuk mempersiapkan diri secara mental ia mengundurkan diri dari masyarakat dan bertapa. Kemudian hari dia kembali dari pertapaannya dan mengabdikan diri kepada kesejahteraan kerajaannya. Umum berpendapat, bahwa Mpu Kanwa mempersembahkan karyanya kepada raja Airlangga. Untuk menghormati raja itu ia melukiskan kekuasaannya dgn mengambil arjuna sebagai contoh. Hal ihwal Arjuna mencerminkan kehidupan Airlangga… Sebetulnya Arjuna itu salah satu tokoh dari Maha Bharata. Di situlah di ceritakan, bagaimana Arjuna menjalankan tapa brata di salah satu bukit di pegunungan Himalaya dgn maksud untuk memperoleh kesaktian lalu memerangi para gandarwa. Dalam kakawin pun kita berjumpa dgn seo...