monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
319 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ketan sarikaya durian
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Bahan-bahan   500 gr beras ketan(rndam dulu kira2 1 jm) 250 ml santan(tdak encer,tdak kental) bbrapa lembar dau pandan 1/2 sdt garam bahan atas: 150 gr daging durian(sesuai selera) 250 ml santan dr 1/2 butir kelapa 3 butir telur ukurn jumbo 5 sdm gula pasir(sesuai selera) sejumput garam 1 1/2 sdm tepung maizena sdikit pewarna kuning agar bentuk ny + mengundang selera.hehee Langkah   Kukus...

avatar
Aze
Gambar Entri
Celana Boim
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
DKI Jakarta

Celana Boim atau yang dulu dikenal dengan 'Celana Komprang ini mempunyai desain yang longgar sehingga dalam bahasa Betawi disebut Komprang, namun sekarang banyak orang terbiasa menyebutnya sebagai 'Celana Boim'. Tentunya memudahkan penyebutan mereka karena celana jenis ini pernah populer sekali dikalangan anak muda yang saat itu celana ini biasa dipakai oleh si Boim ( artis Harry D' Fretes ) dalam setiap penampilan grup mereka dilayar televisi lewat acara "Lenong Rumpi ". Dan acara ini sempat menjadi acara yang dinanti-nanti oleh masyarakat karena latar budaya dan alur cerita komedi Betawi. Zaman dahulu celana ini biasa dipakai sehari-hari oleh para pria Betawi seperti pergi mengaji, latihan pukulan (pencak silat), dll. Adapun motif dari celana ini yaitu khas Betawi seperti : Motif Burung hong, motif bambu, bukan motif parang. Bahkan dahulu banyak pula orang Belanda di Batavia yang senang memakainya ketika mereka bersantai dirumah. Sumber : http://batikgodongpekalongan.blogspot.com/20...

avatar
Roro
Gambar Entri
Lenong Denes
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Lenong Denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah, seperti Wayang Sumedar, Wayang Senggol dan Wayang Dermuluk. Lenong Denes mementaskan cerita-cerita kerajaan dan busana yang dikenakan tokohnya pun gemerlapan, seperti halnya raja, bangsawan, pangeran, putri, hulubalang. Maka kata "denes" (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi atau orang-orang yang berpangkat atau yang dinas. Lenong Denes menggunakan bahasa Melayu tinggi dalam dialognya sehingga para pemainnya tidak leluasa untuk melakukan humor. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku, baginda, kakanda, adinda, beliau, daulat tuanku, syahdan, hamba. Dialog dalam Lenong Denes sebagian besar dinyanyikan. Agar pertunjukkan bisa lucu, maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. Adegan-adegan perkelahian dalam Lenong Denes tidak menampilk...

avatar
Roro
Gambar Entri
Lenong Denes
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Lenong Denes dianggap sebagai perkembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini sudah punah, seperti Wayang Sumedar, Wayang Senggol dan Wayang Dermuluk. Lenong Denes mementaskan cerita-cerita kerajaan dan busana yang dikenakan tokohnya pun gemerlapan, seperti halnya raja, bangsawan, pangeran, putri, hulubalang. Maka kata "denes" (dinas) melekat pada cerita dan busana yang dipakai. Maksudnya untuk menyebut orang-orang yang berkedudukan tinggi atau orang-orang yang berpangkat atau yang dinas. Lenong Denes menggunakan bahasa Melayu tinggi dalam dialognya sehingga para pemainnya tidak leluasa untuk melakukan humor. Contoh kata-kata yang sering digunakan antara lain: tuanku, baginda, kakanda, adinda, beliau, daulat tuanku, syahdan, hamba. Dialog dalam Lenong Denes sebagian besar dinyanyikan. Agar pertunjukkan bisa lucu, maka ditampilkan tokoh dayang atau khadam (pembantu) yang menggunakan bahasa Betawi. Adegan-adegan perkelahian dalam Lenong Denes tidak menampilk...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tauke Pemberani dari Batavia
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Pada abad ke-8 Masehi, Batavia sudah dalam jajahan kompeni Belanda. Meski demikian, sektor perdagangan tetap dikuasai oleh para pedagang keturunan Cina atau kaum tauke. Para tauke ini memiliki organisasi yang kokoh dan dibangun dengan rapi hingga ke pelosok. Jika harga barang naik, para tauke juga menaikkan harga demi memperoleh keuntungan.   Rupanya, keberadaan para tauke membuat geram para orang-orang kompeni Belanda. Mereka tidak menyukai tindakan para tauke tersebut. Untuk itu, Gubernur Jenderal Baron van Imhoff sebagai penguasa Batavia saat itu mengadakan rapat bersama dengan para pejabat kompeni Belanda lainnya.   “Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi para tauke itu, Tuan?” tanya seorang pejabat kompeni. “Kita harus segera bertindak. Kita kerahkan para budak belian sebanyak-banyaknya untuk bekerja sebagai tenaga kasar di laut dan mengawasi tingkah laku para tauke.   Tapi, mereka terlebih dahulu ha...

