Kawok atau tikus merupakan makanan yang cukup di gemari masyarakat Minahasa (Manado) Sulawesi Utara. Namun tidak semua tikus dapat diolah menjadi masakan yang memanjakan lidah. Kawok/ Tikus yang diolah menjadi masakan adalah tikus yang ditangkap dari hutan yang mempunyai ekor berwarna putih. Kawok umumnya di jual di pasar tradisional dan semuanya sudah di bakar (gosong dan kering) kecuali untuk bagian ekor karena itu merupakan salah satu cara pedagang untuk meyakinkan pembeli bahwa itu bukan tikus rumah. Hal lain yang juga membedakan tikus hutan dan tikus rumah adalah bentuk kuku. Kuku pada tikus hutan lebih panjang dan melengkung/ lebih mencengkram, hal ini karena tikus hutan hidup di atas pohon dan tidak pernah turun ke tanah. Tekstur daging kawok berserat halus dengan tulang yang kecil. Ada sedikit rasa pahit namun hal tersebut yang menjadikan ciri khas dari kawok. Inti memasak kawok agar lezat ada pada kualitas bumbunya, jangan heran jika melihat takaran bumbu ya...
Putu cangkir salah satu makanan tradisional khas Makassar kini mulai sulit di dapatkan dengan munculnya berbagai macam jajanan kue modern. Putu cangkir berbahan gula merah, beras ketan, serta kelapa, pembuatanya harus dengan manual karena menggunakan uap air untuk mengeraskan adonannya. Kue ini bisa bertahan sampai 2 hari. RM yang menyediakan: Pelangi Jl. Johar No. 16, Menteng, Jakarta 021 3103372, 021 3156571 Sumber: https://www.sulselsatu.com/2017/11/03/hutmakassar410/ini-5-kue-tradisional-bugis-makassar-yang-wajib-untuk-dicoba.html
Sajian berbentuk bulat pipih ini merupakan panganan khas Makassar. Campuran sukun dan tepung beras ini disantap bersama sirop gula merah. Untuk pecinta penganan tradisional, wajib cicipi uniknya Siri Manis ini. Bahan: 150 gram sukun, kukus, haluskan 100 gram tepung beras 25 gram gula pasir 1/2 sendok teh garam 100 ml santan dari 1/2 butir kelapa 1 sendok makan minyak untuk menggoreng Bahan Pencelup: 2 butir telur, kocok lepas Bahan Sirop: 350 gram gula merah, sisir halus 150 ml air 2 lembar daun pandan Cara Membuat Siri Manis: 1. Aduk rata sukun, tepung beras, gula pasir, garam, dan santan. 2. Ambil sedikit adonan. Bentuk bulat pipih. 3. Celup ke dalam pencelup. Goreng di dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang. Angkat. Sisihkan. 4. Sirop, rebus gula, air dan daun pandan sampai gula larut dan mengental. Angkat. Saring. 5. Sajikan kue bersama sausnya. Sumber: http...
Asal kata Umba-umba adalah ammumba (muncul/nampak). Dalam proses pembuatannya, umba-umba yang belum matang akan berada di dasar panci sementara yang matang akan naik ke permukaan, inilah yang disebut ammumba. Umba-umba ini mengandung makna agar hal-hal yang baik akan tampak dalam kehidupan rumah tangga pengantin baru. Rasa yang sangat manis dalam kue-kue tradisional mengandung makna agar yang punya hajatan akan selalu merasakan hal yang manis-manis dan tidak ditimpa kesusahan. Selain selalu menjadi makanan wajib untuk acara pengantin dan sunatan, umba-umba ini juga akan selalu hadir bila ada yang sesuatu baru. Rumah baru, motor baru, sepeda baru, pekerjaan baru, lantas akan dianggap sah kalau ada umba-umba. Cita rasanya sangat enak, dan ada sensasi tersendiri saat menikmati panganan ini. Sensasi gula merah yang lumer saat dikunyah. Hanya saja jajanan ini tidak bisa dinikmati setiap saat, hanya di acara-acara tertentu saja. ...
