Legenda Toakala (kera Putih) (Filosofi Patung Monyet di Bantimurung) Di Maros dikenal legenda Kera Putih atau yang biasa dikenal dengan sebutan Toakala. Toakala adalah seorang menteri sekaligus tangan kanan dari Raja Kera yang bernama Marakondang yang kerajaannya berada di daerah Bantimurung. Suatu ketika Raja Marakondang terpikat oleh kecantikan dari seorang Putri kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Raja yang Bernama Raja Pattiro. Ialah Bissu Daeng, Putri kerajaan Pattiro yang membuat Raja Marakondang jatuh cinta. Perasaan cinta menggebu-gebu Raja Marankondang membuatnya mengutus Toakala dan Puto Pabintingparia, serta menteri lainnya untuk melamar Putri Raja Pattiro, Bissu Daeng. Sesampainya di kerajaan Pattiro, Toakala menuturkan niat baik Rajanya untuk meminang Bissu Daeng, namun sayangnya niatan baik ini hanya bertepuk sebelah tangan. Raja Pattiro menolak mentah-mentah lamaran Raja Marakondong, lantaran ia adalah Kera. Toakala dan menteri lainnya akhir...
Pada pemakaman besar (biasanya orang dengan kasta tinggi), sebuah tari perang yang bernama Ma'randing dipentaskan. Para penari menggunakan pakaian perang tradisional dan senjata. Tari ini secara mendasar adalah sebuah tari partriotik atau tari perang. Kata ma'randing berasal dari randing yang berarti "mulia ketika melewatkan". Tari ini menunjukkan kemampuan dalam memakai senjata militer dan menunjukkan keteguhan hati dan kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Ia ditarikan oleh beberapa orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen. Setiap objek menyimbolkan beberapa makna. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau (bulalang) menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Pedang (doke, la'bo' bulange, la'bo' pinai, la'bo' todolo) menunjukkan kesiapa untuk perang, yang menyimbolkan keberanian. Tari ini dilakukan dengan 4 prinsip gerakan.: 1. Komanda menginspeksi tiap orang...
Tallu Ana adalah jenis hantu roh seorang perempuan yang muncul bila kabut turun. Konon, Tallu Ana ini suka menyembunyikan anak kecil, tetapi tidak diapa-apakan, hanya disembunyikan. Di daerah Sinjai Barat, sering terdapat anak kecil yang di sembunyikan oleh Tallu Ana. Mereka biasanya menyembunyikan anak-anak tersebut di hutan selama 3 hari. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=4
Kandoleng adalah jenis hantu perempuan berbaju putih yang punggungnya belubang. Hantu ini mirip dengan kuntilanak di tanah Jawa. Kandoleng kerap menjelma sebagai momok menakutkan di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Suaranya yang khas, membuat siapa pun merasa takut. Ketika isu tentang maraknya Kandoleng beredar, maka anak-anak kecil tidak diperbolehkan keluar malam oleh orang tua mereka. Mereka hanya dibiarkan bermain di luar sampai sore. Karena mereka takut, Kandoleng akan memangsa anak mereka. Kemunculan kandoleng lumrahnya di pohon-pohon berbatang besar dan berdaun lebat. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=5
Pada jaman dahulu kala di kota Makasar terdapat sebuah kerajaan yang besar. Rajanya sangat masyhur dan gagah perkasa, bergelar Daeng Sinaroja. Sedang patihnya bernama Daeng Magang. Bala tentaranya sangat banyak dan pemberani. Pada suatu malam, sang raja bermimpi yang sangat berkesan. Dalam mimpinya beliau bertemu dengan seorang putri yang sangat cantik rupawan. Putri itu mengaku bernama Dewi Ratna Sari, putri dari Tawang Alun adipati Kabonan. Daeng Sinaroja menginginkan agar mimpinya itu menjadi kenyataan. Maka disebarlah bala tentaranya ke seluruh penjuru Nusantara di bawah pimpinan patih Daeng Magang. Setelah beberapa minggu berlayar, sampailah mereka di Pulau Madura. Di sana mereka mendapat kabar bahwa yang dimimpikan rajanya itu ada. Kadipaten Kabonan itu terletak di ujung Pangkah. Dengan diantar oleh Pangeran dari Madura meryeberangi selat Madura, akhirnya sampailah di pesisir Ujung Pangkah. Mereka beristirahat di pantai untuk membuat pesanggrahan. Daeng Magang berniat...
