Budaya Ceng Beng merupakan budaya khas etnis Tionghoa di Indonesia. Ceng Beng jatuh biasanya pada bulan April, dan meliputi pembersihan dan ziarah kuburan keluarga dekat. Biasanya, para keluarga datang mengunjungi kuburan para almarhum 10 hari sebelum dan sesudah tanggal jatuhnya Ceng Beng. Mereka membersihkan batuan kuburan, memberi penghormatan serta menghidupkan lilin di sekitar kuburan tersebut. Asal mula Ceng Beng berawal dari seorang pemuda yang sangat mencintai orang tuanya. Ketika dia sudah menjadi salah satu pemimpin daerah, orang tuanya telah meninggal. Sayangnya, ia tidak mengetahui mana kuburan milik orang tuanya. Karena itu, ia meminta seluruh rakyat untuk membersihkan kuburan keluarga mereka dan memberi persembahan. Ketika akhirnya tinggal 2 kuburan berdekatan yang belum disentuh para rakyat, ia menyadari bahwa kuburan itulah kuburan orang tuanya. Tradisi ini diturunkan terus ke etnis Tionghoa dan menjadi bagian dari budaya Indonesia yang tidak kalah penting dengan...
Marsembar merupakan sebuah permainan yang mengandalkan kecepatan dan kerja sama tim. Permainan ini berasal dari Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Umumnya, permainan ini dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini layaknya permainan lain terbagi atas 2 tim dengan minimal 2 orang setiap timnya. Semakin banyak anggota tim, permainan pun akan semakin seru. 1 tim bertindak sebagai pangayak (mengejar) dan lainnya berlari untuk menghindari kejaran si pangayak. Nah, jika dapat ditangkap (pangayak harus menangkap bagian tubuh lawan seperti tangan atau baju dengan hitungan 1-10), maka akan dijadikan sebagai tahanan. Nah, para tahanan ini hanya bisa dibebaskan dengan teman satu tim yang belum tertangkap dengan cara saling bersentuhan tangan. Tentunya tugas pangayak semakin bertambah, selain mengejar lawan yang belum tertangkap, mereka juga harus menjaga tawanan agar tidak dapar di "sembar" atau dibebaskan oleh temannya.Permainan ini akan semakin seru jika dilakukan pada malam hari, siang hari jug...
Marsembar merupakan sebuah permainan yang mengandalkan kecepatan dan kerja sama tim. Permainan ini berasal dari Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Permainan ini layaknya permainan lain terbagi atas 2 tim dengan minimal 2 orang setiap timnya. Semakin banyak anggota tim, permainan pun akan semakin seru. 1 tim bertindak sebagai pangayak (mengejar) dan lainnya berlari untuk menghindari kejaran si pangayak. Nah, jika dapat ditangkap (pangayak harus menangkap bagian tubuh lawan seperti tangan atau baju dengan hitungan 1-10), maka akan dijadikan sebagai tahanan. Nah, para tahanan ini hanya bisa dibebaskan dengan teman satu tim yang belum tertangkap dengan cara saling bersentuhan tangan. Tentunya tugas pangayak semakin bertambah, selain mengejar lawan yang belum tertangkap, mereka juga harus menjaga tawanan agar tidak dapar di "sembar" atau dibebaskan oleh temannya.Permainan ini akan semakin seru jika dilakukan pada malam hari, siang hari juga sebenarnya tidak ada masalah. Jika kamu mempunyai...
Tari tor tor adalah salah satu tarian tradisional yang dikenal dalam budaya masyarakat Batak, Sumatera Utara sejak lama. Diperkirakan pada awalnya tarian ini hanya dikenal sebagian masyarakat Batak yang meliputi daerah sekitar Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan Samosir. Adapun karena keunikan dan nilai filosofis yang dikandungnya, tari tor tor kini telah dikenal bahkan hingga ke mancanegara. Gerakan tari tor tor sangatlah sederhana. Tak heran jika kemudian banyak orang yang pertama kali mencobanya akan langsung bisa memainkannya. Gerakan tari tor tor terbatas pada gerakan tangan yang melambai naik turun secara bersama dan gerak hentak kaki yang mengikuti iringan musik mangondan. Dalam Tari Tortor para penari harus memakai ulos,kain selendang yang menjadi ciri khas adat Batak.Seiring dengan perkembangan Tari Tortor tidak lagi di gunakan sebagai ritual saja namun juga menjadi sarana hiburan dan kesenian bagi masyarakat Batak. #OSKMITB2018
Bagi kebanyakan orang batak, khususnya Batak Simalungun, Budaya Manurduk Dayok Na Binatur sudah tidak asing lagi. Budaya ini sudah turun-temurun yang dilakukan orang Batak yang sudah menjadi tradisi khas hingga saat ini. Budaya Manurduk ini adalah sebuah tradisi dimana orang yang lebih tua memberikan sebuah Dayok Na Binatur (ayam yang diatur kembali) kepada orang yang lebih muda atau anaknya. Dayok na binatur sendiri adalah masakan khas Batak Simalungun yang dimasak menggunakan rempah-rempah asli Simalungun. Dayok nabinatur biasanya di Surdukkan (diberikan) kepada seseorang (sekelompok orang) sebagai bentuk/wujud terima kasih dan raya syukur serta doa agar yang menerima diberikan kesehatan oleh Tuhan, memiliki “keteraturan” di dalam kehidupan, dan memiliki semangat dalam menjalaninya. Dalam proses memberikan Dayok Nabinatur ini sering di sebutkan kata kata seperti, “Sai andohar ma songon paratur ni Dayok Nabianur On…....