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Senjata Tombak Ono-ono Gorontalo
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
DKI Jakarta

Ono-ono Senjata Ono-ono berukuran ± 195 cm di mana senjata terbuat dari batang pohon enau yang berbentuk silinder kecil. Pemegang senjata tersebut adalah para penjaga pintu belakang istana, orang-orang pertapaan, dan pengawal raja ketika berperang. https://gpswisataindonesia.info/2017/10/senjata-tradisional-gorontalo/

avatar
Roro
Gambar Entri
Cerita Sara Specx
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Hari sudah jadi malam. Pada waktu itu sudah bulan Mei dan udara sangat gelap. Lonceng dikota Betawi telah bunyi sembilan kali, hal ini adalah suatu tanda pintu-pintu benteng dari kota itu mesti ditutup. Kemudian sebagaimana biasa kunci-kuncinya diserahkan pada Gouverneur Generaal. Di dalam gelap gulita itu, dua orang Eropa keluar dari istananya Tuan Besar, dimana ia telah berdiam lama. Maksudnya dia mau buru-buru pulang kerumahnya masing-masing yang ada diluar kota Betawi, yaitu dalam bilangannya kota baru, sebab kalau tidak begitu dia tentu tidak bisa keluar dari benteng-benteng itu, kota yang sedikit itu saat kemudian telah ditutup. Diluar benteng itu, dua orang itu lantas menyeberang ditanah lapangan, dan dia terus melewati suatu jembatan yang telah dijaga oleh satuan soldadu. Biasanya apabila sudah pukul sembilan malam, orang-orang dilarang untuk jalan dijembatan itu. Tetapi pada waktu itu suatu soldadu pengawal sedang mengawasi kedua orang itu dan nyata soldadu itu sudah me...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Satu Pembalasan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Pada kurang lebih tahun 1840-an di sebuah warung yang terletak di Meester Cornelis seorang nyonya Cina bernama Oeji Kim Nio duduk menyulam sepasang kasut sambil menantikan kedatangan kekasihnya yang bernama Tan Atjong. Nyonya Kim sebenarnya adalah istri dari Li Asam, akan tetapi ia telah bermain api dengan lelaki lain. Selagi nyonya Kim menanti-nanti kekasihnya tiba-tiba ia telah dipeluk dari belakang, sehingga sangat terkejut. Tetapi betapa gembiranya sesudah ia tahu bahwa yang memeluknya adalah Atjong yang telah masuk dari pintu belakang. Perbuatan durhaka kedua orang itu sudah sering diintip oleh Li Koe Nyan, anak Li Asam dengan istrinya yang pertama yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Li Asam sama sekali tidak mengetahui bahwa istrinya yang diharapkan dapat menemaninya dengan setia sampai akhir hayatnya telah berlaku serong. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Tan Atjong yang telah berbuat baik dengan meminjami uang untuk mencukupi kebutuhan warungnya telah berlaku...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Hasan Jagoan Mampang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Hasan anak Tabrani. Emak Hasan bernama Zainab. Mereka tinggal di Kramatjati, hidup miskin. Waktu Hasan berumur 3 tahun, emaknya meninggal. Hasan kemudian ikut neneknya, Ibu Tabrani. Umur 5 tahun Hasan kembali ke bapanya, yang sudah kawin lagi. Emak tirinya memperlakukan Hasan semaunya, suka memukul. Tatkala umur 10 tahun Hasan bertanya kepada bapanya: Siapa sebenarnya ibu kandungnya. Jawab ayahnya, ibu Hasan telah meninggal. Semula emaknya itu berasal dari Mampang. "Engkong dan nenekmu masih ada di Mampang. Engkongmu namanya Bisri dan onangmu Saonah." Dua hari kemudian Hasan pergi meninggalkan rumah menuju Mampang, rumah kakek dan neneknya. Di Mampang ia tinggal bersama engkong dan onangnya. Penghidupan Pak Bisri (engkong Hasan) mengerjakan tanahnya yang hanya 2 petak dan punya seekor lembu. Setelah Hasan dewasa ia sadar bahwa kehidupan orang-orang yang tinggal di daerah Mampang itu ditindas oleh tuan tanah bangsa Cina bernama Lie Ceng Hun, yang senantiasa menarik pungutan s...

avatar
Admin Budaya