Pantollo’ pamarasan merupakan masakan khas Toraja yang terbuat dari daging babi yang diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur dengan sedimikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara-acara adat masyarakat Toraja. Selain dimasak dengan menggunakan daging babi, pantollo’ pamarasan juga bisa diolah dengan menggunakan ikan mas, ikan gabus, ikan tongkol, belut dan cumi-cumi. Masakan Pamarrasan merupakan masakan tradisional khas masyarakat Toraja dan hanya bisa diperoleh disekitar daerah Sulawesi. Biasanya masakan Pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran. Pamarrasan adalah cara masyarakat lokal memasak makanan dengan bumbu hitam spesial Toraja yang diolah dari buah Pangi ( di Jawa disebut dengan kluwek). Pohon pangi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh baik dari daunnya, buah maupun bijinya. Selain daging...
Pantollo’ pamarasan merupakan masakan khas Toraja yang terbuat dari ikan gabus yang diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur dengan sedimikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara-acara adat masyarakat Toraja. Selain dimasak dengan menggunakan ikan gabus, pantollo’ pamarasan juga bisa diolah dengan menggunakan ikan mas, ikan tongkol, belut, daging babi dan cumi-cumi. Masakan Pamarrasan merupakan masakan tradisional khas masyarakat Toraja dan hanya bisa diperoleh disekitar daerah Sulawesi. Biasanya masakan Pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran. Pamarrasan adalah cara masyarakat lokal memasak makanan dengan bumbu hitam spesial Toraja yang diolah dari buah Pangi ( di Jawa disebut dengan kluwek). Pohon pangi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh baik dari daunnya, buah maupun bijinya. Selain daging m...
Pantollo’ pamarasan merupakan masakan khas Toraja yang terbuat dari daging babi yang diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur dengan sedimikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara-acara adat masyarakat Toraja. Selain dimasak dengan menggunakan daging babi, pantollo’ pamarasan juga bisa diolah dengan menggunakan ikan mas. Masakan Pamarrasan merupakan masakan tradisional khas masyarakat Toraja dan hanya bisa diperoleh disekitar daerah Sulawesi. Biasanya masakan Pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran. Pamarrasan adalah cara masyarakat lokal memasak makanan dengan bumbu hitam spesial Toraja yang diolah dari buah Pangi ( di Jawa disebut dengan kluwek). Pohon pangi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh baik dari daunnya, buah maupun bijinya. Selain daging merah sebagai bahan dasarnya, bumbu pamarrasan...
Pantollo’ pamarasan merupakan masakan khas Toraja yang terbuat dari ikan mas yang diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur dengan sedimikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara-acara adat masyarakat Toraja. Selain dimasak dengan menggunakan ikan mas, pantollo’ pamarasan juga bisa diolah dengan menggunakan ikan gabus, ikan tongkol, belut, daging babi dan cumi-cumi. Masakan Pamarrasan merupakan masakan tradisional khas masyarakat Toraja dan hanya bisa diperoleh disekitar daerah Sulawesi. Biasanya masakan Pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran. Pamarrasan adalah cara masyarakat lokal memasak makanan dengan bumbu hitam spesial Toraja yang diolah dari buah Pangi ( di Jawa disebut dengan kluwek). Pohon pangi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh baik dari daunnya, buah maupun bijinya. Selain daging mer...
Pantollo’ pamarasan merupakan masakan khas Toraja yang terbuat dari daging babi yang diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur dengan sedimikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara-acara adat masyarakat Toraja. Selain dimasak dengan menggunakan daging babi, pantollo’ pamarasan juga bisa diolah dengan menggunakan ikan mas. Masakan Pamarrasan merupakan masakan tradisional khas masyarakat Toraja dan hanya bisa diperoleh disekitar daerah Sulawesi. Biasanya masakan Pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran. Pamarrasan adalah cara masyarakat lokal memasak makanan dengan bumbu hitam spesial Toraja yang diolah dari buah Pangi ( di Jawa disebut dengan kluwek). Pohon pangi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh baik dari daunnya, buah maupun bijinya. Selain daging merah sebagai bahan dasarnya, b...