Sipaha Lima merupakan salah satu situasi upacara suci yang biasa dilakukan oleh masyarakat yang menganut kepercayaan Malim (Parmalim). Sipaha Lima ini dikenal sebagai ritual sacral agama leluhur suku Batak di Sumatera khususnya daerah tapanuli. Tradisi ini dilakukan sebagai ucapan syukur atas rejeki, kesehatan, dan keselamatan sepanjang tahun kepada Debata Mula Jadi Na Bolon / Tuhan Yang Maha Esa. Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, tradisi ini sudah dilakukan para penganut Parmalim sejak ribuan tahun yang lalu. Kepercayaan Parmalim itu sendiei adalah kepercayaan asli masyarakat Batak pada zaman dahulu. Tradisi Sipaha Lima ini pertama kali diperkenalkan oleh Raja Sisingamangaraja XII. Beliau merupakan salah satu pahlawaan nasional dan pemimpin masyarakat Batak, yang merupakan penganut kepercayaan Parmalim. Pada saat itu penganut kepercayaan Parmalim masih menyebar di berbagai tempat. Keadaan inilah yang kemudian membuat Raja Sisingamangaraja XII memberi...
Pada zaman dahulu, di tanah Karo, Sumatera Utara, terdapat sebuah negeri yang mengalami kemarau panjang. Di sana, hiduplah Beru Dayang, seorang anak laki-laki yang sudah yatim yang sedang menangis di pangkuan ibunya, meminta makan. Ibunya sedih dan cemas tetapi dia juga tidak bisa melakukan apa pun selain menatap anaknya dengan sedih. Alhasil, semakin lama tubuh si Beru Dayang semakin lemah dan lemas dan pada akhirnya dia meninggal. Setelah anak satu-satunya itu pergi, ibunya pun menjadi tambah sedih dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai yang deras dan dalam. Namun, tak seorang penduduk pun yang tahu dengan kejadian itu. Beberapa bulan berlalu dan musim kemarau belum juga berakhir. Di tengah tanah yang kering di negeri itu, ada dua anak yang sedang menggaruk-garuk tanah mencari umbi-umbian. Tiba-tiba, salah satu dari anak itu menemukan buah sebesar buah labu. Akhirnya, kedua anak itu membawa buah tersebut untuk diperlihatkan kepada orang tua mereka. Te...
Sikambang (kesenian) Sikambang merupakan salah satu kesenian yang berada di Pesisir Barat , mulai dari Meulaboh di Banda Aceh sampai Tapanuli, khususnya Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah , Sumatera Utara . Kedua daerah ini masih aktif menggunakan kesenian Sikambang dibeberapa kegiatan adatnya. Selain itu, kesenian Sikambang juga terdapat di Pantai Timur kepulauan Nias dan Pulau Telo . Orang - orang yang bermukim di Tapaktuan, Singkel, Sorkam, Barus, Singkuang, Muko-muko, Natal dan Pariaman merupakan masyarakat pendukung utama kelestarian kesenian Sikambang secara turun temurun. Sejarah Singkat Pada dasarnya, kesenian Sikambang terdiri gerak tari dan nyanyian serta sarat akan petuah. Kesenian Sikambang bukanlah akulturasi yang terserap dari kebudayaan Batak dan Minangkabau, tetapi kesenian warisan peradaban kerajaan pesisir. Ada dua sumber yang m...
Sikambang (kesenian) Sikambang merupakan salah satu kesenian yang berada di Pesisir Barat , mulai dari Meulaboh di Banda Aceh sampai Tapanuli, khususnya Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah , Sumatera Utara . Kedua daerah ini masih aktif menggunakan kesenian Sikambang dibeberapa kegiatan adatnya. Selain itu, kesenian Sikambang juga terdapat di Pantai Timur kepulauan Nias dan Pulau Telo . Orang - orang yang bermukim di Tapaktuan, Singkel, Sorkam, Barus, Singkuang, Muko-muko, Natal dan Pariaman merupakan masyarakat pendukung utama kelestarian kesenian Sikambang secara turun temurun. Sejarah Singkat Pada dasarnya, kesenian Sikambang terdiri gerak tari dan nyanyian serta sarat akan petuah. Kesenian Sikambang bukanlah akulturasi yang terserap dari kebudayaan Batak dan Minangkabau, tetapi kesenian warisan peradaban kerajaan pesisir. Ada dua sumber yang m...