Main Ilu Apui Nama permainan ini adalah “Ilu Apui” (bahasa Lampung yang artinya sebagai berikut Ilu = minta, Apui = api. Jadi dapat diartikan ke dalam bahasa Indonesia = “Minta Api”). Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki dan anak perempuan, tetapi lebih sering dilakukan oleh anak-anak perempuan. Usia para peserta permainan ini adalah berkisar antara 7 sampai dengan 12 tahun dan dimainkan oleh paling sedikit 4 (empat) orang anak. Tidak dipergunakan alat, tetapi dapat pula digunakan alat bantu berupa sepotong kayu atau sepotong tongkat pendek. Kadang kala tanpa memerlukan sama sekali alat bantu tersebut di atas. Jalannya Permainan Mula-mula peserta permainan ini berkumpul dan mengadakan undian atau suit. Mereka yang terakhir kalah dalam suit maka dialah yang menjadi “tukang rampas” dalam permainan ini. Kalau misalnya terdapat 5 orang anak yang mengikuti permainan ini, berarti ada 4 orang anak yang menang dan yang terakhir 1 (satu) orang anak....
Pada mulanya, istana kerajaan bantaeng di sebelah barat langgar (mesjid) kampung letta’. Istana awal yang bernama ballak ri kasoreang menghadap ke laut. Setelah karaeng butung mangkat, dalam buku Andi M Akmar ( lih. Mappatan, 1995: 17) anaknya yang bernama karaeng panawang yang menggantikannya memindahkan istana dari kasoreang ke kalimbaung pada tahun 1913. Istana Balla kalimbaung tidak lagi menghadap ke laut, tetpi berubah menghadap ke utara serta membenahi sebagaimana layaknya istana kerajaan tua Sulawesi selatan. Bentuk dasar istana kerajaan bantaeng yang di pindahkan dari kalimbaung ke letta (ballak lompoa) tahun 1913 merupakan bentuk kontruksi dasar rumah bugis Makassar, rumah panggung. Seperti yang terlihat pada istana kerjaaan bantaeng ballak lompoa, kontruksi terdiri dari beberapa bangunan induk dan bangunan tambahan pada kedua sisinya yaitu ballak Kananga (sisi kanan) dan sonrong (sisi kiri). Ban...
Bahan-bahan 20 buah 25 sdm tepung terigu (15 sdm cakra kembar + 10 sdm segitiga biru 1/2 sdm fermipan 3 sdm gula halus 130 ml air (sesuaikan saja soalnya saya juga lupa2 ingat) 1 buah beetroot, potong dadu 5 sdm blueband keju mozzarella, secukupnya dan potong dadu minyak untuk menggoreng Langkah Rebus air bersama dengan potongan buah beet sampai mendidih.. kemudian saring dan ampasnya saya campurkan untuk mpasi anak..hehehe ...
Wai daun kawa adalah minuman berwarna merah kecoklatan hasil rebusan daun kopi dari daerah Duri Kabupaten Enrekang. Rasanya hambar, justru masyarakat Duri meyakini khasiatnya untuk menambah stamina dalam bekerja di kebun. Para bapak-bapak di daerah ini sehabis sholat subuh di masjid akan berkumpul disalah satu rumah warga untuk menyeduh wai dun kawa. Biasanya jumlah mereka sebanyak 5 orang hingga berlebih. Mereka duduk di beranda rumah lengkap dengan pakaian baju kokoh dan sarung menunggu pagi menjelang sembari bercerita perihal pertanian dan kondisi masyarakat. Memandangi hamparan perkebunan dan gunung di Desa. Setelah itu mereka akan ke rumah masing-masing bersiap-siap berangkat ke kebun. Daerah duri memang terkenal sebagai penghasil kopi di Provinsi Sulawesi Selatan, ada salah satu kopi yang sangat terkenal hingga manc...