Sewaktu perjalanan memasuki Kota Blitar, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah tempat peribadatan orang Tionghoa yang berada di sudut pertemuan antara Jalan Mawar dengan Jalan Merdeka. Tempat peribadatan tersebut merupakan bangunan kuno yang bernama Klenteng Poo An Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Merdeka No. 194 Keluranan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Provinsi JawaTimur. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara Pasar Legi, atau selatan Detasemen Kesehatan Wilayah 05.04.01 Poliklinik Kesehatan 05.09.03 Blitar. Klenteng adalah nama yang biasa digunakan untuk menyebut tempat peribadatan dan kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa dan penganut ajaran Tridharma (Buddha, Tao dan Konghucu). Istilah ini hanya dikenal di Indonesia. Nama klenteng diambil dari suara yang terdengar dari genta yang dipukul dan menimbulkan bunyi teng, teng, teng. Akhirnya suara tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan klenteng. ...
Klenteng Tri Dharma Tjoe Tik Kiong merupakan salah satu situs bersejarah yang berada di Jl WR Supratman 10, Kelurahan Kampungdalem, Kabupaten Tulungagung. Klenteng ini terletak strategis karena terletak tepat di tikungan jalan. Klenteng ini merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Tulungagung. Klenteng ini merupakan salah satu bangunan yang masih mempertahankan pengaruh arsitektur dari Tiongkok secara jelas. Nama Klentengnya adalah Tjoe Tik Kiong, terletak di Jalan Wage Rudolf Supratman No. 10 Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Jalur bus dari Tulungagung ke arah Surabaya akan melewati klenteng ini, letaknya juga berdekatan dengan hotel yang cukup besar, yakni Hotel Barata. Awalnya, bangunan klenteng ini masih sederhana. Didirikan tepat di depan Pasar Wage berbentuk menyerupai pendopo . Namun, pada tahun 1865 klenteng tersebut dipindahkan ke sebelah utara dengan menempati lahan yang luasnya sekitar 6.000...
Pada tahun 2013 saya pernah membocengkan anak perempuan melalui Jalan Sultan Agung ini untuk mengunjungi Benteng Van Den Bosch yang berada di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, namun tak terbayangkan jika di jalan yang kami lalui tersebut berdiri megah sebuah klenteng. Baru pada tahun 2015 ini ketika saya mendapat libur panjang dari kantor, saya sempat mengunjungi klenteng tersebut. Klenteng tersebut bernama Klenteng Sien Hien Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Sultan Agung No. 76 Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di selatan Pasar Besar Ngawi ± 50 meter. Sesuai dengan documentary board yang ada di dinding, klenteng ini didirikan pada tahun 1892, dan kemudian berubah nama menjadi Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD). Lalu, klenteng ini pindah ke lokasi sekarang ini pada penanggalan 6 Sha Gwee 2530 atau bertepatan dengan 2 April 1979. Klenteng ini memil...
Dhandhanggula (1)Makritya ring agnya narpasiwi,nular pralampitaning Sang Wusman,Ing Surakarta wedhare, tata tri gora ratu ,Ri sangkala witning winarti, Nitisastra inaran,winarnaeng kidung,kadi kadanging sarjawa,limaksana sasananing kang janmadi,adi yang kadriyana.(cuplikan tembang Dhandhanggula bait 1) Yang artinya: akan mengerjakan perintah raja putra,meniru lambang-lambang sang wusman, di Surakarta terbabarnya, tahun 1735 dibuatnya, dinamakan Nitisastra , tergubah dalam kidung, kawi yang karib kepada jarwa, lalu ditempat manusia luhur, itu kalau (boleh) mendapat perhatian. Isi teks: cuplikan di atas menggambarkan pembuatan serat Panitisastra,atau asal muasalnya serat Panitisastra. (6) Arsa tumut sarwa nora bangkit, mukanira kadya lenging gua, kewala melongo bae, mangkana ing tumuwuh, wruhing wisa sakiki-siki, wisaning wong anembah, ing Ywang Maha Gung , yen carobo ing tyasira, dadya rege...
Sinom (1) Muwus arum ing pareman, wiyosing sabda minta sih , den amanis manohara, den alus den ngarih-arih, prihen lunturing kang sih, ywa kongsi rengat ing kalbu, yen sira lulungguhan, lan para pandhita sami, atanyaa sagung ujaring kang sastra. (cuplikan tembang sinom bait 1) Artinya: Berbicara dengan sangat pelan dan halus dalam percakapan, perkataan yang keluar sangatlah manis, semanis manohara, yang halus dan menasehati secara halus, jangan sampai rasa sayangnya hilang, jangan samapi hilang dari hati, dan jika kamu sedang duduk, dengan para pendeta juga, tanyakanlah semuannya tentang ucapan-ucapan yang mengandung sastra. (7) yeku cih naning anyata, jati kula araneki, tandhaning janma utama, ing panengran tan ngendrani, iwire tan cidreng jangji, ring antara wus tinemu, yekang aran pandhita , sastra genyang ta lirneki, tar angendhak sagung patanyan, kang prapta. (cuplikan tembang Sinom pupuh 7) ...
