monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
297 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Batik Pura Pakualaman
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Pura Pakualaman adalah sebuah istana kecil Kadipaten Paku Alaman. Awalnya Wilayah Pakualaman merupakan bagian dari Kesultanan Yogyakarta. Pada tahun 1813 Kesultanan dibelah menjadi Kesultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sebagai akibat persengketaan antara Kesultanan Ngayogjakarta dengan Letnan Gubernur Jendral Inggris Thomas Stamford Raffles. Pangeran-Pangeran Paku Alam bertakhta dari tahun 1813 hingga tahun 1950, ketika pemerintah menyatukan kadipaten ini dengan kesultanan Yogya sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi. Kadipaten Pakualaman secara administratif terlepas dari kekuasaan kesultanan Yogyakarta.   Dari sejarah tersebut maka dapat dipahami bahwa unsur-unsur budaya kedua istana itu memiliki banyak kesamaan. Termasuk juga di dalamnya corak batik. Kcraton di kedua wilayah pembatikan ini. Gaya pola dan warna pada Batik Pura Pakualaman mulai berubah sejak Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Paku Buw...

avatar
Roro
Gambar Entri
Jamur Krecek
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan-bahan 4-5 porsi 2 bks (±300gr) krupuk kulit siap masak 6 lembar daun salam 8 lembar daun jeruk, buang tulang daun 3 ruas lengkuas, geprek 2 sdt terasi bakar 600 ml air Secukupnya cabe rawit utuh Secukupnta garam + gula 🌶 Bumbu Halus: 20 siung bawang merah 12 buah bawang putih 8 buah kemiri sangrai 8 buah cabe merah besar 2 sdt ketumbar Langkah  ...

avatar
Aze
Gambar Entri
Kiai Kanjeng
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Daerah Istimewa Yogyakarta

G amelan Kiai Kanjeng bukan nama grup musik, melainkan nama sebuah konsep nada pada alat musik “tradisional” gamelan yang diciptakan oleh Novi Budianto. Kalau dalam khasanah musik Jawa terutama pada gamelan lazimnya sistem tangga nada yang dipakai adalah laras pentatonis yang terbagi ke dalam dua jenis nada yakni pelog dan slendro, maka gamelan yang digubah oleh Novi ini tidak berada pada jalur salah satunya, alias bukan pelog bukan slendro. Disebut demikian karena memang bila ditilik dari konsep tangga nadanya, ia berbeda dengan gamelan-gamelan pentatonis baik yang pelog maupun slendro. Meskipun bila ditinjau dari segi bahan dan bentuknya gamelan KiaiKanjeng tetaplah sama dengan gamelan Jawa pada umumnya. Dan perbedaan nada tersebut terletak pada jumlah bilahannya serta kenyataan bahwa gamelan KiaiKanjeng juga merambah ke wilayah diatonis, meski tidak sepenuhnya. Tepatnya: sel-la-si-do-re-mi-fa-sol, dengan nada dasar G=do atau E Minor. K onsep n...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Dhayoh dhayohan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Suatu jenis permainan anak-anak dengan melakukan suatu kegiatan yang menyerupai cara orang bertamu ataupun menerima tamu. Biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak perempuan yang berusia kurang dari 10 tahun. Tahap pertama adalah menentukan peraturan permaian, yang dibuat dan disetujui oleh para pemain. Bila pemain hanya seorang diri, maka peraturan ditentukannya sendiri, yaitu menyangkut tentang peran, tema, dan tempat bermain. Setelah itu anak-anak mulai membangun rumah-rumahan dengan mengerudungkan kain diantara dua kursi sebagai rumahnya, atau apa saja yang mereka imajinasikan sebagai rumah tangga dan segala isinya. Setelah itu mereka mulai berdandan menurut peran masing-masing, misalnya peran ibu mengenakan kebaya, membawa tas dan payung, serta mengenakan sepatu dengan tumit tinggi. Dalam melakukan permaian ini tentu saja menggunkan bahasa karma ingil ( bahasa karma halus ). Pmbicaraan merekapun dapat berkisar menjenguk bayi yang baru lahir, menjenguk orang tua, d...

avatar
Abdulcahyo
Gambar Entri
Kisah gua Kiskendo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

