1
5.005 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
sate serundeng
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Masakan sate serundeng merupakan masakan khas Solo. Masakan ini sering dihidangkan dalam menu makan oleh orang Jawa asli. Masakan ini juga aman dikonsumsi setiap hari. Penasaran dengan _masakan sate serundeng_, silahkan coba. BAHAN: 300 gram daging sapi has dalam, potong kotak tusuk sate BUMBU YANG DIHALUSKAN: 1 sendok makan gula merah 1 sendok teh ketumbar 1 sendok teh garam 3 siung bawang putih SERUNDENG: 200 gram kelapa muda parut kasar 6 butir bawang merah iris halus 3 siung bawang putih, iris halus 2 buah cbai merah iris halus 1 sendok makan gula merah 1 sendok teh garam 1 sendok makan air asam CARA MEMASAK SATE SERUNDENG: 1. Rendam daging dalam bumbu halus lalu diamkan 30 menit. 2. Tusukkan sate kemudian bakar hingga matang. 3. Sangrai bahan serundeng hingga kering dan matang. 4. Sajikan sate dengan taburan serundeng

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
GUNDUL-GUNDUL PACUL
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Gundul gundul pacul cul gelelengan Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan     Makna lagu GUNDUL GUNDUL PACUL mari kita simak  FILOSOFI LAGU GUNDUL- GUNDUL PACUL Siapa yang tak kenal dengan lagu Gundul-Gundul Pacul ? sebagai orang Nuswantara, atau sebagai orang Jawa, pasti mengenal lagu ini yang seringkali ditembangkan oleh kawula alit, kawula muda, atau bahkan kawula tua. Sekilas, para kawula memasukkannya sebagai lagu dolanan, tembang yang hanya berfungsi sebagai permainan dan hanya sedikit yang memasukkannya sebagai tembang yang penuh filosofi Jawa-Islam. padahal konon katanya, tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman- temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan sangat mulia. Berikut mungkin makna filosofis yang dapat ditangkap dari tembang satu ini: Gundul-gund...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Kue Apem Klaten
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Ada dua pendapat yang melatarbelakangi sejarah kue apem. Sebagian pendapat menyebutkan kue ini datang dari India. Sebagian lagi bilang, apem berasal dari Arab. Mereka yang menyebut kue ini datang dari India, memperlihatkan adanya kesamaan nama pada kue ini. Di sini disebut ''apem" sedangkan di India disebut "Appam" . Keduanya dibuat dari tepung beras. Keduanya juga dibuat melalui proses fermentasi. Legenda yang menyebutkan kue apem berasal dari Arab, menyebutkan kue ini dibawa Ki Ageng Gribig, keturunan Prabu Brawijaya sepulangnya dari Tanah Suci. Karena terlalu sedikit jumlahnya untuk bisa dibagi-bagi kepada para tetangga, maka kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya. Karena dibuat ulang, maka seluruh penduduk bisa ikut menikmatinya. Dalam versi cerita ini, sebutan ''apem" berasal dari ''affan" bahsa Arab yang artinya mohon ampun. Tak heran kalau kue ini kemudian jadi kue ini jadi sajian menjelang Ramadhan. Di Kabupaten Klaten, misalnya: a...

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Dugderan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dugderan merupakan festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan yang diadakan di Kota Semarang. Perayaan ini dimulai sejak masa kolonial  dan dipusatkan di daerah Simpang Lima. Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan). Pada perayaan ini beragam barang dijual (semacam pasar malam) dan pada masa kini sering diikutkan berbagai sponsor dari sejumlah industri besar. Meskipun demikian, ada satu mainan yang selalu terkait dengan festival ini, yang dinamakan "warak ngendok". Dugderan dimaksudkan selain sebagai sarana hiburan juga sebagai sarana dakwah Islam. Tradisi “Dugderan” ini berasal dari kota Semarang, Jawa Tengah. Nama “Dugderan” sendiri berasal dari kata “Dug” dan “Der”. Kata Dug diambil dari suara dari bedug masjid yang ditabuh berkali-kali sebagai tanda datangnya awal bulan Ramadhan. Sedangkan kata &ldqu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Arca Siwa Anjalimudra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Periodisasi : Abad IX M Asal : Komplek Candi Sewu Kabupaten Klaten Ukuran : Tinggi arca 8,5 cm Tinggi Yoni 2,5cm No. Inv. : 1746 Arca salah satu dewa utama Hindu ditemukan di komplek candi Budha sangatlah menarik, terlebih dewa tersebut adalah Mahadewa, nama lain Siwa. Hal menarik lainnya, Siwa diarcakan dalam sikap anjalimudra (menyembah) yang merupakan ciri dewa yang berada di tingkat yang lebih rendah. Fenomena itu dapat dijelaskan melalui Naskah Agama Budha, Nispanayogawali yang menyebutkan bahwa di dalam Dharmadhatuwagiswaramandala dewa utamanya adalah Manjusri sedangkan dewa-dewa Hindu (Trimurti) disertakan dalam Mandala tersebut. Di dalam prasasti Kelurak yang ditemukan di dekat Candi Lumbung (terletak di sebelah selatan Candi Sewu) disebutkan pula bahwa di dalam diri Manjusri terdapat Brahma, Wisnu, dan Maheswara (Siwa). Dengan demikian, arca Siwa dalam sikap anjali merupakan arca yang berhubungan dengan salah satu mandala agama Budha.   Sumber:&nb...