Pocung (5)Wuwusipun, Bathara Sramba sireksu, heh Naga iya, sira apa arsa urip, iya ingsun kang tutulung marang sira. (cuplikan tembang pocung bait 5) (6) aturipun Sang Naga inggih kalangkung, kawularsa gesang, nuhun itulung sayekti ing Bethara dadya manggih raharjo. (cuplikan Tembang pocung bait 6) Artinya : (5) ujarnya, Bethara Sramba kepadanya, heh kamu Naga, apa kamu ingin hidup, aku yang akan menolong mu. (6) Sang Naga menjawab, saya ingin hidup, terima kasih atas pertolongan dari Bethara semoga menjadi raharja. Isi teks: dari ulasan di atas berisikan percakapan antara Bethara Sramba yang ingin membantu Naga untuk menajalani hidupnya. sumber: sulistiyowatiss.blogspot.com
Dhandhanggula (1) Sampun sampat neg manusya sami, barang katon sanepa sadaya, saniskara surahsane, sayogyanya sang wiku , awan esah denya mabeki, den kukuh tapabrata, nira supayantuk, pakoleh mulyaken praja, lamun tuhu pangestuning para resi , praja anut raharja. (3)marang wadyatantranta sakyehing, miwah sekul ulam den aumrah, palane kedhep niitine, saparentahe tinut , ajrihira pan ajrih asih, kukuh prajane karta, tekeng tepis dhusun, kawengan dana sang nata , lau mungguh ing wanudya yen alaki, olehe anak lanang. (cuplikan tembang dhandhanggula bait 1 dan 3) Artinya : (1) sudah tersedia untuk semua manusia, semua yang terlihat hanyalah sebuah perumpamaan, semua artinya, bagaimana seharusnya sang pendeta pertapa, jangan mengeluh jika ingin berbakti, bertapa bratalah dengan kukuh, supaya mendapat apa yang kamu inginkan, mendapatkan kemulyaan dari rakyat, dan mendapatkan res...
Kinanthi (6) Kadi ta sang Maha Wiku , kang linewihaken dening, tar iyan pangabektining Hyang kang Maha Luwih , kalamun wong anom ika, ingkang wibawa tur mukti. (14)Asih pawong mitranipun, tan iyan panembramaneki pandhita panengranira, nihan wisaning kalabang, munggeng sirah unggyaneki. (20) Kono sidaning kang ratu , sudibyo kalokeng bumi, awya na maido sira, ing wuruking para resi , dumadakan lara lapa, utama sira danami. (cuplikan tembang Kinanthi bait ke 6,14,20). Artinya : (6) seperti halnya Sang pendeta, yang dilebihkan, tidak seperti pengabdiannya kepada Yang Maha Segalannya, kalau pemuda itu, yang hidup senang tanpa kekurangan. (14) menyayangi seorang sahabatnya, yang tidak seperti nyanyian para pendeta pada dasanya, begitulah racunnya kelabang, yang ada di kepala ini (20) Ratu itu, kesaktiannya terkenal di bumi, janganlah kam...
Asmarandana (3)Tan sinaba dening paksi, paksi kang saba ing toya, yen pandhita upamane, tilar pangabektinira, nuju becik kang dina, supe ing penambahanipun, yekti doh lan pangerannya. (4)Kalamun pandhita pasthi, tebih lan pangeranira, manggih cilaka lemahe, mangkana sang maharja, yen tan parikseng bala, kurang paramartanipun, anggung rengu aduduka. Artinya: (3) tidak pernah didatangi oleh burung, burung yang sering berada di air, seandainnya kalau pendeta, meninggalkan kebaktiannya, menuju hari yang bagus, lupa dengan statusnya sebagai pendeta, pendeta yang jauh dari Tuhannya. (4) kalau takdir pendeta, jauh dari Tuhannya, celaka yan akan dijumpai, begitu pula Sang maharaja, kalau tidak melihat para tentarannya, kurang baik budinya, akan marah. Isi teks: (3) walaupun orang itu berstatus sebagai pendeta,akan tetapi jika meninggalkan kebaktiannya bisa lupa denga...