"Konon menurut cerita yang tersebar di masyarakat, dahulu dari Kahyangan mengadakan sebuah sayembara. Barang siapa yang bisa membunuh Mahesasura, akan mendapatkan imbalan, yaitu kalau seorang perempuan akan dijadikan saudara kembar dewi torokasih, dan jika laki-laki akan dijadikan suaminya," papar Suisno.Dari cerita yang beredar di masyarakat majulah Subali dan Sugriwo dalam sayembara tersebut. Keduanya adalah sosok manusia Kera. Suisno memaparkan ceritanya sore itu, yang masuk terlebih dahulu ke dalam kerajaan Kiskendo ialah Subali, yang kemudian meninggalkan pesan kepada Sugriwo."Saat itu mitos yang beredar ialah Subali meninggalkan pesan kepada Sugriwo yang berada di luar Kiskendo. Jika ada aliran air dan bercampur darah berwarna putih berati Subali yang mati, namun kalau yang keluar air bercampur darah merah berati Mahesasura yang telah mati," cerita Suisno.Ia melanjutkan, yang dilihat Sugriwo saat itu ialah darah bercampur air yang berwarna putih dan merah. "Anggapan Sugriw...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Beksan Lawung Ageng Yogyakarta
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Beksan Lawung Ageng Tarian adat Yogyakarta ini juga sering disebut dengan tari beksan lawung yang menjadi tari tradisional Keraton Yogyakarta. Tarian ini biasanya akan ditampilkan oleh 16 orang penari yang semuanya pria terdiri dari 4 orang jajar, 2 orang botoh, 4 orang pengampil, 4 orang lurah dan juga 2 orang salaotho. Dari catatan sejarah, salah satu dari tarian beksan ini diciptakan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi antara tahun 1755 hingga 1792. Beksan terinspirasi dari kondisi kegiatan para prajurit sebagai abdi dalem raja yang secara rutin melakukan latihan watangan. Latihan watangan adalah latihan ketangkasan dalam berkuda dengan membawa sebuah lawing atau watang yakni tongkat panjang berukuran sekitar 3 meter yang bagian ujungnya tumpul dan saling menyodok untuk menjatuhkan lawan. Tarian Yogyakarta ini menjadi bentuk usaha Sang Sultan untuk mengalihkan perhatian para penjajah Belanda pada kegiatan prajurit di Keraton Yogyakarta sebab...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Golek Menak Yogyakarta
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Golek Menak Tari golek menak adalah salah satu tarian adat Yogyakarta yang terinspirasi dari gerakan Wayang Golek Menak dengan nilai seni yang sangat tinggi. Tarian ini juga diciptakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX karena rasa cinta dan kagumnya pada Wayang Golek Menak tersebut. Tarian ini dinamakan Golek Menak memang karena terinspirasi dari pertunjukan wayang sehingga gerakan, alur cerita, busana dan juga tokoh para penari juga mewujudkan Wayang Golek Menak. https://budayalokal.id/tarian-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Wayang Kancil Yogyakarta
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Wayang Kancil diciptakan oleh Sunan Giri, kira-kira akhir abad 15, sebagai media penyebaran agama Islam di Jawa. Akan tetapi, wayang Kancil tidak berkembang pesat sebagaimana wayang kulit Purwa. Wayang kancil dipopulerkan kembali oleh seorang Tionghoa yang bernama Bo Liem pada 1925. Wayang kancil yang dibuat dari kulit kerbau tersebut ditatah oleh Lie Too Hien. Sejalan dengan waktu, wayang kancil disempurnakan kembali oleh Raden Mas Sayid pada 1943. Wayang Kancil pada waktu itu dipentaskan dengan memakai kelir (layar yang berupa kain putih untuk menangkap bayangan pada wayang kulit) sebagaimana wayang kulit purwa. Pasang surut keberadaan wayang kancil terjadi bersama dengan perkembangan kebudayaan yang ada pada masyarakatnya. Pada tahun 1980, akhirnya wayang kancil di Yogyakarta menjadi populer kembali berkat seorang dalang dan ahli tatah sungging yang bernama Ki Ledjar Subroto. Penciptaan pengembangan wayang kancil tahun 1980 ini, didasarkan atas keprihatinan Ki Ledjar Subroto...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Beksan Jebeng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Beksan Jebeng diciptakan oleh Kanjeng Gusti Paku Alam II. Kemudian tari ini dilestarikan mulai dari Paku Alam III sampai Paku Alam VIII. Tari beksan Jebeng pada awalnya berkembang di Pura Pakualaman. Prinsip yang ada dari tarian ini joged ki bebas, merdika, ning ora sah nggaya; artinya, tarian ini harus dilakukan dengan jiwa yang merdeka. Gerak-gerik tarian dapat dikreasikan oleh penari, yang menghasilkan indah tidaknya suatu tarian atau pas (tepat) atau tidaknya tarian, akan dikembalikan kepada paugeran. Bersumber dari Sri Paku Alam III (1855-1864), beksan Jebeng menggambarkan peperangan antara Raden Arjuna melawan Adipati Karno dengan senjata keris dan jebeng (sejenis perisai). Beksan Jebeng adalah salah satu bentuk tarian puta alus – yang dibawakan dengan karakter gagah, tetapi ditampilkan dalam tarian yang halus. Beksan Jebeng menggunakan alat/properti jebeng seperti tameng, tetapi bukan tameng. Jebeng diartikan seperti perisai dari kulit berbentuk setengah lingkaran,...

avatar
Sri sumarni