avatar
Oase
Gambar Entri
Nyadran
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Nyadran  adalah serangkaian  upacara  yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah .Nyadran berasal dari bahasa Sansekerta,  sraddha yang artinya keyakinan. Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata  sadran  yang artiya  ruwah syakban .  Naydran merupakan salah satu tradisi dalam menyambur datangnya bulan Ramadhan . Kegiatan yang biasa dilakukan saat Nyadran atau Ruwahan adalah: Menyelenggarakan kenduri, dengan pembacaan ayat Al-Qur'an , zikir, tahlil dan doa, kemudian ditutup dengan makan bersama. Melakukan  besik , yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Melakukan upacara ziarah kubur, dengan berdoa kepada roh yang telah meninggal di area makam. Nyadran biasanya dilaksanakan pada setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya'ban. Seperti contoh warga masyarakat Magelang melaksanakan Nyadran dengan ziarah...

avatar
Sriutanti
Gambar Entri
Tarian Topeng Ireng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Topeng Ireng  adalah satu bentuk  tradisi  seni pertujukan yang berasimilasi dengan budaya  lokal Jawa Tengah.  Topeng Ireng yang juga dikenal sebagai kesenian  Dayakan  ini adalah bentuk  tarian  rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis  dari kesenian Kubro Siswo . Nama Topeng Ireng sendiri berasal dari kata  T oto Lempeng Irama Kenceng .   Toto  artinya menata,  lempeng  berarti lurus, irama berarti  nada , dan  kenceng  berarti keras. Oleh karena itu, dalam pertunjukan Topeng Ireng para penarinya berbaris lurus dan diiringi musik berirama keras dan penuh semangat. Tarian ini sebagai wujud pertunjukan seni tradisional  yang memadukan syiar agama Islam dan ilmu beladiri atau pencaksilat. Tak heran, Topeng Ireng selalu diiringi dengan musik yang rancak dan lagu dengan syair Islami. Daya tarik utama yang dimiliki oleh kesenian  Top...

avatar
Sriutanti
Gambar Entri
Tri Suci Waisak
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tri Suci Waisak merupakan tiga peristiwa penting yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia, salah satu tempat yang menjadi sentral upacara seremonial Waisak yaitu pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tri Suci Waisak merupakan tiga peristiwa suci yang dialami oleh Sidharta Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna dan parinirvana. - Kelahiran Sidharta, pada hari purnama sidi bulan Waisak tahun 623 sebelum Masehi di Taman Lumbini, Nepal. - Pencerahan sempurna Buddha, pada hari purnama sidi bulan Waisak tahun 588 sebelum Masehi di bawah pohon Bodhi, Bodhgaya, India. - Parinirvana atau wafatnya Buddha, pada hari purnama sidi bulan Waisak tahun 543 sebelum Masehi di Kushinara, India. Ketiga peristiwa ini memiliki nilai-nilai dharma Buddha yang mengajarkan tentang pengorbanan hidup, kebenaran, kebijaksanaan dan kesempurnaan hidup yang telah dijalani oleh Buddha Gautama. Prosesi Tri Suci Waisak diawali dengan Pindapata, prosesi...

avatar
Sriutanti
Gambar Entri
Candi Cetho
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Candi Cetho ditemukan oleh Van der Vlis pada tahun 1843, candi bernafaskan agama Hindu ini terletak di Dusun Cetho, Gumeng, Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho didirikan pada tahun 1373 Saka (1451 Masehi) berdasarkan  candrasengkala  yang diwujudkan dalam relief binatang. Gaya relief dan penggambaran phallus pada Candi Cetho menyerupai Candi Sukuh. Hasil rekonstruksi Candi Cetho berjumlah 13 undakan teras. Undakan teras berada dari barat (terbawah) ke timur (teratas) sepanjang kurang lebih 200 meter. Terdapat gapura di setiap undakan teras. Simbol phallus ada pada undakan teras ke 11, 12, dan 13. Pada undakan teras pertama terdapat gapura dalam bentuk candi bentar dan dua arca penjaga. Undakan teras kedua merupakan halaman candi. Pada undakan selanjutnya terdapat bangunan mirip pendopo. Pada teras undakan keempat terdapat jajaran batu yang berisi relief cerita, antara lain cerita Sudamala.

avatar
Sriutanti