a. Perawatan dalam kandungan Siraja Batak berpesan : Jika hendak hubungan suami istri jangan dilakukan pada saat hujan turun agar kelak anak yang lahir tidak berpenyakit batuk-batuk, embun-embun, dan cawan. Jika si Ibu sudah mengandung tiga bulan segala yang diinginkan sebaiknya harus diberikan sebab jika tidak diberikan, kelak si anak yang akan lahir dikemudian hari akan terkendala dalam mencari hidup. Sebelum si Ibu melahirkan, orangtua dari si Ibu sebaiknya memberikan makanan adat batak berupa ikan batak beserta perangkatnya dengan tujuan agar si Ibu sehat-sehat pada waktu melahirkan dan anak yang akan dilahirkan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa serta pada sanak saudara. Jika waktu untuk melahirkan sudah tiba sanak saudara memanggil "Sibaso" (dukun beranak). Dukun beranak akan memberikan obat agar si Ibu tidak susah untuk melahirkan yang disebut SALUSU". SALUSU adalah: Satu butir telur ayam kampung yang terlebih dahulu didoakan,selesai didoakan dihembus, kemudian dipecah lalu diberikan kepada si ibu untuk ditelan. Daun ubi rambat dan daun bunga raya direbus beserta air dari pancuran disaring lalu di minumkan kepada si Ibu mengarah ke bawah. b. Perawatan setelah melahirkan dan anak yang baru lahir Setelah si Ibu melahirkan, dukun beranak mengambil buah ubi rambat dan sisik bambu, lalu dukun beranak mematok tali pusat bayi dengan sisik bambu yang tajam dengan beralaskan buah ubi rambat dengan ukuran 3 jari dari bayi. Kemudian penanaman ari-ari bayi menurut orang batak biasa ditanam di tanah yang becek (sawah). Ari-ari dimasukkan dalam tandok kecil yang di anyam dari pandan bersama dengan 1 biji kemiri, 1 buah jeruk purut dan 7 lembar daun sirih. Setelah bayi lahir si dukun memecahkan kemiri dan mengunyahnya kemudian memberikannya kepada bayi dengan tujuan untuk membersihkan kotoran yang di bawa bayi dari kandungan sekaligus membersihkan dalam perjalanan pencernaan makanan yang pertama yang disebut TILAN (kotoran pertama) , Si dukun memberikan kalung yang berwarna merah, putih, hitam bersama Soit dan hurungan tondi.
SOIT : Sebuah anyaman kalung yang terdapat dari buah sebuah kayu. HURUNGAN TONDI : Buah kayu yang bernama Kayu Hurungan Tondi, buah kayu yang bertuliskan tulisan batak. Kalung ini mempunyai kegunaan agar jauh dari seluruh mara bahaya, tekanan angin, petir dan seluruh setan jahat. Apabila bayi tersebut terus menerus menangis, maka dia dimandikan dengan bahan yang memotong pusar tadi, yaitu Kulit bambu, jeruk purut dan ubi rambat.
Pada hari ke tujuh setelah bayi lahir : - Bayi tersebut dibawa ke Pancur dimandikan dan dalam acara inilah sekaligus pembuatan nama yang disebut dengan PESTA MARTUTU AEK yang dipimpin oleh Pimpinan Agama yaitu : ULU PUNGUAN.
c. Perawatan Bayi Setelah bayi dimandikan biasanya DIPUPUS PUPUS adalah mengunyah : - 1 lembar daun sirih - 1 buah kemiri - 1 biji ladak putih - 1 iris jarango
Selesai dikunyah di tempelkan ke ubun-ubun bayi dan sebahagian diolesi keseluruh tubuh bayi dengan tujuan : Untuk memelihara tubuh bayi agar kuat dan tetap sehat Untuk menjauhkan bayi dari penyakit-penyakit demam, angin-angin dan sekaligus mengobatinya. Untuk menjaga agar kelak dia besar tidak menderita penyakit sawan.
d. DUGU-DUGU Dugu-dugu adalah : sebuah makanan ciri khas batak pada saat melahirkan, yang di resep dari bangun-bangun, daging ayam, kemiri dan kelapa. Dugu-dugu bertujuan untuk : Mengembalikan peredaran urat bagi si Ibu yang baru melahirkan Membersihkan darah kotor bagi Ibu yang melahirkan Menambah, menghasilkan air susu Ibu dan sekaligus memberikan kekuatan melalui asi kepada anaknya.
Legenda Dappol Siburuk : Pada zaman dahulu kala hiduplah sebuah keluarga mempunyai anak satu-satunya. Suatu hari si anak tersebut jatuh dari atas kelapa dan terbentur ke batu, si ayah pun susah dan sedih sebab tulang anaknya sudah remuk dan patah, demikian juga uratnya, padahal dia adalah anak satu-satunya. Dalam suatu malam si ayah tersebutpun menyediakan sesajen dan berdoa menyatukan darah putih Tuhan dengan darahnya sambil memanggil roh-roh Tuhan yang ada pada badannya (seperti yang tertulis sebelumnya) Setelah itu pada malamnya dia bermimpi : Seorang orangtua menghampirinya dan berkata dalam mimpi : " Dibelakang rumahmu ada sarang burung siburuk yang baru menetas, ikatlah anaknya dengan benang tiga warna. Warna merah, putih, hitam. Setelah kamu ikat patahkanlah kakinya, tangannya, lehernya dan semua badannya kau remukkan, tetapi jangan mati. Setelah itu tunggulah selama sembilan hari dan kau lihatlah kembali anak burung tersebut akan sembuh. Setelah itu ambillah anaknya beserta sarangnya, masaklah dengan minyak kelapa dan gunakanlah itu untuk mengobati anakmu, maka diapun akan sembuh".
Siraja Batak berpesan kepada keturunannya : Supaya manusia dapat hidup sehat, maka makanlah atau minumlah : Apapaga. Ariman. Anggir. Addorabi. Alinggo. Abajora. Ambaluang. Assising. Arip-arip
" Untuk mengeluarkan penyakit dari dalam mata, masukkanlah biji SIRINTAK kedalam mata yang sakit, setelah itu tutuplah mata dan tunggulah beberapa saat, karena biji SIRINTAK akan menarik seluruh penyakit yang ada dari dalam mata. Gunakanlah 1 x 19 hari, supaya mata tetap sehat " .
SIRINTAK adalah tumbuhan Batak yang dalam bahasa Indonesia mempunyai arti mencabut(mengeluarkan), nama ramuannya sama dengan nama tujuannya.
Mengapa harus 19 hari ? Karena induk aksara batak ada 19 dan semuanya dikerjakan oleh mata.
Kharisma, wibawa, kesehatan dll : Dalam kehidupan orang batak dahulu supaya manusia dapat sukses dalam segala hal biasanya di wajibkan membuat sesajen berupa : Ayam Merah. Ayam Putih. Ayam Hitam. Ketam Beras (Nitak)Jeruk Purut. Sirih beserta perlengkapannya.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...