Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
pengobatan tradisional batak toba Sumatera Utara Sumatera utara
Pengobatan tradisional
- 15 Mei 2018
  1. Obat mulai dari kandungan sampai melahirkan a. Perawatan dalam kandungan b. Perawatan setelah melahirkan c. Perawatan bayi d. Perawatan Dugu-dugu

a. Perawatan dalam kandungan Siraja Batak berpesan : Jika hendak hubungan suami istri jangan dilakukan pada saat hujan turun agar kelak anak yang lahir tidak berpenyakit batuk-batuk, embun-embun, dan cawan. Jika si Ibu sudah mengandung tiga bulan segala yang diinginkan sebaiknya harus diberikan sebab jika tidak diberikan, kelak si anak yang akan lahir dikemudian hari akan terkendala dalam mencari hidup. Sebelum si Ibu melahirkan, orangtua dari si Ibu sebaiknya memberikan makanan adat batak berupa ikan batak beserta perangkatnya dengan tujuan agar si Ibu sehat-sehat pada waktu melahirkan dan anak yang akan dilahirkan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa serta pada sanak saudara. Jika waktu untuk melahirkan sudah tiba sanak saudara memanggil "Sibaso" (dukun beranak). Dukun beranak akan memberikan obat agar si Ibu tidak susah untuk melahirkan yang disebut SALUSU". SALUSU adalah: Satu butir telur ayam kampung yang terlebih dahulu didoakan,selesai didoakan dihembus, kemudian dipecah lalu diberikan kepada si ibu untuk ditelan. Daun ubi rambat dan daun bunga raya direbus beserta air dari pancuran disaring lalu di minumkan kepada si Ibu mengarah ke bawah. b. Perawatan setelah melahirkan dan anak yang baru lahir Setelah si Ibu melahirkan, dukun beranak mengambil buah ubi rambat dan sisik bambu, lalu dukun beranak mematok tali pusat bayi dengan sisik bambu yang tajam dengan beralaskan buah ubi rambat dengan ukuran 3 jari dari bayi. Kemudian penanaman ari-ari bayi menurut orang batak biasa ditanam di tanah yang becek (sawah). Ari-ari dimasukkan dalam tandok kecil yang di anyam dari pandan bersama dengan 1 biji kemiri, 1 buah jeruk purut dan 7 lembar daun sirih. Setelah bayi lahir si dukun memecahkan kemiri dan mengunyahnya kemudian memberikannya kepada bayi dengan tujuan untuk membersihkan kotoran yang di bawa bayi dari kandungan sekaligus membersihkan dalam perjalanan pencernaan makanan yang pertama yang disebut TILAN (kotoran pertama) , Si dukun memberikan kalung yang berwarna merah, putih, hitam bersama Soit dan hurungan tondi.

SOIT : Sebuah anyaman kalung yang terdapat dari buah sebuah kayu. HURUNGAN TONDI : Buah kayu yang bernama Kayu Hurungan Tondi, buah kayu yang bertuliskan tulisan batak. Kalung ini mempunyai kegunaan agar jauh dari seluruh mara bahaya, tekanan angin, petir dan seluruh setan jahat. Apabila bayi tersebut terus menerus menangis, maka dia dimandikan dengan bahan yang memotong pusar tadi, yaitu Kulit bambu, jeruk purut dan ubi rambat.

Pada hari ke tujuh setelah bayi lahir : - Bayi tersebut dibawa ke Pancur dimandikan dan dalam acara inilah sekaligus pembuatan nama yang disebut dengan PESTA MARTUTU AEK yang dipimpin oleh Pimpinan Agama yaitu : ULU PUNGUAN.

c. Perawatan Bayi Setelah bayi dimandikan biasanya DIPUPUS PUPUS adalah mengunyah : - 1 lembar daun sirih - 1 buah kemiri - 1 biji ladak putih - 1 iris jarango

Selesai dikunyah di tempelkan ke ubun-ubun bayi dan sebahagian diolesi keseluruh tubuh bayi dengan tujuan : Untuk memelihara tubuh bayi agar kuat dan tetap sehat Untuk menjauhkan bayi dari penyakit-penyakit demam, angin-angin dan sekaligus mengobatinya. Untuk menjaga agar kelak dia besar tidak menderita penyakit sawan.

d. DUGU-DUGU Dugu-dugu adalah : sebuah makanan ciri khas batak pada saat melahirkan, yang di resep dari bangun-bangun, daging ayam, kemiri dan kelapa. Dugu-dugu bertujuan untuk : Mengembalikan peredaran urat bagi si Ibu yang baru melahirkan Membersihkan darah kotor bagi Ibu yang melahirkan Menambah, menghasilkan air susu Ibu dan sekaligus memberikan kekuatan melalui asi kepada anaknya.

