Cianjur adalah salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam Provinsi Jawa Barat. Di kabupaten ini ada satu jenis kesenian yang disebut sebagai “Mamaos Cianjuran”. Kesenian ini sangat erat kaitannya keturunan rundayan (Dalem Ciabjur). Konon, di masa lalu adalah seorang yang bernama R. Aria Wangsaparana. Ia adalah salah seorang keturunan Sunan Talaga Majalengka. Sunan Talaga Majalengka beragama Hindu, sementara R. Aria Wangsaparana beragama Islam. Oleh karena itu, ia meninggalkan talaga (pindah ke Sagaraherang Cagak Subang. Di sana ia mendirikan Nagari Sagaraherang dan menyebarkan agama Islam di daerah sekitarnya. Ia mempunyai putera yang bernama Jaya Sasena yang bergelar R.A. Wiratanudatar yang sering disebut juga sebagai Dalem Cikundul karena dimakamkan di Cikundul, Cikalong Kulon, Cianjur. R.A. Wiratanudatar itu sendiri mempunyai beberapa anak, yaitu: R.A. Wiramanggala Dalem Tarikolot (R.A.A. Wiratanudatar II) yang kemudian menggantikan kedudukan...
Kacapi adalah merupakan alat musik tradisional Jawa Barat. Kacapi merupakan alat musik utama dalam tembang sunda atau mamaos cianjuran. Alat musik tradisional yang merupakan salah satu icon dari Jawa Barat ini dipergunakan dengan cara dipetik. Menurut fungsinya dalam mengiringi musik, kacapi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kacapi indung (kacapi induk) dan kacapi rincik (kacapi anak). Alat musik kacapi dapat ditemui hampir diseluruh wilayah di Jawa Barat. Dan sampai saat ini alat musik kacapi masih sering dipergunakan dan dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya orang sunda. Diduga alat musik tradisional kacapi ini sudah ada sebelum abad ke 15, dimana kacapi indung dipergunakan untuk mengiringi pantun sunda. Sumber: http://www.tradisikita.my.id/2013/04/alat-musik-tradisional-jawa-barat.html#ixzz46XfBAzDu
Calung merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang terdiri dari deretan tabung bambu yang disusun berurutan dengan tangga nada pentatonik dan dimainkan dengan cara memukul bagian bilah atau tabungnya.Bambu yang dipakai untuk membuat alat musik calung berasal dari jenis awi temen(Gigantochloa Atter (Hassk.) Kurz) atau awi wulung(Gigantochloa Atroviolacea Widjaja). Secara etimologi, kata calung berasal dari "caca cici sing kurulung" yang berarti suara bilah bambu yang dipukul. Ada dua jenis calung yang terdapat di Jawa Barat, yakni Calung Rantay dan Calung Jinjing. Calung Rantay Calung rantay disebut juga calung renteng, calung gambang atau calung runtuy. Beberapa ahli mengklasifikasikan bahwa calung rantay dan calung gambang berbeda jenis, sebab di beberapa daerah calung gambang memiliki dudukan yang paten, kurang lebih berbentuk seperti xylophon atau kolintang di Minahasa. Untuk memainkan calug rantay biasanya dipukul menggunakan dua buah alat pemukul sambil duduk...
Panon hideung pipi koneng Irung mancung Putri Bandung Putri saha di mana bumina Abbi reseup kaanjeunna Siang wengi kaimpi-impi Hate abdi sara redih Teuemut dahar Teuemut nginum Emut kanu geulis Panon Hideung Arti Lagu Panon Hideung : Mata hitam pipi kuning Hidung mancung putri Bandung Anak siapa di mana rumahnya Aku suka padanya Siang malam terimpi-impi Hatiku merasa sedih Lupa makan Lupa minum Ingat pada si cantik Mata hitam Cipt. Ismail Marzuki Sumber: http://www.tradisikita.my.id/2014/10/14-lagu-lagu-daerah-jawa-barat.html#ixzz46wPdmknm
Lanjutan part 1 11.TINGI kayu tingi menghasilkan warna merah cokelat gelap. selain itu kayu tingi atau soga tingi dimanfaatkan untuk pengawetan jala,layar perahu dan penyamakan kulit. 12.DAUN MANGGA selain buahnya bisa dimanfaatkan, daunnya bisa juga dijadikan bahan pewarna tekstil. selain itu, duan mangga dimanfaatkna untuk mengobati diabetes,menurunkan tekanan darah,menghilangkan perasaan gelisah,menyembuhkan luka bakar dan mengatasi flek juga bintik hitam. 13.DAUN ALPUKAT daun alpukat tidak hanya dipakai untuk pewarna tekstil namun dapat pula digunakan sebagai mengobati darah tinggi, mengobati menstruati yang tidak teratur,mengobati kencing batu, mengobati nyeri lambung dan saraf. untuk kecantikan dapat menghaluskan kulit dan menghitamkan rambut 14.BUAH PINANG buah pinang juga memberi manfaat selain pewarna yaitu mengatasi mulut agar tidak kering,menguatkan gigi dan gusi, obat cacing, mengobati kudis, mengobati sa...
Pengertian Alat Musik Angklung Asal Masyarakat Sunda Jawa Barat Penjelasan alat musik tradisional Angklung yang berasal dari masyarakat Sunda Jawa Barat. Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya cukup mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bunyi yang dihasilkan disebabkan oleh benturan badan pipa bambu. Bunyi yang dihasilkan bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010 Asal Usul Angklung Belum ditemuka...
"TOTOPONG / IKET" Totopong (ikat kepala) mulai dikenal sekitar tahun 1450 Masehi atau pada masa Kerajaan Pajajaran. Awalnya, totopong dikenakan untuk melindungi kepala dari panas terik dan sebagai identitas diri.Pada masa perang kemerdekaan, totopong digunakan sebagai identitas para pejuang. Pada era itu pula, totopong menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan. Totopong juga menjadi simbol pemersatu dan pengobar semangat orang Sunda kala itu. Totopong merupakan ikat kepala terbuat dari kain polos atau kain batik. Ukuran kain pada umumnyasekitar 1 m2. Khusus totopong, memiliki ukuran setengah meter dan bentuk kain terbelah tengah secara diagonal atau sering dise-but setengah iket. Totopong biasanya memiliki motif batik khusus, misalnya batik kangkung, kumeli, sida mukti, kawung ece, seumat sahurun, gjringsing, manyingnyong, katuncar mawur, kalangkang ayakan, dan porod, eurih. Sebagaimasyarakat agraris, para leluhur Sunda memanfaatkan totopong sebagai pelindung dari sengatan matahar...
Bagi orang di Luar Bandung, Jawa Barat, barangkali di Jalan Kalipah Apo bukan termasuk jalan yang mudah dikenali. Berbeda dengan Jalan Dago, Jalan Riau, atau Jalan Dipati Ukur. Jalan Kalipah Apo hanyalah jalan kecil di wilayah Alun-alun Bandung. Ia terletak di persimpangan antara Jalan Oto iskandar Dinata dan Kepatihan. Jalan Kalipah Apo dulunya hanya dikenal sebagai sentra penjual kertas dan alat-alat dapur. Tapi siapa sangka, ada sebuah tempat penjaja makanan khas yang membuat jalan ini tercatat dalam peta wajib kuliner Bandung, yakni Lotek Kalipah Apo 42. Lotek adalah hidangan khas Jawa Barat yang kerap diincar para pemburu kuliner. Makanan berupa rebusan sayur yang diguyur oleh sambal kacang ini kadang dimiripkan dengan pecel Madiun atau gado-gado Jakarta. Berdiri sejak 1953, Lotek Kalipah Apo 42 bukanlah usaha yang dibangun dengan mudah. Marina Latief, 88 tahun yang mempelopori usaha makanan khas tersebut, memulainya dari sebuah meja dagangan kecil yang digelar di depan ter...
Selamat datang lagi para pecinta kuliner.. setelah berjalan – jalan ke provinsi Kalimantan, saatnya kita balik lagi ke povinsi Jawa barat disana ada makanan yang namanya kue lapis tepung beras. Kue lapis merupakan salah satu jajanan pasar atau jenis makanan tradisional yang banyak digemari. Kue yang satu ini termasuk dalam golongan kue basah yang sangat enak. Selain memiliki rasa yang manis, kue basah ini juga memiliki tekstur yang sangat kenyal. Kue lapis adalah kue yang banyak dijumpai dipasaran terutama pasar tradisional dan toko kue. Kue ini memiliki warna-warni yang menarik sehingga dapat membuat anak menjadi suka. Tidak hanya untuk anak-anak, karena kue ini sangat cocok dikonsumsi oleh siapapun bagi yang menyukainya. Berikut adalah proses pembuatan kue lapi tepung beras yang kenyal. Bahan : 350 gr tepung beras putih 350 gr gula pasir 1 sendok teh garam 125 gr tepung sagu 1.5 liter santan kelapa pewarna makanan secukupny...