3.677 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Sanghyang Dedari dan Sanghyang Jaran Gading
Tarian Tarian
Bali

Setiap setahun sekali di Desa Geriana Kauh, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem  dilaksanakan sebuah tradisi yang sangat unik yaitu Tarian sakral Sanghyang Dedari dan Sanghyang Jaran Gading. Tari Sakral Sanghyang Dedari yang ada di Geriana Kauh merupakan satu-satunya tari Sanghyang yang masih rutin dipentaskan setahun sekali, tari sakral Sangyang Dedari sudah mendapatkan pengakuan  dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang hampir punah. Tarian sakral ini dipentaskan menjelang Embud Padi “Mase” (red: padi yang ditanam setahun sekali tanpa didahului oleh tanaman apapun) jenis padi yang ditanam pun berbeda yakni jenis Padi “Taun” yang sangat langka memiliki ciri-ciri khusus sperti bijinya lebih besar . Menjelang dilaksanakannya tradisi Tari sangyang Dedari dan Sanghyang Jaran Gading ini terlebih dahulu dilakukan prosesi “matur piuning” di 10 pura yang ada dalam lingkungan desa seperti, Pura Puseh, Pure Pejenengan, Pura Bal...

avatar
Aze
Gambar Entri
Misteri Pura Lumbung Sukaluwih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Julukan pulau seribu pura memang layak disandang Bali. Namun, perlu diketahui bahwa julukan tersebut bukan hanya menyoal kuantitas. Keunikan dan makna dari setiap pura juga harus jadi perhatian. Seperti misalnya dengan keberadaan Pura Lumbung yang terletak didasar jurang sedalam 8 meter di Desa Adat Sukaluwih, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Di Pura Lumbung ini berstana Ida Bethare Sri Rambut Sedana dan Ida Bethare Sangkare.Prosesi odalan Pura Lumbung yakni dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada hari Tumpek Ngatag. Upacara dilaksanakan di pagi. Setelah upacara selesai, baru kemudian masyarakat melaksanakan tradisi ngatag di kebun masing-masing. Di dalam Pura Lumbung juga terdapat Tirta Abadi disebut-sebut sebagai tirta Nangluk Merane, atau penangkal segala jenis Hama. Konon, seberapa banyak pun orang yang datang untuk ngelungsur atau memohon, tirta itu tidak akan pernah habis. Begitu pula pada musim kemarau. Jero Seribek juga mengatakan pernah ada datang d...

avatar
Aze
Gambar Entri
Ajar Blanda
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Bali tempo doeloe sudah menyedot banyak perhatian orang luar. Tak hanya untuk berdagang namun juga berwisata. Sebagai pelengkap kehadiran pendatang ini, dibangunlah kemudian penginapan-penginapan yang disebut pesanggrahan. Berdasar penuturan Myron Zobel berjudul Penginapan di Klungkung dalam buku Bali Tempo Doeloe karya Adrian Vickers, Bali begitu cantik dengan pesanggrahannya. Sebab, berbeda dengan hotel, pesanggrahan tidaklah menyuguhkan lobi yang ramai, ruang makan yang berisik, atau tamu yang hilir mudik. Melainkan, dengan ciri ketenangan, Myron Zobel yakin pesanggrahan akan mempertahankan kecantikan Bali. Namun, dibalik semua keistimewaan pesanggrahan tersebut, ada lagi hal unik lainnya dari Bali. Hal itu yakni air untuk pendatang. Memesan minum di pesanggrahan, pendatang menyebutkannya dengan nama ajar blanda. Ajar sendiri berarti air. Sementara jika dikaitkan dengan blanda itu mencirikan minuman yang berasal dari luar Bali, kemungkinan merujuk pada negar...

avatar
Aze
Gambar Entri
Siwaratri
Ritual Ritual
Bali

Siwaratri biasa lumrah diyakini masyarakat sebagai malam peleburan dosa. Lantas, benarkah demikian? Siwaratri ini erat kaitannya dengan sebuah kisah seorang pemburu bernama Lubdhaka yang diuraikan sebuah Karya Sastra Jawa Kuna, Kekawin Siwaratri Kalpa karya Empu Tanakung dan di Bali lebih dikenal dengan Kekawin Lubdhaka. Dari kisah itu, masyarakat kemudian mempersepsikan bahwa cerita Lubdhaka sebagai usaha umat Hindu dalam melakukan Dharma peleburan dosa atau malam penebusan dosa. Namun setalah dikaji dengan hati-hati dan lebih mendalam ternyata nilai yang terkandung di dalamnya tidaklah sesempit, sedangkal dan semudah itu orang-orang dapat menebus dosa-dosanya, serta tampaknya sangat bertentangan dengan Srddha hukum karma atau Karma Phala. Perlu diingat bahwa si pemburu Lubdhaka sebagai orang yang hidupnya papa. Kata Papa disini tidak sama maknanya di sini dengan kata dosa kendatipun kata-kata itu dapat diterjemahkan dengan dosa.   Dalam hal ini kepapaa...

