Berbagai kerajaan besar pernah menancapkan pengaruhnya di Kabupaten Blitar, mulai dari Mataram Kuno di Jawa Tengah, Kerajaan Kediri, Singosari sampai dengan Majapahit. Oleh karena itu, di daerah Kabupaten Blitar ditemukan warisan cagar budaya, baik berupa prasasti, arca-arca, gapura maupun candi. Salah satu tinggalan candi yang terdapat di Kabupaten Blitar adalah Candi Tepas. Candi ini terletak di Dusun Dawung RT. 02 RW. 03 Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada ± 200 meter sebelah barat laut Pasar Tepas, atau tepatnya berada di samping Pura Surya Darma. Dari Jalan Raya Blitar-Malang berjarak sekitar 3 kilometer ke arah utara dengan jalan menanjak, sedangkan dari Kota Blitar berjarak 22 kilometer ke arah timur. Alvin Abdul Jabbaar Hamzah dalam skripsinya yang berjudul Identifikasi Bentuk Arsitektur Candi Tepas (FIB UI, 2011) menerangkan, bahwa penelitian terhadap Candi Tepa...
Setelah raja S’ri Kerta-negara gugur, kerajaan Singhasa-ri berada di bawah kekuasaan raja Jayakatwang dari Kadiri. Salah satu keturunan penguasa Singhasari, yaitu Raden Wijaya, kemudian berusaha merebut kembali kekuasaan nenek moyangnya. Ia adalah keturunan Ken Angrok, raja Singha-sa-ri pertama dan anak dari Dyah Le(mbu Tal. Ia juga dikenal dengan nama lain, yaitu Nararyya Sanggramawijaya. Menurut sumber sejarah, Raden Wijaya sebenarnya adalah mantu Ke(rtana-gara yang masih terhitung keponakan. Kitab Pararaton menyebutkan bahwa ia mengawini dua anak sang raja sekaligus, tetapi kitab Na-garakerta-gama menyebutkan bukannya dua melainkan keempat anak perempuan Ke(rtana-gara dinikahinya semua. Pada waktu Jayakatwang menyerang Singhasa-ri, Raden Wijaya diperintahkan untuk mempertahankan ibukota di arah utara. Kekalahan yang diderita Singhasa-ri menyebabkan Raden Wijaya mencari perlindungan ke sebuah desa bernama Kudadu, lelah dikejar-kejar musuh dengan sisa pasuka...
Berbicara tentang sejarah lahirnya kota Probolinggo, kita tidak akan lepas dari sejarah kerajaan besar yang pernah berdiri di pulau Jawa, yaitu kerajaan Majapahit. Pada zaman pemerintahan Raja Majapahit ke IV, yaitu Prabu Radjasanagara atau Sri Nata Hayam Wuruk (1350-1389), daerah Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, sesuai dengan nama sungai yang mengalir ditengah daerah ini. Di dalam Kakawin Nagarakertagama, Prapanca, pujangga Majapahit yang terkenal menyebutkan bahwa Banger, yang semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger berkembang menjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu di Sukodono di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo) bertahta sebagai Raja Blambangan, Banger masuk ke dalam daerah kekuasaan Bre Wirabumi. Perselisihan menyebabkan Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan menjadi kancah peperangan antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang...
Candi Surowono terletak di Desa Surowono, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi Surowono terbuat dari batu andesit yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok sedangkan untuk fondasi, Candi Surowono menggunakan bata. Denah Candi Surowono berukuran panjang 7,8 m dan lebar 7,8 m. Di tubuh candi, terdapat relief cerita Arjuna Wiwaha dan Bubuksah Gagang Aking. Pada bagian kaki candi memuat relief Ramayana sedangkan di pipi tangga candi bercerita binatang. Candi Surowono atau Candi Bloran berdenah bujur sangkar terdiri dari bagian batur , kaki, tubuh dan atap candi. Bagian atap, kaki dan sebagian tubuh candi dalam keadaan baik, sedangkan tubuh bagian atas dan atap candi sudah rusak. Diduga Candi Surowono ini adalah Candi Surabhana yang disebut dalam Kitab Negarakertagama. Menurut kitab ini, Candi Surabhana dibangun oleh Bhre Wengker Wijayarajasa, yang pada tahun 1361 M dikunjungi oleh Hayam Wuruk dalam perjal...
Kabupaten Kediri merupakan salah satu tujuan wisata budaya yang memiliki potensi peninggalan sejarah yang menarik. Sebagai kawasan bekas kerajaan kuno, Kediri menyisakan beberapa buah cand. Salah satunya adalah Candi Tegowangi. Candi ini terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di timur laut Kota Kediri ± 24 Km atau 4 Km dari Kota Pare. Untuk menuju candi ini tidak tergolong sulit karena Jalan Pare – Papar cukup halus aspalnya. Penanda untuk masuk lokasi candi ini dari jalan tersebut adalah pertigaan SDN Tegowangi ke utara melewati Kantor Desa Tegowangi. Lingkungan candi ini merupakan kawasan pemukiman yang masih tergolong asri. Di sekeliling Candi Tegowangi terdapat beberapa pohon sonokeling ( Dalbergia latifolia ) dan pohon sengon ( Albizia chinensis ), dan tepat di sebelah utara candi ada lapangan milik Desa Tegowangi. Menuru...
