3.677 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Sanghyang Celeng Bali
Tarian Tarian
Bali

Tarian ini ada pada daerah Duda (Karangasem) yang dimana penarinya adalah seorang pria dengan busana terbuat dari ijuk, seperti seekor babi, dan diiringi dengan nyanyian paduan suara Gending Sanghyang yang sakral. Melalui tahap nusdus, roh babi didatangkan, dan dimasukkan ke dalam kesadaran si penari. Setelah kemasukan, penari akan merangkak berkeliling, menirukan tingkah laku seekor babi (masolah). Pada akhir tarian, penarinya disadarkan (ngalinggihang) dengan memercikkan air suci (tirta).   https://www.dictio.id/t/apa-yang-kamu-ketahui-tentang-tari-sanghyang-celeng/57361

avatar
Roro
Gambar Entri
Asal Usul Leluhur Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Warga Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan (Batur) Bangli disebut berhubungan saudara lewat beberapa kisah. Salah satunya cerita versi Desa Trunyan.  Menurut legenda, ini berkaitan dengan kisah pencarian Pohon Taru Menyan yang keharumannya hingga ke Pulau Jawa. Cerita ini dirangkum Thomas A. Reuter dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains. Dikisahkan, Raja Solo mengirimkan empat orang anaknya ke Bali untuk mencari sumber minyak wangi aneh yang keharumannya mencapai sejauh istananya di Jawa Tengah.    Ketiga orang saudara laki-laki dan perempuan yang paling muda mengikuti bau yang tidak begitu keras itu. Bau itu berasal dari sebuah pohon kapur barus (taru menyan) yang terdapat di Trunyan, di tepi Danau Batur yang jauh.    Ketika mereka pada akhirnya sampai di danau itu, saudara perempuan mereka yang paling muda memutuskan untuk tinggal di Pura Dewi Danu dengan tempat keramat bernama Ratu Ayu Mas Makateg.   Saud...

avatar
Aze
Gambar Entri
Bhuta Kala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Masyarakat Bali meyakini bumi dan samudera secara niskala juga dimiliki oleh bentuk yang ajaib dan tujuan yang jahat, yaitu bhuta kala (yang secara harfiah berarti buta waktu).    Thomas A reuter menjelaskan dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains bahwa selain wong alus, masyarakat Bali meyakini pula adanya bhuta kala. Bahkan dewa-dewa pun ketika marah dan diabaikan dapat menjadi bhuta kala, dimaknai sebagai suatu katagori yang bersifat destruktif terhadap kehidupan, kesehatan, kesuburan, dan kemakmuran. Dalam beberapa mitos yang dicatat masyarakat setempat, dijelaskan bahwa bhuta kala itu sendiri selama mereka dianggap sebagai makhluk yang sebenarnya dan bukan sebagai watak, sesungguhnya adalah makhluk yang baik. Mereka mendapat bentuk yang seram dan tempat yang rendah karena imajinasi manusia, yang pada akhirnya telah menggantikan mereka dari dunia.   Dewa-dewa pun disebut telah mengutuk bhuta kala sehingga mereka harus bersembun...

avatar
Aze
Gambar Entri
Sajak Bebeke Putih Jambul dan Maknanya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Sajak bebeke putih jambul (itik berjambul putih) tidak asing bagi orang Bali. Sajak ini bahkan dinyanyikan oleh rare atau anak kecil Bali dalam setiap permainan maupun pelajaran sekolah. Namun apa makna sesungguhnya sajak ini?    Secara lengkap, berikut sajak tersebut:    Bebeke putih jambul - makeber ngaja-kanginan  Teked di kaja kangin - trus ditu ya menceg    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia yakni:    Itik berjambul putih terbang ke arah timur-laut  Sampai di timur-laut, di sana mereka mendarat   Terlintas sajak ini begitu sederhana. Namun, sajak ini ternyata memiliki makna tersirat.    Thomas A. Reuter (2005) dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains menyatakan sajak tersebut menggambarkan bagaimana Desa-Desa Bali Aga di Bali yang begitu banyak, walau memiliki perbedaan satu sama lain namun tetap berkumpul dan satu menjadi aso...

avatar
Aze
Gambar Entri
Wayan Wong Tejakula
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Bali

