MARJALENGKAT Marjalengkat merupakan salah satu bentuk kegiatan olah raga tradisional yang dapat dijumpai diberbagai daerah Indonesia dengan nama berbeda. Seperti di Bengkulu disebut ingkau yang berarti sepatu bambu. Sumatera Barat dinamakan tengkak- tengkak. Lampung disebut egrang yang berarti terompah pancung terbuat dari pohon bambu bulat panjang dan di Jawa Tengah dikatakan jangkungan/egrang yang diambil dari nama burung berkaki panjang. Olah raga marjalengkat ini sering dilakukan pada waktu tempo dulu sebagai ajan...
MARJALENGKAT Marjalengkat merupakan salah satu bentuk kegiatan olah raga tradisional yang dapat dijumpai diberbagai daerah Indonesia dengan nama berbeda. Seperti di Bengkulu disebut ingkau yang berarti sepatu bambu. Sumatera Barat dinamakan tengkak- tengkak. Lampung disebut egrang yang berarti terompah pancung terbuat dari pohon bambu bulat panjang dan di Jawa Tengah dikatakan jangkungan/egrang yang diambil dari nama burung berkaki panjang.Olah raga marjalengkat ini sering dilakukan pada waktu tempo dulu sebagai ajang adu ketangkasan yang berdaya guna untuk meningkatkan kemampuan berlari dengan memakai alat bantu dua tongkat. Biasanya tongkat tersebut terbuat dari batang pohon bambu. Dan jenis olah raga ini dilakukan pada siang hari. Keseimbangan tubuh sangat diperlukan. Sebab pada marjalengkat ini kedua kaki tidak boleh menginjak tanah. Bagian tubuh hanya dipikul alat bantu dua buah tongkat dan harus bisa berlari melintasi badan jalan dan bahkan sering...
Obat mulai dari kandungan sampai melahirkan a. Perawatan dalam kandungan b. Perawatan setelah melahirkan c. Perawatan bayi d. Perawatan Dugu-dugu a. Perawatan dalam kandungan Siraja Batak berpesan : Jika hendak hubungan suami istri jangan dilakukan pada saat hujan turun agar kelak anak yang lahir tidak berpenyakit batuk-batuk, embun-embun, dan cawan. Jika si Ibu sudah mengandung tiga bulan segala yang diinginkan sebaiknya harus diberikan sebab jika tidak diberikan, kelak si anak yang akan lahir dikemudian hari akan terkendala dalam mencari hidup. Sebelum si Ibu melahirkan, orangtua dari si Ibu sebaiknya memberikan makanan adat batak berupa ikan batak beserta perangkatnya dengan tujuan agar si Ibu sehat-sehat pada waktu melahirkan dan anak yang akan dilahirkan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa serta pada sanak saudara. Jika waktu untuk melahirkan sudah tiba sanak saudara memanggil "Sibaso" (dukun beranak). Dukun beranak akan memberikan obat agar si Ibu tid...
Tradisi Mamoholi (Menyambut Kelahiran Anak) Dalam Budaya Batak Mamoholi disebut manomu-nomu yang maksudnya adalah menyambut kedatangan (kelahiran) bayi yang dinanti-nantikan itu. Disamping itu juga dikenal istilah lain untuk tradisi ini sebagai mamboan aek ni unte yang secara khusus digunakan bagi kunjungan dari keluarga hula-hula/tulang. Pada hakikatnya tradisi mamoholi adalah sebuah bentuk nyata dari kehidupan masyarakat Batak tradisional di bona pasogit yang saling bertolong-tolongan ( masiurupan ). Seorang ibu yang baru melahirkan di kampung halaman, mungkin memerlukan istirahat paling tidak 10 hari sebelum dia mampu mempersiapkan makanannya sendiri. Dia masih harus berbaring di dekat tungku dapur untuk menghangatkan badanya dan disegi lain dia perlu makanan yang cukup bergizi untuk menjamin kelancaran air susu (ASI) bagi bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, maka saudara-saudara sekampung akan secara berganti...
