Bahan-bahan 150 gr terigu segitiga 1 btr telur 5 sdm yogurt plan 100 gr baby buncis diiris halus 1/2 sdt merica bubuk plus exstra utk taburan 1/2 sdt garam/kaldu bubuk 50 gr keju parut secukupnya Petersely kering/seledri segar yg dicincang halus utk taburan 250 ml air matang/susu cair low fat Krg lbh 18 btr telur puyuh utuh 1/4 sdt soda kue Langkah ...
Celana Boim atau yang dulu dikenal dengan 'Celana Komprang ini mempunyai desain yang longgar sehingga dalam bahasa Betawi disebut Komprang, namun sekarang banyak orang terbiasa menyebutnya sebagai 'Celana Boim'. Tentunya memudahkan penyebutan mereka karena celana jenis ini pernah populer sekali dikalangan anak muda yang saat itu celana ini biasa dipakai oleh si Boim ( artis Harry D' Fretes ) dalam setiap penampilan grup mereka dilayar televisi lewat acara "Lenong Rumpi ". Dan acara ini sempat menjadi acara yang dinanti-nanti oleh masyarakat karena latar budaya dan alur cerita komedi Betawi. Zaman dahulu celana ini biasa dipakai sehari-hari oleh para pria Betawi seperti pergi mengaji, latihan pukulan (pencak silat), dll. Adapun motif dari celana ini yaitu khas Betawi seperti : Motif Burung hong, motif bambu, bukan motif parang. Bahkan dahulu banyak pula orang Belanda di Batavia yang senang memakainya ketika mereka bersantai dirumah. Sumber : http://batikgodongpekalongan.blogspot.com/20...
Kisah ini bermula saat kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Ia mempunyai anak bernama Sultan Haji, Suatu hari, Keraton Surawosan, tempat Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa terjadi kebakaran. Saat itu, muncul Hendrik Lucaas Cardeel, seorang juru bangunan dari Batavia. Ia berniat mengabdi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji menyambut baik kedatangan orang ini. Ia memercayakan pembangunan Keraton Surasowan kepada Cardeel. Puas dengan kinerja Cardeel, Sultan Haji meminta Cardeel untuk membangun menara dan beberapa bangunan pada Masjid Agung Banten. Seiring waktu, Cardeel betah tinggal di Banten. Ia pun menikah dengan perempuan Nilawati, seorang gadis setempat. Sultan Haji sangat kagum dengan karya Cardeel. Karena itu, Cardeel mendapat gelar Kiai Aria Wiraguna. Suatu saat, Sultan Haji berniat menjadi raja Banten. Ia pun mengutarakan niat tersebut kepada ayahnya. Namun oleh Sultan Ageng Tirtayasa, permintaan tersebut ditolak. Akibatnya, terjadi permusuhan di antara keduanya,...
Permainan caca gulali adalah permainan anak Betawi yang menggunakan nyanyian. Biasanya dimainkan sekitar 4–6 orang anak. Sebelum permainan dimulai, harus dicari dulu pemain yang akan menjadi “penjaga/jaga” melalui undian (hompimpah, gamsit, dll.). Pemain yang jaga harus menelungkup menghadap lantai dan menutup wajahnya. Pemain yang lain duduk melingkari pemain yang jaga. Permainan diawali dengan pemimpin permainan yang akan memindahkan batu kecil dari satu tangan peserta ke tangan peserta yang lain, sambil menyanyikan lagu caca gulali. Pada saat syair sampai pada kalimat ‘anak raja berpayungan’, maka pemimpin permainan akan meletakkan batu kecil tadi pada salah seorang pemain untuk disembunyikan. Dalam praktiknya batu kecil dapat saja diletakkan saat nyanyian berlangsung yang tujuannya mengecoh yang jaga dalam menebak pemain yang diberi batu. Selanjutnya, pada saat syair lagu ‘guncir riwiw riwir’, seluruh peserta menyanyikannya bersa...
Dahulu kala ada seorang janda yang sudah tua lagi pula sangat miskin. Dia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Ceceng. Janda tua tersebut tinggal di sebuah gubug yang sudah tua dan reot yang didirikan di atas tanah yang disewanya dari seorang Tuan tanah yang terkenal kikirnya. Setiap hari sebelum subuh mereka yaitu emak Ceceng dan si Ceceng sudah berangkat ke hutan mencari kayu bakar. Setelah kayu bakar tersebut terkumpul, sebagian besar dijual ke pasar sedangkan sebagian kecil ditinggal di rumah untuk persediaan sendiri. Emak si Ceceng pulang dahulu ke rumah sedangkan si Ceceng ke pasar untuk menjual kayu bakar tersebut. Hasil penjualan kayu itu dibelikan beras dan lauk pauk sedangkan sisanya ditabung yang nantinya dibayarkan kepada tuan tanah sebagai sewa tanah. Hari itu udara sangat dingin, sebab semalaman hujan turun terus menerus. Si Ceceng berangkat ke hutan seperti biasanya untuk mencari kayu. Sedangkan emaknya karena baru tidak enak badan, dia tinggal di ruma...