  1. DAPPOL SIBURUK (obat urut dan tulang) Dalam Bab sebelumnya diterangkan bahwa asal mula manusia menurut orang batak adalah dari ayam atau burung. Obat Dappol Siburuk ini dulunya berasal dari Burung Siburuk yang mana langsung dipraktekkan dengan penelitian alami dan hampir seluruh keturunan Siraja Batak menggunakan obat ini dalam kehidupan sehari-hari. Dappol artinya : Urut / Kusuk Siburuk artinya : Seekor Burung

Legenda Dappol Siburuk : Pada zaman dahulu kala hiduplah sebuah keluarga mempunyai anak satu-satunya. Suatu hari si anak tersebut jatuh dari atas kelapa dan terbentur ke batu, si ayah pun susah dan sedih sebab tulang anaknya sudah remuk dan patah, demikian juga uratnya, padahal dia adalah anak satu-satunya. Dalam suatu malam si ayah tersebutpun menyediakan sesajen dan berdoa menyatukan darah putih Tuhan dengan darahnya sambil memanggil roh-roh Tuhan yang ada pada badannya (seperti yang tertulis sebelumnya) Setelah itu pada malamnya dia bermimpi : Seorang orangtua menghampirinya dan berkata dalam mimpi : " Dibelakang rumahmu ada sarang burung siburuk yang baru menetas, ikatlah anaknya dengan benang tiga warna. Warna merah, putih, hitam. Setelah kamu ikat patahkanlah kakinya, tangannya, lehernya dan semua badannya kau remukkan, tetapi jangan mati. Setelah itu tunggulah selama sembilan hari dan kau lihatlah kembali anak burung tersebut akan sembuh. Setelah itu ambillah anaknya beserta sarangnya, masaklah dengan minyak kelapa dan gunakanlah itu untuk mengobati anakmu, maka diapun akan sembuh".

  1. Siraja Batak berpesan kepada keturunannya : Supaya manusia dapat hidup sehat, maka makanlah atau minumlah : Apapaga. Ariman. Anggir. Addorabi. Alinggo. Abajora. Ambaluang. Assising. Arip-arip

    1. Mata Mata adalah salah satu panca indra sekaligus penentu dalam kehidupan manusia menurut orang batak. Menurut legenda batak pada mata manusia berdiam Roh Raja Simosimin di dalamnya. Apabila mata kabur atau berlapis penyakit, maka cara penyembuhannya di lakukan cara seperti pesan Siraja Batak berikut ini :

    " Untuk mengeluarkan penyakit dari dalam mata, masukkanlah biji SIRINTAK kedalam mata yang sakit, setelah itu tutuplah mata dan tunggulah beberapa saat, karena biji SIRINTAK akan menarik seluruh penyakit yang ada dari dalam mata. Gunakanlah 1 x 19 hari, supaya mata tetap sehat " .

SIRINTAK adalah tumbuhan Batak yang dalam bahasa Indonesia mempunyai arti mencabut(mengeluarkan), nama ramuannya sama dengan nama tujuannya.
Mengapa harus 19 hari ? Karena induk aksara batak ada 19 dan semuanya dikerjakan oleh mata.

  1. Kharisma, wibawa, kesehatan dll : Dalam kehidupan orang batak dahulu supaya manusia dapat sukses dalam segala hal biasanya di wajibkan membuat sesajen berupa : Ayam Merah. Ayam Putih. Ayam Hitam. Ketam Beras (Nitak)Jeruk Purut. Sirih beserta perlengkapannya.

    1. Tawar Mula Jadi Di dalam kehidupan orang batak terdahulu banyak dari mereka yang menderita penyakit kulit bahkan sampai membusuk. Melihat kejadian tersebut Siraja Batak berpesan bahwa untuk mengobati setiap orang yang berpenyakit kulit supaya menggunakan : Tawar Mulajadi Tawar Mulajadi adalah sesuatu yang berasal dari asap dapur. Orang batak pada jaman dahulu biasanya menggunakan kayu di dapur untuk memasak, maka diatas dapur tersebut ada serpikan hitam bergantungan dan itu terjadi dari asap pada saat memasak setiap waktu. Menurut orang batak itulah Tawar Mulajadi atau Tappar Api.
      Rumpak 7 macam kemudian diseduh dengan air hangat. Sumber:http://doloktolongsite.blogspot.co.id/2012/08/pengobatan-tradisional-batak-1.html?m=1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu