Jumbia atau Jambia adalah senjata yang asalnya dari Timur Tengah – kemungkinan Yamen, ketika bagian pesisir Kalimantan menjadi kesultanan maka pengaruh budaya arab sangat kuat, salah satunya ialah penggunaan Jumbia ini. Jambia adalah belati kecil melengkung – biasanya dikenakan disabuk. Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2013/09/12/senjata-khas-dayak-part-3/
Geladau ini mirip dengan keris lurus. Geladau dikenal oleh dayak paser, sepertinya senjata ini mendapat pengaruh dari budaya bugis – melayu. Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2013/09/12/senjata-khas-dayak-part-3/
Tidak banyak literature yang membahas mengenai tattoo ataupun motive tattoo Dayak Ngaju. Memang saat ini tattoo Dayak Ngaju bisa dikatakan telah punah, karena sudah banyak suku Dayak Ngaju yang menganut kepercayaan Islam, Kristen dan juga aturan Pemerintah yang tidak menerima pegawai/polisi/tentara yang memiliki tattoo, disamping itu tiidak ada lagi generasi tua yang masih tersisa yang bertattoo. Leluhur penulis yang bertattoo adalah kakek dari kakek ku salah satunya yang ada di daerah Tangkahen – konon cerita kakekku badannya penuh dengan tattoo dan semacam garis-garis. Sedangkan leluhur penulis yang berasal dari Tumbang Mantuhe juga dahulu bertatto – hanya menurut cerita kakeku tattoo leluhur yang ada di Tumbang Mantuhe adalah perlambangan dari “sahabat-sahabat” ghaibnya. Orang sering mengasosiasikan Dayak dengan tattoo dan kuping panjang. Padahal tidak semua sub suku dayak menggunakan tattoo dan berkuping panjang. Pada kebudayaan Dayak Ngaju tidak dike...
Sejak akhir tahun 1900an, tradisi mengayau semakin ditinggalkan oleh semua sub suku Dayak di Kalimantan, semenjak ada deklarasi damai Tumbang Anoi 1896 ditambah semakin banyak orang dayak yang memeluk agama semawi. Tetapi ada satu bagian dari tradisi itu yang masih bertahan walau saat ini sudah mulai menghilang yaitu “Kinyah”. Kinyah adalah tarian perang suku Dayak, merupakan suatu tarian persiapan untuk membunuh dan memburu kepala musuh. Pada masa lalu para pemuda dayak dikalimantan harus melakukan perburuan kepala untuk bermacam-macam alasan, karena setiap sub suku dayak memiliki alasan yang berbeda-beda. Sebagi contoh anak laki-laki iban pada usia 10 tahun harus bisa mendapatkan setidaknya 1 kepala manusia, karena ini akan menunjukan bahwa anak laki-laki ini sudah memasuki usia dewasa dan dapat menikah. Persiapan fisik untuk perburuan kepala ini pada budaya dayak ngaju disebut “kinyah” – Tarian perang. Hampir semua sub suku dayak memiliki t...
Perjalanan dan bentuk seni tari di Indonesia sangat terkait dengan perkembangan kehidupan masyarakatnya, baik ditinjau dari struktur etnik maupun dalam lingkup negara kesatuan. Jika ditinjau sekilas perkembangan Indonesia sebagai negara kesatuan, maka perkembangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang keadaan masyarakat Indonesia. Pada saat itu, Amerika Serikat dan Eropa secara politis dan ekonomis menguasai seluruh Asia Tenggara, kecuali Thailand. Menurut Soedarsono (1977), salah seorang budayawan dan peneliti seni pertunjukan Indonesia, menjelaskan bahwa, “secara garis besar perkembangan seni pertunjukan Indonesia tradisional sangat dipengaruhi oleh adanya kontak dengan budaya besar dari luar (asing)”. Berdasarkan pendapat Soedarsono tersebut, maka perkembangan seni pertunjukan tradisional Indonesia secara garis besar terbagi atas periode masa pra pengaruh asing dan masa pengaruh asing. Namun apabila ditinjau dari perkembangan masyarakat Indonesia...
Perubahan zaman membuat budaya dan hal hal tradisional dilupakan oleh bangsa indonesia, yg sebenarnya banyak sekali Budayanya. salah satunya yaitu permainan tradisional Angkaleong, yg pernah dimainkan oleh ana-anak tahun 90an. mungkin masih terdengar asing oleh sebagian orang, tapi akan saya jelaskan disini. kalaupun salah mungkin bisa dibenarkan kembali. Angkaleong adalah permainan sandal yg disusun. cara bermain : misalkan ada 5 orang yg bermain, sendal dari setiap otang disusun seperti gambar diatas, berdiri namun saling terkait agar tidak ambruk dan jatuh. mereka bergiliran untuk melempar sendal dengan sendalnya masing masing, jika pemain 1 belum berhasil melempar sandal maka pemain 2 selanjutnya.. jika sudah ada pemain yg bisa mengenai sandal dan menjatuhkannya, maka pemain sebelumnya yg jaga angkaleong. pemain yg lain, bersembunyi dengan membawa sendal lemparan mereka tadi, dan waktu ditentukan dengan lamanya si penjaga angkaleong tadi. tugas si penjaga a...
Terdapat suatu kue yang sangan diminati pada saat bulan Ramadhan dan spesial saat hari Lebaran tiba, terutama di Kampung Arab, yaitu Kue Kaak. Kue ini sebenarnya merupakan khas dari etnis Arab, namun juga termasuk makanan khas Indonesia. Namun sekarang ini sudah semakin jarang warga keturunan Arab yang membuatnya. Mungkin dikarenakan proses pembuatannya yang cukup rumit. Kue ini terbuat dari rempah-rempah yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti: jahe, kayu manis, pala, merica, cengkih, kapulaga, adas, madu, telur ayam kampung, gula, tepung terigu, koya halus, minyak samin, mentega dan jinten hitam. Sehingga kue kaak ini pun juga memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan. Kue ini sangat populer di kalangan masyarakat Jawa Timur, seperti: Gresik, Bondowoso, dan sekitarnya. Bahkan sekarang sudah ada sejumlah warga yang mencoba untuk membuat kue kaak, meskipun bukan keturunan Arab. Namun karena biaya bahan yang cukup mahal dan proses pembuatan yang cukup...
Tari Sigale-Gale adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tari Sigale-Gale ini termasuk salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Samosir. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana. Dalam pertunjukannya, boneka sigale-gale biasanya dimainkan oleh beberapa orang dengan cara memegang tali untuk menggerakkan boneka tersebut. Dengan diiringi musik tradisional boneka tersebut digerakan seperti menari layaknya manusia. Selain itu dalam pertunjukan Tari Sigale-Gale ini juga terdapat beberapa penari yang menari mengikuti boneka sigale-gale tersebut. Pertunjukan Tari Sigale-Gale biasanya ditampilkan dalam durasi kurang lebih 1 jam dengan b...
Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...