Celana Boim atau yang dulu dikenal dengan 'Celana Komprang ini mempunyai desain yang longgar sehingga dalam bahasa Betawi disebut Komprang, namun sekarang banyak orang terbiasa menyebutnya sebagai 'Celana Boim'. Tentunya memudahkan penyebutan mereka karena celana jenis ini pernah populer sekali dikalangan anak muda yang saat itu celana ini biasa dipakai oleh si Boim ( artis Harry D' Fretes ) dalam setiap penampilan grup mereka dilayar televisi lewat acara "Lenong Rumpi ". Dan acara ini sempat menjadi acara yang dinanti-nanti oleh masyarakat karena latar budaya dan alur cerita komedi Betawi. Zaman dahulu celana ini biasa dipakai sehari-hari oleh para pria Betawi seperti pergi mengaji, latihan pukulan (pencak silat), dll. Adapun motif dari celana ini yaitu khas Betawi seperti : Motif Burung hong, motif bambu, bukan motif parang. Bahkan dahulu banyak pula orang Belanda di Batavia yang senang memakainya ketika mereka bersantai dirumah. Sumber : http://batikgodongpekalongan.blogspot.com/2016/10/sejarah-celana-boim.html?m=1
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.