Perpisahan di Huta Lahi kurang memuaskan Deang Namora . Sewaktu Raja Silahisabungan dan Siraja Tambun berangkat dari Huta Lahi, ia ikut mengantar ketepi pantai. Rupanya Raja Silahisabungan membawa Siraja Tambun ketuktuk Simartaja dan terus ke Nauli Basa untuk memperdalam ilmu Siraja Tambun. Karena merasa dekat dengan adiknya Si Raja Tambun, Deang Namora terus mengikuti mereka sampai ke Nauli Sibisa, ayahnya membujuk Deang Namora supaya kembali ke kampung Huta Lahi. Pada saat itulah Deang Namora menangis bersenandung yang memilukan hati:” Amang Siraja ibotna, marsirang ma hita ditano Nauli Basa, borhat ma damang tu tano Sibisa. Ahu do na pagodang – godang damang marsiak bagi, sian dakdanak sahat tu doli – doli, mulak ma ahu amang Siraja ibotna tu Huta Lahi, na boha do bagian ni Siboruadi?” katanya sambil melangkah berat hati. Karena lelahnya berjalan ke Silalahi disertai perasaan sedih, Deang Namora duduk diatas &nbs...
Batak Karo memiliki dua kain tenun yang sering digunakan dalam acara - acara adat, yaitu Uis Nipes dan Beka Buluh. Uis Nipes adalah kain tipis, yang dipakai oleh wanita karo dalam menghadiri acara adat, kadang kain ini juga digunakan untuk beribadah ke gereja sebagai selendang pelengkap kebaya. Biasanya, Wanita akan menggunakan Uis Gara, yaitu salah satu jenis uis nipes bercorak terang dalam acara adat, atau acara lain yang bahagia, seperti pernikahan, natal dan lain - lain. Uis Gara ini kadang berwarna merah, ada juga yang berwarna orange, belakangan ada uis nipes yang berwarna ungu pula dan dipadukan dengan benang berwarna emas sebagai coraknya. Disamping itu, ada uis nipes lain yang berwarna hitam, walau kain ini sering juga digunakan untuk acara - acara bahagia, namun biasanya mayoritas wanita karo menggunakan kain ini di acara kematian, atau pengapul (menghibur keluarga yang ditinggal mati). Namun keberadaan uis nipes ini tidak hanya digunakan untuk selendang atau tudung (penutup...
Judul lagu : Inang ( dalam bahasa Indonesia Ibu) Ciptaan: Charles Hutagalung penyanyi : Emilia Contessa Inang... boasama tangishonon mu Ibuku kenapalah harus engkau tangiskan Sude sitaonokki semua akan susahnya hidup ini Inang... boasa ma sai solsolan mu ibuku kenapa engkau sesali Sude sidangolonhi semua Rasa susah ini Sude halungunon hi semua Rasa sepi ini Reff. Arian nang bodari Siang atau malam hari Ale inang oh ibu Ilu sai maraburan air matamu berjatuhan Sibaran lapa lapa Sabarlah Ale inang oh ibu Unang be sai solsoli janganlah engkau sesali lagi O...o.... Inang... sai tangiang hon au inang da ibuku, Doakanlah aku Anak mu nadangol on anakmu ini Inang... apusi ma ilum inang da ibuku hapuslah air matamu Sude hutaondo i semua akan Ku jalani ini Pasonang ma roham untuk menyenangkan hatimu Inang...Inang...Inang.. ibuku Sumber: https://musikdanlyrics.blogspot.co.id/2015/12/lirik-lagu-inang-emilia-contessa-dan.html?m=1 Lagu karya Charles Hutagalung ini berhasil menjadi Lag...
Menurut masyarakat setempat, Kolam Sampuraga merupakan penjelmaan dari seorang pemuda bernama Sampuraga, yang dikutuk oleh ibu kandungnya sendiri. Kenapa Sampuraga dikutuk? Ingin tahu sebabnya? Ikuti kisahnya dalam cerita rakyat Asal Mula Kolam Sampuraga berikut ini! Alkisah, pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak, hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Meskipun hidup miskin, mereka tetap saling menyayangi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik orang lain. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur, sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka. Pada suatu siang, Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. Sambil menikmati makan siang, mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Seakan tidak ada jarak antara majikan dan buruh. “Wahai, Sampu...
Menurut legenda, Pulau Si Kantan dulunya tidak ada. Namun, ratusan tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat luar biasa, sehingga pulau ini muncul di tengah-tengah Sungai Barumun. Peristiwa tersebut diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Labuhan Batu. Cerita rakyat ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama si Kantan yang menjelma menjadi sebuah pulau. Peristiwa apa sebenarnya yang terjadi, sehingga si Kantan menjelma menjadi sebuah pulau? Ingin tahun jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Pulau Si Kantan berikut ini! Alkisah, pada zaman dahulu kala, di tepi sebuah sungai di daerah Labuhan Batu, Sumatera Utara, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak laki-lakinya bernama si Kantan. Mereka tinggal di sebuah gubuk kecil yang sudah reot. Ayah si Kantan, sudah lama meninggal dunia. Sejak itu, ibu si Kantan-lah yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Si Kantan ada...