Bapak Hamzah bertempat tinggal di Rawamangun bersama istri dan anaknya seorang laki-laki yang bernama Hamzah. Disebutnya bapak Hamzah lantaran nama anaknya Hamzah. Pada suatu hari Bapak Hamzah bersama istri dan si Hamzah pergi berjalan-jalan ke Jatinegara. Di situ si Hamzah melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang berbelanja di Mester. Tak henti-hentinya si Hamzah memandangnya. Rasanya segalanya serba menarik di hati si Hamzah. Kalau ibunya mengajaknya pulang, mungkin dia masih terus melamun saja. Sampai di rumah hati si Hamzah tak bisa tenang, sebab selalu terbayang-bayang akan wajah si wanita cantik di pasar semalam. Maka setelah itu secara diam-diam dia sering pergi sendirian ke Mester hanya ingin ketemu saja dengan wanita tersebut. Cerita punya cerita akhirnya si Hamzah bisa kenal juga sama wanita yang selalu diimpikan dan tahulan dia sekarang akan namanya, yaitu si Sanimah. Sanimah adalah anak dari Raden Ranggawira seorang saudagar yang kaya lagi pula sangat disegan...
Hari sudah jadi malam. Pada waktu itu sudah bulan Mei dan udara sangat gelap. Lonceng dikota Betawi telah bunyi sembilan kali, hal ini adalah suatu tanda pintu-pintu benteng dari kota itu mesti ditutup. Kemudian sebagaimana biasa kunci-kuncinya diserahkan pada Gouverneur Generaal. Di dalam gelap gulita itu, dua orang Eropa keluar dari istananya Tuan Besar, dimana ia telah berdiam lama. Maksudnya dia mau buru-buru pulang kerumahnya masing-masing yang ada diluar kota Betawi, yaitu dalam bilangannya kota baru, sebab kalau tidak begitu dia tentu tidak bisa keluar dari benteng-benteng itu, kota yang sedikit itu saat kemudian telah ditutup. Diluar benteng itu, dua orang itu lantas menyeberang ditanah lapangan, dan dia terus melewati suatu jembatan yang telah dijaga oleh satuan soldadu. Biasanya apabila sudah pukul sembilan malam, orang-orang dilarang untuk jalan dijembatan itu. Tetapi pada waktu itu suatu soldadu pengawal sedang mengawasi kedua orang itu dan nyata soldadu itu sudah me...
"Ma Kesen, anak kau si Kesen semakin lama semakin jahat, Semalam tatkala aku berjalan ronda, aku melihat anak itu mencuri kelapa dipekarangan Pak Djiun. Tempo itu cuma kutempeleng dan kuusir ia pulang, sebab ia masih muda. Lagi pula kasihan, jikalau sekali lagi si Kesen mencuri, tentu kutangkep ia dan bawah ke rumah Cutak, supaya anak itu dikirim ke polisie Rol". Demikian suatu hari, kurang lebih5 tahun lamanya, ada seorang pencalang Nomo kasih nasehat pada seorang perempuan tua di kampung Rawabokor (Tangerang), orang ini bernama Ma Kesen, karena anaknya perempuan tua ini si Kesen namanya, seringkali mencuri di kampung itu. "Apa kau tidak bisa ngajar baik pada anak itu". Kata pencalang Nomo. "Bukankah kau nanti dapat susah, jikalau si Kesen dihukum? Sekarang engkau tidak ada laki dan tidak ada anak lain, siapakah nanti piara kau dihari tua?" "Saya tidak bisa bikin sesuatu apa, pak pencalang Nomo menyahut Ma Kesen. "Sering saya kasih ingat pada anak itu, tetapi selamanya ia tidak...
Pada kurang lebih tahun 1840-an di sebuah warung yang terletak di Meester Cornelis seorang nyonya Cina bernama Oeji Kim Nio duduk menyulam sepasang kasut sambil menantikan kedatangan kekasihnya yang bernama Tan Atjong. Nyonya Kim sebenarnya adalah istri dari Li Asam, akan tetapi ia telah bermain api dengan lelaki lain. Selagi nyonya Kim menanti-nanti kekasihnya tiba-tiba ia telah dipeluk dari belakang, sehingga sangat terkejut. Tetapi betapa gembiranya sesudah ia tahu bahwa yang memeluknya adalah Atjong yang telah masuk dari pintu belakang. Perbuatan durhaka kedua orang itu sudah sering diintip oleh Li Koe Nyan, anak Li Asam dengan istrinya yang pertama yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Li Asam sama sekali tidak mengetahui bahwa istrinya yang diharapkan dapat menemaninya dengan setia sampai akhir hayatnya telah berlaku serong. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Tan Atjong yang telah berbuat baik dengan meminjami uang untuk mencukupi kebutuhan warungnya telah berlaku...