Menurut beberapa artefak-artefak yang ditemukan, Kota Depok telah dihuni sejak masa prasejarah. Namun, hingga abad 19 Depok masih menjadi Kota Depok masih menjadi kota yang terisolasi. Kota Depok mulai berkembang saat pemerintah Belanda memutuskan untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan Buitenzorg (Bogor) dengan Batavia (Jakarta) untuk memudahkan pengangkutan barang hasil bumi. Hal ini membuat pejabat di Kota Depok pada saat itu mengadakan kesepakatan dengan pihak Belanda agar setiap kereta yang lewat diharuskan untuk berhenti terlebih dahulu di stasiun kecil di daerah Depok. Dari sinilah mobilitas masyarakat Depok dapat semakin meningkat karena adanya transportasi yang menunjang ke arah pusat atau Batavia. Kereta api yang awalnya digunakan untuk kepentingan Belanda pun dapat membantu ekonomi masyarakat Kota Depok saat itu. Stasiun ini beralamat di Jl. Stasiun, Depok, Pancoran MAS, Jawa Barat 16431. Sebagai salah satu stasiun kereta tertu...
Serabi, yang biasa disebut juga surabi atau srabi, adalah kudapan khas Indonesia yang terbuat dari bahan dasar berupa adonan tepung beras, santan, dan ragi. Serabi biasanya berbentuk bundar, memiliki pori-pori di permukaan atasnya, dan dimakan dengan kuah gula jawa dan santan. Hingga saat ini, serabi di Indonesia bermacam-macam jenisnya. Salah satu jenis serabi yang populer saat ini adalah serabi oncom. Serabi oncom, sesuai namanya, merupakan jenis serabi yang di bagian atasnya ditaburi oncom. Oncom merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari hasil fermentasi kacang-kacangan dengan kapang. Serabi oncom sudah populer sejak tahun 1900-an. Serabi oncom lebih populer di kalangan remaja dan dewasa, berbeda dengan serabi manis yang lebih disukai anak-anak. Dahulu, serabi oncom biasa dibuat menggunakan tungku dari tanah liat di atas arang. Cara pembuatan tersebut menyebabkan bagian bawah serabi terasa lebih renyah dan wangi, sementara bagian atas dan dalamnya terasa l...
Cara Memainkan dan Pola Pertunjukan Pelaksanaan seni Tarawangsa biasa dilakukan jam 10 malam hingga jam 4 pagi. Para pelaku seni Tarawangsa terdiri dari: Saehu, Penari yang berjumlah antara 5, 7 dan atau 9 orang penari yangterdiri dari wanita yang rata-rata berlanjut usia. Nayaga, Saksi, Kuncen. Bentuk dan pola pertunjukan dibagi menjadi beberapa fase, yaitu terdiri dari: Tatalu, Ngukus, Ijab Kabul, Ngalungsurkeun, Nema, Nyumpingkeun, Nginebkeun. Alat dan Sarana Pertunjukan Waditra Alat musik seni tarawangsa terdiri dari 2 (dua) buah waditra yaitu waditra sejenis kecapi yang disebut jentreng dan sejenis...
Astana Gede Kawali merupakan pusat pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh. Astana Gede terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Sebagai situs kebudayaan, Astana Gede memiliki nilai-nilai kebudayaan dengan ciri khas tersendiri sebagai kerajaan di Tatar Sunda. Pada zaman dahulu Astana Gede bernama Kabuyutan Sanghyang Lingga Hiyang. Didalam Astana Gede terdapat prasasti-prasasti yang berasal dari masa lalu. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan aksara Sunda diatas batu. Banyak orang Sunda sendiri sudah tidak terlalu mengenal budaya dan kearifan lokal didaerah sendiri. Maka dari itu, kita perlu melestarikannya.
Pupuh adalah bentuk puisi tradisional Jawa Barat yang memiliki jumlah suku kata dan rima tertentu dalam setiap barisnya.Terdapat 17 jenis pupuh, masing-masing memiliki sifat tersendiri dan digunakan untuk tema cerita yang berbeda. salah satu jenis pupuh tersebut adalah Pupuh Gambuh . Seperti penjelasan sebelumnya, pupuh gambuh juga memiliki sifat tersendiri dan juga digunakan untuk tema cerita yang berbeda. Berikut sifat-sifat pupuh gambuh, check this out bro.. 1. menceritakan kesedihan 2. menceritakan penderitaan 3. menceritakan sakit hati (macam para jomblo, kaya lu lagi jangan-jangan?) yah intinya pupuh gambuh seperti itu ya kawan. Biar lebih kerasa gimana sih pupuh gambuh itu, perasaan yang tersirat di pupuh gambuh, langsung aja liat contohnya nih.. Ngahuleng banget bingung Heunteu terang kamana nya indit Turug-turug harita teh, enggeus burit Panonpoe geus rek surup Keueung sieun, aya meong u...
