Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Minahasa
Kawok Khas Minahasa
- 9 Februari 2018

Kawok atau tikus merupakan makanan yang cukup di gemari masyarakat Minahasa (Manado) Sulawesi Utara. Namun tidak semua tikus dapat diolah menjadi masakan yang memanjakan lidah. Kawok/ Tikus yang diolah menjadi masakan adalah tikus yang ditangkap dari hutan yang mempunyai ekor berwarna putih.

Kawok umumnya di jual di pasar tradisional dan semuanya sudah di bakar (gosong dan kering) kecuali untuk bagian ekor karena itu merupakan salah satu cara pedagang untuk meyakinkan pembeli bahwa itu bukan tikus rumah.

Hal lain yang juga membedakan tikus hutan dan tikus rumah adalah bentuk kuku. Kuku pada tikus hutan lebih panjang dan melengkung/ lebih mencengkram, hal ini karena tikus hutan hidup di atas pohon dan tidak pernah turun ke tanah.

Tekstur daging kawok berserat halus dengan tulang yang kecil. Ada sedikit rasa pahit namun hal tersebut yang menjadikan ciri khas dari kawok.

Inti memasak kawok agar lezat ada pada kualitas bumbunya, jangan heran jika melihat takaran bumbu yang cukup banyak.

Kawok sering di olah dengan Daun Leilem, Namun jika tidak ada tidak apa, tidak akan mengurangi kelezatan kawok itu sendiri.

 

RESEP KAWOK KHAS MINAHASA

Bahan :

-           1 Ekor Kawok Besar

-           Daun Leilem (Secukupnya – Di potong ½ cm)


Bumbu :

-           1 Sdm Air Perasan Jeruk Nipis

-           1 Genggam Daun Kemangi

-           1 Lbr Daun Pandan

-           1 Lbr Daun Kunyit

-           1 Btg Daun Bawang Besar (Iris Kecil-Kecil)

-           10 Lbr Daun Jeruk Purut

-           Garam (Secukupnya)


Bumbu Halus :

-          4 Btr Bawang Merah Besar

-           1 Ruas Jahe

-           1 Ruas Kunyit

-           3 Btg Sereh Besar

-           Cabe Hijau (Sesuai Selera)


Cara Memasak :

-  Daging Kawok yang sudah di bakar, di potong sesuai selera, lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan garam.

-  Diamkan 10 – 15 Menit.

-  Goreng kering daging kawok, angkat dan tiriskan.

-  Tumis bawang merah, jahe, kunyit, cabe hijau dan sereh hingga harum.

-  Masukkan daun bawang lalu daun pandan, aduk-aduk sebentar.

-  Masukkan daun kemangi, aduk hingga daun kemangi layu.

-  Masukkan daun leilem dan kawok, aduk – aduk hingga bumbu meresap.

-  Jika sudah meresap, masukkan air secukupnya, masak hingga matang.

-  Walau sudah matang, tunggu sampai air mengering.

-  Kawok siap di sajikan.

 

Bisa dibeli di:

Rumah Makan Tinoor Tomohon
Tomohon, Sulawesi Utara
 

Source:http://resepkomplitmasakankampung.blogspot.co.id/2015/12/resep-kawok-tikus-khas-minahasa.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Hacked By Raxor404
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

<!DOCTYPE html>   Hacked By Raxor404 Santiago 404 Team       Website Locked By Raxor404 PLEASE PAY THE RANSOM AT indonesiacyberteamid@gmail.com

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Hacked By Raxor404
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
Hacked By Raxor404
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Hacked By Raxor404
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Hacked By Raxor404
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan       ni balatuk ni rumah bea la`` <pre><code>&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;p&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; </code></pre></li> </ol> <p> <p> <p> </p></li> </ol> Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao"...

avatar
Hokker