avatar
Aze
Gambar Entri
Sugihan Jawa dan Sugihan Bali
Ritual Ritual
Bali

Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba adalah sebuah kegiatan rohani dalam rangka menyucikan bhuana agung (makrokosmos) atau alam semesta. Sugihan Jawa ini  jatuh pada hari Kamis Wage Sungsang.   Kata Sugihan Jawa berasal dari urat kata Sugi, yang artinya membersihkan, dan Jaba artinya luar. Jadi hari Sugihan Jawa tersebut bukanlah hari Sugihan bagi para pengungsi leluhur-leluhur dari Jawa pasca bubarnya Majapahit. Maksud sebenarnya adalah pembersihan Bhuana Agung atau alam semesta, baik sekala maupun niskala.   Dalam lontar Sundarigama dijelaskan bahwa Sugihan Jawa merupakan "Pasucian dewa kalinggania pamrastista bhatara kabeh" (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara).    Pelaksanaan upacara ini dengan membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal, dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Dan yang terpenting adalah membersihkan badan fisik dari debu kotoran dunia maya, agar layak dihuni oleh Sang Jiwa Suc...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal Usul dan Arti Nama Orang Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Jika Anda sedang berada di Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, dan sebagainya. Semua nama itu ternyata ada artinya. Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali. Huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki. Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba. Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,  maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.  Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan. Nama Wayan berasal dari kata “wayahan" yang artinya yang paling matang.  Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata "Madia" yang artinya tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoma...

avatar
Aze
Gambar Entri
Upacara Mawinten
Ritual Ritual
Bali

Mewinten atau Pewintenan adalah Upacara Yadnya yang bertujuan untuk pembersihan diri secara lahir dan batin. Kata Mawinten sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki makna “bersinar” dan “kemilau”. Dan bila diuraikan Mawinten memiliki pengertian sifat yang mulia, yang bersinar dan berkilauan yang mengindikasikan bahwa orang yang melaksanakan upacara ini secara lahir dan bathin akan disucikan, berkilauan dan bersinar bagaikan permata yang juga bisa bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Umat Hindu di Bali meyakini, wajib hukumnya melaksanakan upacara Mawinten ini yang berguna untuk penyucian diri secara lahir batin dan sarat dengan nilai nilai kerohanian yang tinggi dan mendalam. Upacara Mawinten bisa dilaksanakan oleh siapa saja. Tingkatan Upacara Mawinten Dalam Mawinten ada 3 tingkatan upacara dan itu tergantung dari keadaan orang yang akan menjalankannya : Mawinten dengan ayaban pawintenan saraswati sederhana adalah upacar...

avatar
Aze
Gambar Entri
Persiapan Kelahiran Anak Menurut Hindu-Bali
Ritual Ritual
Bali

Berikut merupakan hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan oleh calon orang tua, untuk persiapan kelahiran anak. Menurut tradisi Agama Hindu di Bali 1. Ketika Anak Baru Lahir Ucapkan Mantram Gayatri sebanyak mungkin, minimum tiga kali. Kalau bisa sambil membawa Japamala (ganitri). Maha Mantra Gayatri disebut juga sebagai Mantra Savitri atau Mantra Savita, sebagai ibu dari Veda yang memberikan pencerahan kepada kecerdasan dalam menapak kehidupan menuju kesempurnaan. Bisikkan Maha Mantra Gayatri tiga kali masing-masing di telinga kanan (dharma) dan kemudian di telinga kiri (sakti). 2. Waktu Dikasi Ari-Ari Ketika sudah diberikan ari-ari dari pihak rumah sakit, bidan dll. Bungkus dengan kain putih sukla, sebaiknya sudah disiapkan payuk tanah yang cukup besar, dengan tutupnya, lalu ari-ari itu dimasukkan ke dalam payuk setelah itu di bawa pulang 3. Mencuci Ari-Ari Setelah sampai di rumah maka oleh ayah si anak ari – ari diletak...

avatar
Aze
Gambar Entri
Banten Tumpek Landep Dalam Tradsi Hindu-Bali
Ritual Ritual
Bali

Hari raya tumpek landep jatuh setiap Saniscara/hari sabtu Kliwon wuku Landep, sehingga secara perhitungan kalender Bali, hari raya ini dirayakan setiap 210 hari sekali. Kata Tumpek sendiri berasal dari “Metu” yang artinya bertemu, dan “Mpek” yang artinya akhir, jadi Tumpek merupakan hari pertemuan wewaran Panca Wara dan Sapta Wara, dimana Panca Wara diakhiri oleh Kliwon dan Sapta Wara diakhiri oleh Saniscara (hari Sabtu). Sedangkan Landep sendiri berarti tajam atau runcing, maka dari ini diupacarai juga beberapa pusaka yang memiliki sifat tajam seperti keris. Berikut ini jenis-jenisnya (sorohan) banten yang sederhana, karena harus disesuaikan lagi dengan kebiasaan setempat : Sesayut Jayeng Perang Kulit sesayut dari daunan dong, tumpeng putih memuncuk barak 2 buah. Tumpeng selem memuncuk putih 1 buah. Medasar beras triwarna (injin, baas barak, baas biasa). Be ati bungkulan, yeh asibuh, muncuk dadap 11, tulung urip apasang (2), kewangen 3 (tiga) sek...

avatar
Aze