Candi Sumberawan terletak di Dukuh Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini kurang lebih 6 Km dari Candi Singasari . Untuk menemukan candi ini, pengunjung bisa mengikuti papan penunjuk arah dari perempatan di dekat Candi Singasari ke arah utara. Namun, menjelang lokasi Candi Sumberawan, pengunjung akan sedikit tidak yakin untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi candi tersebut. Karena selain papan penunjuk arah yang begitu kecil juga jalan yang menuju ke sana kurang meyakinkan mengingat jalannya kecil laksana pematang sawah ( galengan ) di sepanjang sungai kecil yang mengalir deras dan jernih. Akan tetapi, setelah sampai di lokasi, pengunjung akan berdecak kagum akan pemandangan di sekitar Candi Sumberawan. Sederetan pepohonan pinus dengan semilir angin Gunung Arjuna yang diselingi pohon-pohon besar menjulang, menambah eksotisme lokasi tersebut. Seraya menghilangkan capek usai p...
Kota Pasuruan terletak ditepi pantai dan merupakan kota Bandar kuno. Pada jaman Erlangga kota ini disebut "PARAVAN" sedang pada jaman sejarah tiongkok disebut "GEMBONG". Konon ada orang dari negeri Blambangan yang bernama kiai Gedee Menak Soepethak menjadi Raja di Pasuruan, yang kemudian digantikan oleh orang Surabaya bernama Kiai Gedee Kapulungan yang memenangkan peperangan. Demikian kejadian berikutnya Kiai Gedee Kapulungan digantikan oleh Kiai Gedee Dermoyudo dari Kartosuro, dimana dalam menjalankan Pemerintahannya wafat dan digantikan oleh anaknya yang juga bernama Dermoyudo. Kiai Gedee Dermoyudo lari ke Surabaya dan lolos dalam perang melawan Mas Pekik, serta dalam pelariannya dia wafat dan dimakamkan di pemakaman Bibis Wetan Kantor Pos Surabaya. Dengan demikian Mas Pekik menjadi Raja di Pasuruan, kemudian wafat dan digantikan oleh Onggojoyo. Tahun 1671 – 1686 Pasuruan dibawah pemerintahan Onggo Djoyo, yang berasal dari ke...
Candi Kidal terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, atau sekitar 29 kilometer sebelah timur Kota Malang. Candi ini memiliki ukuran panjang 10,8 meter, lebar 8,36 meter, dan tinggi 12,26 meter (setelah dipugar dari tahun 1986 hingga 1990). Diperkirakan tinggi aslinya adalah 17 meter. Secara vertikal, candi ini dapat dibagi menjadi kaki candi, tubuh candid an atap candi. Di bilik candi tidak ditemukan arca kecuali yoni, di tengah-tengah ruangan. Yoni ini pun ketika ditemukan sudah berada di luar ruangan, diduga berasal dari ruangan candi. Sebuah arca Siwa yang sekarang berada di Royal Tripical Institute, Amsterdam, diperkirakan berasal dari Candi Kidal. Arca tersebut tingginya 1,23 meter digambarkan dengan sikap berdiri, dan memiliki empat tangan. Tangan kanan bagian belakang memegang aksamala , tangan kiri belakang memegang cemara. Kedua tangan depan ditekuk di muka dada, telapak tangan kiri terbuka menghadap ke atas,...
Awal mula berdirinya Kadipaten Ponorogo dimulai ketika Raden Katong sampai diwilayah Wengker , kemudian memilih tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman yaitu di dusun plampitan Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan. Siapakah Bethoro Katong? dari catatan sejarah Ki Padmosusastro generasi 126 menyebutkan Bathoro Katong dimasa kecilnya bernama Raden Joko Piturun atau disebut juga Raden Harak Kali. Beliau adalah salah seorang putra Prabu Brawijaya V dari garwo pangrambe ( selir yang tinggi kedudukannya ) . Lambang Kota Ponorogo Sumber: https://www.google.co.id/ Bethoro Katong adalah adik lain ibu dengan Raden Patah Setelah menjadi Adipati di Ponorogo bergelar Adipati Bethoro Katong. Kebesaran Wengker pada jaman Mojopahit ditandai dengan adanya prasasti berupa sepasang batu gilang yang terdapat didepan gapura kelima di kompleks makam Batoro Katong dimana pada batu gilang tersebut tertulis candrasengkala memet berupa gambar manusia, pohon...