Wayang Wong masuk dalam tiga genre tari tradisi di Bali ( Three Genre of Traditional Dance in Bali ) yang terdiri dari sembilan tari tradisional Bali resmi dimasukkan ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity , atau Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan,. Usia Wayang Wong diperkirakan sudah mencapai lebih dari tiga abad namun tetap lestari sampai kini. Dari sisi kesakralan, Wayang Wong ini hanya bisa ditarikan oleh orang-orang tertentu warga Desa Tejakula. Jangan heran, sekalipun seseorang tidak mempunyai latar belakang sebagai penari, namun jika sudah “ditunjuk” secara niskala maka Dia adakan dengan sendirinya bisa menarikan tarian Wayang Wong. Wayang Wong ini diperkirakan pada abad ke-17 di Desa Tejakula. Berbagai mitos memang hidup dalam perjalanan sejarah seni Wayang Wong sehingga sampai kini bisa lestari dan masih ditarikan secara sakral. Konon, beberapa seniman cukup punya peran penting dalam...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal Usul Padi Menurut Legenda Hindu Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Berdasarkan legenda, sebenarnya orang Bali hanya meminum air tebu sebagai pengganti asupan makanan. Lalu, demi mengangkat manusia dari penderitaan, Dewa Wisnu memutuskan turun ke Bumi.    Penggalan kisah ini merupakan bagian dari kisah yang dituturkan Miguel Covvarubias berjudul Persawahan di Bali dan dihimpun oleh Adrian Visckers (2012) dalam buku Bali Tempo Doeloe. Kisah ini berlanjut dengan turunnya Wisnu ke Bumi. Dewa Air sekaligus kesuburan datang dengan sembunyi-sembunyi untuk menganugerahkan makananan yang lebih banyak.    Kemudian, Dewa Wisnu menghamili Ibu Pertiwi, Dewi Kasih Sayang, hingga akhirnya melahirkan padi.    Wisnu kemudian menuntut Dewa Indra untuk memintanya mengajarkan manusia tentang cara menanam padi.    Sehingga, legenda ini menjelaskan bahwa padi yang merupakan sumber utama kehidupan dan kemakmuran merupakan hadiah dari para dewa. Padi lahir dari penyatuan kosmik di...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Kupu-Kupu Kuning Dukuh Penaban
Tarian Tarian
Bali

Tari Kupu-Kupu Kuning merupakan salah satu tarian unik berusia ratusan tahun yang berada di Desa Pakraman Dukuh Penaban, Kabupten Karangasem. Tidak hanya unik, tarian ini juga sarat akan makna sejarah dan nilai spiritual yang tinggi. Konon setiap tarian ini dipentaskan di Pura Puseh, maka akan muncul kupu-kupu berwarna kuning dari langit timur pertandan Ide Betara Alit Sakti datang ke Pura Puseh.   Dari penuturkan Bendesa Dukuh Penaban I Nengah Suarya, tarian kupu-kupu kuning tersebut menceritrakan sebuah kisah tentang sekelompok kupu-kupu berwarna kuning yang mengawal perjalanan prajurit raja Karangasem ketika menyerang Kerajaan Selaparang, Lombok yang di pimpin oleh I Gusti Anglurah Ketut Karangasem.   Lanjut suarya, dahulu pada hari Anggara umanis Perangbakat saka 1614, di pagi hari prajurit raja Karangasem yang dipimpin oleh I Gusti Anglura Ketut Karangasem bersama Arya Kertawaksa beserta 40 prajurit kebal dari Desa Seraya berangkat menggunakan empa...

avatar
Aze
Gambar Entri
Mesawitra
Ritual Ritual
Bali

Selama ini para penyuka minuman tradisional seperti tuak hanya dipandang dari sisi negatif. Sebab, identik dengan kegiatan merusak. Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, minuman yang bersumber dari Pohon Jaka ini ternyata juga memiliki sisi positifnya. Meminum tuak untuk mesawitra (red: berteman), inilah cara amsyarakat Bali  untuk mempererat tali persaudaraan,diminum ala kadarnya saja tidak berlebihan, apapun jika berlebihan pasti tidak akan baik.Disamping itu, tuak juga fungsi wajib seperti pada tradisi “nyangkepang”. Tradisi yang digelar setiap sebulan sekali ini rutin dilakukan baik di Pura maupun saat sangkepan di Banjar. Setiap angota sangkepan akan disajikan minuman tersebut. sumber : https://www.beritabali.com/read/2017/05/08/201705080011/Warga-Bali-Mesawitra-Lewat-Tuak.html

avatar
Aze
Gambar Entri
Kisah Dibalik Terciptanya Dua Mata Air di Pura Taman Telaga Tawang Sidemen Karangasem
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Pura Taman Telaga Tawang penyungsung Jagat yang terletak di Dusun Banyu Campah, Desa Adat Tabole, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, memiliki mata air yang masih sangat bersih dan jernih. Ini merupakan tempat yang tepat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang senang berwisata spiritual. Dikisahkan dari “pacentokan” (bertanding mengadu kesaktian “kawisesan”) antara Ida Betara Manik Angkeran dengan Ida Pandita Sakti Telaga, di mana keduanya memiliki kesaktian yang sangat ditakuti.  Ide Panditha Sakti Telaga pun menguji Ide Betara Manik Angkeran untuk membuktikan kesaktiannya yang katanya bisa membakar rumput yang terkena “Warih” (air kencing).    Tantangan Ida Pandhita Sakti Telaga menyulut emosi Ida Betara Manik Angkeran sehinga disepakatilah oleh Ida Betara Manik Angkeran turun dari Pura Besakih untuk membuktikan kesaktiannya dengan memgambil lokasi di Desa Telaga Tawang, tepatnya di pura Ta...

avatar
Aze