Indonesia sejak dulu terkenal sebagai negara agraris, sehingga sejak dahulu kala bangsa-bangsa eropa datang ke negeri Indonesia, karena negeri ini sangat subur apabila digunakan sebagai kegiatan bercocok tanam. Jaman dulu pemerintah hindia Belanda awalnya akan mencari rempah-rempah ke negeri Indonesia ini, tetapi setelah mereka merasa nikmat tinggal di Indonesia yang akhir melakukan penindasan untuk menguasa segala kekayaan di negeri Indonesia. Bercocok tanam di Inonesia, hampir semua jenis tanaman dapat tumbuh subur, oleh karena itu masyarakat Indonesia lebih berperilaku bercocok tanam secara turun temurun terus dilakukan. Di kawasan Jawa Barat atau Sunda, terdapat Upacara Adat yang dinamakan Sereh Taun yang dilakukan ketika panen. Seren Taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung sangat ramai dan dihadiri ribuan masyarakat sekitar di berbagai desa di daerah Sunda. Upacara ini konon sudah ada sejak jaman pajajara...
Kampung Naga merupakan suatu daerah di Tasikmalaya, Jawa Barat. yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang masih taat melaksanakan tradisi leluhurnya, yaitu tradisi Sunda. Seluruh penduduk Kampung Naga mengaku beragama Islam, namun tetap sangat menaati adat istiadat dan melaksanakan ritual-ritual yang ada. Maka dari itu pemeluk agama Islam di Kampung Naga sedikit berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Contohnya mereka hanya melaksanakan sholat lima waktu pada hari Jumat saja. Selain itu, dalam melaksanakan rukun Islam kelima yaitu ibadah haji, menurut mereka tidak perlu jauh-jauh pergi ke kota suci Mekah namun dapat dilaksanakan melalui upacara Hajat Sasih yang dilaksanakan bertepatan dengan hari raya haji, yaitu tanggal 10 Rayagung. Upacara Hajat Sasih ini bertujuan untuk memohon berkah kepada Eyang Singaparna yang merupakan leluhur Kampung Naga dan juga untuk bersyukur kepada Tuhan. Sasih dalam bahasa Sunda berarti 'bulan (kalender)', maka dari itu upacara in...
Klenteng Tiao Kak Sie atau biasa dikenal dengan sebutan Klenteng Dewi Welas Asih terletak di Jl. Kantor No.2, Kampung Kamiran, Cirebon. Klenteng Dewi Welas Asih merupakan salah satu kelenteng tertua di Cirebon, selain Klenteng Talang dan Vihara Pemancar Keselamatan. Klenteng ini dibangun di atas tanah seluas 1.857 m2 dengan luas bangunan sekitar 1.600 m2. Di depan pinggir jalan terdapat penanda Benda Cagar Budaya Kelenteng Dewi Welas Asih Cirebon dengan tahun berdiri 1595. Tahun itu tertulis pada dua buah papan kecil “paai” namanya yang berisi pepatah atau peribasa pendek-pendek akan jadi kehormatan bagi dewa dewa. Semula nama Kelenteng Dewi Welas Asih adalah Tiau Kak Sie. “Sie” artinya rumah orang beribadat (tempat bertapa). “Tio” berarti air pasang (air naik), dan “Kak” berarti bangun dari tidur atau membangunkan atau membawa kepada akal yang benar. Bangunan Kelenteng Dewi Welas Asih yang simetris dengan ornamen naga dalam posi...
"Tawurjiii... Tawurji... Tawur! Tawur tuan kaji,Smoga dawa Umur.Tawur!".Kalimat yang juga bait lagu itu pun terus dinyanyikan pada setiap bulan Safar.Mereka terus menyanyikan lagu itu berulang kali,hingga Sultan beserta keluarganya keluar rumah,dengan membawa ribuan uang koin .Sesaat suasana sunyi dan senyap saat mereka berdoa bersama,namun sekejap kemudian,suasana langsung riuh dan ricuh.Itulah yang tergambar dari tradisi Tawurji yang berlangsung di Keraton Kanoman Cirebon,Jawa Barat.Ratusan warga berharap keluarga keraton membawa ribuan uang koin yang akan disedekahkan kepada mereka,dengan cara ditawur atau ditabur. Tidak hanya pada keluarga keraton saja namun tradisi ini pun diselenggarakan di lingkungan umum seperti anak-anak usia sekolah (SD,SMP) biasanya anak laki-laki berselendang sarung dan berpeci berkeliling mendatangi orang-orang di keramaian,ke toko-toko atau mendatangi ke perumahan-perumahan untuk "meminta sedekah" sambil bersenandung "wur..tawurji.." yang dilantunkan ber...